Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semakin tingginya tingkat pengangguran dan sempitnya lapangan
pekerjaan, menuntut generasi muda kita untuk mampu membuka peluang
usaha

yang

mandiri,

karena

masalah

pengangguran

termasuk

pada

masyarakat berpendidikan tinggi akan berdampak negatif terhadap stabilitas


sosial dan kemasyarakatan. Kondisi tersebut didukung pula oleh kenyataan
bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah sebagai pencari kerja
(job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Hal ini bisa
jadi disebabkan karena sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai
perguruan tinggi saat ini lebih terfokus pada bagaimana menyiapkan para
mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukannya lulusan
yang siap menciptakan pekerjaan. Salah satu cara untuk menyelesaikan
permasalahan

ini

adalah

dengan

mengajarkan

pendidikan

wirausaha

(entrepreneur) sejak dini, termasuk pula pada mahasiswa. Sehingga


diharapkan muncul lulusan yang berjiwa menciptakan lapangan pekerjaan,
tidak hanya lulusan yang siap untuk bekerja.
Akhir-akhir ini salah satu bank nasional terbesar, memberikan perhatian
khusus untuk enterpreneur muda dengan memberikan beasiswa, kompetisi
business

plan,

pendampingan

wirausaha

serta

penyusunan

modul

kewirausahaan. Ada juga beberapa tokoh pengusaha telah membentuk


beberapa

lembaga

pendidikan

dan

pelatihan

untuk

calon-calon

wirausahawan atau menumbahkan jiwa kewirausahawan misalkan Ciputra


dengan Universitas Ciputra, Purdie S Chandra dengan

Enterpreneur

University dan masih banyak lagi pelatihan dan buku-buku tentang


enterprenur.
Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan berbagai kebijakan
dan program untuk mendukung terciptanya lulusan perguruan tinggi yang
lebih siap bekerja dan menciptakan pekerjaan.
Mahasiswa (PKM) dan

Program Kreativitas

Cooperative Education (Co-op) telah banyak

15

menghasilkan alumni yang terbukti lebih kompetitif di dunia kerja, dan hasilhasil karya invosi mahasiswa melalui PKM potensial untuk

ditindaklanjuti

secara komersial menjadi sebuah embrio bisnis berbasis Ilmu Pengetahuan,


Teknologi dan Seni (Ipteks). Ada juga Program Mahasiswa Wirausaha
(Student Enterpreneur Program) yang merupakan tindak lanjut PKM dan Coop, diharapkan untuk menjembatani para mahasiswa memasuki dunia bisnis
yang nyata melalui fasilitasi start-up bussines.
Para mahasiswa adalah calon penerus bangsa yang sangat dibutuhkan
dan diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan keterampilan dan
kepemimpinannya. Kewirausahaan juga diwujudkan dalam dunia nyata yang
mungkin akan ditempuh dalam kehidupan nantinya. Harus diyakini oleh
setiap mahasiswa di mana saja, diperguruan tinggi apa
kapan pun
perguruan

saja dan sampai

juga, bahwa lulusan dari perguruan tinggi mana pun dari


tinggi negeri,

pegawai negeri

tidak

semua akan dapat tertampung sebagai

atau karyawan. Oleh karena itu setiap mahasiswa perlu

merenung dan memikirkan dengan serius yang selanjutnya mengambil sikap


positif

bahwa mempersiapkan untuk dapat bekerja secara mandiri perlu

ditanamkan. Hal ini berarti bahwa setiap mahasiswa perlu memiliki wawasan
kewirausahaan sekaligus wawasan akademik keilmuan yang harus dikuasai.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu kewirausahaan dan wirausaha ?
2. Bagaimana cara menumbuhkan jiwa wirausaha ?
3. Apa saja bisnis ynag dapat dilakukan untuk membuka suatu usaha
baru ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar penulis dan
pembaca

yangterutama

adalah

para

mahasiswa

dapat

mengetahui

pentingnya memiliki jiwa kewirausahaan, serta mendapatkan gambaran


mengenai bisnis apa saja yang bisa dilakukan dan dimulai sejak dini demi
tercapainya kesuksesan yang diinginkan.

15

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kewirausahaan
Kata kewirausahaan mungkin sudah sangat sering kita dengar, dan
mungkin beberapa dari kita juga sudah mengetahui mengena definisi
ataupun arti dari kewirausahaan. Begitu banyak pendapat-pendapat para
ahli mengenai definisi kewirausahaan ini. Secara etimologi kewirausahaan
berasal dari kata ke yang berarti yang memiliki ciri, wira yang berarti
berani dan usaha yang berarti pekerjaan, daya upaya serta perbuatan.
Dalam bahasa Inggris kewirausahaan kita kenal dengan enterpreunership.
Kata entrepreneur sendiri berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprende
yang berarti petualang, pengambil risiko, kontraktor, pengusaha (orang yang
mengusahakan suatu pekerjaan tertentu), dan pencipta yang menjual hasil
ciptaannya.
Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi
kewirausahaan, diantaranya:

Menurut

Thomas

keinovasian

dan

Zimmerer,

kreativitas

kewirausahaan

untuk

pemecahan

ialah

penerapan

masalah

dan

memanfaatkan berbagai peluang yang dihadapi orang lain setiap hari.

Robbin & Coulter mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan suatu


proses

dimana

seseorang

ataupun

suatu

kelompok

individu

menggunakan upaya yang terorganisir & sarana untuk mencari sebuah


peluang dan menciptakan suatu nilai yang tumbuh dengan memenuhi

15

kebutuhan dan keinginan melalui sebuah inovasi dan keunikan, tidak


mempedulikan apapun sumber daya yang digunakan pada saat ini.

Harvey Leibenstein menyatakan bahwa kewirausahaan mencakup


berbagai

kegiatan

yang

diperlukan

untuk

melaksanakan

dan

menciptakan perusahaan pada saat dimana pasar belum terbentuk atau


belum teridentifikasi dengan jelas, atau beberapa komponen fungsi
produksinya belum teridentifikasi secara penuh.

Menurut Soeharto Prawiro, kewirausahaan merupakan suatu nilai yang


dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan perkembangan usaha.
Jadi, pengertian kewirausahaan sebenarnya dapat dilihat dari berbagai

sumber daya yang ada di dalamnya yaitu seseorang yang membawa sumber
daya yang berupa tenaga kerja, material serta aset lainnya dalam suatu
kombinasi dan juga turut menambahkan nilai yang lebih besar dibandingkan
sebelumnya serta lebih dilekatkan lagi pada orang yang berpengaruh besar
terhadap perubahan, aturan dan inovasi yang baru.
Kewirausahaan

sering

disamakan

dengan

kewiraswastaan

yaitu

tentang usaha swasta yang ditangani sendiri menghasilkan barang atau


jasa dalam rangka mencari pendapatan atau pencaharian. Kamus bahasa
Indonesiamenyatakan
yaitu

orang

yang

memproduksi

dan

Kewirausahaan

atau

bahwa kewirausahaan menyangkut


pandai

atau

memasarkan
entrepreneur

berbakat mengenal produk baru, cara


serta

mengatur

apabila

dapat

mengelola perusahaan baru sampai berhasil.


kemampuan

wiraswastaan

modal

kerjanya.

menciptakan

Harus

dan

memiliki

tertentu seperti kemampuan manajerial, komunikasi, dan

kemampuan konseptual. Entrepreneur


mengeksplorasi

nilai

dari

adalah

sebuah ide adalah

orang

yang mampu

innovator yang menyukai

kebebasan, percaya diri, dapat memanfaatkan feed back, kreatif, bersifat


mobile, sadar akan waktu, risk-taker, dan memiliki self achievement yang
tidak diukur dari nilai uang.

15

Dari

makna

proses

entrepreneurship

menyangkut

perilaku/kepemimpinan yang bercirikan inovatif. Perilaku inovatif ini akan


bersifat strategis, apabila dapat memperkenalkan
baru

dan

pemasarannya,

peristiwa yang

serta

produk

baru,

mampu memberikan respon

metode
terhdapa

terjadi dalam masyarakat. Sedang dari sisi organisasi,

kebutuhan entrepreneurship, berbeda antara yang satu dengan yang lain,


usaha

manufaktur

akan

berbeda

dengan

usaha

jasa,

kesamaannya

bahwa entrepreneur di dalamnya menunjukkan sikap mental yang sangat


kuat. Komponen lingkungan

akan

sangat

mempengaruhi

munculnya

entrepreneur (wirausaha) semakin bervariasinya lingkungan akan semakin


besar menghasilkan wirausaha.
Wirausaha adalah suatu kegiatan yang dapat memberikan nilai
tambah terhadap

produk

atau

jasa melalui

transformasi,

kreatifitas,

inovasi, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga produk


atau

jasa

tersebut

lebih dirasakan manfaatnya

oleh

masyarakat

pengguna produk dan jasa.

2.2

Manfaat Wirausaha
Apabila kita perhatikan manfaat adanya wirausaha menurut H. Buchari

Alma antara lain:

Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi


penganguran.
Sebagai generator

pembangunan

lingkungan,

bidang

produksi,

distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan, dan sebagainya.

15

Menjadi contoh bagi anggota massyarakaat lain, sebagai pribadi


unggul yang patut dicontoh, diteladani, karena seorang wirausaha itu

adalah orang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain.
Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha

selalu menjaga dan membangun lingkungan.


Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan

sosial sesuai dengan kemampuannya.


Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur,

tekun dalam menghadapi pekerjaan.


Memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tetapi tidak

melupakan perintah-perintah agama, dekat kepada Allah SWT.


Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun
kebersihan lingkungan.
Melihat banyaknya manfaat wirausaha di atas, maka ada beberapa

darma bakti wirausaha terhadap pembangunan bangsa, yaitu:


Sebagai pengusaha, memberikan darma baktinya melancarkan proses
produksi, distribusi, dan konsumsi.
Wirausaha membantu mengatasi

kesulitan

meningkatkan pendapatan masyarakat.


Sebagai pejuang bangsa dalam bidang

lapangan

ekonomi,

kerja

dan

meningkatkan

ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan paada bangsa asing.


Demikian besar darma bakti yang dapat disumbangkan oleh wirausaha
terhadap pembangunan bangsa, namun saja orang kurang berminat
menekuni profesi tersebut. Penyebab dari kurangnya minat ini mempunyai
latar belakang pandangan negatif dalam masyarakat

terhadap profesi

wirausaha. Wirausaha ini, kegiatannya banyak bergerak dalam bidang bisnis


termasuk kegiatan perdagangan. Namun demikian saat ini masih banyak
pandangan masyarakat yang negatif pada sektor wirausaha bisnis dan
perdagangan.

2.3 Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan


Membangun jiwa kewirausahaan harus dimulai dari adanya kesadaran
bahwa jiwa kewirausahaan dapat ditumbuhkan melalui berbagai cara dan

15

strategi. Wirausaha bukan semata-mata masalah bakat (meskipun bakat


tetap merupakan faktor penting), tetapi juga sebuah motivasi, perjuangan
dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya.
Untuk mulai membangunkan jiwa

entrepreneur pada diri kita, dapat

dimulai dengan membaca atau mengenal jenis usaha dari majalah, internet
surat kabar dll, dapat juga dengan membaca biografi atau kisah sukses
pengusaha, atau juga dengan mengikuti kursus-kursus, observasi langsung
dengan pelaku bisnis.
Jiwa wirausaha atau entrepreneur dapat muncul pada diri seseorang
dikarenakan oleh beberapa faktor :
Necessity Entrepreneur yaitu menjadi wirausaha karena terpaksa dan

desakan kebutuhan hidup.


Replicative Entrepreneur, yang cenderung meniru-niru bisnis yang
sedang menaid trend sehingga rawan terhadap persaingan dan

kejatuhan.
Inovatif Entrepreneur, wirausaha inovatip yang terus berpikir kreatif
dalam melihat peluang dan meningkatkannya.
Menurut Dion (2008) dalam bukunya yang berjudul 8 Revolusi Sikap

Menjadi Entrepreneur, ditegaskan bahwa jika Anda seorang pemilik usaha


kecil yang ingin berkembang, seorang wiraswasta berprospek, seorang yang
ingin mendaki tangga karir, atau bahkan seorang yang belum memutuskan
arah

mana

yang

hendak

diambil,

maka

revolusi

sikap

menjadi

entrepreneur, perlu mendapatkan perhatian.


1. Berani mencoba (memulai)
2. Sikap terhadap uang (pengendalian dalam penggunaan uang)
3. Mematahkan mitos (untuk menjadi kaya kita harus terlahir kaya, kita
harus cemerlang secaraakademis, semua itu hanyalah keberuntungan,
latar belakang keluarga yang mapan, harus memiliki kepribadian sesuai
dengan tren yang diinginkan, kita harus muda agar kita sukses, kita
harus melakukan kejahatan agar kaya). Semua mitos tersebut hatus
dipatahkan

15

4. Kekuatan dalam sebuah kegagalan (kegagalan adalah guru yang


terbaik, kegagalan akan membuat Anda mengubah tindakan, kegagalan
akan membuat lebih berhati-hati, kegagalan membuat kita lebih
5.
6.
7.
8.

waspada
Miliki motivasi diri
Deklarasi sikap dengan perkataan.
Sadar akan kelemahan diri
Konsisten dan action.
Di samping itu ada 5 sikap dasar yang harus kita miliki dalam berusaha,

apapun jenis usaha atau pekerjaan yang harus dilakukannya.

Disiplin
Kejujuran
Tanggung jawab
Tekun dan fokus
Keseimbangan hubungan antar sesama dan Tuhan sebagai sumber
apapun.
Jangan takut untuk memulai suatu usaha, karena kendala orang

memulai usaha:

Adanya ketakutan akan rugi atau bangkrut;


Merasa tidak memiliki masa depan yang pasti jika berwirausaha;
Merasa bingung darimana memulai usaha.
Faktor itulah yang sering menyebabkan seseorang tidak jadi bergerak

untuk memulai berusaha. Saran saya, berusahalah sekecil mungkin, yang


penting jalankan ide usaha yang ada, untung dan rugi bukan urusan kita,
tugas kita hanyalah untuk berusaha.
Menurut ciputra, seorang yang memiliki semangat entrepreneur yang
mampu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas adalah :

2.4

Menciptakan peluang bukan sekedar mencari peluang


Melakukan inovasi produk
Berani melakukan resiko yang terukur.

Memulai dan Membangun Usaha Baru


15

Memulai hal yang baru akan sangat sulit terlaksana jika kita sudah
berada pada zona yang mapan, karena memulai hal yang baru

akan

menimbulkan ketidaknyamanan. Hal inilah yang menjadikan kita tidak


bergerak, karena tidak segera memulai sesuatu. Mungkin kita sudah sangat
mahir pada bidang tertentu, menguasai ilmunya namun kita jika tidak ada
keinginan untuk memulai ide tersebut akan hangus dimakan usia, atau bisa
jadi ide-ide yang gemilang tersebut dibajak atau dipergunakan oleh orang
lain. Solusinya keluarlah dari zona nyaman yang kita miliki saat ini dan
segera memulai.
Untuk orang yang punya modal (financial), namun takut untuk memulai
bisnis. Dapat diawali dengan ikut investasi atau kerjasama usaha dengan
organ lain. Dari sekedar ikut ini, diharapkan mulai mengetahui seluk beluk
dunia usaha, dan berlatih untuk untung atau rugi, sehingga diharapkan suatu
saat, jika mentalnya sudah siap, berani untuk terjun sendiri.
Memulai hal yang baru akan sangat sulit terlaksana jika kita sudah
berada pada zona yang mapan, karena memulai hal yang baru

akan

menimbulkan ketidaknyamanan. Hal inilah yang menjadikan kita tidak


bergerak, karena tidak segera memulai sesuatu. Mungkin kita sudah sangat
mahir pada bidang tertentu, menguasai ilmunya namun kita jika tidak ada
keinginan untuk memulai ide tersebut akan hangus dimakan usia, atau bisa
jadi ide-ide yang gemilang tersebut dibajak atau dipergunakan oleh orang
lain. Solusinya keluarlah dari zona nyaman yang kita miliki saat ini dan
segera memulai.
Untuk orang yang punya modal (financial), namun takut untuk memulai
bisnis. Dapat diawali dengan ikut investasi atau kerjasama usaha dengan
organ lain. Dari sekedar ikut ini, diharapkan mulai mengetahui seluk beluk
dunia usaha, dan berlatih untuk untung atau rugi, sehingga diharapkan suatu
saat, jika mentalnya sudah siap, berani untuk terjun sendiri.
Sebagai pengelola dan pemilik usaha atau pelaksana usaha kecil
wirausaha dapat memilih dan melakukan tiga cara yang dapat dilakukan oleh

15

seseorang apabila ingin memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha
yaitu :
1. Merintis usaha baru (starting)
2. Dengan membeli perusahaan orang lain (buying)
3. Kerjasama manajemen (franchising)
2.4.1 Merintis Usaha Baru (Starting)
Untuk masuk ke dalam dunia usaha, seseorang harus memiliki jiwa
wirausaha. Cara memasuki dunia usaha yang pertama adalah dengan
merintis usaha baru (starting). Metode ini terwujud dalam pembentukan dan
pendirian usaha baru dengan menggunakan modal,

ide, organisasi,

manajemen. Karena bermula dari diri sendiri, maka pembahasan mengenai


metode ini adalah yang paling luas.
Secara umum, ada 3 (tiga) bentuk usaha baru yang dapat dirintis yaitu:
Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang

dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.


Persekutuan (partnership), suatu kerjasama (asosiasi) dua orang atau

lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama.


Perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan
atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
Sesuai dengan konsep kewirausahaan, telah dikemukakan bahwa untuk

memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha.


Wirausaha adalah seseorang yang mengorganisir, mengelola, dan memiliki
keberanian menghadapi resiko. Sebagai pengelola dan pemilik usaha
(business owner manager) atau pelaksana usaha kecil (small business
operator), maka harus memiliki:
Kecakapan untuk bekerja
Kemampuan mengorganisir
Kreatif
Lebih menyukai tantangan
Menurut hasil survei Peggy Lambing:
Sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari
pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau
tempat-tempat profesional lainnya.

15

Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu


mengerjakannya

dengan

lebih

baik

berdasarkan

pengalaman

di

perusahaan sebelumnya.
Sebanyak 11% dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk
memenuhi peluang pasar.
Sedangkan sisanya sebesar 31% lagi karena hobi.
Menurut Lambing, keunggulan dari perusahaan baru datang ke pasar
adalah dapat mengindentifikasi kebutuhan pelanggan dan kemampuan
pesaing. Selain itu, ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha
untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru:
Pendekatan in-side out atau idea generation yaitu
berdasarkan gagasan
usaha.

pendekatan

sebagai kunci yang menentukan keberhasilan

Contohnya: keterampilannya sendiri, kemampuan dan latar

belakang yang dapat menentukan jenis usaha yang akan dirintis


Pendekatan the out-side in atau opportunity recognition yaitu
pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa suatu perusahaan
akan berhasil apabila merespon kebutuhan pasar
keberhasilan.

Contohnya

yaitu

melalui

sebagai kunci

pengamatan

lingkungan

(environment scanning).
Alat untuk pengembangannya yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang untuk memulai bisnis atau usaha, menurut Lambing, bersumber
dari:
Surat kabar
Laporan periodik tentang perubahan ekonomi
Jurnal perdagangan dan pameran dagang
Publikasi pemerintah
Informasi lisensi produk yang disediakan oleh broker, universitas, dan
korporasi lainnya.
Berdasarkan pendekatan in-side out, untuk memulai usaha, seseorang
calon wirausaha harus memiliki kompetensi usaha. Menurut Norman
Scarborough, kompetensi usaha yang diperlukan seorang calon wirausaha
meliputi:
Kemampuan teknik
Yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa
serta cara menyajikannya.
15

Kemampuan pemasaran
Yaitu
kemampuan tentang

bagaimana menemukan pasar dan

pelanggan serta harga yang tepat.


Kemampuan finansial
Yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh

sumber-sumber

dana dalam merintis dan mengelola usaha.

Kemampuan hubungan
Yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari, memelihara dan

mengembangkan
relasi, komunikasi dan negosiasi.
Tahapan tahapan dalam merintis usaha baru adalah sebagai berikut:
o Diawali dengan adanya ide
o Mencari sumber dana dan fasilitas barang, uang, dan orang
o Sumber dana bisa berasal dari badan keuangan atau bank berupa
kredit atau orang yang bersedia sebagai penyandang dana
o Obyek bisnis memiliki pasar
o Memperhatikan peluang pasar sebelum produk diciptakan
Seorang yang akan memulai sebuah usaha, harus diawali dengan
adanya ide. Setelah ada ide, langkah berikutnya adalah mencari sumber
dana dan fasilitas baik barang, uang maupun orang. Sumber dana tersebut
berasal dari badan-badan keuangan seperti bank dalam bentuk kredit atau
orang yang bersedia menjadi penyandang dana.
Selanjutnya seorang wirausahawan perlu mengamati dan menganalisa
pangsa pasar dari obyek bisnis, yaitu produk (baik berupa barang ataupun
jasa) yang akan dihasilkan dari usahanya. Analisa pasar ini penting agar
wirausahawan tidak kesulitan dalam mendistribusikan hasil produksinya,
karena

barang

atau

jasa

yang

dihasilkannya

memang

benar-benar

dibutuhkan oleh masyarakat/komunitas tertentu. Oleh karena itu, mengamati


peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk
barang dan jasa diciptakan. Apabila peluang pasar untuk produk yang akan
dihasilkan ada dan terbuka lebar, maka barang dan jasa akan mudah laku
dan segera mendatangkan keuntungan.
Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
a. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki, diantaranya,
1. Bidang usaha pertanian (agriculture)
15

Bidang usaha ini antara lain meliputi pertanian, kehutanan, perikanan,


dan perkebunan.
2. Bidang usaha pertambangan (mining)
Bidang usaha ini antara lain meliputi galian pasir, galian tanah, batu,
dan bata.
3. Bidang usaha pabrikasi (manufacturing)
Bidang usaha ini antara lain meliputi industri perakitan, sintesis.
4. Bidang usaha konstruksi
Bidang usaha ini antara lain meliputi konstruksi bangunan, jembatan,
pengairan, jalan raya.
5. Bidang usaha perdagangan (trade)
Bidang usaha ini antara lain meliputi retailer, grosir, agen, dan eksporimpor.
6. Bidang jasa keuangan (financial service) Bidang usaha ini antara lain
meliputi perbankan, asuransi, dan koperasi.
7. Bidang jasa perseorangan (personal service)
Bidang usaha ini antara lain meliputi potong rambut, salon, laundry, dan
catering.
8. Bidang usaha jasa-jasa umum (public service)
Bidang usaha ini antara lain meliputi pengangkutan, pergudangan,
wartel, dan distribusi.
9. Bidang usaha jasa wisata (tourism)
Bidang usaha ini terbagi ke dalam tiga kelompok usaha wisata, yaitu:
usaha jasa parawisata,
yang antara lain meliputi jasa biro
perjalanan wisata, jasa agen perjalanan wisata, jasa pramuwisata,
jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran, jasa impresariat
(pengurusan

izin

untuk

suatu

pertunjukan),

pariwisata, dan jasa informasi pariwisata.


pengusahaan objek dan daya tarik

wisata,

jasa

konsultan

yang

meliputi

pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam, pengusahaan obyek


dan daya tarik wisata budaya, serta pengusahaan obyek dan daya

tarik wisata minat khusus.


usaha sarana wisata, yang

antara

lain

berupa

penyediaan

akomodasi, makanan dan minuman, angkutan wisata, sarana


pendukung di tempat wisata, dan sebagainya.
b. Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih

15

Ada beberapa kepemilikan usaha yang dapat dipilih, diantaranya


perusahaan perseorangan, persekutuan (dua macam anggota sekutu umum
dan sekutu terbatas), perseroan, dan firma.

Berikut

penjelasan

singkat

dari bentuk bentuk usaha tersebut:


1. Perusahaan Perorangan (sole proprietorship), yaitu suatu perusahaan
yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang.
2. Persekutuan (Partnership), yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua
orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan.
3. Perseroan (Corporation), yaitu suatu perusahaan yang anggotanya
terdiri

atas

para

pemegang

saham

(pesero/stockholder)

yang

mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan


sebesar modal disetor.
4. Firma, yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan dibawah
nama bersama. Bila untung maka keuntungan dibagi bersama, bila rugi
maka kerugian ditanggung bersama.
c. Tempat usaha yang akan dipilih
Terdapat beberapa alternatif yang bisa kita pilih untuk menentukan
lokasi atau tempat memulai usaha, yaitu:
Membangun bila ada tempat yang strategis.
Membeli atau menyewakan bila lebih strategis dan menguntungkan.
Kerja sama bagi hasil, bila memungkinkan
d. Organisasi usaha yang akan digunakan
Organisasi usaha merupakan perpaduan dari fungsi kewirausahaan dan
manajerial. Fungsi kewirausahaan dasarnya adalah kreativitas dan inovasi,
sedangkan manajerial dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen.
e. Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
Jaminan usaha ini
bisa berupa asuransi
maupun
jaminan dari
pemerintah, seperti insentif usaha. Adanya jaminan usaha

ini dapat

memberikan kepastian bagi seorang wirausahawan untuk memulai kegiatan


bisnisnya, terutama dalam mengantisipasi perubahan secara mendadak dari
lingkungan usaha.
f. Lingkungan usaha
Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat
jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya
usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro.

15

Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan


operasional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang saham,
majikan,

manajer,

direksi,

distributor,

pelanggan/konsumen,

dan

lainnya.
Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat
mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Kewirausahaan sebenarnya dapat dilihat dari berbagai sumber daya


yang ada di dalamnya yaitu seseorang yang membawa sumber daya
15

yang berupa tenaga kerja, material serta aset lainnya dalam suatu
kombinasi dan juga turut menambahkan nilai yang lebih besar
dibandingkan sebelumnya serta lebih dilekatkan lagi pada orang yang

berpengaruh besar terhadap perubahan, aturan dan inovasi yang baru .


Wirausaha adalah suatu kegiatan yang dapat memberikan nilai
tambah terhadap produk atau jasa melalui transformasi, kreatifitas,
inovasi,

dan

produk atau

kepekaan terhadap
jasa

tersebut

lingkungan sekitarnya, sehingga

lebih dirasakan manfaatnya

oleh

masyarakat pengguna produk dan jasa.


Membangun jiwa kewirausahaan harus dimulai dari adanya kesadaran
bahwa jiwa kewirausahaan dapat ditumbuhkan melalui berbagai cara

dan strategi.
Apabila ingin memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha yaitu :
o Merintis usaha baru (starting)
o Dengan membeli perusahaan orang lain (buying)
o Kerjasama manajemen (franchising)

DAFTAR PUSTAKA

15

Ciputra.2008. Ciputra Quantum Leap Entrepreneurship mengubah masa


depan bangsa dan masa depan anda. Penerbit Alex Media
Komputindo: Jakarta
Craig, James C and Grant Robert M. 1996. Strategic Management
(ManajemenStrategi), Edisi bahasa Indonesia, PT. Gramedia
Pustaka Utama: Jakarta.
Frinces, Z. Heflin. 2005. Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis, Penerbit
Darussalam: Jogjakarta.
Subanar, Harimurti. 2001. Manajemen Usaha Kecil. BPFE: Yogyakarta.

15