Anda di halaman 1dari 10

Blessedday4us's Blog Every day is precious gift from God

Lanjut ke konten
Beranda
About
BUAH ROHKRONOS KAIROS
IMAN KRISTEN DAN TANGGUNG JAWAB EKOLOGI
Posted on Mei 26, 2010 by blessedday4us
oleh : Pdt. Jotje Hanri Karuh

Isue hangat yang berkaitan dengan masalah ekologis dunia sekarang ini ialah
pemanasan global (global warming). Pemanasan global terjadi karena polusi udara
yang disebabkan oleh asap kendaraan dan pembakaran di pabrik-pabrik. Selain itu,
penggundulan hutan yang tak terkendali yang tanpa dibarengi dengan reboisasi
telah turut menyumbang bagi pemanasan bumi ini. Suhu bumi semakin panas.

Kerusakan alam, pemanasan global, dan kerusakan ekologis lainnya tidak cukup
ditanggulangi secara teknologis saja. Tetapi juga harus dilengkapi dengan
pembinaan manusianya. Penanggulangan masalah lingkungan hidup menyangkut
perubahan sikap hidup dan perubahan nilai dalam masyarakat. Menjadi pertanyaan
bagi kita: Bagaimana kita seharusnya memandang alam sekitarnya? Bagaimana
kita seharusnya menempatkan manusia dalam karya penciptaan manusia?
Pemahaman teologis seperti apa yang harus kita kembangkan alam kehidupan
keseharian kita?

Apa itu perubahan iklim dan pemanasan global?

Komposisi kimiawi dari atmosfer sedang mengalami perubahan sejalan dengan


penambahan gas rumah kaca terutama karbon dioksida, metan dan asam nitrat.
Kasiat menyaring panas dari gas tersebut tidak berfungsi.

Energi dari matahari memacu cuaca dan iklim bumi serta memanasi permukaan
bumi; sebaliknya bumi mengembalikan energi tersebut ke angkasa. Gas rumah kaca
pada atomsfer (uap air, karbon dioksida dan gas lainnya) menyaring sejumlah
energi yang dipancarkan, menahan panas seperti rumah kaca. Tanpa efek rumah
kaca natural ini maka suhu akan lebih rendah dari yang ada sekarang dan
kehidupan seperti yang ada sekarang tidak mungkin ada. Jadi gas rumah kaca

menyebabkan suhu udara di permukaan bumi menjadi lebih nyaman sekitar


60F/15C.

Tetapi permasalahan akan muncul ketika terjadi konsentrasi gas rumah kaca pada
atmosfer bertambah. Sejak awal revolusi industri, konsentrasi karbon dioksida pada
atmosfer bertambah mendekati 30%, konsetrasi metan lebih dari dua kali,
konsentrasi asam nitrat bertambah 15%. Penambahan tersebut telah meningkatkan
kemampuan menjaring panas pada atmosfer bumi. Mengapa konsentrasi gas rumah
kaca bertambah? Para ilmuwan umumnya percaya bahwa pembakaran bahan bakar
fosil dan kegiatan manusia lainnya merupakan penyebab utama dari bertambahnya
konsentrasi karbon dioksida dan gas rumah kaca.

Perubahan Iklim merupakan tantangan yang paling serius yang dihadapi dunia di
abad 21.
Sejumlah bukti baru dan kuat yang muncul dalam setudi mutakhir memperlihatkan
bahwa masalah pemanasan yang terjadi 50 tahun terakhir disebabkan oleh
tindakan manusia.
Pemanasan global di masa depan lebih besar dari yang diduga sebelumnya.
Sebagian besar setudi tentang perubahan iklim sepakat bahwa sekarang kita
menghadapi bertambahanya suhu global yang tidak dapat dicegah lagi dan bahwa
perubahan iklim mungkin sudah terjadi sekarang. Pada bulan Desember 1977 dan
Desember 2000, Panel Antar Pemerintah Mengenai Perubahan Iklim, badan yang
terdiri dari 2000 ilmuwan, mengajukan sejumlah pandangan mengenai realitas
sekarang ini:

Bencana-bencana alam yang lebih sering dan dahsyat seperti gempa bumi, banjir,
angin topan, siklon dan kekeringan akan terus terjadi. Bencana badai besar terjadi
empat kali lebih besar sejak tahun 1960.
Suhu global meningkat sekitar 5 derajat C (10 derajat F) sampai abad berikut, tetapi
di sejumlah tempat dapat lebih tinggi dari itu. Permukaan es di kutub utara makin
tipis.
Penggundulan hutan, yang melepaskan karbon dari pohon-pohon, juga
menghilangkan kemampuan untuk menyerap karbon. 20% emisi karbon disebabkan
oleh tindakan manusia dan memacu perubahan ilim.
Sejak Perang Dunia II jumlah kendaraan motor di dunia bertambah dari 40 juta
menjadi 680 juta; kendaraan motor termasuk merupakan produk manusia yang
menyebabkan adanya emisi carbon dioksida pada atmosfer.

Selama 50 tahun kita telah menggunakan sekurang-kurangnya setengah dari


sumber energi yang tidak dapat dipulihkan dan telah merusak 50% dari hutan
dunia.
Dampak dari pemanasan global ini memang tidak sepele. Mencairnya es di kutubkutub bumi, naiknya permukaan laut sehingga banyak pulau-pulau yang terancam
tenggelam, tidak beraturnya lagi siklus musim dibumi, badai dan topan yang
semakin kencang dan besar kekuatannya dibandingkan dengan yang sebelumnya,
dan sebagainya merupakan bahaya yang harus dihadapi manusia dan berbagai
macam satwa lainnya di muka bumi ini.

Apa yang menyebabkan pemanasan global?

Pemanasan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal
dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, Hal tersebut disebabkan oleh
tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang
terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan
batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan.
Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan
disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak
lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi
sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon,
metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan
menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap
banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi atap sekarang berlebihan akibat
emisi. Ini berarti setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada
di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global.

Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler.
Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut
berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang
mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk
keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat
habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat
mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin
tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi
yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir.

Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon,


menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro
lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah.

PANDANGAN TEOLOGIS MENGENAI CIPTAAN

Kejadian 1: 1 2:3 memperlihatkan bahwa seluruh ciptaan Allah pada hakikatnya


adalah baik. Ini berarti pada setiap ciptaanNya itu terdapat harkat dan martabat
yang ahrus dihargai oleh ciptaan lainnya karena Allah memberikan dan
menyatakannya. Selain itu, pada segenap ciptaanNya Ia menetapkan struktur
keseimbangan dan saling ketergantungan antara satu ciptaan dengan ciptaan
lainnya.

Sebagai mahkota ciptaan, manusia diberi mandat oleh Allah untuk menaklukkan
dan menguasai bumi beserta isinya. Penaklukkan dan penguasaan di sini bukanlah
penaklukkan dan penguasan tanpa batas melainkan di dalamnya terdapat unsur
pemeliharaan dan perlindungan terhadap bumi dan segala isinya. Mengapa? Sebab
manusia dijadikan menurut gambar dan rupa Allah adalah untuk memelihara
lingkungan hidupnya di samping memanfaatkannya dan bukan merusaknya.

Pada kejadian 9: 8 dan 17 diceritakan bahwa Allah mengikat perjanjian tidak saja
kepada Nuh dan keluarganya (manusia) melainkan juga kepada segenap alam
ciptaanNya. Pandangan ini melampaui lukisan bahwa manusia boleh
memperlakukan alam semena-mena, melainkan manusia harus menghargainya
yang mempunyai nilai yang tinggi sebagai ciptaan Allah.

Kejadian 1: 2 tidak memberitakan bahwa Allah menciptakan dari ketiadaan


melainkan Ia mengubah Chaos (ketidakberaturan) menjadi sesuatu yang
berbentuk baik. Sebagai wakil Allah di Bumi, manusia bertanggung jawab untuk
mengontrol aneka kekuatan chaos. Perspektif lingkungan dalam Kitab Kejadian
sering dibaca berat sebelah dengan menekankan penguasaan manusia atas alam.
Padahal, nuansa kekuatan dalam verba menaklukkan dan menguasai lebih
berarti agar manusia menyelidiki alam, mempelajari hukum-hukumnya,
mengeksplorasinya. Dalam aras pemikiran ini maka manusia dapat berpartisipasi
dalam penciptaan apabila mengubah yang tidak berbentuk menjadi berbentuk, dari
yang kotor menjadi bersih ,dan dari yang layu menjadi segar dan berbuah.

Perjanjian Baru sendiri mempunyai pandangan yang positif terhadap alam. Di dalam
Injil dan Surat Rasuli ditegaskan bahwa kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk
menebus/ menyelamatkan seluruh dunia (Yohanes 3:16), dan bahwa pendamaian
yang dilakukan Yesus Kristus di salib adalah untuk seluruh dunia/ciptaan (II Korintus
5:19; Kolose 1:20). Ini berarti tindakan penyelamatan Alah tidak saja ditujukan
kepada manusia melainkan juga kepada ciptaan Allah lainnya. Oleh sebab itu,
manusia hendaknya mempunyai relasi yang baik dengan alam ciptaan Tuhan.

Tahun 1990, berlangsung Konferensi Internasional tentang Justice, Peace and


Integrity of Creation di Seoul. Proses konsiliar diperluas ke arah kepentingan
seluruh ciptaan yang terkait dengan tata ekonomi yang adil, keamanan, dan kultur
yang sesuai dengan integritas ciptaan serta menentang rasisme dan diskriminasi.
Dokumen Seoul bertajuk: Mengambil bagian dalam solidaritas perjanjian untuk
Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan dengan mengambil dasar teologis
pada Perjanjian Ekumenis dan Ekologis dari Perjanjian Nuh dengan simbol Pelangi
(Kejadian 9:12-13). Disebutkan bahwa manusia mempunyai tanggung jawab etis
untuk setia pada perjanjian itu karena hanya kalau umat manusia memelihara
perjanjian itu maka kehidupan akan terus berlangsung dengan baik dan manusia
akan menikmati kelimpahannya.

Tahun 1991, Sidang Raya Dewan Gereja-gereja se Dunia di Canberra, yang


mengambil tema: Come, Holy Spirit Renew the Whole Creation, menjadi puncak
dari pergumulan dan perjuangan gereja-gereja di dunia mengenai upaya
menyelamatkan lingkungan dan planet bumi. Dalam Sidang raya ini dirumuskan
secara tegas pemikiran teologi mengenai hubungan manusia dengan lingkungan,
dalam mengahadapi krisis lingkungan global, yang garis besarnya dapat
dikemukakan sebagai berikut:

Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Allah telah mencipta alam raya ini baik
adanya (Kejadian 1:31, band. I Timotius 4:4). Itu sebabnya seluruh ciptaan Allah
dalam segala keindahan dan keagungannya memancarkan kebesaran dan
kemuliaan Sang Pencipta (Mazmur 19). Karena Allah adalah Pencipta maka Allah
adalah pemilik yang berdaulat atas seluruh ciptaan-Nya.. (Mazmur 24).
Di dalam dan melalui Yesus Kristus segala sesuatu telah diciptakan (Yohanes 1;
Kolose 1:16) dan segala sesuatu diperdamaikan dengan Allah (II Korintus 5:19;
Kolose 1:20); serta seluruh ciptaan Allah mencapai kepenuhannya (Kolose 1:19).
Segala sesuatu, manusia dan ciptaan lain akan dipersatukan di dalam Kristus
(Efesus 1:10) dan akan diperbarui dalam langit dan bumi yang baru (Wahyu 21:5)
Jadi karya penebusan Yesus Kristus telah membarui bukan hanya kehidupan
manusia tetapi kehidupan seluruh dunia (kosmos).
Kehadiran ilahi dari Roh Kudus dalam ciptaan mengikat manusia dengan seluruh
ciptaan lainnya. Roh Kudus terus menerus memelihara dan membarui ciptaan/bumi
(Mazmur 104:30).
Manusia diciptakan sebagai bagian dari seluruh ciptaan sekaligus sebagai
penatalayan ciptaan Allah yang lain (Kejadian 1:26-27; 2:7); ditugaskan untuk
memakai dan memelihara bumi/ciptaan lain (Kejadian 2:15), tidak semata-mata
untuk menguasai dan menaklukkannya. Aspek khusus dari penciptaan manusia
sebagai Gambar Allah dinampakkan dalam tugas memelihara dan menjaga ciptaan
seperti Allah memelihara ciptaan-Nya.

Dosa manusia telah merusakkan hubungan Allah dengan manusia, termasuk semua
ciptaan lain (Kejadian 3) maka seluruh makhluk menantikan saat pembebasan dari
kebinasaan (Roma 8: 19-22).
Gereja selaku persekutuan orang-orang yang telah ditebus yang sekaligus menjadi
tanda ciptaan baru dalam Kristus (II Korintus 5:7), dipanggil oleh Allah untuk
berperan dalam pembaruan ciptaan. Dengan dikuatkan oleh Roh Kudus, orangorang Kristen dipanggil untuk bertobat dari penyalahgunaan dan perlakuan kejam
terhadap alam. Gereja perlu merefleksikan apresiasi baru tentang ciptaan sebagai
dasar dan dorongan bertanggung jawab terhadap seluruh ciptaan.
Dalam masa sekarang kita menghadapi dua masalah utama secara global yang
saling terkait yaitu krisis ketidak adilan sosial dan krisis ekologi dan lingkungan
hidup. Untuk mewujudkan keadilan kita dituntut memberikan perhatian pada semua
ciptaan: tanah, air, semua orang, tumbuhan, dan semua bentuk kehidupan lainnya.
Pernyataan sidang Dewan Gereja seDunia ini mengintegrasikan kesalingbergantungan kebutuhan-kebutuhan ekologis, sosial, ekonomi, politik dan spiritual.
Keadilan sosial untuk semua umat manusia dan keadilan ekologis kepada seluruh
ciptaan harus berjalan bersama. Jadi, berbicara tentang kelestarian ekologi pasti
berkaitan dengan masalah keadilan, ekonomi, politik, dan spiritualitas kita kepada
Tuhan. Dalam Sidang Raya WCC 1998 di Harare, dirumuskan sebagai keadilan
kepada seluruh ciptaan Allah

PENUTUP

Maksud manusia menguasai Bumi adalah agar alam dimanfaatkan untuk


kesejahteraan manusia dan anak cucunya. Pada gilirannya karunia alam mendorong
puji syukur kepada Allah yang mahabaik. Alam bukan untuk memenuhi kerakusan
manusia. Penguasaan atas alam terkait dengan kesejahteraan yang
berkelanjutan.Penguasaan atas alam dibatasi tujuan penguasaan itu sendiri, yakni
demi kesejahteraan bersama. Maka, wujud penguasaan manusia atas alam bukan
menggunduli hutan, mengeruk pasir yang menimbulkan abrasi, atau membuang
sampah sembarangan.

Iman Kristen memahami kerusakan lingkungan hidup sebagai bagian dan wujud dari
perilaku manusia yang tidak sejalan dengan tujuan Tuhan menciptakan alam
semesta. Memelihara Bumi dan tidak merusak ekosistem adalah bukti penguasaan
diri manusia. Dunia adalah tempat tinggal bersama yang sesama penghuninya
hidup bergantung. Wujud kuasa manusia atas alam terlihat dalam batasan mandat
untuk memeliharanya. Perilaku ramah lingkungan adalah bagian iman, salah satu
ujian iman yang membumi. Maka, bencana alam yang sedang mendera kita bukan
hanya fenomena alam, tetapi karena kelalaian kita sebagai pelaksana mandat Allah
untuk mengelola bumi ini sebaik mungkin.

Kepedulian terhadap lingkungan hidup tidak lagi perlu dipertanyakan. Barangkali


yang menjadi persoalan adalah praktek dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
Jadi, kita harus ingat! Bukan hanya langit dan Bumi diciptakan Tuhan, tetapi
manusia dan taman. Manusia ditakdirkan hidup dalam taman, dalam suatu
ketergantungan. Taman bagi lurah adalah wilayah kelurahan, kecamatan bagi
camat, kabupaten bagi bupati, kota bagi wali kota, provinsi bagi gubernur, dan
negeri bagi presiden. Pejabat yang dengan enteng meyakinkan rakyat bahwa
bencana adalah fenomena alam sedang lari dari tanggung jawab publiknya. Kita
masing-masing mempunyai taman yang perlu dipelihara. Rumah dan lingkungan
sekitar, kantor, jalan yang kita lalui. Di mana kita berada, lingkungan adalah taman
yang harus dipelihara.

POKOK-POKOK PENDALAMAN

Apakah pemanasan global sebuah fakta/realitas yang kita hadapi bersama ataukah
hanya sebuah rekayasa politik? Bagaimana penjelasan Anda?
Bagaimana kaitannya antara tanggungjawab ekologis dengan iman kepada Allah?
Jelaskan!
Apa yang dapat Anda lakukan untuk berperan serta dalam menjaga dan
memelihara kelestarian alam di sekitar kehidupan Anda?
Hidup manusia sangat terikat erat dengan lingkungan alam sekitarnya. Merusak
alam sekitarnya berarti merusak lingkungan kehidupannya sendiri yang dapat
membawa pada kebinasaan umat manusia. Sebaliknya, memelihara dan
melestarikan lingkungan alam sekitarnya berarti manusia menyelamatkan
kehidupannya di masa kini dan masa depan bagi generasi yang akan datang. (Jotje
Hanri Karuh)

Tentang iklan-iklan ini

Terkait
GEREJA DI TENGAH ARUS PERUBAHAN
dalam "Renungan Harian"
BELAJAR DARI AIR LAUT DAN BATU KARANG
dalam "BAHAN PERSIAPAN GSM"

DI TENGAH HENTAKAN GELOMBANG


dalam "BINA KELUARGA"

Tentang blessedday4us
Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Lihat semua pos dari blessedday4us
Pos ini dipublikasikan di BINA SPIRITUALITAS dan tag Blessed Growth. Tandai
permalink.
BUAH ROHKRONOS KAIROS
Berikan Balasan

Ketikkan komentar di sini...

Cari
Pos-pos Terakhir
SPIRITUALITAS ADVENT
SALING MELAYANI DAN MERENDAHKAN HATI
HIDUP YANG BERKUALITAS
BELAJAR DARI BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR
FUNGSI RUMAH BAGI KELUARGA
Arsip
November 2010
Oktober 2010
September 2010
Agustus 2010
Juli 2010
Juni 2010
Mei 2010
Kategori

BAHAN PEMAHAMAN ALKITAB


BAHAN PERSIAPAN GSM
BINA KELUARGA
BINA SPIRITUALITAS
KAJIAN TEOLOGI
Khotbah Minggu
Khotbah Pernikahan
Renungan Harian
Meta
Mendaftar
Masuk log
RSS Entri
RSS Komentar
WordPress.com
Tulisan Teratas
KEUNIKAN PERNIKAHAN KRISTEN
GURU SEKOLAH MINGGU YANG IDEAL
KEHIDUPAN DAN PERGUMULAN SEORANG HAMBA TUHAN
PROBLEMATIKA DALAM KELUARGA
KEBAHAGIAAN SEBUAH RUMAH TANGGA
PLURALISME AGAMA
KRONOS KAIROS
PENATUA DI DALAM PERJANJIAN BARU
JANGAN SIMPAN AMARAHMU SAMPAI MATAHARI TERBENAM
BUAH ROH
Have a blessed day
Mei 2010
S

R
Jun

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31
Blessedday4us's Blog Tema Twenty Ten.
WordPress.com. Ikuti

Buat situs web atau blog gratis di

Ikuti Blessedday4us's Blog

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Masukkan alamat email Anda

Daftarkan saya

Buat situs dengan WordPress.com