Anda di halaman 1dari 48

Ketuban Pecah Dini

Stefany 11.2014.187
Pembimbing :
dr. FX Widiarso, Sp.OG

Identitas Pasien

Pasien Ny. KK

22 tahun
Islam
SD
Wiraswasta
Undaan, Kudus
G1 P0 A0
HPHT 25 Mei 2015

Suami Pasien Tn. MJK


36 tahun
Islam
Buruh

Anamnesis (09 Februari


2016)
G P A
1

Keluar air ketuban sejak jam 01.00 pagi,


disertai dengan perut terasa kencengkenceng dan mules. Lendir (+), darah (+)
ANC bidan
Riwayat Hipertensi (-), DM (-), Asma (-), dan
Anemia (-)pada saat sebelum dan selama
kehamilan.
Riwayat menstruasi teratur. Menarche 15
tahun, dysmenorrhea (-), lamanya 4 hari.
HPHT 25 Mei 2015

Anamnesis
Riwayat KB (-)
Pernikahan pertama: 1 tahun
Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas :
Hamil
ke

Usia
kehamilan

Hamil ini

Jenis
Penyulit
persalinan

Penolong

Jenis
kelamin

BB/TB
lahir

Umur
sekarang

Pemeriksaan Fisik Umum

KU & Kesadaran sakit ringan dan CM


Vital Sign
120/80 mmHg; 89x/menit reguler;
19x/menit; 36.3C
TB dan BB 146 cm, 55 kg

Mata
Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

Hidung
Septum deviasi (-), sekret (-), epistaksis (-),
pernapasan cuping hidung (-), nyeri tekan
paranasal (-)

Telinga
Normotia, nyeri tekan (-)
Kelenjar getah bening
Pembesaran (-), nyeri tekan (-)
Thorax
Simetris, pelebaran sela iga (-), suara nafas
vesikuler , ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
Tidak ada pembesaran ruang jantung, BJ I-II
regular murni, gallop (-), murmur (-)

Abdomen :
Membuncit, memanjang, TFU : 31 cm, linea
nigra (+), striae gravidarum (-), bekas luka
operasi (-)

Genitalia
Keluar cairan, lendir bersemu darah (+),
vulva tampak edema (+)

Ekstremitas
Edema tangan dan kaki (-), reflex fisiologis
(+/+), akral hangat

Pemeriksaan Obstetri

Pemeriksaan Luar

Wajah : chloasma gravidarum (-)


Payudara : puting susu menonjol,
ASI (-), nyeri (-)
Abdomen : membuncit,
memanjang, linea nigra (+), striae
gravidarum (+), bekas operasi (-)

Palpasi
Leopold I
: Bokong
Leopold II
: PUKI
Leopold III
: Kepala
Leopold IV
: Kepala sudah masuk PAP
DJJ
: 144x/menit
His
: jarang, 1-2x dalam 10 menit

Pemeriksaan dalam
Pembukaan 1 cm, KK (+), Effacement 25%
Bagian terbawah janin Kepala , Hodge I
UUK kiri lintang

Pemeriksaan Evaluasi pukul 13.15 (09


Februari 2016)
Palpasi

Tafsiran

Berat Janin = (31 cm - 12) x 155 = 2945

gr
Leopold

I :

TFU

jari

dibawah

processus

xyphoideus (31 cm), teraba bulat, lunak, dan tidak


melentingLeopold II

: PUKI

Leopold

III : kepala

Leopold

IV: divergen (kepala masuk PAP)

Auskultasi

: DJJ (+) 140 x/menit

His

: jarang, 1-2 x dalam 10 menit

Pemeriksaan
-pembukaan
-bagian
-UUK

dalam (VT)

1cm, KK (+), effacement 25%

bawah janin kepala, hodge I

Pemeriksaan Penunjang

Hemoglobin 11,9g/dL (N: 11,7 15,5)


Leukosit
8,33 ribu
(N: 3.600 11.000)
Eosinofil%
0,40%
(N: 1-3)
Basofil%
0,20 %
(N: 0-1)
Neutrofil %
70.40 %
(N: 50-70)
Limfosit%
24.40 %
(N: 25-40)
Monosit%
4,60 %
(N: 2-8)
MCV
85fL
(N: 80-100)
MCH
29 pg
(N: 26-34)
MCHC
34 g/dL
(N: 32-36)
Hematokrit
35,10 %
(N: 30-43)
Trombosit
202.000
(N: 150.000-440.000)
Eritrosit
4,2 juta
(N: 3,8 5,2)
RDW
14,5 %
(N: 11,5 - 14,5)
PDW
15,9 %
(N: 10-18)
MPV 12,3 fL
(N: 6,8 10)
Golongan darah/Rh
B/+
Waktu perdarahan/BT
5.00 menit
(N: 1-3)
Waktu pembekuan/CT
1.00 menit
(N: 2-6)
HbsAg
Negatif
(N: Negatif )

Ringkasan
OS

berumur 22 tahun GIP0A0 mengaku hamil 41

minggu, datang dengan keluhan air ketuban


pecah diserati perut terasa kenceng-kenceng
sejak jam 01.00 pagi hari. Selain itu pasien juga
mengatakan keluar lendir beserta darah dari
jalan lahir, merupakan kehamilan yang pertama.
Mual dan muntah (-), pusing (-), mata berkunang
atau penglihatan kabur (-). BAB dan BAK lancar.
Rutin memeriksakan kehamilannya ke bidan.
Hipertensi

(-),

riwayat

menstruasi teratur.

operasi

(-).

Riwayat

Menarche

: 15 Tahun

HPHT

: 25 Mei 2015

HPL

: 02 Februari 2016

Abdomen:

Tampak membuncit sesuai

masa kehamilan, tampak linea nigra.


BU (+), Nyeri tekan (-)

Palpasi:
Leopold

I: TFU 3 jari dibawah processus

xyphoideus (31 cm), teraba bulat, lunak, dan


tidak melenting.
Leopold

II

: PUKI

Leopold

III

: kepala

Leopold

IV

: kepala sudah masuk PAP

Auskultasi
His

: DJJ (+) 144 x/menit

: jarang, 1-2x dalam 10 menit

Pemeriksaan
-

pembukaan

dalam (VT) pukul 11.00

1cm,

KK

(+),

effacement 25%
-

bagian bawah janin kepala, hodge I

UUK

Pemeriksaan Evaluasi pukul 13.15 (09


Februari 2016)
Palpasi

Tafsiran

Berat Janin = (31 cm - 12) x 155 = 2945

gram
Leopold

I : TFU 3 jari dibawah processus xyphoideus

(31 cm), teraba bulat, lunak, dan tidak melenting.


Leopold

II: PUKI

Leopold

III

: kepala

Leopold

IV

: divergen (kepala masuk PAP)

Auskultasi

denyut

jantung

janin

x/menit
His

: jarang, 1-2 x dalam 10 menit

(+)

140

Pemeriksaan
-pembukaan

dalam (VT)

1cm, KK (+), effacement

25%
-bagian
-UUK

bawah janin kepala, hodge I

Diagnosis
G1P0A0,

22 tahun, hamil 41
minggu
Janin tunggal, hidup, intrauterine
Presentasi kepala, PUKI
Ketuban Pecah Dini

Rencana pengelolaan
Infus

Ringer Laktat / D5 20 tpm


Posisi miring kanan/kiri
Amoxillin 1x2 gram IV
Pengawasan 10
Gastrul tab/vagina
Pro partus normal

Prognosis
Power

: bonam
Passage
: bonam
Paasenger : bonam

Laporan partus spontan


Pasien

diposisikan litotomi, dipimpim mengejan sesuai


dengan datangnya his
Tampak perineum menonjol dan menipis, lubang anus
terbuka
Kepala janin turun menurut jalan lahir dan tampak di vulva
Tampak suboksiput berada di bawah simfisis, kepala janin
melakukan defleksi maksimal
Tangan kanan penolong menahan perineum agar tidak
terjadi robekan baru sedangkan tangan kiri penolong
menahan kepala janin
Berturut turut lahir UUB, dahi, mulut, dagu dan seluruh
kepala
Kepala janin melakukan putaran paksi luar
Kepala janin dipegang dengan kedua tangan, ditarik curam
ke arah bawah untuk melahirkan bahu depan, ditarik ke
arah atas untuk melahirkan bahu belakang

Kaitkan

jari pada ketiak janin kemudian tarik ke


bawah untuk melahirkan panggul depan dan ke arah
atas untuk melahirkan panggul belakang
Setelah seluruh badan janin dilahirkan, jalan nafas
dibersihkan dengan menghisap lendir
Bayi menangis nyaring, badan bayi kemerahan
Dilakukan pemotongan tali pusat 5 cm dari badan
janin, tali pusat diikat
Bayi diserahkan ke petugas untuk dirawat semestinya
Plasenta dilahirkan 5 menit setelah bayi lahir,
kotiledon lengkap, perdarahan 300 cc
Jalan lahir pasien dibersihkan dengan menggunakan
betadin
Tindakan selesai

Lama

persalinan : 1
jam
Keadaan Bayi :
- Bayi laki-laki,
BBL : 2640 gram,
PB : 45 cm
- APGAR Skor : 910-10

Pemeriksaan Fisik
Post partus :
Keadaan Umum :
tampak kelelahan
TD : 130/80mmHg
HR : 90 x/menit
RR : 24 x/menit
T : 36,5C

Diagnosa Post-partus:

Pengobatan post
partus :

PIA0,

IVFD

22 tahun
Post partus
spontan dengan
induksi a/i KPD

RL 20 tpm
Amoxicillin 3 x 500
mg
Ergometrin 2 x 1
tablet
Hemafort 1 x 1
tablet

Follow UP post-partus (10 Februari


2016, pukul 07.45)
S : BAK (+), BAB (-), pusing (-), demam (-), mual &
muntah (-)
O : Keadaan umum
: Baik
Kesadaran
: Compos mentis
TD : 120/80 mmHg
N
: 80 x/menit
RR : 20 x/menit
T
: 36.4 C
Thorax
: Cor = BJ I-II regular, murmur (-),
gallop (-)
Pulmo = vesikuler +/+, Rh-/-, Wh -/Mammae = putting susu menonjol, ASI +/+

Abdomen: nyeri tekan (-), bekas luka (-)


TFU : 2 jari dibawah pusat
PPV : Lochea rubra
Extremitas: edema (-/-), akral hangat
A : PIA0, 22 tahun
-Post partus spontan dengan induksi
-KPD

P : IVFD RL 20 tpm
Amoksisilin 3 x 500 gram
Ergometrin 2 x1 tablet
Hemafort 1 x 1 tablet
Tanggal 10 Februari 2016 pasien pulang

Anatomi selaput janin


Selaput ketuban :
Amnion :
membran internal
membungkus janin dan cairan
ketuban
Licin, tipis, transparan
Korion :
membran eksternal, putih dan
terbentuk vili-vili

Cairan Amnion

Jernih
Jumlahnya terus meningkat sesuai dengan masa kehamilan
sampai menjelang usia kehamilan aterm (1000 1500 ml)

Fungsi :

Proteksi perlindungan terhadap trauma dari luar


Mobilisasi memberikan ruang gerak
Homeostasis menjaga kestabilan suhu dan asambasa
Mekanik menjaga tekanan ruangan intrauterine
Pada saat persalinan membersihkan dan melicinkan
jalan lahir

Ketuban Pecah Dini


Pecahnya

ketuban sebelum inpartu / sebelum


timbulnya persalinan min. >1 jam sebelum
inpartu.
Pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu bila
diameter serviks pada primigravida < 3 cm
dan multi gravida <5cm.
Pecahnya selaput ketuban secara spontan
pada umur kehamilan > 28 minggu sebelum
waktu persalinan, dan dibagi menjadi dua :
PROM Pecahnya selaput ketuban pada
usia kehamilan > 37 minggu sebelum waktu
persalinan.
PPROM pecahnya selaput ketuban pada
usia kehamilan < 37 minggu.

Faktor Risiko:

Selaput ketuban yang kurang elastis dan tipis


Infeksi :
Chorioamnionitis, Pyelonefritis, Sistitis, Cervisitis,
Vaginitis

Kelainan kehamilan :

Cervix incompetent
Cephalo-pelvic disproportion
Peduncular abdomen (perut gantung)
Kelainan letak janin (letak sungsang)
Kehamilan ganda

Trauma dan tekanan intra abdominal


Faktor lain :
Usia ibu yang lebih tua
Multipara selaput ketuban yang terbentuk akan lebih
tipis
Merokok selama kehamilan
Defisiensi tembaga dan vitamin C
Riwayat KPD sebelumnya

Patofisiologi
Selaput

ketuban tek. internal saat persalinan dan


adanya infeksi membuat membran menjadi lemah dan
rentan.

Faktor

infeksi peningkatan aktifitas IL-1 dan PG


menghasilkan kolagenase jaringan depolimerase
kolagen pada selaput korion/ amnion selaput
ketuban tipis, lemah

Faktor

trauma dan tek.intra abdominal stress


material dan fetal peningkatan pelepasan plasental
cortikotropin releasing hormon (CRH) pembentukan
enzym matriks metalloproteinase (MMP) ketuban
pecah

Tanda dan Gejala


Tanda

dan gejala yang selalu ada ketika


terjadi ketuban pecah dini adalah
keluarnya cairan ketuban merembes
melalui vagina

Cairan

ini tidak akan berhenti atau kering


karena terus diproduksi sampai
kelahiran. Tetapi bila ibu duduk atau
berdiri, kepala janin yang sudah terletak
di bawah biasanya mengganjal atau
menyumbat kebocoran untuk sementara.

Menegakkan diagnosis
Anamnesa

-pastikan usia kehamilan


-sudah berapa lama ibu tersebut
mengalami ketuban pecah dini,
dikarenakan pada umumnya 24 jam
setelah terjadi KPD ibu akan merasakan
tanda-tanda inpartu sebagai akibat dari
rangsangan kontraksi uterus
-apa warna, konsistensi, dan bau dari
cairan yang keluar

Pemeriksaan

Fisik
-pastikan usia kehamilan, lihat tinggi
fundus

Pemeriksaan

Obstetri

INSPEKULO
Keluar

cairan dari kanalis


servikalis
Adakah dilatasi dan pendataran
serviks
Adakah prolaps tali pusat atau
ekstremitas bayi

Pemeriksaan

Penunjang
Tes Nitrazin Kertas lakmus
menjadi biru
Tes Pakis Mikroskopis
USG
Amniosentesis
C-Reactive Protein

Komplikasi

Penatalaksanaan
A. Konservatif
Antibiotik ( ampicilin atau eritromisin 4x500mg dan
metronidazol 2x500mg selama 7 hari)
Kehamilan < 32 34 minggu dirawat sampai air
ketuban tidak lagi keluar.
Kehamilan 32 37 minggu, belum inpartu, tidak ada
infeksi dexametason IM 5mg setiap 6 jam sebanyak
4x. Terminasi pada 37 minggu
Kehamilan 32 37 minggu, sudah inpartu, tidak ada
infeksi tokolitik (salbutamol), dexametason IM 5mg
setiap 6 jam sebanyak 4x dan induksi persalinan
setelah 24 jam
Kehamilan 32 37 minggu , ada infeksi
antibiotikdan lakukan induksi, nilai tanda-tanda infeksi

B. Penanganan Aktif
Kehamilan

> 37 minggu induksi


dengan oxytocin (1 amp= 10 unit)
dilarutkan dalam 1000 ml kristaloid.
Infus biasanya mengandung 10-20
unit 10.000 atau 20.000 mU atau
satu atau dua vial 1 ml yang
dicampur ke 1000 ml kristaloid
konsentrasi oxytocin 10 atau 20
mU/mL.

Dapat

pula diberikan Misoprostol 25


g-50g intravaginal tiap 6 jam
maksimal 4 kali.
Misoprostol adalah Prostaglandin E1
(pervaginam atau peroral)
Dosis pervaginamnya 25 g diulang 3-6
jam, sedangkan yang peroral 50-100 g
diulang 3-6 jam.
Misoprostol setelah diberikan
diharapkan akan menimbulkan
kontraksi dalam kurun waktu 30-60
menit, tingkat keberhasilannya
sebanding dengan oxytocin, dan
takisistol umum terjadi pada pemberian
pervaginam dengan dosis > 25 g.

Serviks

Modified Bishop Score

Dilatasi

<1

1-2

2-4

>4

(cm)
Panjang

>4

2-4

1-2

>4

-3

-2

-1/0

+1/+2

serviks
(cm)
Hodge

Konsistensi Kaku
Posisi

Sedang Lunak

Posterio Mid
r

Anterior -

Bila

< 5 lakukan pematangan serviks


dengan misoprostol, kemudian induksi
dengan oxytocin. Jika tidak berhasil
akhiri persalinan dengan seksio
sesarea.
Bila > 5 lakukan induksi persalinan
dengan oxytocin.
Bila bishop score > 9 kemungkinan
keberhasilannya tinggi.
Perempuan hamil dengan serviks yang
dilatasi 2 cm, effacement 80%,
konsistensi lunak, posisi di tengah
(mid), dengan penurunan kepala Hodge
-1 akan sukses induksinya.