Anda di halaman 1dari 32

BY

Ns. WAGIYO,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Perdarahan Antepartem
1.

2.

Perdarahan antepartum
adalah perdarahan dari
jalan lahir setelah usia
kehamilan 22 minggu atau
sumber lain mengatakan
tiga bulan terakhir usia
kehamilan (Bobak and
Jensen, 1997 hal 658)
Batasan waktu menurut
kepustakaan lain :
bervariasi, ada juga yang
24, 28 minggu (trimester
ketiga).

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

PERDARAHAN ANTEPARTEM
OLEH KARENA PLASENTA
PREVIA
1.

Definisi
Placenta previa adalah
plasenta yang
insercinya disegmen
bawah rahim sehingga
dapat menutupi
sebagian atau
seluruhnya jalan lahir
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Menurut Snoo Mengklasifikasikan Plasenta


Previa Berdasar Pembukaan Servik 4 -5 Cm
menjadi
1.

Plasenta previa
marginalis; bila
sebagian kecil atau
hanya pinggir ostea
yang ditutupi
plasenta.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

2.

Plasenta previa
Parsialis; bila mana
pembukaan 4 -5 cm
sebagian pembukaan
ditutupi oleh plasenta,
dibagi 2 : yaitu
Plasenta previa
lateralis posterior; bila
sebagian menutupi
osteabagian belakang
dan plasenta previa
lateralis anterior; bila
sebagian menutupi
ostea bagian depan.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

3.

Plasenta letak
rendah yaitu
plasenta dengan
insersi dimana tepi
plasenta berada 3-4
cm diatas tepi
pembukaan sehingga
sat dilakukan periksa
dalam plasenta tidak
teraba.
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

4.

Plasenta previa
sentralis (totalis),
bila pada
pembukaan 4-5
cm teraba plasenta
menutupi seluruh
ostea

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

DAMPAK LAIN SELAIN


PERDARAHAN
1.

2.

PADA PLASENTA
PREVIA BIASANYA
BAGIAN PRESENTASI
BELUM MASUK PAP.
SEBAGAI PENYEBAB
KELAINAN LETAK
MAUPUN
PRESENTASI JANIN

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

PADA PLASENTA PREVIA


1.

2.

3.

4.

KARENA DAPAT
MENYEBABKAN
SOLUSIO PLASENTA.
MENGAKIBATKAN
PERDARAHAN HEBAT
SAMPAI SECTIO
CECARIA DILAKUKAN
PLACENTA PREVIA
HARUS DIRUJUK
BILA TERJADI SHOCK
MAKA ATASI SHOCK
DULU BARU DIRUJUK

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

PERDARAHAN ANTEPARTEM
AKIBAT SOLUCIO PLASENTA
1.

2.

Solucio plasenta
adalah terlepasnya
sebagian atau
seluruhnya plasenta
dari insersinya
Ada 2 jenis solucio
plasenta yaitu parsialis
dan totalis.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

1.

Solusio plasenta
totalis yaitu
terlepasnya seluruh
plasenta dari
insersinya di corpus
uteri.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

TANDA-TANDA SOLUSIO PLASENTA

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Nursing Assesmend
1.

2.

3.

4.

Anamnesis : HPHT, Riwayat


perdarahan, tidak nyeri, darah
merah segar.
Pemeriksaan fisik umum :
keadaan umum / tanda vital ibu
mungkin dapat baik sampai
buruk, tergantung beratnya
perdarahan.
Pemeriksaan obstetrik : bagian
terbawah janin biasanya belum
masuk pintu atas panggul.
Inspekulo tampak darah dari
ostium.

5.

6.

7.

Pemeriksaan penunjang :
konfirmasi USG jika mungkin.
pada kecurigaan plasenta previa,
pemeriksaan vaginal touch
harus HATI-HATI, lakukan
perabaan fornises, di luar / tepi
porsio serviks, dan jangan
memasukkan jari ke dalam
kanalis servikalis.
Pada perabaan porsio dapat
ditemukan bagian / area yang
lunak (deskripsi posisi daerah
lunak dengan "jam berapa").

TINDAKAN YANG HARUS


DILAKUKAN
1.

Bila Transpot Sudah


Siap
a. Kolaborasi dengan
tim medis untuk
memberikan petidin
dan pemberian infus
b. Jika tidak ada tandatanda shock Pasanga
infus
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

2.

Transport Belum
siap
a. Rawat di
Puskesmas
dengan istirahat
baring dan
pasang infus

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

1.

Jika dalam 24 jam


persalinan sudah
dimulai maka lakukan:
a.

b.

Pasang infus dan


pimpin untuk
pertolongan persalinan
pervaginam.
Setelah bayi lahir
beserta plasentanya
secara lengkap segera
lakukan tampon uterus.
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

DX. Keperawatan yang sering


muncul.
1.

2.

3.
4.

5.

Gangguan keseimbangan antara volume darah


dengan ruang susunan vaskuler B/D berhubungan
dengan perdarahan.
Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan
COP sekender terhadap penurunan volume sirkulasi.
Gangguan metabolik berhubungan dengan asidosis
Risiko cedera berhubungan dengan penurunan
tingkat kesadaran.
Risiko terjadi aspiksia berat pada janin berhubungan
dengan menurunnya sirkulasi uteroplasenta
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Tujuan DX Kep
1.

Dalam waktu 30 menit klien akan :


a.
b.
c.
d.

Danda tanda vital klien akan stabil


Volume sirkulasi darah dapat di perbaiki
Sistem sirkulasi darah akan efisien
Memantau keadaan janin secara terus menerus
jika masih hidup.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

Intervensi Dx Kep 1
1.

Pantau tandatanda vital dan


yakinkan bahwa
jalan nafas tidak
tersumbat.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

2.

3.

Jangan
memberikan
makanan
apapun melalui
mulut.
Karena dapat
terjadi aspirasi
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

4.

Miringkan kepala
klien kekanan
atau kekiri
sehingga bila
terjadi muntah
terhindar dari
bahaya aspirasi.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

5.

6.

Jaga agar kondisi


suhu tubuh tetap
hangat dengan
memasang buli-buli
panas.
Kondisi hipotermi
akan memperparah
shock.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

7.

Naikkan kaki
klien dan ganjal
dengan bantal
untuk
membantu
peningkatan
venus retun.

Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

8.

Pastikan jalan
nafas dalam
keadaan bebas dan
kolaborasi dgn tim
medis untuk
pemberian O2
dengan kecepatan
6-8 liter / menit.
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

9.

Beri cairan
Isotonik (NaCL
0,9% atau RL atau
dekstran 40%
dengan kecepatan
500 -1000 cc
dalam 15 -20
menit.
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat

10.

11.

Ambil darah untuk


periksa golongan
darah dan segera
tranfusi darah
Rujuk ke RS untuk
pertolongan
persalinan
pervaginan atau
SC.
Ns. Wagiyo,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat