Anda di halaman 1dari 2

KUNJUNGAN LPM MERCUSUAR KE TEMPO

1. Pembagian jobdesk yang tegas dari tiap divisi sangat PENTING


2. Setiap divisi sangat berkaitan dan harus mendukung satu sama lain.
3. Divisi Perusahaan melakukan kegiatan pemasaran dengan tujuan menarik
pengiklan
4. Humas menjalin hubungan melalui audiensi dengan Rektorat, Fakultas dan
Alumni
5. Produk Mercusuar selama ini tidak konsisten (font, rubrikasi, ukuran buletin,
dll.)
6. Wartawan harus menentukan angel agar acuan pertanyaan dan arah tulisan
menjadi fokus. Cari referensi sebelumnya agar dapat fokus pada angel.
Pikirkan : apa pentingnya pemabaca membaca ini. Renungkan : mengapa
menulis ini.
BEDAH PRODUK (Buletin edisi VII)
1. Warga kampus B Universitas Airlangga... <- disebut TYCING. Harus menarik,
mengundang pembaca untuk membaca sampai akhir.
2. Tycing sebelum LEAD BERITA. Lead Berita juga harus menarik. Berikan
deskripsi akurat. Hindari kata-kata : beberapa, berbagai, kurang lebih
(diperbolehkan, asal jumlah nominal banyak).
3. AKURASI = MAHKOTA WARTAWAN
4. Isi berita : paragradf maksimal delapan (8) baris apabila diketik di Ms. Word.
Nominal uang harus ditulis angka, misal Rp 100,-.
5. Harus MENGERTI, apa yang kita TULISKAN.
6. Kutipan sumber utama, PENTING. Jangan memberikan terlalu banyak kutipan
dari satu sumber saja, misal : narasumber Alhada pada Kisah Di Balik Si
Kecil Penjual Koran.
7. Kalimat harus memuat kutipan yang cukup, tidak kurang & tidak lebih.
Kutipan bersifat menguatkan tulisan dan menyegarkan pembaca.
8. KONFIRMASI PENTING untuk PENULISAN. Misalkan pada berita Kisah Di Balik
Si Kecil Penjual Koran, Anak diusir satpam, maka wawancarai satpam.
Tanyakan : mengapa diusir?, bagaimana dengan perlakuan dari setiap
fakultas di kampus B terhadap mereka?.
9. KUTIPAN dan WAWANCARA, PENTING
RAPAT PROYEKSI & TOR

Rapat Proyeksi
1. Rapat Proyeksi (Perencanaan) dilakukan untuk menyusun buletin. Hasil
dari rapat ini adalah TOR untuk peliputan berita. Dihadiri : Redaksi,
Artistik, Fotografer, Litbang.
2. Sebelum rapat, lakukan riset dan perencanaan topik (wartawan/redaksi).
Bahasan :
Rubrik A memiliki angel yang ditentukan oleh Redaksi. Artistik mendapat
gambaran foto yang sesuai dengan angel. Litbang memberikan data
yang akurat, untuk mendukung tulisan.
Begitu pula untuk rubrik B, rubrik C, dll.
3. Setelah pihak-pihak terebut menyetujui, buatlah TOR (Term of
Reference).
4. Lebih baik, buatlah TOR sebelum melakukan kegiatan kewartawanan.
TOR dapat digunakan untuk semua rubrik kecuali opini dan sastra.

5. HEADLINE, memuat berita yang kuat, penting dan berdampak. Orang


dapat mengambil manfaat dari membaca itu.
6. Judul singkat saja. Misal : Kisah Di Balik Si Kecil Penjual Koran, sebaiknya
Si Kecil Penjual Koran. Judul dalam Majalah Tempo maksimal enam (6)
kata.

TOR (Term of Reference)


1. ANGEL : _____ (satu kalimat pertanyaan yang sangat penting) <- sebagai
fokus tulisan.
2. LATAR BELAKANG : (mengapa memillih angle ini? . pentingkah angel ini?)
3. DIBERIKAN : Hari, tanggal bulan tahun dan jam/pukul. (TOR ini dibuat)
4. TENGGAT : Hari, tanggal bulan tahun dan jam/pukul. (DEADLINE ,
pekerjaan dalam divisi sudah harus selesai)
5. NARASUMBER : (cantumkan narasumber yang berkaitan dengan isu
berita).
Misal : Kisah Di Balik Si Kecil Penjual Koran.
Narasumbernya :
a. Penjual koran (si anak)
b. Mahasiswa
c. Satpam
d. Rektor/Dekan
e. Reportase penjual koran sejak berangkat sampai kembali ke rumah.
f. Agen koran (siapa yang mengenalkan anak pada agen)
6. Pertimbangkan, berita yang mungkin sebagai cover foto buletin.
7. Pengerjaan ini (tiap divisi) perlu di-cek kembali seminggu sebelum rapat
selanjutnya.

(TAMBAHAN) KRITIK TERHADAP PRODUK :


1. Font kurang menarik.
2. Tambahkan hal menarik : (jika ada)
Misal : Kisah Di Balik Si Kecil Penjual Koran.
Caru tahu, inginkah sang anak untuk bersekolah?, apakah ia ternyata
membawa seragam ditasnya?.
3. LPM Mercusuar kehilangan JIWA MUDA-nya dalam Buletin.