Anda di halaman 1dari 4

Nama: H.

Dedi Suparman
NPM : 15.1.T2.000 4
Semester : II
Jurusan : MPI

ULUMULQURAAN
BIOGERAFI 7 IMAM QIRO`AH SAB`AH ADALAH QIRO`AH
UTSMANI.
SEJARAH IMAM ASHIM RAWI HAFS
Dalam Ilmu Qiraat ada sepuluh Imam Qiraat yang sangat masyhur,
bacaan mereka disepakati oleh Ulama Qiraat sebagai bacaan yang
mutawatir, artinya bacaan yang betul-betul asli berasal dari nabi
Muhammad dari malaikat Jibril dari Allah. Sepuluh Imam Qiraaat
tersebut ialah : 1. Nafi bin Abi Nuaim al-Ashbihani. 2. Ibn Katsir,
Abdullah bin Katsir al-Makki. 3. Abu Amr , Zaban bin al-Ala. 4. Ibn
Amir Abdullah bin Amir as-Syami. 5. Ashim bin Abi an-Najud. 6.
Hamzah bin Habib az-Zayyat. 7. KisaI, Ali bin Hamzah. 8. Abu Jafar,
Yazid bin al-Qaqa. 9. Yaqub al-Hadlrami dan 10. Khalaf al-bazzar (alBazzaz). Setiap Imam tersebut mempunyai banyak murid. Di antara
mereka ada murid kenamaan yang sangat mahir meriwayatkan bacaan
Al-Quran dari imam-imam mereka atau murid-muridnya.
Dalam perjalanan waktu, dan karena seleksi ilmiah dan alamiah,
muncul nama-nama yang akhirnya dijadikan sebagai referensi yang
sangat valid dan sangat dipercaya sebagai bacaan yang merefleksikan
bacaan Imam-Imam qiraat sebagaimana di atas. Mereka yang disebut
sebagai para perawi dari Imam-Imam sepuluh adalah : 1. Nafi kedua
perawinya : Qalun dan Warsy. 2. Ibn Katsir : al-Bazzi dan Qunbul. 3. Abu
Amr : ad-Duri dan as-Susi. 4. Ibn Amir : Hisyam dan Ibn Dzakwan. 5.
Ashim: Syubah dan Hafsh. 6. Hamzah : Khalaf dan Khallad. 7. Al-KisaI
: Abu al-Harits dan ad-Duri al-Kisai. 8. Abu Jafar : Ibn Jammaz dan Ibn
Wardan. 9. Yaqub : Rauh dan Ruwais. 10. Khalaf : Ishaq dan Idris. Yang
akan kita bicarakan disini adalah Imam Hafsh perawi utama Imam
Ashim. Riwayat Hidup Imam Hafsh. Namanya Hafsh bin Sulaiman bin
al-Mughirah, Abu Umar bin Abi Dawud al-Asadi al-Kufi al-Ghadliri alBazzaz. Beliau lahir pada tahun 90 H. Pada masa mudanya beliau
belajar langsung kepada Imam Ashim yang juga menjadi bapak tirinya
sendiri. Hafsh tidak cukup mengkhatamkan Al-Quran satu kali tapi dia
mengkhatamkan Al-Quran hingga beberapa kali, sehingga Hafsh
sangat mahir dengan Qiraat Ashim. Sangatlah beralasan jika Yahya
bin Main mengatakan bahwa : riwayat yang sahih dari Imam Ashim
adalah riwayatnya Hafsh. Abu Hasyim ar-RifaI juga mengatakan
bahwa Hafsh adalah orang yang paling mengetahui bacaan Imam
Ashim. Imam adz-Dzahabi memberikan penilaian yang sama bahwa
dalam penguasaan materi Qiraat, Hafsh adalah merupakan seorang
yang tsiqah (terpercaya) dan tsabt (mantap). Sebenarnya Imam Ashim
juga mempunyai murid-murid kenamaan lainnya, salah satu dari
mereka yang akhirnya menjadi perawi yang masyhur adalah Syubah
Abu bakar bin al-Ayyasy. Hanya saja para ulama lebih banyak

Nama: H. Dedi Suparman


NPM : 15.1.T2.000 4
Semester : II
Jurusan : MPI
mengunggulkan Hafsh daripada Syubah. Imam Ibn al-Jazari dalam
kitabnya Ghayah an-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra tidak
menyebutkan guru-guru Hafsh kecuali Imam Ashim saja. Sementara
murid-murid beliau tidak terhitung banyaknya, mengingat beliau
mengajarkan Al-Quran dalam rentang waktu yang demikian lama. Di
antara murid-murid Hafsh adalah : Husein bin Muhammad al-Murudzi,
Hamzah bin Qasim al-Ahwal, Sulaiman bin Dawud az-Zahrani, Hamd
bin Abi Utsman ad-Daqqaq, al-Abbas bin al-Fadl ash-Shaffar,
Abdurrahman bin Muhamad bin Waqid, Muhammad bin al-fadl Zarqan,
Amr bin ash-Shabbah, Ubaid bin ash-Shabbah, Hubairah bin
Muhammad at-Tammar, Abu Syuaib al-Qawwas, al-Fadl bin Yahya bin
Syahi, al-Husain bin Ali al-Jufi, Ahmad bin Jubair al-Inthaqi dan lain-lain.
Hafsh memang seorang yang menghabiskan umurnya untuk
berkhidmah kepada Al-Quran. Setelah puas menimba ilmu Qiraat
kepada Imam Ashim, beliau berkelana ke beberapa negeri antara lain
Baghdad yang merupakan Ibukota negara pada saat itu. Kemudian
dilanjutkan pergi menuju ke Mekah. Pada kedua tempat tersebut, Hafsh
mendarmabaktikan ilmunya dengan mengajarkan ilmu Qiraat
khususnya riwayat Ashim kepada penduduk kedua negeri tersebut.
Bisa dibayangkan berapa jumlah murid di kedua tempat itu yang
menimba ilmu dari beliau. Jika kemudian riwayat Hafsh bisa melebar ke
seantero negeri, hal tersebut tidaklah aneh mengingat kedua negeri
tersebut adalah pusat keislaman pada saat itu. Sanad Bacaan Hafsh.
Sanad ( runtutan periwayatan) Imam Hafsh dari Imam Ashim berujung
kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sementara bacaan Syubah
bermuara kepada sahabat Abdullah bin Masud. Hal tersebut
dikemukakan sendiri oleh Hafsh ketika beliau mengemukakan kepada
Imam Ashim, kenapa bacaan Syubah banyak berbeda dengan
bacaannya ? padahal keduanya berguru kepada Imam yang sama yaitu
Ashim. Lalu Ashim menceritakan tentang runtutan sanad kedua rawi
tersebut. Runtutan riwayat Hafsh adalah demikian: Hafsh - Ashim Abu Abdurrahman as-Sulami- Ali bin Abi Thalib. Sementara runtutan
periwayatan Syubah adalah demikian: Syubah- Ashim- Zirr bin
Hubaisy-Abdullah bin Masud. Penyebaran Qiraat di Negeri-Negeri
Islam. Pada saat ini Qiraat yang masih hidup di tengah-tengah umat
Islam di seluruh dunia tinggal beberapa saja, yaitu : 1. Bacaan Imam
Nafi melalui riwayat Qalun masih digunakan oleh masyarakat Libia dan
Tunisia pada umumnya. Sementara riwayat Warsy masih digunakan
oleh masyarakat di Afrika Utara (al-Maghrib al-Arabi) seperti Aljazair,
Maroko, Mauritania. Sedangkan masyarakat di Sudan masih
menggunakan empat riwayat yaitu : Qalun, Warsy, ad-Duri Abu Amr,
dan Hafsh. 2. Bacaan riwayat ad-Duri Abu Amr masih banyak
digunakan oleh kaum Muslimin di Somalia, Sudan, Chad, Nigeria, dan
Afrika tengah secara umum. Pada waktu-waktu yang lalu riwayat adDuri juga digunakan oleh orang Yaman. Hal itu terbukti bahwa Tafsir

Nama: H. Dedi Suparman


NPM : 15.1.T2.000 4
Semester : II
Jurusan : MPI
Fath al-Qadir karya asy-Syaukani tulisan Al-Qurannya mengikuti
riwayat ad-Duri. Adanya riwayat ad-Duri di Yaman barangkali rembesan
dari Sudan. Mengingat hubungan kedua negera tersebut telah terjalin
sejak dahulu. 3. Bacaan Al-Quran riwayat Hafsh dari Ashim adalah
bacaan yang paling banyak tersebar di seantero dunia Islam.
1. Ibnu Amir
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby. Beliau seorang
Qadhi ( hakim ) di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu
Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. beliau adalah seorang
tabiin. belajar qiraah dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy
dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di
Damaskus pada tahun 118 H. Perawi Ibnu 'Amir :
2. Ibnu Katsir
Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir adDary al-Makky. beliau adalah imam dalam hal qiraah di Makkah,
beliau adalah seorang tabiin yang pernah hidup bersama sahabat
Abdullah ibnu Jubair, Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik.
beliau wafat di Makkah pada tahun 120 H. Perawi Ibnu Katsir : alBazy (wafat pada tahun 250 H dan Qunbul ( wafat pada tahun 291
H.
3. Ashim al-Kufy
Nama lengkapnya adalah Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut
juga dengan Ibnu Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar. beliau
adalah seorang tabiin yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di
Kufah. Perawi Ashim al-Kufy : Syubah ( wafat pada tahun 193 H )
dan Hafsah ( wafat pada tahun 180 H )
4. Abu Amr
Nama lengkapnya adalah Abu Amr Zabban ibnul Ala ibnu Ammar
al-Bashry seorang guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai
namanya dengan Yahya. menurut sebagian orang nama abu amr itu
nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Perawi
Abu Amr : ad-Dury ( wafat pada tahun 246 H ) dan as-Susy ( wafat
pada tahun 261 H )
5. Hamzah al-Kufy
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu Imarah azZayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang bekas hamba Ikrimah ibnu
Rabi at-Taimy. dipanggil dengan Ibnu Imarh. wafat di Hawan pada
masa Khalifah Abu Jafar al-Manshur tahun 156 H. Perawi Hamzah alKufy : Khalaf ( wafat tahun 229 H ) dan Khallad ( wafat tahun 220
H)
6. Imam Naf
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi ibnu Abdurrahman ibnu
Abi Naim al-Laitsy. asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi
berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al-Munawwarah.

Nama: H. Dedi Suparman


NPM : 15.1.T2.000 4
Semester : II
Jurusan : MPI
Beliau wafat pada tahun 169 H.Perawi Imam Nafi' : Qalun ( wafat
pada thn 12 H ) dan Warasy( wafat pada tahun 197 H )
7. Al-Kisaiy
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah. seorang imam nahwu
golongan Kufah. Dipanggil dengan nama Abul Hasan. menurut
sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa
pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa
di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama arRasyid pada tahun 189 H. Perawi Al-Kisaiy : Abul Harits ( wafat
pada thn 424 H ) dan ad-Dury ( wafat tahun 246 H )