Anda di halaman 1dari 7

JARINGAN SARAF

Disusun oleh:
1.Lian Artifani
2.Endarwati
3.Ara Aulia Rachman
4.Prastika Fatnamasari
5.Ulfa
6.Sri Wahyuni
7.Sri Budiyani
8.Septiani
9.Yuna Bilqis K

Jaringan Saraf
Saraf adalah serat-serat yang
menghubungkan organ-organ tubuh dengan
sistem saraf pusat (yakni otak dan sumsum
tulang belakang) dan antar bagian sistem saraf
dengan lainnya. Saraf membawa impuls dari dan
ke otak atau pusat saraf. Neuron kadang disebut
sebagai sel-sel saraf, meski istilah ini
sebenarnya kurang tepat karena banyak sekali
neuron yang tidak membentuk saraf.
Saraf adalah bagian dari
sistem saraf periferal. Saraf aferen membawa
sinyal sensorik ke sistem saraf pusat, sedangkan
saraf eferen membawa sinyal dari sistem saraf
pusat ke otot-otot dan kelenjar-kelanjar. Sinyal
tersebut seringkali disebut impuls saraf, atau
disebut potensial akson.

Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang


mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat
dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan
kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor.
Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang
berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau
dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan
tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar.
SEL SARAF
Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf
adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau
tanggapan.
Struktur Sel Saraf
Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat
sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf,
yaitu dendrit dan akson (neurit).

Dendrit berfungsi mengirimkan impuls


ke badan sel saraf, sedangkan akson
berfungsi mengirimkan impuls dari
badan sel ke jaringan lain. Akson
biasanya sangat panjang. Sebaliknya,
dendrit pendek.

Gbr. Akson yang diperbesar

Gbr. Struktur Sel Saraf

Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit.
Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson
terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel
Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang
membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran
plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah
melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak
terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat
penghantaran impuls.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3
kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf
intermediet (asosiasi).
1
.

Sel saraf sensori


Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari
reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan
sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf
sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

Sel saraf motor

Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem


saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa
tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf
motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat
pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi,
sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
Sel saraf intermediet
Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini
dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi
menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori
atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di
dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima
impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya.

Kelompok-kelompok serabut
saraf, akson dan dendrit
bergabung dalam satu
selubung dan membentuk
urat saraf. Sedangkan badan
sel saraf berkumpul
membentuk ganglion atau
simpul saraf.

Gbr. Struktur ganglion gabungan fari badan sel saraf