Anda di halaman 1dari 18

Sistem Proteksi Mekanik Pada Trafo PLTP Ulubelu Unit I dan II

Sistem Proteksi Mekanik Pada Trafo PLTP Ulubelu Unit I dan II RICHARD GAMARI S R 12120231
Sistem Proteksi Mekanik Pada Trafo PLTP Ulubelu Unit I dan II RICHARD GAMARI S R 12120231
Sistem Proteksi Mekanik Pada Trafo PLTP Ulubelu Unit I dan II RICHARD GAMARI S R 12120231

RICHARD GAMARI S R

12120231

PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY

Sistem Proteksi Mekanik Pada Trafo PLTP Ulubelu Unit I dan II RICHARD GAMARI S R 12120231
Sistem Proteksi Mekanik Pada Trafo PLTP Ulubelu Unit I dan II RICHARD GAMARI S R 12120231
OUTLINE • Pengertian Transformator Tenaga • Sistem Proteksi secara umum • Prinsip Kerja Relay Proteksi •
OUTLINE • Pengertian Transformator Tenaga • Sistem Proteksi secara umum • Prinsip Kerja Relay Proteksi •

OUTLINE

Pengertian Transformator Tenaga

Sistem Proteksi secara umum

Prinsip Kerja Relay Proteksi

Tujuan dan Syarat Relay Proteksi

Sistem Proteksi Mekanik Transformator Tenaga

1. Rele Bucholtz

  • 2. Rele Sudden pressure

  • 3. Rele Thermis

  • 4. Rele Jansen

OUTLINE • Pengertian Transformator Tenaga • Sistem Proteksi secara umum • Prinsip Kerja Relay Proteksi •

TRANSFOMATOR

Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya

TRANSFOMATOR Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan
TRANSFOMATOR Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan

SISTEM PROTEKSI SECARA UMUM

Rele pengaman atau sistem proteksi adalah susunan piranti, baik elektronik, magnetic maupun mekanik yang direncanakan untuk mendeteksi suatu kondisi ketidaknormalan pada peralatan listrik yang membahayakan atau tidak diinginkan

Jika bahaya itu muncul maka rele pengaman akan secara otomatis memberikan sinyal atau perintah untuk membuka pemutus tenaga (circuit breaker) agar bagian yang terganggu dapat dipisahkan dari sistem yang normal.

SISTEM PROTEKSI SECARA UMUM Rele pengaman atau sistem proteksi adalah susunan piranti, baik elektronik, magnetic maupun

PRINSIP KERJA RELAY PROTEKSI

Apabila besaran tersebut tidak setimbang atau melebihi besar arus penyetelannya, maka kumparan relay akan bekerja menarik kontak dengan cepat atau dengan waktu tunda dan memberikan perintah pada kumparan penjatuh (trip-coil) untuk bekerja melepas PMT.

Sebagai sumber energi/penggerak adalah sumber arus searah atau batere.

Relay CT PMT Rangkaian Trip
Relay
CT
PMT
Rangkaian Trip

Bater

e

PRINSIP KERJA RELAY PROTEKSI Apabila besaran tersebut tidak setimbang atau melebihi besar arus penyetelannya, maka kumparan

TUJUAN DAN SYARAT RELAY PROTEKSI

TUJUAN SYARAT
TUJUAN
SYARAT

Menghindari

atau

mengurangi

kerusakan peralatan listrik akibat terjadinya gangguan (kondisi yang tidak normal) • Untuk melokalisir atau memisahkan bagian sistem tenaga listrik yang terganggu ke dalam wilayah yang sekecil mungkin. • Memberikan pelayanan tenaga listrik dengan keandalan yang tinggi dan mutu

listrik yang baik. Mengamankan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.

SENSITIF SELEKTIF ANDAL CEPAT EKONOMIS
SENSITIF
SELEKTIF
ANDAL
CEPAT
EKONOMIS
TUJUAN DAN SYARAT RELAY PROTEKSI TUJUAN SYARAT • Menghindari atau mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat terjadinya

SISTEM PROTEKSI TRANFORMATOR TENAGA

TUJUAN PROTEKSI TRAFO

  • 1. Menghindari kerusakan pada trafo bila terjadi kegagalan alat pengaman jaringan beban trafo saat terjadi gangguan hubung singkat.

  • 2. Menghindari atau menekan sekecil mungkin kerusakan trafo akibat gangguan.

  • 3. Menjaga stabilitas atau kontinuitas penyaluran tenaga listrik.

Pada transformator sendiri terdapat 2 jenis rele, yakni rele mekanik dan juga rele elektris.

Setiap rele tersebut memiliki fungsinya masing-masing.

SISTEM PROTEKSI TRANFORMATOR TENAGA TUJUAN PROTEKSI TRAFO 1. Menghindari kerusakan pada trafo bila terjadi kegagalan alat
RELE MEKANIK

RELE MEKANIK

RELE MEKANIK

Rele Bucholtz

Alat untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan didalam transformator yang menimbulkan gas

a.

RELE MEKANIK Rele Bucholtz Alat untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan didalam transformator yang menimbulkan gas

b.

c.

d.

e.

Gas yang timbul diakibatkan oleh :

Hubung singkat antar lilitan pada/dalam fasa

Hubung singkat antar fasa

Hubung singkat antar fasa ke tanah

Busur api listrik antar laminasi

Busur api listrik karena kontak yang kurang baik

RELE MEKANIK Rele Bucholtz Alat untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan didalam transformator yang menimbulkan gas

Prinsip Kerja Rele Bucholtz

ALARM

Prinsip Kerja Rele Bucholtz ALARM PMT
PMT
PMT
Prinsip Kerja Rele Bucholtz ALARM PMT

Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay)

Alat untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap tekanan lebih pada tangki trafo akibat penguapan minyak yang disebabkan oleh gas karena adanya hubungan singkat yang terendam minyak dalam trafo

Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay) Alat untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap tekanan lebih pada tangki
Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay) Alat untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap tekanan lebih pada tangki

Prinsip Kerja Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay)

Prinsip Kerja Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay)
Prinsip Kerja Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay)

Rele Thermis

Relai temperature adalah alat pengindikasi temperature kumparan dan minyak yang digunakan untuk mendeteksi dan mengindikasi temperature maksimumalat ini juga melakukan operasi pengamanan seperti

alarming dan shut-off seperti yang

dilakukan oleh kontrol otomatis pada pendingin transformator. Elemen pemanas temperaturnya minyak dalam transformator

Rele Thermis Relai temperature adalah alat pengindikasi temperature kumparan dan minyak yang digunakan untuk mendeteksi dan

Prinsip Kerja Relai Thermis

Prinsip Kerja Relai Thermis
Prinsip Kerja Relai Thermis
RELE ELEKTRIK

RELE ELEKTRIK

RELE ELEKTRIK

Rele Diferensial

Relai ini berfungsi mengamankan transformator dari gangguan di dalam transformator antara lain flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan.

Relai differensial

memiliki sifat antara lain :

  • a. Sangat selektif dan cepat.

  • b. Sebagai pengaman utama.

  • c. Tidak dapat sebagai pengaman cadangan untuk daerah berikutnya.

  • d. Daerah pengamanannya dibatasi oleh pasangan transformator arus dimana relai differensial dipasang

RELE ELEKTRIK Rele Diferensial Relai ini berfungsi mengamankan transformator dari gangguan di dalam transformator antara lain

Differential relay dengan type STD ini bekerja dengan rating arus 5 ampere dan frekuensi 50 Hz. Rele ini memiliki rating supply 48/125/250 VDC. Target coil

bekerja pada saat 0.6 / 2.0 ampere. Target coil berfungsi sebagai indikator status sistem rele. Tolerensi perbedaan arus

pada rele ini bisa diseting dari 15%-

25%-40%.

RELE ELEKTRIK Rele Diferensial Relai ini berfungsi mengamankan transformator dari gangguan di dalam transformator antara lain

Prinsip Kerja Relai Differensial

Prinsip Kerja Relai Differensial Pada keadaan bekerja relai differensial (d) membandingkan vektor arus I1 dan I2

Pada keadaan bekerja relai differensial (d) membandingkan vektor arus I1 dan I2 atau i1 dan i2.

yang perlu diperhatikan adalah rasio perbandingan CT1 dan CT2 harus sama

keadaan normal maka besar

I1 = I2 dan i1 = i2, sehingga arus yang mengalir lewat relai adalah

id = i1 - i2 = 0

Namun jika terjadi gangguan maka id = i1 – i2 ≠ 0 sehingga ada arus yang mengalir melalui rele ini. Dengan cepat relai akan memberikan perintah untuk membuka PMT sehingga trafo bisa terbebas dari gangguan.

Prinsip Kerja Relai Differensial Pada keadaan bekerja relai differensial (d) membandingkan vektor arus I1 dan I2

Rele Arus Lebih

Rele Arus Lebih Berfungsi mengamankan trafo jika arus yang mengalir melebihi dari nilai yang diperkenankan lewat

Berfungsi mengamankan trafo jika arus yang mengalir melebihi dari nilai yang diperkenankan lewat pada transformator tersebut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat. Arus lebih ini dideteksi oleh transformator arus atau current transformator (CT).

Rele dengan tipe IFC ini dapat bekerja pada frekuensi 50 maupun 60 Hz. Rele ini dilengkapi dengan 13 tap yang bisa diatur sesuai dengan spesifikasi transformator. apabila seting tap switch kurang dari 6 ampere maka rele ini bersifat very invers. Dengan time delay 1,29-1,33ms.

Rele Arus Lebih Berfungsi mengamankan trafo jika arus yang mengalir melebihi dari nilai yang diperkenankan lewat

Prinsip Kerja Relai Arus Lebih

tundanya.
tundanya.

Relay ini akan bekerja dengan

waktu tunda yang tergantung dari besarnya arus secara terbalik (inverse

time), makin besar arus makin kecil waktu

Prinsip Kerja Relai Arus Lebih tundanya. Relay ini akan bekerja dengan waktu tunda yang tergantung dari

Terima Terima kasih kasih

Terima Terima kasih
Terima Terima kasih