Anda di halaman 1dari 31

BAHAYA SEX BEBAS PADA

REMAJA

SEKS BUKANLAH HAL


YANG
SALAH UNTUK
DIBICARAKAN,
NAMUN AKAN MENJADI
SUATU
HAL YANG MERUSAK JIKA
DISALAHGUNAKAN
2

Seks
Kata beruntai 4 huruf
Arti dan makna yang
bervariasi
Topik yang paling
kontroversial
Masalah yang
Menyeramkan
tabu
Tertutup
Tidak etis
Jorok dan menjijikkan
Haram dan dosa
3

Seks
Kata yang kontroversial

sering menjadi perbincangan


tak pernah habis diperbincangkan
Tak pernah bosan diperbincangkan

Menimbulkan perilaku
munafik dalam masyarakat
Rasa ingin tahu yang besar
Tak mendapatkan informasi
yang cukup
Rasa ingin mencoba dan
merasakan
Permasalahan dalam
masyarakat

Permasalahan berkaitan dengan seks


15 % remaja usia 10-24 tahun di Indonesia
telah melakukan hubungan sex diluar nikah
(Ketua PKBI, Jumat 22/12-2006)
85% hubungan sex di usia 13-15 tahun

Dirumah
Dengan pacar
2,3 juta kasus aborsi di Indonesia / tahun
(UNPF dan BKKBN 2006)
20% oleh remaja

Kasus perkosaan di DKI Jaya meningkat dari


89 kasus pada tahun 2001 menjadi 107 pada
2002 atau naik 20,22% (Catatan akhir tahun
2002 Polda Metro Jaya)
5

17 dari 20 (85%) mahasisiwa di malang pernah


aborsi
Sumber informasi seksual remaja usia 12-18
tahun:
16% dari teman,
35 % dari film porno,
5 % dari ortu
WHO: 40-60 juta wanita usia subur yang tidak
ingin hamil melakukan aborsi / th
. PBB:Tiap hari 1800 anak di seluruh dunia yang baru
lahir sebagian besar terinfeksi HIV.
6

Fakta
Di tahun 1987 tim dari Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia meneliti perilaku seks di
kalangan siswa sekolah lanjutan tingkat atas
(SLTA) di Jakarta dan Banjarmasin
Sebanyak 2% dari total responden menyatakan pernah bersanggama
Yang berciuman, meraba-raba, atau berpelukan sambil meremas-remas
bagian tubuh tertentu (petting) lebih banyak lagi

April 1995, tim dari Universitas Diponegoro,


Semarang, dan Dinas Kesehatan Jawa Tengah juga
meneliti perilaku seks di kalangan siswa SLTA
Sekitar 10% dari 600.000 siswa SLTA di Jawa Tengah pernah melakukan
hubungan intim atau sanggama.

SEPUTAR MASALAH SEX ???


Tinjauan Aspek Medis
Sex = koitus ?
Koitus = hubungan badan
laki-laki dan wanita
Sex = pencetusan hubungan
antar individu, yang ditandai
oleh adanya daya tarik rohani
dan fisik yang menjadi dasar
kehidupan bersama antara 2
insan manusia

Hubungan bersifat
heteroseksual
Dipengaruhi oleh
Pandangan hidup
Kebudayaan
Agama
8

SEPUTAR
MASALAH SEX
Tinjauan Aspek
Medis

Organ reproduksi
wanita bagian luar

Bibir kemaluan luar


(labia mayora)
Bibir kemaluan dalam
(labia minora)
Kelentit (clitoris)
Lubang kemaluan
( vagina)
Bukit kemaluan
(mons veneris) yang
ditumbuhi oleh
rambut kemaluan
9

SEPUTAR MASALAH SEX


Tinjauan Aspek
Medis

Organ reproduksi
wanita bagian dalam

Vagina (liang
kemaluan/liang
senggama)
Mulut rahim (cervix)
Rahim (uterus)
Dua buah saluran
telur (tuba fallopi)
Dua buah indung telur
(ovarium) kanan dan
kiri.
10

SEPUTAR REMAJA
Remaja
masa peralihan dari masa kanak-kanak ke
masa dewasa
Batasan Remaja berdasar usia:

WHO

: 12-24 Tahun

DepKes : 10-19 Tahun atau Belum


menikah
BKKBN : 10-21 Tahun
Terjadi perubahan-perubahan
perubahan fisik (baik yang terlihat dari luar maupun yang tidak
kelihatan)
perubahan emosional yang tercermin dalam sikap dan tingkah laku

11

SEPUTAR REMAJA
Remaja

Masa pubertas
ditandai dengan datangnya menstruasi
(pada perempuan) atau mimpi basah
(pada laki-laki).
Hormon-hormon utama yang mengatur
perubahan ini adalah androgen pada pria
dan
estrogen
pada
wanita
yang
berhubungan
dengan
timbulnya
penampilan ciri-ciri seksual sekunder.

12

SEPUTAR REMAJA
Remaja

Menstruasi terjadi karena berkurangnya


kadar hormon progesteron dan esterogen
dalam darah.

lapisan lendir rahim akan gugur. Hanya sedikit sisa


lapisan lendir rahim yang dipertahankan.
Lapisan lendir rahim yang gugur dan mengandung
darah

dikeluarkan melalui mulut rahim dan vagina sebagai


menstruasi, yang biasanya terjadi antara 3-7 hari.
Jarak antara satu haid dengan haid berikutnya tidak
sama pada setiap orang. Adakalanya 21 hari atau
bisa juga 35 hari.
13

SEPUTAR REMAJA

Remaja harus mengerti bahwa begitu dia


mendapatkan menstruasi atau mimpi basah
maka secara fisik dia telah siap dihamili atau
menghamili

Bisa hamil atau tidaknya remaja putri bila melakukan hubungan


seksual tidak tergantung pada berapa kali dia melakukan
hubungan seksual tetapi tergantung pada kapan dia melakukan
hubungan seksual (dikaitkan dengan siklus kesuburan) dan
apakah sistem reproduksinya berfungsi dengan baik (tidak
mandul).
Banyak remaja yang tidak mengetahui akan hal ini, sehingga
mereka menyangka bahwa untuk hamil orang harus terlebih
dahulu melakukan hubungan seksual berkali-kali.

14

SE

E
B
X

S
A
B

???

BAHAYA SEKS BEBAS


28
,
is
m 6
a
K 00
2

r
be
em
s
e
DAMPAK SEX BEBAS PADA REMAJA/ AAJ/BAG HISTOLOGI FKUI

15

BAHAYA SEX BEBAS


Fakta
Di tahun 1987 tim dari Fakultas Psikologi Universitas
Indonesia meneliti perilaku seks di kalangan siswa
sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Jakarta dan
Banjarmasin
Sebanyak 2% dari total responden menyatakan pernah
bersanggama
Yang berciuman, meraba-raba, atau berpelukan sambil meremasremas bagian tubuh tertentu (petting) lebih banyak lagi

April 1995, tim dari Universitas Diponegoro, Semarang,


dan Dinas Kesehatan Jawa Tengah juga meneliti perilaku
seks di kalangan siswa SLTA
Sekitar 10% dari 600.000 siswa SLTA di Jawa Tengah pernah
melakukan hubungan intim atau sanggama.

16

BAHAYA SEX BEBAS

Penyebab

Pengaruh Negatif Media Massa


Lemahnya Keimanan
Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan
dilandasi nilai-nilai agama
Lemahnya pengawasan orang tua
Salah dalam memilih teman

17

SE

E
B
X

S
A
B

???

BAHAYA SEKS BEBAS


18

BAHAYA SEX BEBAS


Bahaya Fisik
Penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS)

PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari


seseorang kepada orang lain melalui hubungan
seksual.
hubungan seksual dengan berganti-ganti
pasangan baik melalui vagina, oral maupun
anal.
Bila tidak diobati dengan benar penyakit ini
dapat berakibat serius bagi kesehatan
reproduksi
Kemandulan
kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan
kematian.
19

Hubungan seks anal


Hubungan seks yang dilakukan dengan cara memasukkan alat
kelamin pria ke lubang dubur pasangannya. Perilaku ini dapat
menyebabkan luka pada dubur/anus
Hubungan seks oral (melalui mulut)
Perilaku seks menyimpang ini akan beresiko tertular penyakit
menular seksual, bila kebetulan ada luka di daerah mulut

20

HOMOSEKSUAL

Suatu kondisi tertentu dimana


seseorang dapat tertarik dengan
sesama jenisnya . Hubungan
perasaan yang melebihi batas
kewajaran antara laki-laki dengan
laki dinamakan GAY, jika
sebaliknya dinamakan LESBI
21

BAHAYA SEX BEBAS

Penyakit Kelamin

kencing nanah (Gonorrhoe)


raja singa (Sifilis)
herpes genitalis
limfogranuloma venereum (LGV)
kandidiasis
trikomonas vaginalis
kutil kelamin

22

DAMPAK SEX BEBAS

Tanda-tanda penyakit kelamin (Wanita)

rasa sakit/nyeri saat kencing/hubungan seksual


rasa nyeri pada perut bagian bawah
pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin
keputihan berwarna putih susu, bergumpal
rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarny
keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gat
timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual
bintil-bintil berisi cairan
lecet atau borok pada alat kelamin.

23

SIFILIS

24

GONORRHOE

25

HERPES SIMPLEKS DAN ULKUS MOLLE

26

LIMFOGRANULOMA VENEREUM

27

CANDIDIASIS VAGINA DAN CONDYLOMA


ACUMINATA

28

BAHAYA SEX BEBAS


Bahaya Fisik
Resiko kehamilan dini yang tak dikehendaki
Pada Ibu
kontraksi rahim yang lemah
ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada
keracunan kehamilan serta
kejang-kejang yang dapat menyebabkan kematian

Pada anak
Gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh pada janin
kecacatan
Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan
kuat dari ibu yang tidak menghendaki kehamilan bayi yang
dilahirkanya nanti. Sehingga masa depan anak mungkin saja
terlantar

29

BAHAYA SEX BEBAS


Bahaya Fisik
Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan
aborsi.
tindakan ilegal atau melawan hukum
sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak aman
berkontribusi kepada kematian dan kesakitan ibu.

Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan


perempuan terutama jika dilakukan secara sembarangan yaitu oleh
mereka yang tidak terlatih
Perdarahan yang terus-menerus serta infeksi yang terjadi setelah
tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan yang
melakukan aborsi
Di samping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan
sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya perasaan
bersalah dan penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi.

30

MARI KITA JADI


REMAJA YANG
MENJAGA DIRI
DARI SEKS
BEBAS DAN
HAL-HAL YANG
MERUSAK DIRI

31