Anda di halaman 1dari 2

Akusisi menurut arsitektur (parsial) pasal 125 ayat (7) UUPT

(Suatu Studi LDD oleh Fiduciary Duty Direksi melalui mekanisme PPJB) 1
*Jimmy Agung S*
Abstraksi :
Aksi korporasi atau Corporate Action, salah satunya adalah Acquisition. Akuisisi yang disebutkan dalam
pasal 125 (7) UUPT menyatakan bahwa proses pengambilalihan suatu perseroan terbatas (PT) tanpa
memerlukan rancangan, dalam hal ini dapat diimplementasikan melalui PPJB / Perjanjian Pengikatan Jual
Beli Saham oleh Prinsip Fidusiary Duty yang dilakukan oleh Direksi
Kata kunci : Aksi korporasi, Akuisisi, UU Perseroan Terbatas, Pengambilalihan, Perseroan Terbatas
(PT), PPJB, Fidusiary Duty, Direksi

Akusisi dalam banyak pengertian dan sebutan dalam praktik di Hukum Korporasi
Indonesia sangat beragam. Dalam UUPT dan Juklaknya disebut sebagai pengambilalihan2,
sedangkan dalam praktik perbankan (UU No. 10 Tahun 1998, dalam UU Bank sebelumnya di
tahun 1992 tidak disebutkan) tetap disebut sebagai Akusisi 3. Hal ini juga telah dijabarkan
oleh Munir Fuady dalam beberapa karya tulisnya4, yaitu :
(Doktrin Pasal 125 ayat 1 dan 3 UUPT) pengambilalihan dilakukan melalui
pengambilalihan saham yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap
perseroan tersebut.
secara garis besar (persamaan pengertian pemahaman antara UUPT dan UU Bank 1998) bagi
akusisi atau pengambilalihan yakni :5
perbuatan hukum yang dilakukan oleh Badan Hukum atau orang perseorangan untuk
pengambilalihan saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas
perseroan tersebut.
bila dikomparsikan dengan Blacks Law Dictionary yaitu : 6

maka oleh penulis dapat disederhanakan pengertian tersebut, yang pada intinya menjadi :

perbuatan hukum pengambilalihan atas perseroan.


Pengambilalihan atau akuisisi (sim : acquisition, take over)

Gerai Pustaka :
1.

Sebuah tulisan karya ilmiah bebas oleh penulis per Imlek 2564 atau 10 Februari 2013. Penulis
adalah mahasiswa FH UGM dan Corporate Legal Head / Manager.

2.

Pasal 1 ayat 11 UUPT No. 40 Tahun 2007

3.

Pasal 1 ayat 27 UU Bank No. 10 Tahun 1998

4.

Fuady, Munir., Hukum tentang Akuisisi, Take Over dan LBO (Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007), Jakarta : Penerbit Citra Aditya, 2008, Hal 4

Abstract :
Acquisition referred to in Article 125 of Law nr. 40 y.o. 2007 that the acquisition process without the need for
design, in that it can be implemented through SPA / Agreement Sale and Purchase of Shares by the principle
Fidusiary Duty by the Board of Directors