Anda di halaman 1dari 27

Praktikum Fisika Dasar

Percobaan I

HOOK LAW
I.Tujuan praktikum

II.

Menentukan konstanta pegas

1.

Memahami karakteristik elongasi dari pita karet

Konsep Dasar
Beberapa bahan atau struktur dapat menunjukkan sifat elastis. Sifat elastis dicirikan oleh
kemungkinan terjadinya perubahan bentuk (deformasi) ketika suatu gaya eksternal
dikenakan pada bahan atau struktur tersebut. Deformasi tersebut dapat berupa regangan.
Akan tetapi, ketika gaya eksternal tersebut dihilangkan, bahan atau struktur tersebut kembali
ke bentuk asalnya. Gaya internal yang membentuk bahan atau struktur itulah yang
mengembalikan ke bentuk asalnya. Jika gaya eksternal yang bekerja terlalu besar, benda
akan mengalami deformasi tetap dan tidak dapat kembali lagi ke bentuk semula. Perubahan
semacam itu disebut perubahan (deformasi) plastis. Jika gaya eksternal terus diperbesar
maka selanjutnya bahan atau struktur itu dapat mengalami kerusakan secara permanen.
Sebuah pegas, yang dapat kita temui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari,
merupakan suatu bentuk struktur yang dapat menunjukkan sifat elastisitas pada rentang
pembebanan tertentu. Jika sebuah pegas diberi gaya eksternal atau beban (akibat gaya
gravitasi), maka pegas akan mengalami pertambahan panjang. Pada pegas bekerja gaya
pemulih (gaya pegas), yang berusaha melawan perubahan tersebut, sehingga tercapai suatu
kesetimbangan baru, yaitu:

Fext = FR

(1.1)

Dimana

FR k l

(1.2)

Dengan l adalah elongasi atau pertambahan panjang dari panjang semulanya l0 dan k
adalah tetapan pegas. Persamaan (1.2) dikenal sebagai Hukum Hooke, yang menyatakan
bahwa besar gaya pegas berbanding secara linear terhadap pertambahan panjang pegas.
Jika suatu pegas diberi beban bermassa m, gaya eksternal yang bekerja pada pegas adalah
Fext = FW = mg. Kesetimbangan gaya yang diberikanoleh pers. (1.1) menjadi

FR k l mg FW
(1. 3)
Sehingga diperoleh bahwa pertambahan panjang pegas sebanding dengan besar gaya Fw,
yaitu:

1
FW
k

(1.4)
1

Praktikum Fisika Dasar

l1 l 0

mg
k

Atau

(1. 5)

Jika kita perhatikan pers. (4) dan pers. (5) di atas, tampak bahwa persamaan tersebut
merupakan sebuah persamaan linier dimana Fw merupakan variable independennya (sumbu
x) dan 1/k merupakan factor kemiringannya.

Gambar 1.1. Pembebanan dan pertambahan


panjang pada pegas.

Gambar 1.2. Diagram regangan vs.


tegangan.

Sifat elastisitas dapat kita temukan juga pada berbagai bahan, bahkan pada logam
sekalipun.Pada batang atau kawat logam, kita masih bias mengamati sifat elastic tersebut
meski pada rentang pembebanan yang sempit. Untuk batang atau kawat dengan panjang l
dan penampang A, Hukum Hooke dapat dinyatakan sebagai:

F
L
E
A
L0
(1.6)
atau

(1.7)

dimana = l/l adalah regangan atau rasio perubahan panjang, = F/A adalah tegangan,
dan factor proporsionalitas E adalah koefisien elastisitas bahan batang atau sering disebut
sebagai Modulus Young. Faktor proporsionalitas itu berlaku hanya sampai pada batas
tegangan tertentu. Gambar 1.2 menunjukkan suatu diagram regangan vs. tegangan dari
suatu kawat logam. Batas proporsional umumnya terletak di bawah batase lastis. Di atas
batas elastis, benda akan berubah secara permanen,yakni benda mengalami deformasi
plastis. Jika gaya eksternal bertambah lebih besar lagi melebihi titik patah atau batas
soliditas, benda mulai mulur danpecah/putus. Beberapa bahan ada yang tidak mengikuti
hukum Hooke, bahkan ketika diberi gaya kecil, seperti pita karet.

III.

Alat-alat
2

Praktikum Fisika Dasar

1
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

IV.

1
1
1
1
1
1
2
2
1
2
1
1
1
1
1
1

Tripod base -PASSBarrel base -PASSSupport rod -PASS-, square, l = 1000 mm


Right angle clamp -PASSCursors, 1 pair
Weight holder f. slotted weights
Slotted weight, 10 g, black
Slotted weight, 10 g, silver bronze
Slotted weight, 50 g, black
Slotted weight, 50 g, silver bronze
Helical spring, 3 N/m
Helical spring, 20 N/m
Silk thread, 200 m
Meter scale, demo, l = 1000 mm
Holding pin
Square section rubber strip, l = 10 m

02002.55
02006.55
02028.55
02040.55
02201.00
02204.00
02205.01
02205.02
02206.01
02206.02
02220.00
02222.00
02412.00
03001.00
03949.00
03989.00

Set-up dan Prosedur


A. Menentukan Konstanta Pegas
1. Susunlah set-up percobaan untuk mengukur konstanta pegas seperti ditunjukkan
pada Gambar 1.3.
2. Gantungkan tempat beban pada pegas. Pointer geser diatur keujung bawah pegas
dan posisi
seperti yang ditunjukan oleh papan skala dicatat.
3. Tambahkan beban pemberat pada pegas dengan menempatkannya pada tempat
beban dan beban. Catat berat beban dan posisi pointer.
4. Ulangi tahap (3) hingga berat beban mencapai 180 gr dan catat hasilnya pada
tabel 1.1.
5. Ulangi tahap (1) (4) untuk pegas yang berbeda dan catat hasilnya pada tabel
1.2.

Gambar 1.3. Setup percobaan konstanta pegas.


Tabel 1.1. Data untuk spring 1 ( x0 =

cm, l0 =

cm)

Beban (gr)
Xi (cm)
3

Praktikum Fisika Dasar

l
l

(cm)
(m)

Gaya Luar,Fw (N)

Tabel 1.2. Data untuk spring 2 ( x0 =

cm, l0 =

cm)

Beban (gr)
Xi (cm)
l
(cm)
l
(m)
Gaya Luar,Fw (N)

TUGAS
1

Plot data dari pertambahan panjang vs. berat beban dari tabel 1.1 dan 1.2 pada
gambar 1.4 dan gambar 1.5.

F Vs l
0.08
0.06

f(x) = 0.05x + 0
R = 1

l 0.04

Linear ()

0.02
0
0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.2

1.4

1.6

F(N)

Gambar 1.4. Hubungan beban dan pertambahan panjang spring 1

Praktikum Fisika Dasar

F Vs l
1.5
f(x) = 20.03x - 0.01
R = 1

1
F(N)

Linear ()

0.5

0
0

0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08


l

Gambar 1.5. Hubungan beban dan pertambahan panjang spring 2


17.

Dari plot tersebut, tentukanlah tetapan pegas dari masing-masing pegas.


Petunjuk : Gunakan add trend line pada excel dan pilih trend linier untuk
mendapatkan persamaan regresinya. Persamaan regresinya dalam bentuk y =
l

1
FW
k

ax identik dengan
sehingga nilai k dapat dicari.

. Berarti konstanta a (gradien) identik dengan 1/k,

Persamaan regresi linier untuk spring 1:

.................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
..
Konstanta

pegas

spring

1:

ks1

=.....................................................................
Persamaan regresi linier untuk spring 2:

.................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
..
Konstanta

pegas

spring

2:

ks2

=.....................................................................
18.

Jelaskanlah bagaimana karakteristik kurva gaya luar vs. pertambahan panjang


(regangan) dari pegas tersebut

Praktikum Fisika Dasar

.................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.
.................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
..
B. Memahami karakteristik elongasi dari pita karet
1. Siapkan pita karet sepanjang 50 cm. Ukurlah luas penampang dari pita karet
tersebut.
2. Susunlah set-up percobaan yang serupa dengan percobaan sebelumnya, tetapi
dengan menggantikan pegas engan pita karet.
3. Kedua ujung pita karet diikat jadi loop kecil dengan benang sutra. Satu loop
disisipkan gagang besi dan loop yang lainnya dikaitkanmtempat beban.
4. Lakukan hal yang serupa dengan tahap (A.2) hingga (A.4). Beban diperbesar
sampai maksimal beban total 180 g. Pemanjangan sesaat dari pita karet harus
dijaga dengan tangan selama penggantian beban, karena perpanjangan pita karet
dapat tergantung pada riwayat bahan.
5. Tabelkan hasil pengukuran pita tabel 1.3.
Tabel 1.3. Data untuk pita karet ( x0 =

cm, l0 =

cm)

Beban (gr)
Xi (cm)
l
(cm)
l
(m)
Gaya Luar,Fw (N)

TUGAS
1

Plot data dari pertambahan panjang vs. berat beban dari tabel 1.3 pada gambar 1.6.

Praktikum Fisika Dasar


0.08
0.07
0.06

f(x) = 0.05x - 0.01


R = 0.99

0.05
0.04

Linear ()

0.03

Linear ()

0.02
0.01
0
0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.2

1.4

1.6

Gambar 1.6. Hubungan beban dan pertambahan panjang pita 1

Dari plot tersebut, tentukanlah tetapan pegas dari masing-masing pita karet.
Petunjuk : Gunakan add trend line pada excel dan pilih trend linier untuk
mendapatkan persamaan regresinya.
Persamaan regresi linier untuk pita karet :

.................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
......
Konstanta

pegas

pita

karet

kk

=..................................................................
19.

Jelaskanlah bagaimana karakteristik kurva beban vs. regangan dari pita karet tersebut

.................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
..
.................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
..
V.

Kesimpulan
7

Praktikum Fisika Dasar

Buatlah kesimpulan untuk kedua percobaan di atas.

1. ..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..............................................................................................................................
2. ..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..............................................................................................................................

Percobaan 2

FRICTION

I.Tujuan Percobaan
8

Praktikum Fisika Dasar

1. Mengukur gaya yang dibutuhkan untuk menarik sebuah balok kayu di meja.
2. Menentukan koefisien gesekan static dan kinetic untuk material, berat dan permukaan
kontak yang berbeda

II.

Konsep Dasar
Kita sering kali berhubungan dengan gesekan dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam
pemanfaatan teknologi. Tanpa kecuali setiap gerakan di bumi terhubung dengan gesekan,
sehingga terjadi perubahan energy dan keausan suatu benda. Tanpa gesekan, gerakan tidak
akan mungkin terjadi sama sekali. Kita tidak bisa berjalan, berhenti, berpegang pada
sesuatu, dll tanpa adanya gesekan.
Gaya Gesek disebabkan oleh daya tarik molekul antara kedua permukaan. Gaya-gaya ini
harus dapat diatasi dalam proses menggerakkan tubuh contohnya. Benda yang berada
dalam keadaan diam memiliki lebih banyak kontak dengan permukaan, sehingga tarik
menarik molekul lebih besar. Oleh karena itu, gaya gesek static selalu lebih besar dari gaya
gesek kinetik. Agar benda dapat bergerak, kontak dengan permukaan harus dikurangi.
Gaya gesek bergantung pada kekasaran permukaan benda (misalnya apakah permukaan
halus atau permukaan kasar). Semakin kecil gaya gesek, semakin mudah benda dapat
dipindahkan. Benda yang dilapisi permukaannya dengan kertas akan lebih mudah bergerak
dibandingkan jika dilapisi permukaannya dengan karet. Besar gaya gesek juga bergantung
pada berat suatu benda. Semakin besar berat benda, semakin besar pula gaya geseknya.
Akan tetapi, gaya gesek tidak tergantung pada luas permukaan kontak. Butiran-butiran kecil
seperti pasir atau serbuk gergaji bias mengurangi kontak permukaan sehingga dapat
mengurangi besar gaya gesek.

III.

Alat-alat dan Bahan


1
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.

IV.

1 Cobra4 Wireless Manager


12600.00
1 Cobra4 Wireless Link
12601.00
1 Cobra4 Sensor Unit Gaya 4 N
12642.00
1 Balok Gesek
02240.01
1 Pin Pemegang
03949.00
1 Beban, 50 g, black
02206.01
1 Senar, l. 20m
02089.00
1 Software Cobra4 - Single user dan lisensi sekolah
14550.61
1 Komputer dengan konektor USB, Windows XP atau lebih tinggi.
1 Lembar Kertas, DIN A5 atau A4
1 Papan kayu atau meja kayu

Setup dan Prosedur


A. Setup Peralatan
1.
2.
3.
4.
5.

Hidupkan computer dengan system operasi Windows.


Pasang Cobra4 Wireless Manager ke port USB komputer.
Pasang Cobra4 Sensor - Unit Force 4N ke Cobra4 Wireless Link.
Potong kira-kira 15 cm tali/senar pancing dan buat lingkaran pada kedua ujungnya.
Buka penutup dari sensor gaya (Force Sensor) dan pasangkan ujung tali / senar
pancing di pengait pada sensor gaya.

Praktikum Fisika Dasar

6. Letakkan Balok Gesek (friction block) dengan permukaan kayu menempel di meja
dan kaitkan ujung tali / senar pancing di pengait Balok Gesek. Pastikan tali pancing
antara Balok Gesek dan sensor gaya mengendur (tidak mengencang).
7. Jalankan software Measure atau klik ikon
di komputer.
8. Nyalakan Wireless Link. Sensor gaya akan terdeteksi otomatis dan terdaftar di
navigator.
9. Buka Percobaan "Friction". Selanjutnya Pra Instalasi untuk merekam nilai-nilai
pengukuran akan dijalankan otomatis.
10. Klik dua kali tombol Sensor Gaya di navigator . Jendela untuk pengaturan
pengukuran "Gaya F" akan terbuka.
11. Klik sekali pada tombol tare, sehingga tombol berubah dari
(tidak aktif)
menjadi
(aktif ) dan menutup jendela dengan menekan tombol
.
12. Seharusnya pada jendela sekarang akan muncul Gaya 0,000 N. Peralatan sudah
siap untuk digunakan.

Gambar 2.1. Set-up percobaan

Gambar 2.2. Contoh grafik hasil penarikan beban gesekan

Catatan

Grafik hasil pengukuran sensor menunjukkan gaya yang terjadi ketika menarik Balok
Gesek. Ketika Balok Gesek tersebut dalam keadaan tidak ditarik, besar gaya adalah 0.
Ketika Anda mulai menariknya, gaya meningkat tiba-tiba dan kemudian berkurang atau
meningkat dengan konstan saat ditarik dengan kecepatan konstan.
Ketika Anda berhenti menarik atau mengedurkan tali, gaya kembali menjadi 0. Gaya
maksimum yang terjadi pada saat Balok Gesek mulai digerakkan disebut Gaya Gesek
Statik F1. Gaya konstan yang terjadi selama bergerak, ketika Balok Gesek ditarik
secara konstan, disebut Gaya GesekKinetik F2.

B. ProsedurPercobaan
1. Kaitkan Balok Gesek pada Sensor Gaya (Force Sensor) seperti dalam Gambar
2.1.
2. Tegakkan Wireless Link dengan Sensor Gaya di atas meja.
3. Pastikan bahwa tali antara Sensor Gaya dan Blok Gesek masih dalam keadaan
mengendur.

4. Mulai pengukuran dengan menekan tombol .


5. Sekarang berikan gaya dengan menarik Sensor Gaya sehingga Balok Gesek
bergerak perlahan dan merata di atas meja (cobalah untuk menjaga kecepatan
agar konstan).
6. Pastikan bahwa tidak ada gaya lain terjadi, yaitu tali pancing tidak lagi menegang
ketika Balok Gesek berhenti.
7. Hentikan pengukuran dengan menekan tombol dan pindahkan nilai yang terukur
ke software Measure
.
8. Pada jendela akan tampil grafik seperti ditunjukkan oleh Gambar 2.2.
10

Praktikum Fisika Dasar

9. Gunakan tombol "pilihan tampilan"


di Measure untuk pemberian nama
percobaan di bawah "Nama".
10. Ulangi prosedur (1)-(9) tetapi sekarang dengan posisi bagian karet Balok Gesek
berada di atas meja.
11. Pindahkan nilai-nilai hasil pengukuran ke Measure. Beri nama yang sesuai untuk
percobaan ini.
12. Potong selembar kertas sesuai dengan ukuran Balok Gesek dan letakkan balok di
atas kertas dengan sisi kayu menempel di kertas. Ulangi pengukuran.
13. Selanjutnya, lakukan percobaan dengan sisi karet Balok Gesek dan berikan
Pemberat 50 g (slotted weight). Untuk percobaan ini pasang Pin Penahan (Holding
Pin) ke dalam lubang pada Balok Gesek, kemudian letakkan Pemberat di Pin
Penahan.
14. Lakukan percobaan terakhir dengan menempelkan salah satu sisi yang panjang
balok gesek di meja, ini akan mengurangi kontak permukaan Balok Gesek dengan
meja.

V.

TUGAS
Catatan

F1 dan F2 dapat dievaluasi melalui fungsi "pengukuran" di program Measure


.
Jarak pada grafik dapat diukur di sini. Setelah mengklik tombol, tanda persegi panjang
akan muncul di grafik, yang memiliki kotak kecil di kedua sudutnya, seperti ditunjukka
noleh Gambar 3. Pada kotak kecil ini Anda dapat mengubah ukuran persegi panjang
dengan mouse dan kemudian dapat mengukur daerah lain di grafik. Untuk melakukan
ini, klik tombol kiri mouse pada salah satu dari dua kotak dan tahan tombol mouse. Tarik
kotak kecil sekarang ketempat yang diinginkan dan kemudian lepaskan tombol mouse.
Lakukan hal yang sama dengan persegi lainnya.

Gambar 2.3. Cara penentuan F1 dan F2 dari grafik hasil pengukuran.

Dalam program utama , pilih "pengukuran" dengan tombol


untuk menentukan
F1 dan F2 untuk semua pengukuran. Masukkan nilai dalam table seperti Tabel 2.1.
Tabel 2.1. F1 dan F2 (pada sisi kayu dan sisi karet di Balok Gesek)

No

Gaya gesek static, F1 (N)

Gaya gesek kinetic, F2 (N)

11

Praktikum Fisika Dasar


F1

Jenis Permukaan
1

Kayu (sisi lebar) tanpa beban

Kayu (sisi panjang) tanpa beban

Karet (sisi lebar) tanpa beban

Kayu (sisi lebar) beban 50gr

Karet (sisi lebar) beban 50gr

Kayu (sisi lebar) beban 50gr


sudut 5

Kayu (sisi lebar) beban 50gr


sudut 10

Kayu (sisi lebar) beban 50gr


sudut 15

F2

Massa balok gesek = (gr)


Dimensi balok gesek:

3 cm

5,2 cm

7,1 cm

1. Gambarkan gaya-gaya yang bekerja pada balok dan tentukan koefisien gesek
(static dan kinetic) untuk jenis permukaan gesek.
Petunjuk : untuk menentukan koefisien gesek dari A sampai E di bawah ini, cukup
dibuat satu gambar keseimbangan gayanya karena gambarnya sama.
Sedangkan untuk koefisien gesek dari F sampai H keseimbangan
gayanya harus dibuat tersendiri.
A. Penentuan koefisien gesek Kayu (sisi lebar) tanpa beban
12

Praktikum Fisika Dasar

B. Penentuan koefisien gesek Kayu (sisi panjang) tanpa beban

13

Praktikum Fisika Dasar

C. Penentuan koefisien gesek Karet (sisi lebar) tanpa beban

D. Penentuan koefisien gesek Kayu (sisi lebar) beban 50gr


14

Praktikum Fisika Dasar

E. Penentuan koefisien gesek Karet (sisi lebar) beban 50gr

15

Praktikum Fisika Dasar

F. Penentuan koefisien gesek Kayu (sisi lebar) beban 50gr sudut 5

G. Penentuan koefisien gesek Kayu (sisi lebar) beban 50gr sudut 10.
16

Praktikum Fisika Dasar

H. Penentuan koefisien gesek Kayu (sisi lebar) beban 50gr sudut 15

17

Praktikum Fisika Dasar

2.

Bandingkan nilai dari F1 dan F2 dari setiap percobaan dan jelaskan perbedaannya.
....................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
......................................................................................................................................
3. Bandingkan gaya F2 untuk percobaan dengan kayu, karet dan kertas.
Jelaskan terjadinya perbedaan tersebut.
....................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
......................................................................................................................................
18

Praktikum Fisika Dasar

4. Apakah beban mempengaruhi gaya gesek dan koefisien gesek?


Sesuaikan penjelasan anda dengan data hasil percobaan
....................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
......................................................................................................................................
....................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
......................................................................................................................................
5.

Apakah kemiringan mempengaruhi besarnya gaya gesek dan koefisien gesek?


Sesuaikan penjelasan anda dengan data hasil percobaan.
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

6.

Apakah luas bidang gesek mempengaruhi besarnya gaya gesek dan koefisien gesek?
Sesuaikan penjelasan anda dengan data hasil percobaan.
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................

Percobaan 3

WHEATSTONE BRIDGE
I.Tujuan Percobaan
1. Menentukan resistor yang tidak diketahui pada jembatan wheatstone
19

Praktikum Fisika Dasar

2. Menentukan hambatan jenis kawat.

II.

Teori Dasar
Jembatan Wheatstone bekerja berdasarkan Hukum Khirchoff dan konsep pembagian
tegangan. Jembatan Wheatstone terdiri dari empat resistor yang terhubung seperti
ditunjukkan pada Gambar 3.1., suatu sumber tegangan terhubung ke simpul a dan c,
sedangkan ammeter G mengukur arus yg mengalir di antara simpul b dan d.

Gambar 3.1.Rangkaian dasar dari Jembatan Wheatstone.

Hukum kedua Kirchhoff menunjukkan bahwa pemberian tegangan antara a dan c


menyebabkan penurunan potensial listrik yang sama di kaki a - b - c dan a-d -c. Kedua kaki
berfungsi sebagai pembagi tegangan. Besar potensial listrik di simpul b dan d bergantung
pada perbandingan resistor sepanjang kaki masing-masing, yakni

(3.1)
Jika perbandingan resistor diatur sedemikian rupa sehingga besar potensial listrik V b dan Vd
adalah sama, maka arus yang mengalir melalui ammeter menjadi nol. Pendeteksian arus
nol ini dapat dilakukan dengan mudah dan bisa dilakukan dengan galvanometer sederhana.
Akan tetapi, besar potensial listrik Vb dan Vd tidak sama maka dapat terjadi aliran arus listrik
yang besar pada ammeter. Jika kondisi kesetimbangan terjadi, maka dari pers. (3.1) dapat
diperoleh:
(3.2.)

(3.3)
Jika ketiga resistor diketahui nilainya, maka satu resistor lainnya, misalnya R3, dapat
dihitung dari:

20

Praktikum Fisika Dasar

(3.4)
Untuk mendapatkan kondisi kesetimbangan dalam Jembatan Wheatstone tersebut maka
resistor di kaki a - b - c, yakni R 1 dan R2, harus bisa diubah-ubah nilainya. Biasanya kedua
resistor tersebut digantikan dengan sebuah potensiometer dalam bentuk kawat, seperti
ditunjukkan pada Gambar 3.2. Kontak penggeser dapat digeser-geser sepanjang kawat
sehingga Vb = Vd. Dengan demikian, rasio hambatan kawat geser R 1/R2 di atas dapat
dinyatakan dengan perbandingan panjangnya l1/l2.
Jembatan Wheatstone ini dapat diterapkan untuk menentukan hambatan yang tidak
diketahui nilainya dengan akurasi yang tinggi. Salah satunya adalah untuk menentukan
hambatan dan hambatan jenis dari suatu kawat. Dalam hal ini, R 3 digantikan kawat yang
diketahui panjang dan luas penampangnya. Hambatan kawat dan hambatan jenis terhubung
oleh
(3.5)
dimana adalah hambatan jenis, l adalah panjang kawat, dan A adalah penampang kawat.

(a)

(b)
Gambar 3.2..(a) Setup eksperimental jembatan Wheatstone dengan menggunakan potensiometer berbentuk kawat dan
(b) rangkaian ekivalennya.

III.

Alat-alat dan bahan


7.
8.
9.

1
1 Resistor board
1 Slide wire measurement bridge
1 Connection box
1 Catu daya
PHYWE Power supply

06108-00
07182-00
06030-23
13502-93

16.
17.
18.
19.
20.

1 Kabel, 32 A, 1000 mm, biru


1 Resistor 1 Ohm 2%, 2W, G1
1 Resistor 2 Ohm 2%, 2W, G1
1 Resistor 5 Ohm 2%, 2W, G1
1 Resistor 10 Ohm, 1W, G1

07363-04
06055-10
06055-20
06055-50
39104-01

21

Praktikum Fisika Dasar


10.
11.
12.
13.
14.
15.

IV.

DC: 5 V, 1 A; 15 V, 0.2 A
1 Digital multimeter 2005
1 Kabel, 32 A, 500 mm, merah
2 Kabel, 32 A, 1000 mm, merah
1 Kabel, 32 A, 500 mm, kuning
2 Kabel, 32 A, 1000 mm, kuning
1 Kabel, 32 A, 500 mm, biru

07129-00
07361-01
07363-01
07361-02
07363-02
07361-04

21.
22.
23.
24.
25.
26.

1 Resistor 47 Ohm, 1W, G1


1 Resistor 100 Ohm, 1W, G1
1 Resistor 150 Ohm, 1W, G1
1 Resistor 220 Ohm, 1W, G1
1 Resistor 330 Ohm, 1W, G1
1 Resistor 680 Ohm, 1W, G1

39104-62
39104-63
39104-10
39104-64
39104-13
39104-17

27.1 Selotip; Adhesive tape, opague

Set-up dan prosedur


A. Penentuan nilai resistor yang tidak diketahui
1

Set-uprangkaian seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3.2.b. Gunakan kotak


sambungan (connection box) untuk menempatkan resistor yang tidak diketahui
nilainya (Rx), dalam set-up ini R1, dan resistor kombinasinya yang telah diketahui
nilainya (RC=330 Ohm), dalam set-up ini R2. Foto dalam Gambar 3.3. memberikan
contoh bagaimana susunan pada kotak sambungan tersebut.

Hubungkan resistor tersebut ke keluaran (output) catu daya (dengan menggunakan


kabel pendek berwarna merah dan biru, 15V / 0,2A). Gunakan kabel yang serupa
untuk menghubungkan kedua resistor tersebut ke potensiometer kawat geser (slide
wire measurement bridge).

Hubungkan titik di antara kedua resistor tersebut (Rx dan RC) dengan salah satu titik
masukan dari ammeter G (skala mA, mode DC) dengan kabel (warna kuning).

Hubungkan satu titik masukan lain dari ammeter G dengan penggeser (slider) dari
potensiometer kawat geser.

Gambar 3.3. Set-up dari kaki bagian atas jembatan Wheatstone dalam Gambar 3.2.(b),
dengan hambatanyang tidak diketahui Rx1.

28. Atur penggeser (slider) dari potensiometer kawat geser sehingga ammeter
menunjukan arus nol. Posisi penggeser bergantung pada rasio kedua resistor
tersebut. Jika tidak bisa ditemukan posisi yang menghasilkan bacaan ammeter
menjadi nol, berarti kemungkinan rasio kedua resistor tersebut terlalu besar.
Gantilah resistor kombinasi (RC) dengan resistor lain yang bisa menghasilkan rasio
lebih kecil.
29. Catat bacaan posisi penggeser l1 pada papan penggaris dan posisi l2 (= 100 cm - l1).
30. Ulangi tahap (1)-(6) untuk Rx yang lainnya.
31. Catat hasilnya pada tabel 3.1.
Catatan:

Catu daya yang digunakan dapat menghasilkan arus hingga 0,2 A pada tegangan 15 V.
Karena resistor yang digunakan bernilai kecil, untuk menghindari arus yang terlalu besar
dan dapat merusak catu daya itu sendiri, mulailah gunakan tegangan keluaran yang tidak
terlalu besar, misalnya 3V. Jika indikator LED hijau yang ada di atas konektor output terlihat

22

Praktikum Fisika Dasar


meredup, kurangi nilai tegangan keluaran. Jika tidak, nilai tegangan keluaran dapat
dinaikkan lagi.

Karena arus yang mengalir lewat ammeter bisa cukup besar, selalu mulai mengukur dari
skala terbesarnya dan kemudian berpindah ke skala yang lebih kecil secara bertahap.
Nilai hambatan Rx didapat dari:

Rx Rc

l1
l2

TUGAS
1

Buatlah tabel dari data dan perhitungan yang telah diperoleh seperti contoh Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Tabel untuk data yang diperoleh dari percobaan A.

Labellin
g

Rc
()

l1
(mm)

l2
(mm)

Rx

Actual Rx ()

Deviation ( %)

()

Rx1
Rx2
Rx2

Bandingkan data Rx hasil pengukuran langsung dengan Actual Rx (nilai nominal


hambatan) dan berikan kesimpulan !
......................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

B. Penentuan resistivitas listrik CuNi.


Salah satu manfaat dari jembatan Wheatstone adalah memungkinan untuk menentukan
resistansi rendah secara tepat. Dalam percobaan yang ini, hambatan dan hambatan
jenis beberapa kawat dengan diameter bervariasi (dan panjang l = 100 cm) harus diukur.
1

Untuk tujuan ini, susunlah rangkaian seperti dalam percobaan A, tetapi resistor R C
diganti dengan resistor dengan nilai sekitar 1 dan resistor Rx diganti dengan
kawat CuNi44 (No. 1)(seperti terlihat pada Gambar 3.4 dan 3.5).

Jika rangkaian sudah benar, rangkaian diberi tegangan dari catu daya. Karena nilai
hambatan kawat sangat kecil, mulailah dari tegangan yang tidak terlalu besar.
Perhatikan indikator lampu pada catu daya. Jika meredup, perkecillah nilai
tegangan keluarannya.

Geser posisi slider sehingga kondisi setimbang, yakni ammeter menunjukkan nilai
nol.
23

Praktikum Fisika Dasar

Catat posisi slider l1 (serta l2)

Ulangi pengukuran untuk kawat lainnya, yakni CuNi44 kawat no 2, 3 dan 5, hasilnya
tabelkan pada tabel 3.2.

Gambar 3.4. Set-up kotak sambungan untuk rangkaian Jembatan Wheatstone dengan papan kawat hambatan.

Gambar 3.5. Set-up experimental dengan menggunakan papan kawat hambatan.

TUGAS
1 Buatlah tabel untuk data hasil pengukuran dan hitung hambatan masing-,masing
kawat seperti contoh Tabel 3.2.
Tabel 3.2. Tabel data hasil pengukuran dari percobaan B
Diame
ter
d
(mm)
1
0,7
0,5
0,35
6

l1
(mm)

l2
(mm)

R ()

A(m
m2)

l/A
(mm/
mm2)

Hitunglah nilai hambatan jenis dari masing-masing kawat secara langsung.


Hitunglah nilai rata-ratanya. Gunakan persamaan 3.6.

(3.6.)
24

Praktikum Fisika Dasar

d1
Untuk
...............................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
.................................................................................................................................
...............................................................................................................................
.................................................................................................................................

d 0,7
Untuk
...............................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
.................................................................................................................................

d 0,5
Untuk
...............................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
..................................................................................................................................

d 0,35
Untuk
...............................................................................................................................
.................................................................................................................................
...............................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
25

Praktikum Fisika Dasar

......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
.................................................................................................................................

ratarata
...............................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
.................................................................................................................................
7

Tentukanlah nilai hambatan jenis dengan cara tidak langsung.


Petunjuk :
a. Plot sebuah persamaan linier dengan R sebagai sumbu vertikal dan l/A sebagai
sumbu horisontal.
R
()

l/A (mm/m2)
b. Gunakan add trend line linier pada excel untuk mendapatkan persamaan
garisnya.
Petunjuk : Persamaan garis yang diperoleh berbentuk y = ax, identic dengan

R
persamaan

l
A

, sehingga nilai a =

Tuliskan persamaannya : ...........................................................................


Tentukan hambatan jenisnya : ...................................................................
c. Bandingkan hambatan jenis hasil perhitungan dan hasil dari grafik.
........................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
26

Praktikum Fisika Dasar

...............................................................................................................................
...........................................................................................................................
Catatan

Umumnya, presisi hasil pengukuran menurun jika posisi penggeser (slider) terlalu ke ujung.
Untuk hasil terbaik, carilah kondisi agar posisi slider di sekitar pertengahan kawat dengan
mengganti resistor Rc yang paling cocok.

REFERENSI

PHY-WE, University Laboratory Experimens, Edition 2014/2015, Laws of Lenses and


Optical Instruments, PHYWE Systeme GmbH & Co. KG.
Sears Zemansky, Fisika Untuk Universitas 1, Mekanika, Panas, Bunyi.1962, Jakarta.
Sears Zemansky, Fisika untuk Universitas 2, Listrik. Magnet, 1962, Trimitra Mandiri,
Jakarta.

27