Anda di halaman 1dari 4

Gawat Janin

Definisi
Gawat janin adalah keadaan pada janin, dimana janin tidak menerima Oksigen cukup,
sehingga mengalami hipoksia.
Faktor Resiko
a. Faktor ibu
a. Anemia / kekurangan Hb dalam darah
b. Hipertensi
c. Diabetes Mellitus
b. Faktor uteroplasental
Normalnya, tali pusat berdiameter antara 15-20 cm dan tebal 1,5-3 cm dengan
panjang sekitar 55 cm. Apabila ada kelainan tali pusat, akan berakibat pada gangguan
aliran ke janin. Kelainannya antara lain:
a. Tali pusat pendek
Tali pusat yang terlalu pendek dapat menimbulkan hernia umbilikalis, solusio
plasenta, persalinan tak maju, inversio uteri.
b. Tali pusat terlalu panjang
Memudahkan terjadinya lilitan tali pusat
(obstetri patofisiologi,prof.Dr.D jamhoer martaadisoebrata, Dkk. 2004 Jakarta; EGC)
c. Faktor Trauma
Benturan dapat menimbulkan edema pada plasenta sehingga menyebabkan pelepasan
pada sebagian atau semuanya.
d. Faktor pada janin
a. Infeksi
b. Malformasi
Etiologi
a. Insufisiensi uteroplasenter akut (kurangnya aliran darah uterus-plasenta dalam waktu
singkat)
a. Aktivitas uterus yang berlebihan, hipertonik uterus, pemberian oksitosin
b. Hipotensi ibu, anestesi epidural,kompresi vena kava, posisi terlentang.
c. Solusio plasenta.
d. Plasenta previa dengan pendarahan.
b. Insufisiensi uteroplasenter kronik (kurangnya aliran darah uterus-plasenta dalam
waktu lama)
a. Penyakit hipertensi
b. Diabetes melitus
c. Postmaturitas atau imaturitas

c. Kompresi (penekanan) tali pusat


Patofisiologi
Faktor Ibu Faktor Janin Faktor UterusFaktor Plasenta
Kelainan Tali Pusat Trauma

Tali Pusat Pendek penarikan saat janin bergerak solusio plasenta

Tali Pusat Panjang Lilitan hipoksia

HIPOKSIA

Stress Janin

Saraf Simpatis

Saraf parasimpatis

Melemah

Mekonium

Kegagalan Organ
Ex: Otak Cerebral Palsy

Kematian Janin

Penatalaksanaan
I. Prinsip Penanganan Gawat Janin
a. Bebaskan setiap kompresi tali pusat
b. Perbaiki aliran darah uteroplasenter
c. Menilai apakah persalinan dapat berlangsung normal atau kelahiran segera
merupakan indikasi. Rencana kelahiran (pervaginam atau perabdominam)
didasarkan pada fakjtor-faktor etiologi, kondisi janin, riwayat obstetric pasien dan
jalannya persalinan.
II. Untuk Memperbaiki Aliran Darah Uterus
Pasien dibaringkan miring sesuai arah punggung janin agar sirkulasi janin dan
pembawaan oksigen dari ibu ke janin lebih lancer Berikan oksigen sebagai
antisipasi terjadinya hipoksia janin Hentikan infuse oksitosin jika sedang diberikan
infuse oksitosin, karena dapat mengakibatkan peningkatan kontraksi uterus yang
berlanjut dan meningkat dengan resiko hipoksis janin.
III. Bila dalam 3 kali kontraksi DJJ tetap abnormal, maka perlu di pikirkan hal hal
berikut:
a. Jika terdapat perdarahan dengan nyeri yang hilang timbul atau menetap,pikirkan
kemungkinan solusio plasenta.
b. Jika terdapat tanda-tanda infeksi (demam, sekret vagina berbau tajam) berikan
c.

antibiotika.
Jika tali pusat terletak di bawah bagian bawah janin atau dalam vagina, lakukan

penanganan prolaps tali pusat


IV. Jika denyut jantung janin tetap abnormal atau jika terdapat tanda-tanda lain gawat
janin (mekonium kental pada cairan amnion), rencanakan persalinan:

a. Jika serviks telah berdilatasi dan kepala janin tidak lebih dari 1/5 di atas simfisis
pubis atau bagian teratas tulang kepala janin pada stasion 0, lakukan persalinan
dengan ekstraksi vakum atau forseps.
b. Jika serviks tidak berdilatasi penuh dan kepala janin berada lebih dari 1/5 di atas
simfisis pubis atau bagian teratas tulang kepala janin berada di atas stasion 0,
lakukan persalinan dengan seksio sesarea.