Anda di halaman 1dari 22

PENGKAJIAN PADA

LANSIA

Faktor yg mempengaruhi
pengkajian pada lansia

Interelasi antara aspek fisik & psikososial :


terjadi pe kemampuan thd stress, masalah
psikis me & perubahan fisik
Penyakit & ketidakmampuan status
fungsional
Penurunan efisiensi mekanisme homeostatic
Kurangnya standar u/ norma kesehatan

Penyesuaian Pengkajian pd Lansia

Ruang yang adekuat


Kebisingan minimal
Suhu cukup hangat
Hindari cahaya langsung
Posisi duduk yang nyaman
Dekat dengan kamar mandi
Privasi yang mutlak
Bersikap sabar, relaks, tidak tgesa2
Beri kesempatan pada klien u/
berfikir & berespons
Waspadai tanda tanda keletihan
mengeluh, bersandar, peka, dll
Lakukan pengkajian selama puncak
energi mis: pagi hari

Hal yg hrs diperhatikan utk mndapatkn


pengkajian maksimal

Kaji lebih dari satu kali dan pd waktu yg berbeda setiap hari
Ukur penampilan dlm kondisi yg paling menyenangkn
Ambil keuntungan dari kesempatan yg mndatangkn aset
dan kemampuan
Yakinkan bahwa alat bantu sensori sensitif & alat mobilitas
tersedia & bfungsi dgn tepat
Wawancarai keluarga, teman, atau org trdekat utk
mvalidasi pengkajian
Gunakan bahasa tubuh, sentuhan, kontak mata, dan
berbicara utk meningktkn partisipasi maksimum klien
Sadari keadaan & perhatiaan emosional klien

Perubahan fisiologis :

Persepsi kesehatan mempengaruhi kualitas


kesehatan
Integumen : pigmentasi, kering, keriput
Distribusi lemak : menurun pd ekstremitas,
meningkat pd perut
Mata : katarak, pe adaptasi gelap
Gastro : pe enzim digestif, sekresi saliva,
peristaltic
Kardio : pe sistolik, perub DJJ istirahat
Perkemihan : pe filtrasi renal, inkontinensia
Muskuloskeletal : pe massa & kekuatan otot,
demineralisasi tulang

Perubahan fisiologis :
Integumen :
Warna kulit : pigmentasi, berbintik
Kelembaban : kering, kondisi bersisik
Suhu : Ekstremitas > dingin
Tekstur : elastisitas ,

Sekarang & masa lalu

Pengkajian status fungsional


Indeks Katz : menilai 6 fungsi ;mandi, berpakaian, toileting,
berpindah, kontinen dan makan.
Tingkat Kemandirian Lansia :
A : kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar
mandi, berpakaian dan mandi
B : kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari hari, kecuali
satu dari fungsi tambahan
C : kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari hari, kecuali
mandi dan satu fungsi tambahan
D : kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari hari, kecuali
mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan
E : kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari hari, kecuali
mandi, berpakaian, ke kamar kecil dan satu fungsi tambahan
F : kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari hari, kecuali
mandi, berpakaian, ke kamar kecil
G : Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut
INDEKS KARTZ

Perubahan Kognitif
Dimensia : Alzheimer, multi infark
Delirium : sindrom otak menyerupai
dimensia ireversibel, disertai perubahan
perhatian & kesadaran
Penyalahgunaan zat : alkohol

Pengkajian Status Kognitif

SPMSQ (Short Portable Mental Status Questionnaire) :


mendeteksi adanya & tingkat kerusakan intelektual.
Menilai : orientasi, memori, kemampuan matematis
MMSE (Mini Mental State Exam) menguji aspek
kognitif dari fungsi mental, orientasi, registrasi,
perhatian dan kalkulasi, mengingat kembali &
bahasa
Depresi Beck : berisi gejala dan sikap yang
berhubungan dengan depresi. Setiap hal direntang
dengan menggunakan skala 4 poin untuk menandakan
intensitas gejala. Ada GDS oleh Yesavage (1983)

Format pengkajian kognitif

SHORT PORTABLE MENTAL STATUS


QUESTIONNAIRE.rtf
MINI-MENTAL STATE EXAM.rtf
Inventaris Depresi Beck.docx
Geriatric Depression Scale

Perubahan psikososial

Post Power syndrom


Isolasi sikap terjadi krn nilai pribadi / budaya yg
menentang dan menolak lansia.
Isolasi penampilan o/k penampilan yg tdk dpt diterima /
fx lain yg termasuk menampilkan diri sendiri pada orang
lain. Fx kontribusi lain adalah citra tubuh, hygiene, tanda
penyakit yang terlihat dan kehilangan fungsi (Ebersole &
Hess, 1990).
Isolasi perilaku o/k perilaku yg tdk dpt diterima pd
semua klpo usia & terutama pd lansia, perilaku yg tdk
dpt diterima scr social menyebabkan seseorang menarik
diri (konfusi, dimensia, alkoholisme, dan inkontinensia)
Isolasi geografis tjd krn jauh dari keluarga, kejahatan di
kota dan barier institusi.

Pengkajian sosial
APGAR Keluarga
Adatation, partnership, growth,
affection, resolve
Digunakan jika masih di keluarga jika
di panti keluarga diganti teman
Nilai < 3 menandakan disfungsi
keluarga sangat tinggi, nilai 4 6
disfungsi keluarga sedang.
ALAT UKUR\APGAR KELUARGA DENGAN
LANSIA.rtf

Diagnosa Keperawatan
Hambatan mobilitas fisik yang b/d
nyeri & ketidaknyamanan, kerusakan
musculoskeletal
Kurang perawatan diri b/d penurunan
kekuatan sekunder kerusakan
musculoskeletal
Gangguan interaksi social b/d kondisi
fisik menurun

Intervensi pada lansia


1. Memelihara keseimbangan tidur

Sediakan tempat / waktu tidur yang


nyaman
Latih lansia u/ latihan fisik ringan
Berikan minuman hangat sebelum
tidur misal susu hangat
Terapi sirep

2. Intervensi menarik diri

Berkomunikasi dengan lansia harus


dengan kontak mata
Ajak lansia untuk melakukan
kegiatan sesuai kemampuan fisiknya
Menyediakan waktu untuk
berbincang dengan lansia
Beri kesempatan lansia untuk
mengekspresikan perasaannya
Hargai pendapat lansia

Intervensi pasien dimensia


1. Terapi Obat dengan pengawasan dokter
2. Terapi non obat, berupa:
Intervensi Lingkungan
Intervensi Perilaku
Intervensi Psikologis
3. Terapi Lainnya:
Aktivitas keagamaan
Mengembangkan hobby yang ada seperti melukis,
memasak, main musik, berkebun, fotografi

Intervensi Lingkungan
Penyesuaian fisik (bentuk ruangan,
warna, alat yang tersedia)
Penyesuaian waktu (membuat jadwal
rutin)
Penyesuaian lingkungan malam hari
(mandi air hangat, tidur teratur)
Penyesuaian indera (mata, telinga)
penyesuaian nutrisi (makan makanan
dgn gizi seimbang)

Intervensi Perilaku:
1. Wandering:
Yakinkan dimana keberadaan pasien
Berikan keleluasaan bergerak di dalam dan di luar
ruangan
Gelang pengenal
2. Agitasi dan Agresivitas:
Hindari situasi yang memprovokasi
Hindari argumentasi
Sikap kita tenang dan mantap
Alihkan perhatian ke hal lain.

3. Sikap dan pertanyaan yang berulang:


Tenang, dengarkan dengan baik, jawab dengan
penuh pengertian. Bila masih berulang, acuhkan
dan usahakan alihkan perhatian ke hal yang
menarik pasien.
4. Perilaku seksual yang tidak sesuai/wajar:
Tenang dan bimbing pasien keruang pribadinya.
Alihkan ke hal yang menarik perhatiannya.
Bila didapatkan dalam keadaan telanjang, berilah
baju / selimut untuk menutupi badannya. Bantu
mengenakan baju kembali.

5. Mengatasi mudah Lupa, lakukan:


Latihan terus-menerus, berulang-ulang
Tingkatkan perhatian
Asosiasikan hal yang diingat dengan hal
yang sudah ada dalam otak
6. Untuk caregiver (pengasuh) diperlukan :
Dukungan mental
Pengembangan kemampuan adaptasi dan
peningkatan kemandirian.
Kemampuan menerima kenyataan (realistik).