Anda di halaman 1dari 20

KEGAWATDARURATA

N PASIEN DENGAN
GIGITAN BINATANG
OLEK KELOMPOK IV

Gigitan atau sengatan binatang berbisa, seperti


ular, laba-laba atau binatang berbisa lainnya, pada
umumnya menyebabkan nyeri local dan tidak
memerlukan

perawatan,

namun

anak-anak

mempunyai resiko tinggi terjadi reaksi berat.


Reaksi klinis pada anak sering kali terjadi karena
volume tubuh lebih kecil untuk penyebaran racun/bias
di bandingkan dengan orang dewasa.

Racun
Racun adalah zat atau bahan yang bila masuk ke dalam tubuh
melalui mulut, hidung (inhalasi), suntikan dan absorbsi, suntikan
dan absorbsi melalui kulit, atau digunakan terhadap organisme
hidup dengan dosis relatif kecil akan merusak kehidupan aau
mengganggu dengan serius fungsi satu atau lebih organ atau
jaringan (Mc Graw-Hill dictionarry).
Racun binatang atau bisa binatang adalah campuran dari banyak zat
berlainan yang dapat menimbulkan beberapa reaksi toksik yang berlainan pula
pada manusia.

Berbagai jenis sengatan hewan


1. ular berbisa
Bisa ular dapat menyebabkan perubahan lokal
seperti edema dan pendarahan. Banyak bisa yang
menimbulkan perubahan lokal tetapi tetap pada
anggota badan yang tergigit, untuk sementara
waktu bisa akan terakumulasi dengan kadar yang
tinggi dalam kelenjar getah bening, jika tidak
dilakukan tindakan pertolongan pertama, dalam
waktu 2 jam setelah gigitan akan terdeteksi
dalam plasma dan urine dengan kadar tinggi

Identifikasi dan gambaran klinis ular


1. ular tanah (pit vipers)
Identifiksai ular ini dibuat
dengan melihat lubang diwajah, pupil mata,
yang elips dan vertikal. Satu baris sisik
subkaudal dan kepala berbentuk segitiga.
gejala klinis :
. gejala awal adalah satu atau beberapa
bekas taring
. nyeri ringan dan bengkak lokal jika ada
parastesia
. rasa kebal dan kesemutan perioral atau
faskulasi otot wajah berarti sudah terjadi
keracunan
. pembengkakan ini biasanya berlangsung
lamabat selama 8 hingga 36 jam.

2. ular batu (coral snakes)


Identifikasi ular ini dengan melihat pola cincin tiga warna : ular dengan garis garis
merah dan tei kuning atau putih, berbisa, sedangkan yang mempunyai garis garis
merah dengan tepi hitam, tidak berbisa.
gejala klinis : tanda tanda awal dalam 4 jam anatara lain adalah
Tremor
rasa mengantuk
Euforia
dan salivasi banyak
setelah 5 sampai 10 jam
gangguan pada saraf saraf kranial yang menyebabkan biacara tidak jelas
kelumpuhan otot mata
pupil miotik terfiksasi
Ptosis
Disfagia
dan dipsnea

PENATALAKSANAAN
GAWAT DARURAT
PRIMARY SURVEY
NILAI TINGKAT KESADARAN
LAKUKAN PENILAIAN ABC :
A AIRWAY: KAJI APAKAH ADA MUNTAH
B BREATHING: KAJI KEMAMPUAN BERNAFAS
AKIBAT KELUMPUHAN OTOT-OTOT
PERNAFASAN
C CIRCULATION : NILAI DENYUT NADI DAN
PERDARAHAN PADA BEKAS PATUKAN,
HEMATURIA, HEMATEMESIS /HEMOPTISIS

Intervensi primer
Bebaskan jalan nafas bila ada sumbatan,
suction kalau perlu
Beri O2, bila perlu Intubasi
Kontrol perdarahan, toniquet dengan pita lebar
untuk mencegah aliran getah bening (Pita
dilepaskan bila anti bisa telah diberikan). Bila
tidak ada anti bisa, transportasi secepatnya ke
tempat diberikannya anti bisa.
Catatan : tidak dianjurkan memasang
tourniquet untuk arteriel dan insisi luka

Pasang infus

SECONDARY SURVEY DAN PENANGANAN


LANJUTAN :
PENTING MENENTUKAN DIAGNOSA PATUKAN ULAR
BERBISA
BILA RAGU, OBSERVASI 24 JAM. KALAU GEJALA
KERACUNAN BISA NYATA, PERLU PEMBERIAN ANTI
BISA
KOLABORASI PEMBERIAN SERUM ANTIBISA.
KARENA BISA ULAR SEBAGIAN BESAR TERDIRI
ATAS PROTEIN, MAKA SIFATNYA ADALAH ANTIGENIK
SEHINGGA DAPAT DIBUAT DARI SERUM KUDA. DI
INDONESIA, ANTIBISA BERSIFAT POLIVALEN, YANG
MENGANDUNG ANTIBODI TERHADAP BEBERAPA
BISA ULAR. SERUM ANTIBISA INI HANYA
DIINDIKASIKAN BILA TERDAPAT KERUSAKAN

Tindakan penaggulangan
a. Pertolongan pertama
Satu satunya perawatan dibidang ini
adalah imobilisasi dan transportasi segera., jika
perawatan lebih dari 3- 4 jam dan jika
keracunan akibat bisa sudah pasti terjadi
langkah langkah selanjutnya yang paling
berguna adalah menenangkan
pasien,memasang tourniquet limfatik segera,
insisi dan penyedotan dibagian gigitan
(kontroversial) dalam 30 menit , imobilisasi dan
transportasi cepat, pertahankan tungkai
setinggi jantung,bunuh ularnya jika untuk
dilakukan dengan aman untuk identifikasi

2. Binatang Laut
a. gigitan berbisa ular laut
b. Sengatan ubur-ubur dari jenis physalie
c. Sengatan

ubur-ubur

Chironex

fleckeri

dan

Chiropsalmus quadrigatus
d. Sengatan ikan pari

Tindakan Penanggulangan
Penyembuhan

dari

sengatan

binatang

laut,

dapat

dilakukan dengan cara merendam anggota badan yang


terkena sengatan dalam air panas.

3.Gigitan Kucing
Luka

akibat

digigit

kucing

bisa

mengakibatkan infeksi, karena air liur kucing


terutama kucing liar banyak terdapat bakteri
penyakit

yg

ditimbulkan
rabies.

berbahaya.
biasanya

bisa

Penyakit

yang

tetanus

serta

Tindakan Penanggulangan
Penanganan

Akibat

Gigitan

Kucing

Penanganan

Pre

Hospital Mengetahui sejarah gigitan, bagian tubuh yg


terkena gigitan, gejala lain.

Cuci luka gigitan dengan air mengalir dan mild soap 35 menit

Berikan antiseptik

Tutup luka dengan kassa steril

Jika terjadi pendarahan tekan langsung menggunakan


kain steril sampai pendarahan berhenti mengupayakan
agar pasien mendapat pelayanan selanjut nya.

Jangan mendekati dan coba menangkap hewan yang

Penanganan Akibat Gigitan Kucing Penanganan Unit Gawat Darurat


(UGD) Penanganan yg penting:
Pemeriksaan Debridement
Memeriksa luka gigitan dengan hati hati untuk mengidentifikasi
cedera yang mendalam dan jaringan devitalisasi
Pemeriksaan

yg

mendalam

diperlukan

anestesi

untuk

memvisualisasikan dasar luka dan memeriksa luka melalui lingkup


gerak sendi Cara yang efektif untuk mencegah infeksi
Menghapus jaringan devitalisasi, partikulat, dan pembekuan yang
dapat menjadi sumber infeksi.

3.Gigigtan Anjing
Rabies atau dikenal juga dengan istilah penyakit anjing
gila adalah penyakit infeksi yang bersifat akut pada
susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies.
Penanganan
Kasus gigitan hewan menular rabies harus ditangani dengan cepat
dan sesegera mungkin. Usaha yang paling efektif ialah:
. mencuci luka gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun
selama 10-15 menit
. kemudian diberi antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan
lainlain).
Untuk luka ringan yang tidak sampai berdarah dan tidak ada
bahaya rabies, perlakukan sebagai luka kecil dengan cara :
. cuci luka dengan sabun dan air.
. Kemudian oleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi dan
menutup luka gigitan dengan kasa bersih.

Untuk luka yang dalam dan menimbulkan


luka tusukan atau kulit menjadi robek dan
berdarah :
tekan luka dengan kain bersih dan kering
untuk menghentikan perdarahan
kemudian segera periksa ke dokter
Untuk luka infeksi dengan ciri-ciri bengkak,
nyeri, kemerahan, segera
cuci dengan sabun dan air mengalir selama
10-15 menit
kemudian beri antiseptik dan segera bawa
ke dokter.

5. Sengatan lebah, lalat, dan semut


Sengatan tersering lazim disebabkan oleh
lebah dan lalat kuda. Lebah meninggalkan
sengatnya di kulit sedangkan lalat kuda
( atau hornet) menyuntikkan racun dan
menarik sengatnya. Reaksi lokal terhadap
sengatan biasanya terdiri dari nyeri, edema,
gatal atau rasa terbakar. Bila terjadi reaksi
anafilaktik, maka kematian dapat terjadi
dalam beberapa menit.
Gigitan semut tersering terjadi bila orang
duduk atau berdiri di tempat banyak semut.
Reaksi lokal yang lazim meliputi nyeri dan
edema.reaksi anafilaktif dapat terjadi tetapi
jarang.

6. Sengatan Kalajengking
Kebanyakan sengatan kalajengking bersifat kecil dan tidak akan
menimbulkan reaksi hebat. Ia bisa berupa nyeri lokal dan edema,
yang diobati dengan kompres dingin atau pencucian dengan amonia.
Salah satu spesisies kalajengking yang ditemukan di Arizona dapat
memnyebabkan

reaksi

anafilaktif,

yang

kematian.
Penanggulanagan:
kompres dingin
pemeliharaan saluran pernapasan
sokongan pernapasan sesuai keperluan.

dapat

menyebabkan

7. Gigitan laba-laba
Bila mungkin, jenis laba-laba harus ditentukan. Harus hatihati untuk mencegah gigitan lebih lanjut. Umunya gigitan
laba-laba hanya mengiritasi lokal tetapi gigitan janda hitam
(black widow) dan pertapa coklat (brown recluse) dapat
lebih berat.

Penanggulagan:
mempertahankan jalan pernapasan
sokongan pernapasan dan pemberian antibisa.
Jarang terjadi kematian karena jenis gigitan ini