Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM ARGOMETEOROLOGI

KLASIFIKASI IKLIM
oleh :
Annisa Puspita Adani (12814006)
Ni Luh Devi Agustiani (12814009)
Akhmad Fahim (12814013)
Sujeki Roma Yananda (12814014)
Ni Putu Nanda Dewi Ramadhani (12814019)
Annisa Pertiwi (12814022)

PROGRAM STUDI METEOROLOGI


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................. i
BAB I...................................................................................................... 1
PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2 Tujuan............................................................................................. 1
BAB II..................................................................................................... 2
DASAR TEORI......................................................................................... 2
2.1 Klasifikasi Iklim................................................................................ 2
BAB III.................................................................................................... 5
METODE PENGOLAHAN DATA................................................................5
3.1 Prosedur Pengolahan Data..................................................................5
3.2 Analisis Data..................................................................................... 5
BAB IV.................................................................................................... 6
HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................................6
BAB V..................................................................................................... 7
KESIMPULAN DAN SARAN......................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 8

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Iklim adalah keadaaan rata-rata cuaca untuk waktu yang lama yang mencakupi
daerah yang luas, minimal dilakukan dalam jangka waktu 30 tahun. Klasifikasi
iklim merupakan suatu sistem penamaan terhadap kesamaan sifat-sifat unsur iklim
disuatu wilayah sehingga dapat dikelompokkan menjadi kelas-kelas iklim.
Klasifikasi iklim di Indonesia banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan
perkebunan. Penentuan tipe iklim menurut klasifikasi ini hanya memperhatikan
unsur iklim hujan dan dan memerlukan data hujan bulanan paling sedikit 30
tahun. Kriteria yang digunakan adalah penentuan bulan kering, bulan lembab dan
bulan basah.
Klasifikasi iklim berdasarkan pertumbuhan vegetasi dibagi tiga, yaitu sistem
klasifikasi Koppen (1990) yakni suhu dan curah hujan rata-rata bulanan maupun
tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami berdasarkan peta
vegetasi. Sistem klasifikasi Scmidth-Ferguson yaitu klasifikasi iklim yang
didasarkan pada perbandingan bulan basah dengan bulan kering minimal 30
tahun. Klasifikasi ini sering dipakai di Indonesia, banyak digunakan di bidang
kehutanan dan perkebunan.
Klasifikasi Oldeman yaitu klasifikasi yang
didasarkan pada perhitunngan bulan basah, bulan kering, dan bulan lembab.
Klasifikasi ini banyak digunakan dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman
pangan di Indonesia.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan praktikum ini adalah menentukan penjabaran kegiatan
pertanian berdasarkan klasifikasi iklim Scmidt-Ferguson dan klasifikasi iklim
Oldeman.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Klasifikasi Iklim
Klasifikasi iklim merupakan sistem penamaan iklim yang berdasarkan pada
kesamaan sifat-sifat faktor penentu iklim atau unsur-unsur iklim. Unsur-unsur
iklim yang menunjukan popla keragaman yang jelas merupakan dasar dalam
melakukan klasifikasi iklim. Unsur iklim yang sering dipakai adalah suhu dan
curah hujan (presipitasi).
Data yang diperlukan adalah data rata-rata bulanan selama minimal 10 tahun.
Berdasarkan cara penentuan kriteria klasifikasinya maka klasifikasi iklim dapat
dibagi menjadi dua yaitu, klasifikasi iklim secara genetik (aliran massa udara,
zona-zona angin, perbedaan penerimaan radiasi matahari, benua dan lautan) dan
klasifikasi iklim secara empirik (data-data pengamatan unsur iklim secara teratur)
1. Klasifikasi iklim secara genetik
Menghasilkan klasifikasi untuk wilayah yang luas namun tingkat ketelitiannya
kurang dibandingkan dengan klasifikasi secara empirik yang lebih fokus pada
kawasan atau daerah sempit. Klasifikasi iklim secara genetik didasarkan pada
faktor-faktor iklim penyebab seperti aliran massa udara, zona-zona angin, benua
dan lautan, dan perbedaan penerimaan radiasi surya umumnya menghasilkan
klasifikasi untuk daerah yang luas tetapi kurang teliti.
Contoh: Klasifikasi iklim menurut daerah penerimaan radiasi surya, Klasifikasi
iklim berdasarkan sirkulasi udara.
2. Klasifikasi iklim secara empirik
Klasifikasi didasarkan pada hasil pengamatan yang teratur terhadap unsurunsur iklim. Umumnya hasil klasifikasinya berupa daerah yang lebih sempit bila
dibandingkan dengan klasifikasi iklim secara genetik namun lebih teliti.
Klasifikasi iklim secara empirik dikelompokkan menjadi dua yaitu :
a. Dihubungkan dengan vegetasi (W. Koppen, F. H Schmidt dan J. H. A Ferguson,
Oldeman)
b. Dihubungkan dengan neraca air dan energi (Throntwaite).
1) Sistem Klasifikasi Iklim Koppen
Klasifikasi didasarkan pada hubungan antara iklim (suhu dan hujan ratarata) dengan pertumbuhan. Menurut Koppen vegetasi yang hidup secara alami
menggambarkan iklim tempat tumbuhnya. Oleh karena itu batas-batas
klasifikasi iklim Koppen berkaitan dengan batas-batas penyebaran vegetasi.
Klasifikasi iklim Koppen disusun berdasarkan lambang dan simbol tipe
iklim yang menunjukkan sifat dan corak masing-masing tipe tanda, yang terdiri
dari kombinasi huruf yaitu:
a) huruf pertama (huruf besar)
: tipe utama
b) huruf kedua (huruf kecil)
: pengaruh hujan
c) huruf ketiga (huruf kecil)
: suhu udara
d) huruf keempat (huruf kecil)
: sifat-sifat khusus

Menurut Klasifikasi Iklim Koppen, secara umum apabila dalam


perumusannya telah sampai pada kombinasi dua huruf maka telah dianggap
cukup untuk mencirikan iklim suatu daerah secara umum. Koppen
memperkenalkan lima golongan utama iklim di permukaan bumi berdasarkan
kelompok vegetasi dan geografi yang diberi simbol huruf besar:
a) Tipe A (Iklim hujan tropik)
b) Tipe B (Iklim kering)
c) Tipe C (Iklim sedang berhujan)
d) Tipe D (Iklim hujan dingin)
e) Tipe E (Iklim kutub)
Berdasarkan dua kombinasi huruf pertama maka ada 12 tipe iklim menurut
klasifikasi iklim Koppen:
a) Daerah iklim hujan tropik
: Af, Aw dan Am
b) Daerah iklim kering
: BS, BW
c) Daerah iklim sedang berhujan
: CF, Cs dan Cw
d) Daerah iklim hujan dingin
: Ew, EF
2) Sistem Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
Schmidt-Ferguson menentukan jumlah bulan kering, bulan lembab, dan
bulan basah tahun demi tahun selama periode pengamtan, kemudian
dijumlahkan dan dirata-ratakan. Penentuan tipe iklimnya menggunakan nilai Q
yaitu sebagai berikut :
ratarata bulankering
Q=
x 100
rataratabulan basah
Qbatas=

1.5 a
x 100 dimana nilai a berkisar 17
121.5 a

Sistem klasifkiasi ini sangat terkenal di Indonesia. Banyak digunakan dalam


bidang kehutanan dan perkebunan. Penentuan tipe iklim menurut klasifikasi ini
hanya memperhatikan unsur iklim curah hujan (CH) dan memerlukan data
hujan bulanan paling sedikit 10 tahun. Kriteria yang digunakan adalah
penentuan bulan kering, bulan lembab dan bulan basah pada masing-masing
bulan setiap tahun. Kriteria penentuan bulan basah, bulan kerig, dan bulan
lembab ebagai berikut :
a) Bulan kering (BK)
: bulan dengan hujan < 60 mm
b) Bulan lembab (BL)
: bulan dengan hujan antara 60 100 mm
c) Bulan basah (BB)
: bulan dengan hujan > 100 mm
Tabel 1. Tipe iklim Schmidt-Ferguson dan karakteristiknya

3) Sistem klasifikasi iklim oldeman


Klasifikasi ini tergolong klasifikasi yang baru di Indonesia. Klasifikasi ini
berguna dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia. Oldeman
telah membuat sistem baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan
pertanian menggunakan unsur iklim curah hujan. Kriteria yang digunakan dalam
klasifikasi ini didasarkan pada :
a) Bulan Kering (BK)
: bulan dengan CH<100 mm
b) Bulan Lembab (BL)
: bulan dengan CH 100200 mm
c) Bulan Basah (BB)
: bulan dengan CH>200 mm
Tabel 2.2 Pembagian tipe iklim dan subdivisinya

BAB III
METODE PENGOLAHAN DATA

3.1 Prosedur Pengolahan Data


Penentuan klasifikasi iklim Scmidth-Ferguson dan Oldeman mengggunakan
data curah hujan bulanan dari tahun 1900-1930. Data yang diperoleh selanjutnya
diolah dengan Ms.Excel.
Langkah-langkah pengolahan data
1. Metode Schmidt-Ferguson
a) Menentukan bulan basah (BB), bulan lembab (BL) dan bulan kering (BK) pada
setiap tahunnya selama periode pengamatan
b) Menghitung total jumlah bulan basah (BB), bulan lembah (BL) dan bulan
kering (BK) selama periode pengamatan
c) Menghitung rata-rata jumlah bulan basah (BB), bulan lembah (BL) dan bulan
kering (BK) dari total yang diperoleh sebelumnya
d) Menghitung nilai Q berdasarkan rata-rata BB dan BK yang diperoleh
2. Metode Oldemen
a) Menentukan BB, BL, dan BK berdasarkan data curah hujan bulanan pada
setiap tahunnya selama periode pengamatan
b) Menghitung jumlah BB dan BK yang berurutan di setiap tahun selama periode
pengamatan
c) Menghitung total jumlah BB dan BK yang berurutan pada poin (b) selama
periode pengamatan
d) Menghitung rata-rata jumlah BB dan BK berurutan dari total yang diperoleh
pada poin (c)
3.2 Analisis Data
Analisis yang digunakan adalah analisi pendekatan isi secara kuantitatif
dengan metode kuantitaf. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan dasar teori
untuk dianalisis.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA
http://ahmadramlanozil.blogspot.co.id/2015/03/makalah-tentang-iklim.html
diakses tanggal 15 Maret 2016
7

http://dediirawan66.blogspot.co.id/2012/12/normal-0-false-false-false-in-x-nonex.html diakses tanggal 15 Maret 2016


http://anasarifshodiqin.blogspot.co.id/2014/09/makalah-meteorologiklimatologi.html diakses tanggal 15 Maret 2016
http://rangrangbuana.blogspot.co.id/2011/03/makalah-iklim-dunia.html
tanggal 15 Maret 2016
http://reflitepe08.blogspot.co.id/2011/03/klasifikasi-iklim.html
tanggal 15 Maret 2016

diakses

diakses

pada

http://ustadzklimat.blogspot.co.id/2009/07/klasifikasi-iklim-oldeman-teoridan.html diakses tangal 15 Maret 2016