Anda di halaman 1dari 4

BAB II

ASPEK PEMASARAN
2.1

Bagian Aspek Pemasaran


Pada masa lalu sebelum ilmu pemasaran berkembang dan dikenal secara luas

seperti sekarang ini, setiap perusahaan berusaha untuk terlebih dahulu berproduksi sebanyakbanyaknya, baru kemudian berusaha untuk menjualkannya kembali. Dalam kondisi semacam ini
mereka tidak peduli dengan kondisi permintaan yang ada, sehingga banyak di antara produsen
mengalami kegagalan dan bahkan terus merugi, akibat jumlah produksi tidak sesuai dengan
jumlah permintaan. Namun, di masa sekarang, dimana jumlah tingkat persaingan yang
sedemikan ketat, pola seperti di atas sudah ditinggalkan. Sebelum

produsen/pengusaha

memproduksi dan menjual barangnya kemasyarakat ada beberapa yang harus dilihat dan diamati
maka dari itu terlebih dahulu melakukan observasi terhadap produk apa saja yang diinginkan
oleh calon konsumen serta apa saja yang menjadi incaran calon konsumen dan riset pasar dengan
berbagai cara, misalnya dengan test pasar dengan pemsangan iklan. Tujuannya ialah untuk
mengetahui tanggapan dari calon konsumen, tanggapannya pun bisa jadi berbeda-beda selain itu
juga bisa membandingkan dan mengetahui berapa persen calon konsumen yang tertarik dengan
produk tersebut.
Begitu pentingnya peranan pemasaran dalam menentukan kelanjutan usaha suatu
perusahaan, sehingga banyak di antara perusahaan dalam manajemennya menempatkan posisi
pemasaran paling depan. Dengan demikian suatu konsep pemasaran sangat berpengaruh dan
menjadi sangat penting dalam kelangsungan/perjalan bisnis tersebut.
Aspek pasar tersebut meliputi:
1. Market potential

: masyarakat dan pada khususnya adalah anak-anak, dimana anak-

anak membutuhkan asupan gizi yang lengkap agar menjadi generasi yang sehat dan
cerdas. Dan seluruh kalangan masyarakat di Kabupaten atau Kota.
2. Market share

: di kantin SD dan SMP di wilayah Deppasar. Selain itu pemasaran

juga dilakukan di pusat keramaian di wilayah Denpasar, serta acara-acara yang menggelar

bazaar dan stand makanan minuman di Universitas Udayana , serta masyarakat di sekitar
kampus.
3.

Strategi pasar yang digunakan adalah:


Untuk

memperkenalkan

produk

Es Kribo kepada market potential, diperlukan

suatu proses pemasaran yang tepat, yaitu suatu proses yang meliputi:
1.
2.
3.
4.

Menganalisis peluang pemasaran


Menyeleksi pasar sasaran
Megembangkan bauran pemasaran, dan
Mengatur usaha pemasaran
Brokoli dalam bentuk masakan sudahlah sangat biasa, namun jika brokoli diolah menjadi

bahan inti dari pembuatan es krim pasti akan lebih menarik dan disukai semua kelompok umur,
terutama anak-anak. Berdasarkan banyaknya kandungan gizi yang bermanfaat pada brokoli maka
apabila es krim brokoli diberikan kepada anak-anak terutama anak yang sulit makan sayur
mungkin bisa menjadi alternatif bagi kaum ibu untuk dapat memberikan gizi kepada anakanaknya. Produk es krim brokoli ini diberi nama Es Kribo agar menarik perhatian masyarakat
agar mencobanya. Es Kribo ini merupakan inovasi dari pengolahan brokoli menjadi bentuk es
krim yang dapat dijadikan peluang usaha yang menguntungkan. Namun, pengembangan awal
difokuskan di lingkungan Universitas Udayana.

Keunggulan khas dari produk ini adalah

hilangnya rasa sayuran brokoli yang pada umumnya tidak disukai oleh anak-anak dan
masyarakat yang tidak suka sayuran.
Analisis Persaingan Usaha
Setiap kegiatan untuk memulai usaha harus mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau
pesaing yaitu melalui analisis SWOT.
1. Strength (kekuatan)
Kekuatan produk Es Kribo ini ialah :
Potensi lain yang dimiliki oleh usaha Es Kribo ini yaitu penjualan es krim dari
bahan dasar sayur brokoli masih jarang sehingga masih besar kemungkinan usaha ini
untuk menjadi usaha yang cukup besar, bahan produk yang terjamin sehat dan
higienis, mempunyai ciri khas tampilan dan rasa yang berbeda dengan usaha es krim
yang lainnya yaitu rasa yang bervariasi serta harga yang cukup terjangkau.

2. Weakness (kelemahan)
Tidak dapat tahan lama (meleleh), produknya mudah ditiru, tidak cocok bagi
konsumen yang tidak suka sayur brokoli sehingga tidak mau mencoba.
3. Oppurtinity (peluang)
Tempat strategis di Jl. Jenderal Sudirman, ciri khas menu yaitu hilanganya rasa
sayuran brokoli yang pada umumnya tidak disukai oleh anak-anak dan masyarakat,
serta tidak adanya pesaing khususnya di Denpasar yang menjual es krim brokoli
tempat pemasaran yang sama dan tampilan es krim yang unik dan dibuat sesuai selera
menjadikan usaha ini sangat menjanjikan dan mempunyai peluang besar untuk
mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
4. Threath (ancaman)
Banyak saingan yang namanya sudah lebih melambung dan dikenal dan disukai
konsumen terutama di daerah Denpasar seperti Jl. Teuku Umar, dan harga yang
mungkin dapat mengurangi pembeli.
Untuk memasuki pasar digunakan Analisis 4P ( Product, Price, Promotion, dan Place)
1. Product (Produk)
Produk yang dijual berfokus pada es krim, yaitu es krim brokoli. Yang pembuatannya
tanpa bahan pengawet. Nama yang diberikan pada produk ini yaitu Es Kribo untuk
menarik perhatian konsumen. Produk ini terdiri dari dua variasi rasa yaitu Es
Kribo Beauty untuk rasa vanilla dan Es Kribo Beast untuk rasa coklat. Inovasi produk
es krim ini memiliki manfaat yang besar untuk upaya pemenuhan gizi konsumen dan
harga jual yang lebih murah. Selain itu, jarang adanya es krim berbahan baku sayuran
yang dipasarkan di wilayah Denpasar sehingga menjadikan produk ini mempunyai
keunikan tersendiri.
2. Price (Harga)

Untuk harga awal, Es Kribo dijual langsung kepada konsumen dengan harga Rp
5000 /pcs.
3. Promotion (Promosi)
a. Personal Selling : Pemasaran awal produk kami melalui mulut ke mulut, dimana
mulut ke mulut kemudian terus berkembang.
b. Media Online : memasarkan produk melalui jaringan internet melalui social media
seperti facebook , instagra, dan twitter.
c. Di lakukan masa promosi selama 2 minggu pada setiap pembelian 1 paket dengan
isi 6 cup akan memberikan diskon 5% dari harga tersebut.
4. Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di Jl. Jenderal Sudirman. Tepatnya di pinggir jalan raya dan
dekat sekolah karena letaknya yang cukup strategis dan mudah dijangkau masyarakat
(konsumen).