Anda di halaman 1dari 6

PENYUSUNAN DAN

PENETAPAN APBD

Omnibus Regulations
DASAR HUKUM :

UU
UU
UU
UU

17/2003
1/2004
10/2004
15/2004

UU 25/2004
UU 32/2004
UU 33/2004

Pengaturan yang komprehensif dalam satu peraturan


perundangan saja PP 58/2005 Pasal 155 PP
58/2005 PERMENDAGRI 13/2006

STRUKTUR APBD
ANGGARAN PENDAPATAN
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Dana Perimbangan
Lain-lain pendapatan yang sah
ANGGARAN BELANJA
Dirinci menurut organisasi, fungsi dan
jenis belanja
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan

Asas Umum APBD (1)


APBD disusun sesuai dengan kebutuhan
penyelenggaraan
pemerintahan
dan
kemampuan pendapatan daerah yang
berpedoman kepada RKPD dalam rangka
mewujudkan
pelayanan
kepada
masyarakat untuk tercapainya tujuan
bernegara.
APBD
mempunyai
fungsi
otorisasi,
perencanaan,
pengawasan,
alokasi,
distribusi, dan stabilisasi.
APBD,
Perubahan
APBD,
dan
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD setiap
tahun
ditetapkan
dengan
peraturan
daerah.
Semua
penerimaan
dan
pengeluaran
daerah baik dalam bentuk uang, barang
dan/atau jasa dianggarkan dalam APBD.

Asas Umum APBD (2)


Seluruh pendapatan daerah, belanja daerah, dan
pembiayaan daerah dianggarkan secara bruto dalam
APBD.
Pendapatan daerah yang dianggarkan dalam APBD
harus berdasarkan pada ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Dalam menyusun APBD, penganggaran pengeluaran
harus
didukung
dengan
adanya
kepastian
tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup
dan harus didukung dengan dasar hukum yang
melandasinya.
Tahun anggaran APBD meliputi masa 1 (satu)
tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31
Desember.

PROSES PENYUSUNAN DAN


PENETAPAN APBD
Penyusunan KUA
& PPAS

Penyusunan
Raperda APBD

Penetapan Perda
APBD

Proses
Perencanaan

Pedoman
Penyusunan RKASKPD

Pembahasan
Raperda APBD

RKPD

Penyusunan
RKA-SKPD

Persetujuan
bersama
Raperda APBD

RKA-SKPD

Evaluasi
Gubernur/Mend
agri

Penyusunan
KUA dan PPAS
Nota
Kesepakatan
KUA dan PPAS

Raperda APBD

Perda
APBD

Pembata
lan
Perda
APBD