Anda di halaman 1dari 29

MASALAH LIMBAH

Disusun untuk memenuhi Tugas Kepanitraan Klinik Senior


Bagian Kesehatan Lingkungan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan
Ilmu Kedokteran Komunitas

Disusun oleh:
Muchtar Luthfi, S. Ked
Anggun Nurul Fitria, S. Ked
Dipika Awinda, S. Ked
M. Syahrin Faris, S. Ked

04054821517136
04054821517137
04054821517070
04054821517145

Rahnowi Pradesta, S. Ked

04084821517088

Pembimbing:
dr. Anita Masidin, MS, Sp.Ok
BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN
ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

HALAMAN PENGESAHAN

Makalah

MASALAH LIMBAH
Oleh:
Muchtar Luthfi, S. Ked
Anggun Nurul Fitria, S. Ked
Dipika Awinda, S. Ked
M. Syahrin Faris, S. Ked

04054821517136
04054821517137
04054821517070
04054821517145

Rahnowi Pradesta, S. Ked

04084821517088

Pembimbing:
dr. Anita Masidin, MS, Sp.Ok
Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian
kepaniteraan klinik senior di Bagian/Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Periode 21 Maret 2016- 30 Mei 2016

Palembang, Maret 2016

dr. Anita Masidin, MS, Sp.Ok

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat
dan rahmat-Nya penulisan makalah telaah ilmiah yang berjudul Masalah

limbah ini dapat diselesaikan. Laporan kasus ini diajukan untuk memenuhi
syarat guna mengikuti Kepaniteraan Klinik Bagian/Departemen Ilmu Kesehatan
Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas
Sriwijaya Periode 21 Maret 2016- 30 Mei 2016.
Melalui kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian telaah ilmiah ini,
terutama kepada yang terhormat dr. Anita Masidin, MS, Sp.Ok atas bimbingan
dan arahan yang telah diberikan dalam pembuatan telaah ilmiah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
penulis harapkan. Akhir kata, semoga makalah referat ini membawa manfaat bagi
banyak pihak dan semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.

Palembang,

Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... ii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................iv
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................... 1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5

Definisi Limbah ............................................................................3


Karakteristik Limbah......................................................................3
Klasifikasi Limbah.........................................................................4
Wujud Limbah................................................................................13
Cara Pembuangan Limbah.............................................................19

BAB III KESIMPULAN ..............................................................................19


LAMPIRAN ...................................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................27

BAB I
PENDAHULUAN
Limbah menjadi masalah serius terutama di perkotaan. Contohnya limbah pabrik
dibuang ke lingkungan sekitar yang mengakibatkan pencemaran udara dan air tanah,
selain masalah tersebut terdapat TPA dan TPS yang tidak dikelola dengan baik
sehingga menjadi sumber binatang maupun bakteri pembawa penyakit. Seiring
dengan melajunya waktu, pertumbuhan penduduk, dan perkembangan teknologi,
mengakibatkan bertambahnya jenis dan volume limbah, sehingga belum semua
limbah penduduk terlayani oleh fasilitas umum pengolahan sampah. Penanganan
limbah masih dilakukan secara konvensional belum dapat mengendalikan limbah
yang ada. Limbah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai
permasalahan kesehatan. Polusi bau dari sampah yang mebusuk, pencemaran air
akibat pembuangan limbah ke sungai dan merembesnya air dari TPA dan limbah cair
pabrik ke permukiman dan sumber air penduduk, serta pencemaran udara akibat asap
pabrik dan asap kendaraan bermotor dan pembakaran sampah.
Pencemaran air sungai akibat pembuangan limbah juga membawa dampak
negatif pada kesehatan manusia, terutama dengan meningkatnya penyakit diare serta
biaya pengolahan air baku untuk air minum yang terus meningkat. Bahkan seringkali
terjadi, terutama pada musim kemarau, kualitas air baku sudah tercemar berat
akibatnya sulit diolah menjadi air yang layak diminum. Pengurangan sumber limbah
industri berarti perlunya teknologi proses yang mengatur limbah serta produk yang
ringkas/minim serta ramah lingkungan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Limbah
Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses
produksi atau kegiatan, baik industri maupun domestic (rumah tangga), yang
kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat
menurunkan kualitas lingkungan. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun
2014, limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan. Berdasarkan keputusan
Menperindag RI No. 231/MPP/Kep/7/1997 Pasal I tentang prosedur impor limbah,
menyatakan bahawa limbah adalah bahan/barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan
atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya, kecuali yang dapat
dimakan oleh manusia dan hewan. Pengertian limbah menurut WHO yaitu sesuatu
yang tidak berguna, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang
berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya.
2.2 Karakteristik Limbah
Adapun karakteristik limbah adalah sebagai berikut :
-

Berukuran mikro, maksudnya ukurannya terdiri atas partikel-partikel

kecil.
Dinamis, artinya limbah tidak diam di tempat, selalu bergerak, dan

berubah sesuai dengan kondisi lingkungan.


Penyebarannya berdampak luas, artinya lingkungan yang terkena limbah
tidak hanya pada wilayah tertentu melainkan berdampak pada faktor yang

lainnya.
Berdampak jangka panjang, maksudnya masalah limbah tidak dapat
diselesaikan dalam waktu singkat. Sehingga dampaknya akan timbul pada

generasi mendatang.
2.3 Klasifikasi Limbah
2.3.1 Limbah dikelompokkan berdasarkan sumbernya :
2

1. Limbah domestik atau rumah tangga


Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman
penduduk atau rumah tangga dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran,
gedung perkantoran, dan sebagainya. Pengertian limbah domestik menurut
para ahli :
a. Menurut

Sugiharto (1987), limbah domestik dapat berupa cairan.

Limbah cair yang dihasilkan dari rumah tangga ini cenderung


merupakan kotoran umum.
b. Menurut Stokes (1991), bila pembuangan limbah domestik tidak tepat,
limbah itu dapat dikategorikan menjadi limbah infeksius yang berarti
limbah yang dapat menjadi penyebab munculnya penyakit.
c. Tchobanoglous dan Elliassen (1979), limbah domestik merupakan
sampah yang terbawa air dan berasal dari rumah tangga.
d. Ir. Hieronymus Budi Santoso (1993) , limbah domestik adalah bahan
yang terbuang atau sengaja dibuang dari satu sumber yang berasal dari
aktivitas manusia dalam rumah. Limbah ini belum memiliki nilai
ekonomi yang bermanfaat dan bisa jadi malah berdampak negatif.
e. Cahyono Budi Utomo (1995), limbah domestik bisa berasal dari benda
atau zat dari aktivitas manusia yang sudah tidak digunakan lagi dan
sengaja dibuang.
f. Darmadi (1997), produk akhir yang berasal dari proses pencucian atau
metabolisme tubuh dapat dinamakan sebagai limbah domestik.
Bentuknya bisa cair, padat atau setengah padat.

Limbah yang dihasilkan dari proses atau kegiatan rumah tangga (domestic)
antara lain adalah :
- Limbah padat: sisa makanan, tinja manusia dll
- Limbah cair: urine manusia, air bekas cucian, air bekas mandi dll
- Limbah gas: asap dapur, asap hasil pembakaran sampah, dll
2. Limbah industri

Limbah industri merupakan sisa atau buangan dari hasil proses industri, antara
lain adalah :

Limbah padat: sisa sparepart, tong bekas, kain bekas, besi, dll
Limbah cair: bahan kimia, hasil pelarut, air bekas produksi, oli bekas, dll
Limbah gas: gas buangan kendaraan bermotor, gas buangan boiler, gas

hasil pembakaran dll


3. Limbah pertanian
Limbah pertanian berasal dari daerah atau kegiatan pertanian maupun
perkebunan.Contohnya adalah sisa daun-daunan, ranting, jerami, kayu dan
lain-lain.
4. Limbah konstruksi
Limbah konstruksi didefinisikan sebagai material yang sudah tidak digunakan
lagi dan yang dihasilkan dari proses konstruksi, perbaikan atau perubahan.
Jenis material limbah konstruksi yang dihasilkan dalam setiap proyek
konstruksi antara lain proyek pembangunan maupun proyek pembongkaran
(contruction and domolition). Yang termasuk limbah construction antara lain
pembangunan perubahan bentuk (remodeling), perbaikan (baik itu rumah atau
bangunan komersial). Sedangkan limba demolition antara lain Limbah yang
berasal dari perobohan atau penghancuran bangunan.
5. Limbah radioaktif
Limbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik
pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir,
maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah
sakit.Bahan atau peralatan terkena atau menjadi radioaktif dapat disebabkan
karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan
radiasi pengion.
6. Limbah pertambangan
Limbah pertambangan berasal dari kegiatan pertambangan.Jenis limbah yang
dihasilkan terutama berupa material tambang, seperti logam dan batuan.
7. Limbah pariwisata
4

Kegiatan wisata menimbulkan limbah yang berasal dari sarana transportasi


yang membuang limbahnya ke udara, dan adanya tumpahan minyak dan oli
yang dibuang oleh kapal atau perahu motor di daerah wisata bahari.
8. Limbah medis
Limbah yang bersal dari dunia kesehatan atau libah medis mirip dengan
sampah domestik pada umumnya.Obat-obatan dan beberapa zat kimia adalah
2.3.2

contoh limbah medis.


Pengelompokan Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa (Komposisnya)
Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa (Komposisnya) atau secara
kimiawi, limbah dikelompokkan menjadi dua bentuk yaitu limbah organik dan
anorganik. Berikut ini akan dijelaskan secara rinci kedua jenis limbah
tersebut. Komposisi limbah terbanyak di negara-negara berkembang adalah
limbah organik, sebesar 60- 70%, sedangkan limbah anorganik sebesar
30%.

1. Limbah organik
Limbah organik terdiri dari dua suku kata yaitu Limbah dan
Organ.Limbah diartikan menjadi sisa atau buangan, sedangkan organ diartikan
sebagai kelompok jaringan yang melakukan beberapa fungsi (mahluk
hidup).Apabila kedua kata tersebut digabungkan maka limbah organik adalah
limbah yang merupakan sisa atau buangan mahluk hidup mencangkup tumbuhan
dan hewan.Ini merupakan salah satu pengertian dari limbah organik.
Selain itu, ada beberapa definisi lain dari limbah organik yang akan dijelaskan
pada artikel ini. Limbah organik memiliki defenisi berbeda yang penggunaannya
dapat disesuaikan dengan tujuan penggolongannya.Berdasarkan pengertian secara
kimiawi limbah organik merupakan segala limbah yang mengandung unsur
karbon (C).Oleh sebab itu, limbah organik dapat meliputi limbah dari mahluk
hidup (misalnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, dan sisa-sisa
tumbuhan mati), kertas, plastik, dan karet.Dilihat secara teknis sebagian besar
orang mendefinisikan limbah organik sebagai limbah yang hanya berasal dari
5

mahluk hidup (alami) dan sifatnya mudah busuk.Artinya, bahan-bahan organik


alami namun sulit membusuk/terurai, seperti kertas, dan bahan organik sintetik
(buatan) yang juga sulit membusuk/terurai, seperti plastik dan karet, tidak
termasuk dalam limbah organik.Hal ini berlaku terutama ketika orang
memisahkan limbah padat (sampah) di tempat pembuangan sampah untuk
keperluan pengolahan limbah.
Limbah organik yang berasal dari mahluk hidup mudah membusuk karena
pada mahluk hidup terdapat unsur karbon (C) dalam bentuk gula (karbohidrat)
yang rantai kimianya relatif sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi
bagi mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur.Hasil pembusukan limbah organik
oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH4) yang juga
dapat menimbulkan permasalahan lingkungan.
Pengertian lain dari limbah organik yaitu limbah yang dapat diuraikan secara
sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob. Limbah organik dapat
dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah ini mempunyai sifat
kimia yang stabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar
sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang
hidup di dalamnya.
Limbah organik dapat mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai
menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos).
Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan,
jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses
pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.
Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan
yang jenisnya relatif seragam, dimana sebagian besar (95%) berupa sampah
organik sehingga lebih mudah ditangani.Sampah yang berasal dari pemukiman
umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah
organik dan sisanya anorganik.

Limbah organik dibagi menjadi dua yaitu limbah organik basah dan limbah
organik kering.Limbah organik basah memiliki kandungan air yang cukup tinggi
seperti kulit buah dan sisa sayuran.Limbah organik kering merupakan limbah
yang memiliki kandungan air yang relatif sedikit seperti kayu, ranting pohon,
dedaunan kering dll.
2. Limbah anorganik
Limbah

anorganik

terdiri

dari

dua

suku

kata

yaitu

limbah

dan

anorganik.Limbah artinya sisa atau buangan, sedangkan anorgan artinya bukan


berasal dari kelompok jaringan yang melakukan beberapa fungsi (mahluk
hidup).Apabila kedua kata tersebut digabungkan maka limbah anorganik adalah
limbah yang bukan merupakan sisa atau bungan mahluk hidup mencangkup
tumbuhan dan hewan.
Pengertian lain dari limbah anorganik secara kimiawi yaitu limbah yang tidak
mengandung unsur karbon, seperti logam (misalnya besi dari mobil bekas atau
perkakas, dan aluminium dari kaleng bekas atau peralatan rumah tangga), kaca,
dan pupuk anorganik (misalnya yang mengandung unsur nitrogen dan
fosfor).Limbah-limbah ini tidak memiliki unsur karbon sehingga tidak dapat
diurai oleh mikroorganisme.Seperti halnya limbah organik, pengertian limbah
anorganik yang sering diterapkan di lapangan umumnya limbah anorganik dalam
bentuk padat (sampah).Selain itu, limbah anorganik juga merupakan limbah yang
tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai,
sehingga plastik, kertas, dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah
anorganik.Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme karena unsur
karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer).
Beberapa limbah anorganik dapat didaur ulang kembali seperti plastik, logam,
dan kaca. Namun, limbah yang dapat didaur ulang tersebut harus diolah terlebih
dahulu

dengan

cara

sanitary

landfill,

pembakaran

(incineration),

atau

penghancuran (pulverisation).
7

Limbah anorganik seperti plastik, styrofoam, dll apabila dibiarkan terusmenerus akan semakin banyak dan menumpuk sehingga selain dapat mengganggu
pemandangan juga dapat menjadi polutan pada tanah. Air limbah industri juga
dapat mengandung berbagai jenis bahan anorganik, zat-zat tersebut diantaranya :

Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang berasal

dari kegiatan pertambangan dan industry


Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan biji
logam dan bahan bakar fosil

3. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)


Sadar atau tidak sadar di sekitar kita tinggal dikelilingi oleh senyawa kimia
yang membuat kehidupan umat manusia lebih nyaman dan enak.Senyawa kimia
diperlukan oleh dunia industri pangan, industri farmasi, industri tekstil, industri
elektronik, industri prtahanan dan keamanan, industri transportasi dan keperluan
rumah tangga lainnya.Seseorang duduk di rumah sudah dikelilingi oleh bahan
senyawa kimia seperti TV, meja dan kursi yang beraneka warna, tembok rumah
dengan beraneka warna, pembersih kaca jendela dan pintu, pembersih lantai
antimikroba pathogen dll. Senyawa kimia bermanfaat bagi kehidupan manusia,
tetapi limbah kimia khususnya senyawa kimia yang mengandung bahan
berbahaya dan beracun (B3) adalah kelompok limbah yang secara langsung
maupun tidak langsung dapat mencemarkan, membahayakan lingkungan,
kesehatan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.
a) Definisi limbah B3 menurut BAPEDAL (1995)
Limbah B3 adalah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi
yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity,
flammability, reactivity. dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya tidak
langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan
kesehatan manusia.
b) Definisi limbah B3 menurut Peraturan Pemerintah RI NO. 18 Tahun 1999

B3 adalah semua bahan/senyawa baik padat, cair ataupun gasyang mempunya


potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat
yang dimiliki senyawa tersebut.
Limbah B3 sendiri merupakan jenis limbah yang sangat berbahaya, suatu
limbah dapat dikatakan sebagai limbah B3 jika mengandung bahan yang
berbahaya serta beracun karena sifat dan konsentrasinya bisa mencemari
lingkungan dan membahayakan kehidupan manusia dan lingkungan.Limbah B3
sendiri masih memiliki beberapa karateristik lagi yakni; Beracun, mudah meledak
mudah terbakar, bersifat korosif, bersifat reaktif, dapat menyebabkan infeksi dan
masih banyak lagi.
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi :

Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada
pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang

stabil dan mudah menguap.


Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan

flokulasi.
Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan
dengan lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa

lumpur dari hasil proses tersebut.


Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan
digested aerobicdi mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan
banyak mengandung padatan organik.
Contoh limbah B3 antara lain logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn,
Hg, dan Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol, dan lain
sebagainya.
Kasus limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti logam berat merkuri
(Hg) pernah mencemari air permukaan tanah di Jepang yang menyebabkan
penyakit minamata. Selain itu, beberapa air laut di teluk Indonesia juga pernah
tercemar oleh logam berat termasuk merkuri, begitu juga di air permukaan tanah
9

di dekat air terjun niagara USA yang disebut kasus love canal juga pernah
tercemar oleh limbah B3. Kasus lainnya yaitu susu sapi yang tercemar oleh
limbah B3 seperti dikhloro difenil trikhloroetana (DDT) akibat dari rumput yang
merupakan sumber makanan untuk sapi tercemar oleh DDT.
Limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri kebanyakan tergolong ke dalam
jenis limbah B3.Sehingga sebelum dilakukan pembuangan harus melalui
pengolahan khusus dan penetralan agar pada saat dibuang, aman bagi lingkungan.
Industri yang sangat berpotensi menghasilkan limbah B3 yaitu industri kimia
anorganik, industri kimia organik, industri pemurnian minyak bumi, industri besi
dan baja, industri penyamakan kulit, industri cat dan pelapis, industri
electroplating serta industri rumah sakit yang menghasilkan limbah infeksius.
Contoh produk limbah rumah tangga berpotensi B3, yaitu sebagai berikut :
a. Dapur : pembersih lantai, kompor gas, pembersih kaca, plastik, racun tikus,
dan bubuk pembersih.
b. Tempat cucian : pembersih, detergen, pembersih lantai, bahan pencelup,
c.

dan pembuka sumbat saluran air kotor.


Kamar mandi : aerosol, disifektan, hair spray, pewarna rambut, pembersih

toilet, dan medicated shampoo.


d. Kamar tidur : kamper, obat anti nyamuk, baterai, cat kuku, dan pembersih.
e. Garasi dan gudang : oli dan aki mobil, minyak rem, catwax, pembesih
karburator, cat dan tiner, lem, pembunuh tikus, semir sepatu, dan genteng
asbes.
f. Ruang tamu : pembersih karpet, pembersih lantai, pembersih perabotan,
pembersih kaca, pengharum ruangan.
g. Taman : pupuk dan insektisida.
h. Ruang makan : bumbu dan obat.
Besarnya dampak dan kerugian akibat dari pencemaran limbah B3, maka
limbah B3 harus diproses secara tepat dan benar menurut prosedur dan peraturan
limbah B3. Limbah B3 perlu diketahui dari mana sumbernya, apa jenis dan
konsentrasi limbah serta bagaimana metode penanganan limbah B3 tersebut.
Apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik, maka sumber limbah B3 akan

10

mencemari air permukaan tanah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan
air minum dan juga kehidupan ikan serta tanaman pangan akan terganggu.
Penanganan dan manajemen limbah B3 pada setiap tahap dalam kegiatan industri
merupakan upaya yang tepat untuk mencegah pencemaran terjadi.
Sesuai dengan kriteria yang tercantum dalam peraturan pemerintah No.18
Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, limbah
B3 terbagi atas dua macam yaitu yang spesifik dan yang tidak spesifik.
Perbedaan pokok antara limbah B3 spesifik dan tidak spesifik terletak pada
cara penggolongannya. Pada limbah spesifik digolongkan kedalam jenis industri,
sumber pencemaran, asal limbah, dan pencemaran utama sedangkan pada limbah
tidak spesifik penggolongannya atas dasar kategori dan bahan pencemar.
2.3.3

Jenis limbah berdasarkan sifatnya:


Jenis limbah ada 5 berdasarkan sifatnya yaitu:
Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan

dapat membuat logam berkarat


Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun berbahaya bagi
manusia dan lingkungan. Limbah ini mengakibatkan kematian jika masuk ke

dalam tubuh manusia.


Limbah reaktif adalah limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan
oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan

dapat menyebabkan kebakaran.


Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui proses kimia dapat

menghasilkan gas dengan suhu tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
Limbah mudah terbakar adalah limbah yang mengandung bahan yang
menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.

2.4 Wujud Limbah


Berdasarkan dari wujud limbah yang dihasilkan, limbah dibagi menjadi tiga
yaitu limbah padat, limbah cair dan gas :
1. Limbah padat

11

Limbah padat atau sampah merupakan bahan-bahan buangan rumah tangga


atau pabrik yang tidak digunakan lagi atau tidak terpakai dalam bentuk
padat.Limbah padat ini misalnya, sisa makanan, sayuran, potongan kayu,
sobekan

kertas,

sampah,

plastik,

dan

logam.Limbah

padat

dapat

diklasifikasikan menjadi enam kelompok sebagai berikut:


-

Sampah organik mudah busuk (garbage), yaitu limbah padat semi basah,
berupa bahan-bahan organik yang mudah membusuk atau terurai
mikroorganisme. Contohnya yaitu: sisa makanan, sisa dapur, sampah

sayuran, kulit buah-buahan.


Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish), yaitu limbah
padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit terurai oleh
mikroorganisme, sehingga sulit membusuk. Contohnya yaitu: selulosa,

kertas, plastik, kaca, logam.


Sampah abu (ashes), yaitu limbah padat yang berupa abu, biasanya hasil
pembakaran. Sampah ini mudah terbawa angin karena ringan dan tidak

mudah membusuk.
Sampah bangkai binatang (dead animal), yaitu semua limbah yang berupa

bangkai binatang, seperti tikus, ikan dan binatang ternak yang mati.
Sampah sapuan (street sweeping), yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan
yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan, sperti dedaunan,

kertas dan plastik.


Sampah industri (industrial waste), yaitu semua limbah padat yang bersal
daribuangan industri. Komposisi sampah ini tergantung dari jenis
industrinya.

Penanganan limbah padat bisa dibedakan dari kegunaan atau fungsi limbah
padat itu sendiri.Limbah padat ada yang dapat didaur ulang atau dimanfaatkan
lagi serta mempunyai nilai ekonomis seperti plastik, tekstil, potongan logam,
namun ada juga yang tidak bisa dimanfaatkan lagi.Limbah padat yang tidak
dapat dimanfaatkan lagi biasanya dibuang, dibakar, atau ditimbun begitu saja.
Beberapa industri tertentu limbah padat yang dihasilkan terkadang

12

menimbulkan masalah baru yang berhubungan dengan tempat atau areal luas
yang dibutuhkan untuk menampung limbah tersebut.
2. Limbah cair
Menurut PP No. 82 Tahun 2001, limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha
atau kegiatan yang berwujud cair. Limbah cair atau air buangan adalah sisa air
yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat
umum lainnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang
dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta menggangu lingkungan
hidup.Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan
warna pakaian, dan sebagainya.
Beberapa pengertian limbah cair menurut beberapa pendapat antara lain:
a) Menurut Sugiharto (1987), limbah cair atau wastewater adalah kotoran dari
manusia, rumah tangga, dan berasal dari industri, atau air permukaan serta
buangan lainnya. Dengan demikian air buangan ini merupakan hal yang
bersifat kotoran umum.
b) Menurut Azwar (1990), limbah cair adalah air yang tidak bersih dan
mengandung berbagai zat yang membahayakan kehidupan manusia atau
hewan serta tumbuhan, merupakan kegiatan manusia seperti, limbah industri
dan limbah rumah tangga.
c) Menurut Notoatmodjo (2003), limbah cair atau air buangan adalah sisa air yang
dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat
umum lainnya. Pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang
dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan
hidup.
Limbah cair dapat diklasifikasikan dalam empat kelompok diantaranya yaitu:

13

Limbah cair domestik (domestic wastewater), yaitu limbah cair hasil buangan
dari perumahan (rumah tangga), bangunan, perdagangan dan perkantoran.

Contohnya yaitu: air sabun, air detergen sisa cucian, dan air tinja.
Limbah cair industri (industrial wastewater), yaitu limbah cair hasil buangan
industri. Contohnya yaitu: sisa pewarnaan kain/bahan dari industri tekstil, air

dari industri pengolahan makanan, sisa cucian daging, buah, atau sayur.
Rembesan dan luapan (infiltration and inflow), yaitu limbah cair yang berasal
dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui
rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukan. Air limbah dapat
merembes ke dalam saluran pembuangan melalui pipa yang pecah, rusak, atau
bocor sedangkan luapan dapat melalui bagian saluran yang membuka atau
yang terhubung kepermukaan. Contohnya yaitu: air buangan dari talang atap,
pendingin ruangan (AC), bangunan perdagangan dan industri, serta pertanian

atau perkebunan.
Air hujan (storm water), yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di
atas permukaan tanah. Aliran air hujan dipermukaan tanah dapat melewati dan
membawa partikel-partikel buangan padat atau cair sehingga dapat disebut
limbah cair.
Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada :
1. Sifat Fisika dan sifat Agregat.
Keasaman sebagai salah satu contoh sifat limbah dapat diukur dengan
menggunakan metoda Titrimetrik.
2. Parameter logam.
Contohnya, Arsenik (As) dengan metoda SSA
3. Anorganik non Metelik.
Contohnya, Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol
4. Organik Agregat.
Contohnya, Biological Oxygen Demand (BOD)
5. Mikroorganisme contohnya E coli dengan metoda MPN
6. Sifat khusus contohnya Asam Borat (H3BO3) dengan metoda Titrimetrik
14

7. Air laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA


Limbah cair bersumber dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan air dalam
sistem prosesnya. Selain itu, ada juga bahan baku mengandung air sehingga dalam
proses pengolahannya air harus dibuang. Air terikut dalam proses pengolahan
kemudian dibuang misalnya ketika dipergunakan untuk pencuci suatu bahan sebelum
diproses lanjut. Air ditambah bahan kimia tertentu kemudian diproses dan setelah itu
dibuang.Semua jenis perlakuan ini mengakibatkan buangan air.
Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti
logam berat, minyak, nutrien dan padatan.Air limbah tersebut memiliki efek termal,
terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi
oksigen dalam air, seperti limbah pabrik yang mengalir ke sungai.
Limbah cair yang tidak ditangani atau diolah dengan baik dapat menimbulkan
dampak yang besar bagi pencemaran lingkungan serta dapat menjadi sumber penyakit
bagi masyarakat.Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu
penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan.Bagi industri-industri
besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang
dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil
atau sedang.Selain itu, limbah cair domestik biasanya tidak terlalu diperhatikan
dengan baik padahal kalau dibiarkan terus menerus dalam jangka waktu lama dapat
menjadi masalah bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sebagai contoh, limbah
air deterjen sisa cucian apabila dibiarkan dalam jangka panjang akan menjadi sumber
pencemaran lingkungan dan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat. Mengingat
penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh limbah cair bagi lingkungan,
sehingga penting bagi sektor industri maupun domestik untuk memahami dasar-dasar
teknologi pengolahan limbah cair.
Apabila limbah cair yang mengandung bahan pencemaran tersebut langsung
dialirkan ke sungai atau danau akan mengakibatkan terjadinya pencemaran pada
badan air tersebut.Pemerintah telah menetapkan baku mutu efluen dan baku mutu
beberapa badan air sesuai dengan peruntukannya. Baku mutu efluen bagi industri
15

diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP51/MENLH/10/1995.Baku mutu menetapkan kualitas dan jumlah (debit) maksimal
yang diizinkan (harus dipenuhi). Kualitas efluen dalam baku mutu ditetapkan dengan
memberikan batasan kadar maksimal beberapa parameter bahan pencemar yang
terdapat dalam efluen suatu jenis industri. Pengelolaan air limbah ditujukan agar
efluen dapat memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian
lingkungan.Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun
industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat
setempat.Teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan
teknologi

masyarakat

yang

bersangkutan.

Pengolahan

limbah

cair

dapat

dikelompokkan menjadi tiga yaitu: pengolahan secara biologi, pengolahan secara


fisika, dan pengolahan secara kimia.
c. Limbah Gas
Limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas dan
memanfaatkan udara sebagai media. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap.
Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas.Contoh limbah gas
adalah gas pembuangan kendaraan bermotor.
Secara alami udara mengandung unsur-unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2,
H2 dll. Penambahan gas ke udara yang melampaui kandungan udara alami akan
menurunkan kualitas udara. Limbah gas yang dihasilkan berlebihan dapat mencemari
udara serta dapat mengganggu kesehatan masyarakat.Zat pencemar melalui udara
diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu partikel dan gas. Partikel adalah butiran
halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air, debu, asap,
kabut dan fume. Sedangkan pencemaran berbentuk gas hanya dapat dirasakan melalui
penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau
biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak
16

properti.Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun


kegiatan manusia.Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat
bersifat lokal, regional, maupun global.Banyak faktor yang dapat menyebabkan
pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber
alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya.Pencemaran udara dapat
mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan tidak langsung
dalam kurun waktu lama. Jenis dan karakteristik setiap jenis limbah akan tergantung
dari sumber limbah.
Dampak kesehatan yang akan di timbulkan yaitu substansi pencemar yang
terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya
penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat
berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan
partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat
pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh
tubuh.Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran
pernapasan akut), termasuk di antaranya, TBC, asma, bronkitis, dan gangguan
pernapasan lainnya.
2.5 Cara Pembuangan Limbah
Limbah, baik limbah cair, padat, gas dan limbah B3 memiliki cara tersendiri
dalam

penanganan

pembuangan.

Limbah

B3

tidak

bisa

disamakan

pembuangannya dengan limbah cair ataupun limbah padat begitu pula sebaliknya.
Untuk penanganan limbah cair sendiri masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian,
untuk lebih jelasnya perhatikan bagaimana cara penanganan limbah di bawah ini.
a) Penanganan limbah cair
Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus
ditangani dengan cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair
terdapat beberapa cara yakni sebagai berikut ini:

17

Pengolahan primer
Pengolahan sekunder
Pengolahan tersier
Desinfeksi
Pengolahan lumpur

b) Pengolahan limbah padat


Pada pengolahan limbah padat berbeda dengan penanganan limbah cair,
dalam penanganan limbah padat dibagi dalam beberapa cara yakni:

Penimbunan terbuka
Sanitary landfill
Daur ulang
Insinerasi
Dijadikan kompos

c) Pengolahan limbah gas


Untuk penanganan limbah gas lebih ditekankan pada bagaimana mencegah
gas pencemar tersebut mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang
filter (penyaring) pada knalpot kendaraan bermotor, pengendap siklon,
mengontrol emisi gas buang dan masih banyak lagi.
d) Pengolahan limbah B3
Pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memiliki cara yang
berbeda, berhubung jenis limbah ini bisa menimbulkan bahaya bagi
lingkungan maka penanganan dengan benar haruslah diperhatikan. Untuk
pembuangan limbah B3 haruslah berhati-hati karena tidak bisa dibuang begitu
saja, limbah haruslah diolah terlebih dahulu baik melalui pengolahan fisik,
biologi dan kimia dengan tujuan dapat menghilangkan efek berbahaya yang
terdapat didalam limbah. Berikut ini beberapa cara pengolahan limbah B3:

Kolam penyimpanan (surface impoundments)


Sumur dalam/Sumur injeksi
Secure landfill/lanfill untuk limbah B3
18

Limbah telah menjadi persoalan penting di negeri ini, untuk menciptakan


negeri yang bersih dan sehat tentunya harus kita mulai dengan cara hidup
bersih dan sehat pula. Untuk itu mulailah dengan kehidupan sehari-hari
misalnya saja membersihkan halaman rumah, selokan didepan rumah dan juga
sadarkan diri akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran
ini juga harus dilakukan oleh semua pihak, terutama jangan lagi ada pabrikpabrik yang membuang limbah di sungai. Selain merugikan bagi kesehatan
limbah yang di buang di sungai juga bisa membawa efek yang lain, misalnya
saja biota sungai seperti ikan, plankton dan tanaman air akan mati. Sungai
yang tercemar juga akan sangat buruk dipandang, mestinya sungai bisa kita
manfaatkan sebagai tempat rekreasi dan mencari rezeki namun jika sudah
tercemar seperti ini mau bagaimana lagi. Semoga kedepannya Indonesia
menjadi negara yang bersih, sehat dan bersih dari limbah.
2.6 Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak
digunakan, menjadi bentuk lain.
a. Tujuan Daur Ulang dan Pemanfaatan Ulang
Mengurangi jumlah limbah untuk mengurangi pencemaran atau
kerusakan lingkungan.cMengurangi penggunaan bahan atau sumber
daya alam. Mendapatkan penghasilan karena dapat dijual ke
masyarakat. Melestarikan kehidupan makhluk yang terdapat di suatu
lingkungan tertentu. Menjaga keseimbangan ekosistem makhluk hidup
yang terdapat di dalam lingkungan. Mengurangi sampah anorganik
karena sampah anorganik ada yang dapat bertahan hingga 300 tahun
b.

ke depan.
Langkah Daur Ulang atau Pemanfaatan Ulang
Untuk memudahkan proses daur ulang dan pemanfaatan ulang,
langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut,

19

Pemisahan
Limbah yang akan didaur ulang atau dimanfaatkan ulang
dipisahkan dengan limbah yang harus dibuang ke tempat

pembuangan.
Penyimpanan
Limbah yang sudah dipisahkan tadi disimpan dalam kotak
yang tertutup.Usahakan setiap kotak yang tertutup hanya berisi
satu jenis material limbah tertentu, misalnya kertas bekas atau

botol bekas.
Pengiriman atau penjualan
Barang-barang yang sudah terkumpul dapat dijual ke pabrik
yang membutuhkan material bekas sebagai bahan baku atau

dapat dijual atau diberikan ke pemulung.


c. Macam-macam limbah yang dapat didaur ulang
Berikut adalah beberapa jenis limbah atau material yang dapat
dimanfaatkan melalui daur ulang. Kertas. Semuajenis kertas dapat
didaur ulang, seperti kertas koran dan kardus. Gelas. Botol kecap,
botol sirup, dan gelas / piring pecah dapat digunakan untuk membuat
botol, gelas, atau piring yang baru. Aluminium. Kaleng bekas
makanan dan minuman dapat dimanfaatkan kembali sebagai kaleng
pengemas. Baja. Baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai
bahan baku pembuatan baja baru. Plastik. Limbah plastik dapat
dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan pembungkus (pengepakan)
untuk berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan tas, botol minyak
pelumas, botol minuman, dan botol sampo.
d.
Macam-macam limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa proses daur
ulang.
Beberapa jenis limbah ada yang dapat dimanfaatkan secara langsung
atau pun dilakukan melalui proses daur ulang. Berikut ini beberapa
macam limbah yang dapat dirasakan atau dimanfaatkan secara
langsung.

20

Ampas tahu
Ampas tahu

bisa

digunakan

untuk

bahan

makanan

ternak.Limbah tersebut biasanya mengandung gizi tinggi yang


dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan hewan

ternak.
Eceng gondok
Eceng gondok dapat menjadi limbah perairan jika populasinya
terlalu banyak. Eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk

membuat barang kerajinan, seperti tas.


Sampah organic
Contohnya daun-daunan dan kotoran ternak.Kedua jenis
sampah itu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi
pertumbuhan

dan

perkembangan

tanaman.Keuntungan

menggunakan pupuk organik yaitu tidak merusak kesuburan


tanah.
e. Mengurangi Limbah dalam Kehidupan Sehari-hari
Reuse
Memanfaatkan ulang (reuse), yaitu menggunakan kembali
barang bekas tanpa pengolahan bahan, untuk tujuan yang sama
atau berbeda dari tujuan asalnya. Contohnya, penggunaan
bahan-bahan plastik / kertas bekas untuk benda-benda
souvenir, bekas ban untuk tempat pot atau kursi taman, botolbotol minuman yang telah kosong diisi kembali dan

sebagainya.
Recycle
Mengolah kembali

(recycle),

yaitu

kegiatan

yang

memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya


untuk digunakan lebih lanjut. Contohnya, kertas atau sampah
bekas, pecahan-pecahan gelas atau kaca, besi atau logam bekas
dan sampah organik yang berasal dari dapur atau pasar dapat
didaur ulang menjadi kompos (pupuk). Proses daur ulang ini

21

juga dapat mengubah sampah menjadi energi panas yang


dikenal dengan proses insenerasi. Insenerasi sederhana sudah
ada yang melakukan oleh beberapa industri misal di Jakarta,
yaitu menggunakan limbah padat dalam bentuk lumpur hasil
akhir pengolahan air limbahnya tidak dibuang ke tanah tetapi
digunakan

sebagai

bahan

bakar

setelah

mengalami

pengeringan.
Reduce
Mengurangi (reduce), adalah semua bentuk kegiatan atau
perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah. Misalnya,
ibu-ibu rumah tangga kembali kepola lama yaitu membawa
keranjang belanja ke pasar. Dengan demikian jumlah kantong
plastik yang di bawa ke rumah akan berkurang (terreduksi).
Selain itu bila setiap orang menggunakan saputangan daripada
tissue, di samping akan mengurangi sampahnya, dengan tidak
menggunakan tissue dapat terjadi penghematan terhadap bahan
baku untuk tissue, yang tidak lain adalah kayu dari hutan.
Kalau setiap orang melakukan hal tersebut beberapa ton
sampah yang akan terreduksi per bulan dan beberapa hasil

hutan dapat terselamatkan.


Replace
Menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang (replace),
adalah upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat
produksi sampah, terutama sampah yang mempunyai sifat

sukar diolah dan berbahaya.


Refill
Refill artinya mengisi kembali wadah-wadah produk yang

dipakai.
Repair
Repair artinya melakukan pemeliharaan atau perawatan agat
tidak menambah produksi limbah.

22

BAB III
KESIMPULAN
Pada dasarnya limbah adalah sejenis kotoran yang berasal dari hasil pembuangan
dan itu mengakibatkan dampak bagi lingkungan di sekitar tetapi sekarang banyak
ditemukan cara atau solusi untuk menangani dampak-dampak yang dihasilkan oleh
limbah, meskipun demikian pada kenyataannya cara atau solusi tersebut tidak ada
hasilnya karena masih banyak pula kita jumpai limbah atau sampah disungai dan
didarat yang dapat pula menimbulkan banjir serta kerusakan lingkungan lainnya.
Saran bagi semua masyarakat pengelolahan limbah sejak dini merupakan tindakan
yang baik untuk masa depan. Marilah kita bersama-sama wujudkan lingkungan yang
bersih dan sehat.

23

DAFTAR PUSTAKA
Bridger, R., 1995. Introduction to Ergonomics, Mc Graw Hill, Singapura
Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Instalasi Farmasi Rumah Sakit (K3-IFRS). Direktorat Bina Farmasi Komunitas
dan Klinik DITJEN Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Departemen Kesehatan. 2005. Profil Masalah Kesehatan tahun 2005. Jakarta.
Gempur Santosa. 2004. Ergonomi Manusia, Peralatan dan Lingkungan. Jakarta:
Prestasi Pustaka.
Guyton,A.C dan J.E. Hall. 2000. Fisiologi Kedokteran. Edisi 10. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran. 101-112.
I Dewa Putu Sutjana. 2006. Hambatan dalam penerapan K3 dan Ergonomi di
Perusahaan. Seminar Ergonomi Dan K3. Surabaya, 29 Juli 2006.
Kroemer, K.H.E. & Kroemer, A.D. 2001. Office Ergonomics, Taylor & Francis,
London.
Manuaba, A. 2003. Optimalisasi Aplikasi Ergonomi dan Fisiologi Olahraga dalam
Rangka Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja dan Prestasi Atlet.

24

Disampaikan pada Seminar Nasional Ergonomi dan Olahraga di Universitas


Negeri Semarang, 12 April 2003.
Sritomo Wignjosoebroto. 2008. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Teknik Analisis
untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Surabaya: Guna Widya.
Sugeng Budiono A.M,dkk. 2002. Bunga Rampai HIPERKES dan KK Edisi Ke 2.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Sumamur P.K. 1996. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: PT Toko
Gunung Agung.
Tarwaka, Solichul H.B, Lilik S. 2004. Ergonomi untuk Keselamatan Kerja, Kesehatan
kerja dan Produktivitas. Surakarta: Uniba Press.
Tirtayasa, K., et. al. 2003. The Change of Working Posture in Manggur Decreases
Cardiovascular Load and Musculoskeletal Complains among Balinese
Gamelan Craftsmen.Journal of Human Ergology Vol 32 : 71-76
Zulfiqor,

MT.

2010.

Faktor-faktor

yang

Berhubungan

dengan

Keluhan

Musculosceletal Disorders pada Welders di Bagian Fabrikasi PT. Caterpillar


Indonesia. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Masyarakat UIN
Syarif Hidayatullah.

25