Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sterilisasi adalah proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada,
jika ditumbuhkan di alam suatu medium tidak ada jasad renik yang dapat
berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh renik yang paling tahan
panas yaitu spora bakteri. Sterilisasi menggunakan sinar gamma adalah proses
pembunuhan semua mikroorganisme dengan menggunakan iradiasi (radiasi tidak
langsung) pada dosis tertentu.
Sinar gamma akan berpenetrasi ke dalam kemasan untuk membunuh
mikroorganisme. Sinar gamma memiliki sifat letal terhadap mikroorganisme
mulut karena paparan radiasi sinar ini dapat langsung membunuh mikroorganisme
dengan menyerang DNA atau RNAnya. Banyak keuntungan yang bisa didapat
melalui metode sterilisasi dengan menggunakan sinar gamma, selain keuntungan
sinar gamma juga mempunyai kekurangan.
Penting untuk memperhatikan dosis radiasi yang dipakai dalam
pemanfaatan sinar gamma sebagai metode sterilisasi. Dosis radiasi sterilisasi
dapat diartikan sebagai jumlah energi yang diabsorbsi per unit massa (kGy).
1.2 Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui spesifikasi alat dan
proses sterilisasi dengan menggunakan sterilizer sinar gamma.
Untuk mengetahui tujuan sterilizer sinar gamma, prinsip, mekanisme dan
keuntungan serta kerugian dari alat tersebut.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa spesifikasi alat sterilizer sinar gamma ?
2. Apa kegunaan dari sterilizer sianr gamma ?
3. Bagaimana prinsip dan mekanisme sterilizer sinar gamma ?
4. Apa keuntungan dan kerugian dari sterilizer sinar gamma ?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sterilisasi
Sterilisasi adalah proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada,
jika ditumbuhkan di alam suatu medium tidak ada jasad renik yang dapat
berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh renik yang paling tahan
panas yaitu spora bakteri (Fardiaz, 1992). Jika sterilisasi berlangsung sempurna,
makan spora bakteri yang merupakan bentuk paling ressiten dari kehidupan
mikroba akan diluluhkan.
Faktorfaktor yang mempengaruhi sterilisasi adalah sebagai berikut :
a. Suhu
Suhu yang digunakan disesuaikan dengan bahan yang akan disterilisasikan dan
alat yang digunakan untuk sterilisasi. Hal ini dikarenakan perbedaan jenis bahan
alat yang digunakan.
b. Waktu
Alat atau bahan yang akan disterilisasi tidak semua sama untuk perlakuan waktu
yang digunakan. Alat cenderung memerlukan waktu yang lebih lama dari pada
baha pada proses sterilisasi.
c. Kelembaban
Bahan yang akan disterilisasikan mempunyai tingkat kelembaban yang berbeda,
oleh sebab itu kelembaban harus disesuaikan dengan jenis bahan yang akan
disterilisasikan.
Cara-cara sterilisasi dan desinfeksi yaitu, pembersihan, sinar matahari,
sinar ultraviolet, sinar-x, dan sinar-gamma, pendinginan, dan pemanasan.
Kelompok kami akan menggunakan sinar gamma sebagai metode sterilisasi.
Sinar gamma adalah radiasi elektromagnetek berenergi tinggi, tidak
bermuatan dan tidak bermassa. Sinar gamma dinyatakan dengan notasi 00y. Sinar
gamma mempunyai daya tembus.
Sinar gamma memiliki sifat letal terhadap mikroorganisme mulut karena
paparan radiasi sinar ini dapat langsung membunuh mikroorganisme dengan
menyerang DNA atau RNAnya. Sinar gamma efektif membunuh mikroorganisme
seperti Staphylococcus aureus, Candida albicans, Escerichia coli, Bacillus

stearothermophilus, Pseudomonas aruginosa dan lain lain. Oleh sebab itu, sinar
gamma dapat dipakai untuk sterilisasi pengemasan kaleng karena dinilai efektif
untuk membunuh mikroba yang dapat mengkontaminasi makanan.
Dalam makanan iradiasi, masalah mikrobiologi yang mungkin timbul
adalah sifat resistensi atau efek mutagenik dan peningkatan patogenitas mikroba
Daya tahan berbagai jenis mikroorganisme terhadap radiasi secara berurutan
adalah sebagai berikut : spora bakterI > khamir > kapang > bakteri gram positif >
bakteri gram negatif. Ternyata bakteri gram negatif merupakan yang paling peka
terhadap radiasi. Oleh karena itu, untuk menekan proses pembusukan makanan
dapat digunakan iradiasi dosis rendah
2.2 Sterilizer Gamma
Sterilizer gamma adalah alat yang digunakan untuk proses sterilisasi
dengan menggunakan sinar gamma, yaitu proses pembunuhan semua
mikroorganisme dengan menggunakan iradiasi (radiasi tidak langsung) pada dosis
tertentu. Sinar gamma akan berpenetrasi ke dalam kemasan untuk membunuh
mikroorganisme.
2.2.1 Spesifikasi Alat :

Nama
Operasi
Ukuran alat
Panjang
Lebar
Tinggi
Kapasitas alat
Bahan kontruksi
Utilitas

: Sterilizer Gamma
: Kontinyu

: 2,00 m
: 0,50 m
: 1,05 m
: 40 cpm (can per menit)
: Stainless steel
: Motor listrik 380 volt
Instrumen
: Sinar gamma, belt conveyor,
motor penggerak conveyor
Prinsip kerja
: Sinar gamma menembus
dinding sel dengan langsung mengenai
DNA dari into sehingga mikroba mengalami
mutasi.

2.2.2 Kegunaan Sterilizer Gamma


Alat ini memiliki banyak sekali kugunaannya, yaitu :

Untuk membunuh kontaminan biologis berupa bakteri pathogen,


virus, jamur, dan serangga.

Menghambat pertunasan pada beberapa bahan makanan, misalnya


bawang, kentang, jahe, kunyit dan kencur.
Memperpanjang masa simpan beberapa hasil pertanian segar,
misalnya menunda kematangan buah.
Mengurangi bakteri-bakteri pembusuk daging.
Membebaskumankan atau sterilisasi rempah-rempah.
Mengendalikan kuman-kuman penyebab penyakit dan kuman-kuman
parasit yang ada dalam makanan.

2.2.3 Mekanisme Kerja


Proses radiasi sinar gamma terjadi ketika atom Co-60 yang tidak
stabil melepaskan foton. Pada saat radiasi dipancarkan, terjadilah ionisasi
yang dapat menyebabkan kerusakan komponen kimiawi pada makhluk
hidup. Proses ionisasi ini mengubah H2O yang banyak terdapat di dalam sel
mikroorganisme sehingga menghasilkan senyawa hidroksida (OH-). OHmerupakan radikal bebas yang dapat memecah ikatan kovalen pada senyawa
hidrogen (H2) yang menghubungkan antar untaian DNA.
Radikal bebas ini juga mampu memecah ikatan kovalen pada
senyawa fosfat (PO4) yang menghubungkan basa-basa pada DNA dan RNA
serta ikatan oksigen (O2) yang dibutuhkan organisme. Dengan rusaknya
ikatan kovalen pada DNA, RNA, dan O2, replikasi organisme akan
terganggu sehingga menyebabkan kematian. Selain itu, radiasi juga dapat
secara langsung merusak membran sel, sitoplasma, enzim, dan metabolisme
energi.
2.3 Keuntungan dan Kerugian Sterilisasi Menggunakan Sinar Gamma
Banyak keuntungan yang bisa didapat melalui metode sterilisasi dengan
menggunakan sinar gamma. Keuntungan tersebut antara lain :

Tidak dibutuhkannya suhu yang tinggi;


Kemampuannya membunuh bakteri yang ukurannya lebih kecil dari
mikroorganisme;
Tidak merusak vitamin, karbohidrat, lemak, protein, dan rasa makanan;
Dapat membuat makanan lebih tahan lama;
Proses singkat (bias bersama-sama);
Metode terpercaya dan akurat;
Dapat untuk bahan kring, basah, beku;
Sifat bahan makanan tidak berubah;
Dapat meningkatkan mutu;
Tidak menurunkan nilai gizi;
Tidak menimbulkan zat sisa pengawet;

Dapat dilakukan pada makanan yang dikemas sederhana.

Namun, pemakaian sinar gamma dalam sterilisasi dapat pula menimbulkan


beberapa kerugian. Kerugian tersebut antara lain :

Dapat mengubah ikatan kimia objek yang terkena radiasi;


Lebih mahal dibanding metode sterilisasi lainnya;
Operator harus dilindungi;
Perubahan atau penurunan kualitas.

2.4 Penerapan Dosis


Penting untuk memperhatikan dosis radiasi yang dipakai dalam
pemanfaatan sinar gamma sebagai metode sterilisasi. Dosis radiasi sterilisasi
dapat diartikan sebagai jumlah energi yang diabsorbsi per unit massa (kGy). Dosis
harus ditentukan berdasarkan jumlah awal mikroorganisme sebelum dilakukan
sterilisasi, jenisjenis mikroorganisme yang ada.
Dosis radiasi yang akan diberikan juga bergantung pada densitas alat yang
akan disterilisasi. Hal ini berhubungan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan
selama sterilisasi berlangsung. Oleh karena itu, semakin tinggi densitas alat yang
akan disterilisasi, maka dibutuhkan dosis radiasi yang lebih tinggi pula apabila
sterilisasi diharapkan berjalan dalam waktu yang singkat.
Tabel 1. Penerapan dosis dalam berbagai penerapan iradiasi pangan
Tujuan

Dosis (kGy)

Produk

Dosis rendah (s/d 1 KGy)

0,05 0,15

Pencegahan pertunasan

0,15 0,50

Kentang, bawang putih,


bawang bombay, jahe,

Pembasmian
parasit

serangga

dan

0,50 1,00

Perlambatan proses fisiologis

Serealia, kacang-kacangan,
buah segar dan kering, ikan,
daging kering
Buah dan sayur segar

Dosis sedang (1- 10 kGy)

1,00 3,00

Ikan, arbei segar

Perpanjangan masa simpan

1,00 7,00

Pembasmian mikroorganisme
perusak dan patogen

2,00 7,00

Hasil laut segar dan beku,


daging unggas segar/beku
Anggur(meningkatkan sari),
sayuran kering (mengurangi

Perbaikan
pangan

sifat

teknologi

Dosis tinggi1 (10 50 kGy)

waktu pemasakan)

10 50

Pensterilan industri

Daging, daging unggas,


hasil laut, makanan siap
hidang, makanan steril

Pensterilan bahan tambahan


makanan
tertentu
dan
komponennya

2.5 Aplikasi
Aplikasi dalam bidang pangan sterilizer gamma yaitu untuk mengawetkan
bahan pangan dan juga untuk mensterisilasi bahan pangan atau produk pangan.
Selain itu sinar gamma dalam bidang pangan untuk membunuh mikroba yang
terdapat dalam bahan pangan terutama bahan makanan dalam kaleng, seperti
sarden, kornet, koktail, dan makanan kaleng lainnya.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sterilizer gamma adalah alat yang digunakan untuk proses Sterilisasi ,
yaitu proses pembunuhan semua mikroorganisme dengan menggunakan iradiasi
(radiasi tidak langsung) pada dosis tertentu. Sinar gamma akan berpenetrasi ke
dalam kemasan untuk membunuh mikroorganisme.
Proses radiasi sinar gamma terjadi ketika atom Co-60 yang tidak stabil
melepaskan foton. Pada saat radiasi dipancarkan, terjadilah ionisasi yang dapat
menyebabkan kerusakan komponen kimiawi pada makhluk hidup.Banyak
keuntungan yang bisa didapat melalui metode sterilisasi dengan menggunakan
sinar gamma. Namun, pemakaian sinar gamma dalam sterilisasi dapat pula
menimbulkan beberapa kerugian.
Penting untuk memperhatikan dosis radiasi yang dipakai dalam
pemanfaatan sinar gamma sebagai metode sterilisasi. Dosis radiasi sterilisasi
dapat diartikan sebagai jumlah energi yang diabsorbsi per unit massa (kGy). Dosis
harus ditentukan berdasarkan jumlah awal mikroorganisme sebelum dilakukan
sterilisasi, jenisjenis mikroorganisme yang ada. Dosis radiasi yang akan
diberikan juga bergantung pada densitas alat yang akan disterilisasi. Hal ini
berhubungan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan selama sterilisasi
berlangsung. Oleh karena itu, semakin tinggi densitas alat yang akan disterilisasi,
maka dibutuhkan dosis radiasi yang lebih tinggi pula apabila sterilisasi diharapkan
berjalan dalam waktu yang singkat.
Aplikasi dalam bidang pangan sterilizer gamma yaitu untuk mengawetkan
bahan pangan dan juga untuk mensterisilasi bahan pangan atau produk pangan.
Selain itu sinar gamma dalam bidang pangan untuk membunuh mikroba yang
terdapat dalam bahan pangan.
3.2 Saran
Saran untuk pembaca makalah ini adalah agar pembaca dapat mengetahui
dan memahami alat sterilisasi dengan metode sinar gamma baik dari spesifikasi
ala, tujuan, prinsip, mekanisme, keuntungan dan kerugian hingga aplikasinya di
bidang pangan .

DAFTAR PUSTAKA

Admaja, Wika.2014. Metode Sterilisasi. www.scribd.com. Diakses : 19 Desember


2015.
Batan. 2013. Pengawetan Makanan. http://www.batan.go.id/kip/documents/
Pengawetan_Makanan.Pdf. Diakses : 19 Desember 2015.
Darjanto, L. D. 1995. Pengaruh Laju Dosis Dan Dosis Iradiasi Gamma Cobalt60 Terhadap Jumlah Sel Dan Harga D10 Salmonella Spp Pada Media Na
Dan Bhi Agar [Skripsi]. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika Dan Ilmu
Pengetahuan Alam. Universitas Padjajaran. Bandung
Dr.J.F.Gabriel. 1998. Fisika Kedokteran. Jakarta : EGC.
Hermana. 1991. Iradiasi Pangan. Bandung. Penerbit ITB.
Mujahidah, S Damayanti. 2013. Sterilisasi. Diakses : 18 Desember 2015.
Razuna. 2010. Sterilisasi Peralatan. http://nikku92.wordpress.com/. Diakses : 19
Desember 2015.
Wahab, Abdul. 2011. Laporan Sterilisasi. www. abdulwahab3113.blog.com.
Diakses : 17 Desember 2015.