Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Kelor

Moringa oleifera atau yang dikenal dengan kelor telah dikenal selama
berabad-abad sebagai tanaman multi guna, padat nutrisi dan berkhasiat obat.
Mengandung senyawa alami yang lebih banyak dan beragam dibanding jenis
tanaman lainnya yang ada. Tanaman kelor mengandung 46 anti oksidan kuat
yang melindungi tubuh dari radikal bebas, mengandung 18 asam amino (8
diantaranya esensial) yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel baru, 36
senyawa anti inflamasi, serta 90 nutrisi alami seperti vitamin dan mineral.
Informasi yang tersimpan selama ribuan tahun tentang manfaat dan
khasiat Kelor, klaim pengobatan tradisional India Ayurveda bahwa Kelor mampu
menyembuhkan lebih dari 300 penyakit, dan mengapa minyak kelor selalu ada di
dalam piramida- piramida Mesir, kini dijelaskan dengan baik oleh Ilmu
pengetahuan modern. Terdapat juga organisasi dunia yang aktif memberikan
dukungan dan mempromosikan tanaman kelor diantaranya adalah WHO, National
Geographic, USDA, Discovery Channel, Institute Naitonal of Health, USAID,
National Science Foundation, United Nation, dan Peace Corps.
Kelor (Moringa oleifera) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang
(perenial) dengan tinggi 7 - 12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna
putih kotor, kulit tipis, permukaan

kasar.

Percabangan

simpodial,

arah

cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Perbanyakan
bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran
rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak
ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang. Kelor
merupakan tanaman yang dapat mentolerir berbagai kondisi lingkungan, sehingga
mudah tumbuh meski dalam kondisi ekstrim.
Kandungan Gizi Kelor
Kelor memiliki kandungan zat gizi 7 kali vitamin C dalam jeruk, 4 kali
kalsium dalam susu dan dua kali protein dalam yogurt.

Mengandung banyak

Vitamin dan mineral lainnya seperti Vitamin A hinga zinc, dan semua asam
amino esensial. Kelor juga dapat meningkatkan produksi ASI dan kaya akan zat
besi. Kelor merupakan komoditas pangan yang penting sebagai sumber 'gizi
alami daerah tropis '.

Gambar 2. Perbandingan Kandungan Nutrisi Kelor dengan beberapa sumber


makanan lainnya dalam perbandingan gram per gram. (diambil dari
moringoorganics.com)
Daun, buah, bunga dan polong yang belum matang dari pohon Kelor
digunakan sebagai sayuran bernutrisi.
Melihat kandungan Super Nutrisi sebagaimana dipaparkan dalam bab
sebelumnya, maka sangat wajar bila tanaman Kelor merupakan tanaman yang
sangat dihargai dan didistribusikan di banyak negara, di daerah tropis dan
subtropis. Pasalnya, manfaat dan kandungan nutrisinya memang melebihi
kandungan tanaman pada umumnya.
Kelor dalam Kesehatan
Manfaat kelor untuk kesehatan adalah penyeimbang gula darah (diabetes),
seimbangkan tekanan darah tinggi (hipertensi), pembersih racun dalam hati dan
tubuh, peluruh lemak (kolesterol jahat), atasi rheumatik, menghancurkan kanker
dan tumor, memperbaiki fungsi hati dan ginjal.
Daftar Pustaka: http://kelorina.com