Anda di halaman 1dari 14

TUGAS DESAIN DAN REKAYASA PRODUK

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Desain dan Rekayasa Produk

Disusun Oleh
Kelompok :
Nama / NPM

: Iik Nuralam / 10070212055


M. Widi Eka / 10070212054

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2015 M / 1436 H
BAB I
1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah


Pada saat ini kita tidak dapat memungkiri bahwa pada saat bekerja laptop

adalah hal yang sangat membantu untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun


sebagian besar pengguna laptop tidak menyadari pentingnya kipas pendingin CPU
ini. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau bahkan ketidak pedulian
pengguna kepada pentingnya komponen ini. Jadi sangatlah penting untuk
mengetahui fungsi kipas pendingin pada CPU karena komponen ini adalah otak
dari laptop kita. Panas yang berlebih juga dapat mengakibatkan kerusakan pada
sistem atau bahkan menyebabkan tidak berfungsinya sama sekali laptop. Oleh
karena itu laptop juga sering ditambahkan pendingin extra yang diletakkan
dibawah sebagai dudukan laptop atau yang sering kita dengar cooling pad.
Cooling pad adalah kipas yang terdapat di luar casing laptop, fan ini
membantu saat kita menggunakannya untuk beberapa waktu lamanya, maka
laptop tersebut akan menimbulkan panas pada beberapa bagian komponennya.
Untuk mendinginkan komponen tersebut serta untuk menghindari panas yang
berlebih maka digunakan kipas dalam komputer. Komponen pendingin yang
utama dalam komputer adalah kipas pendingin pada CPU (Prosesor). Jika panas
yang dihasilkan tidak dapat diatasi maka dapat menyebabkan kerusakan yang
serius pada beberapa komponen komputer. Meskipun komputer telah dirancang
sedemikian rupa, namun kipas pendingin tetaplah diperlukan untuk menangkis
panas yang dihasilkan oleh komponen-komponen komputer. Fungsi utama dari
sebuah kipas komputer adalah mengeluarkan panas dan menggantinya dengan
udara segar ke dalam sistem. Oleh karena itu kipas pendingin untuk CPU didesain
dan telah terbukti mampu meredam panas yang dihasilkan oleh CPU walaupun
komputer dioperasikan dalam jangka waktu yang lama.
Sudah banyak pembuat cooling pad eksternal dengan berbagai model dan
variasi dengan harga yang ekonomis,mereka menggunakan colokan USB untuk
menghidupkan pan pendingin tersebut. Padahal saat colokan USB tersebut
dimasukan ke USB laptop akan menimbulkan panas pada laptop. Jadi tidak ada

perbedaan yang berarti dalam mendinginkan, bahkan membuat laptop menjadi


panas. Dari hal tersebut kita akan memperbaiki dengan membuat alternatif energi
untuk menghidupkan pan dari batu batre,agar pan pendingin bekerja dengan
maksimal dan laptop tidak terbebani dengan tambahan power yang digunakan saat
menyambungkan cooling pad.
1.2

Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan cooling pad ?
b. Bagaimana merekayasa produk cooling pad untuk menghemat daya dan
memperpanjang umur baterai pada laptop ?
c. Bagaimana memaksimalkan cooling pad dengan menggunakan batu
baterai ?

1.3

Maksud dan Tujuan


a. Mengetahui produk dan fungsi cooling pad.
b. Mengetahui cara merekayasa produk coolimg pad dengan menggunakan
batu baterai.
c. Mengetahui

cara

memaksimalkan

fungsi

cooling

pad

dengan

menggunakan batu baterai.


1.4

Manfaat Penelitian
a. Mengetahui pembuatan sumber daya terpisah pada cooling pad untuk
tidak disambungkan ke port USB laptop, untuk menghemat daya laptop
dan memperpanjang umur baterai laptop.
b. Memaksimalkan daya hisap ke bawah, gunanya untuk menghisap dan
membuang udara panas yang dihasilkan dari bagian bawah laptop cooling
pad.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Produk

Produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk


merupakan hasil dari suatu perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk di
konsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari
perusahaannya. Suatu produk harus memiliki keunggulan dari produk-produk
yang lain baik dari segi kualitas, desain, bentuk, ukuran, kemasan, pelayanan,
garansi, dan rasa agar dapat menarik minat konsumen untuk mencoba dan
membeli produk tersebut.
Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong, (2001: 346)
adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan
perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan
atau kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari
produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai
tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen,
sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang
dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting
oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.
2.2 Atribut Produk
Menurut Kotler & Armstrong (2001:354) beberapa atribut yang
menyertai dan melengkapi produk (karakteristik atribut produk) adalah:
Merek (branding)
Merek (brand) adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau
kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi
produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk
pesaing. Pemberian merek merupakan masalah pokok dalam strategi produk.
Pemberian merek itu mahal dan memakan waktu, serta dapat membuat produk itu
berhasil atau gagal. Nama merek yang baik dapat menambah keberhasilan yang
besar pada produk (Kotler & Armstrong, 2001:360
Pengemasan (packing)
Pengemasan

(packing) adalah kegiatan merancang dan membuat

wadah atau pembungkus suatu produk.


Kualitas Produk (Product Quality)
4

Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu produk


untuk

melaksanakan

ketepatan
lainnya.

fungsinya

kemudahan operasi
Untuk

meliputi,

daya

dan perbaikan,

meningkatkan

kualitas

tahan

serta

produk

keandalan,

atribut

bernilai

perusahaan

dapat

menerapkan program Total Quality Manajemen (TQM)". Selain mengurangi


kerusakan produk, tujuan pokok kualitas total adalah untuk meningkatkan
nilai pelanggan.
a. Tingkatan Produk.
Pada dasarnya tingkatan produk adalah sebagai berikut:

Produk Inti (Core Product)


Produk inti terdiri dari manfaat inti untuk pemecahan masalah yang

dicari konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa

Produk Aktual (Actual Product)


Seorang perencana produk harus menciptakan produk aktual (actual

product)

disekitar

diantaranya,

produk

tingkat

inti.

kualitas,

Karakteristik
nama

dari

merek,

produk

aktual

kemasan

yang

dikombinasikan dengan cermat untuk menyampaikan manfaat inti (Kotler &


Armstrong, 2001:348).

Produk Tambahan
Produk tambahan harus diwujudkan dengan menawarkan jasa

pelayanan

tambahan

untuk

memuaskan

konsumen,

misalnya

dengan

menanggapi dengan baik claim dari konsumen dan melayani konsumen


lewat telepon jika konsumen mempunyai masalah atau pertanyaan. (Kotler &
Armstrong, 2001: 349).
b. Klasifikasi Produk.
Menurut Fandy Tjiptono

(2000:98)

klasifikasi

produk

bisa

dilakukan atas berbagai macam sudut pandang. Berdasarkan berwujud


tidaknya, produk dapat diklasifikasikan

kedalam dua kelompok utama yaitu

barang dan jasa. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam barang,
yaitu:

Barang Tidak Tahan Lama (Nondurable Goods)

Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis
dikonsumsi dalam

satu atau beberapa kali pemakaian. Contohnya

adalah sabun, minuman dan makanan ringan, kapur tulis, gula dan
garam.

Barang Tahan Lama (Durable Goods)

Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa


bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian
normal adalah satu tahun atau lebih). Contohnya antara lain TV, lemari es, mobil dan
komputer.
Selain

berdasarkan

daya

tahannya,

produk pada umumnya juga

diklasifikasikan berdasarkan siapa konsumennya dan untuk apa produk tersebut


dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini, produk dapat dibedakan menjadi barang
konsumen (costumer's

goods)

dan

barang

industri (industrial's goods).

Barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen


akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan

untuk

tujuan

bisnis.

Umumnya barang konsumen dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu:


Convinience Goods
Convinience goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki
frekuensi pembelian tinggi (sering beli), dibutuhkan dalam waktu
segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil)
dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya sabun, pasta gigi,
baterai, makanan, minuman, majalah, surat kabar, payung dan jas
hujan.
Shopping Goods
Shopping goods adalah barang-barang dalam proses

pemilihan dan

pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai


alternatif yang tersedia. Kriteria perbandingan tersebut meliputi harga,
kualitas dan model masing-masing barang. Contohnya alat-alat rumah
tangga (TV, mesin cuci tape recorder), furniture (mebel), pakaian.
Specially Goods
Specially goods adalah barang-barang yang memiliki karakteristik dan

identifikasi merek yang unik di mana sekelompok konsumen bersedia


melakukan usaha khusus untuk membelinya. Contohnya adalah
barang-barang mewah dengan merek dan model spesifik.
Unsought Goods
Unsought goods merupakan barang-barang yang diketahui konsumen atau
kalaupun sudah diketahui tetapi pada umumnya belum terfikirkan untuk
membelinya. Contohnya asuransi jiwa, batu nisan, tanah kuburan
(Tjiptono, 2000 : 99-100 ).

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian


Pada

pembuatan

rekyasa

produk

colling

pad

dilakukan

dengan

menggunakan metode. Berikut merupakan alur metode pembuatan produknya yang


ditampilkan pada gambar berikut ini.

Adapun hasil uraian rekayasa produk berdasarkan metode tersebut yaitu


dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Komponen-komponen yang terdapat pada Colling Pad
8

Baling baling
Dinamo
Baut
Kabel
Dudukan Batre
Body bagian atas dan bawah
Stop kontak ON/OFF
Batre

b. Pengertian fungsi setiap komponen


Baling baling
menyedot suhu panas dari dalam bodi laptop dengan menggunakan baling
baling kecil yang biasanya ditempatkan tepat di bawah perangka

Dinamo
Fungsi dinamo yaitu piranti yang merubah energi listrik menjadi energi

gerak putar (mengubah energi listrik menjadi energi gerak.

Baut
sebagai pengikat (fastener) untuk menahan dua obyek bersama

Kabel
kabel merupakan sarana untuk menghantarkan listrik..menggunakan jenis

kabel NYAF. Kabel lentur ini digunakan untuk instalasi perangkat-perangkat


elektronik dan listrik yang membutuhkan fleksibilitas tinggi. Contoh penggunaan
kabel ini dapat dilihat pada panel kontrol telekomunikasi, baterai, dan panel
transmisi.

Dudukan Batre

Body bagian atas dan bawah

10

Saklar ON/OFF
Saklar atau switch adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai penghubung

dan pemutus arus listrik. Dalam rangkaian elektronika dan rangkaian listrik saklar
berfungsi sebagai pemutus dan penghubung arus listrik. Ketika kondisi saklar off
(open circuit) maka arus listrik yang tadinya mengalir melalui saklar akan
terputus, demikian juga sebaliknya yakni jika kondisi saklar on (close circuit)
maka arus listrik akan kembali mengalir melewati saklar tersebut.

Baterai
Baterai adalah sebuah sel listrik dimana di dalamnya berlangsung proses

elektrokimia yang reversibel (dapat berbalikan) dengan efisiensinya yang tinggi.


Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel, adalah di dalam baterai
dapat berlangsung proses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik (proses
pengosongan), dan sebaliknya dari tenaga listrik menjadi tenaga kimia, pengisian
11

kembali dengan cara regenerasi dari elektroda-elektroda yang dipakai, yaitu


dengan melewatkan arus listrik dalam arah (polaritas) yang berlawanan di dalam
sel.

3.2 Hasil Penelitian


Cooling pad merupakan alat yang digunakan sebagai tempat berfungsinya
laptop pada saat dinyalakan untuk menstabilkan ketahanan panasanya. Cooling pad
digunakan saat laptop dinyalakan dengan cara memasukan kabel port terhadap
lubang USB. Sehingga, cooling pad dapat difungsikan dengan bantuan daya dari
laptop itu sendiri. Pada metode penelitian ini mencoba merekayasa cooling pad
dengan menggunakan tenaga alternatif batu baterai. Hal ini dilakukan agar lebih
memudahkan fungsi dari colling pad itu sendiri. Selain itu, digunakan juga untuk
menghemat daya laptop dan memperpanjang umur baterai laptop. Dengan adanya
rekayasa produk cooling pad maka, dapat Memaksimalkan daya hisap ke bawah,
gunanya untuk menghisap dan membuang udara panas yang dihasilkan dari
bagian bawah laptop cooling pad. Sehingga colling pad dapat menjadi produk
tenaga alternatif.

12

BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan rekayasa produk yang telah dilakukan pada produk cooling


pad maka, dapat disimpulkan. Dengan adanya perekayasaan produk pada alat
colling pad dengan menggunakan tenaga alternatif batu batrei. Produk tersebut
akan memliki fungsi yang lebih dimana penggunaan colling pad tidak lagi
menggunakan USB pada laptop atau perangkat yang menggunakan colling pad
lainnya. Melainkan penggunaannya langsung pada colling pad itu sendiri dengan
menggunakan tenaga batu baterai.
Dengan adanya produk tersebut diharapkan penggunaan colling pad akan
lebih praktis. Selain itu juga dapat menghemat perangkat penggunanya sepertti
laptop. Sebab dengan adanya penghematan baterai laptop akan lebih lama waktu
daya yang diperlukan oleh perangkat laptop ataupun perangkat lainnya.

13

DAFTAR PUSTAKA

[ONLINE] Rizky, Akbar 2011 dalam:


https://www.google.co.id/search?
q=rekayasa+produk&oq=rekayasa+produk&aqs=chrome..69i57j0l5.10356j0
j4&sourceid=chrome&es_sm=93&ie=UTF-8 diunduh tanggal 1 April 2015.
[ONLINE] Yudha, Iyang, 2012 dalam : https://www.google.co.id/search?
q=pengertian+produk&oq=pengertian+produk&aqs=chrome..69i57.11276j0
j9&sourceid=chrome&es_sm=93&ie=UTF-8 . diunduh tanggal 1 April 2015
[ONLINE] Lusi, Pratiwi 2010 dalam :
https://www.google.co.id/search?
q=manfaat+colling+pad&oq=manfaat+colling+pad&aqs=chrome..69i57.575
7j0j9&sourceid=chrome&es_sm=93&ie=UTF-8 . diunduh tanggal 1 April
2015.

14