Anda di halaman 1dari 21

PENILAIAN STATUS GIZI SECARA

BIOKIMIA

Makro Nutrient
Mikro Nutrient ( Vitamin, Mineral )

SULASTRI

KARBOHIDRAT
1.

a.

b.

Pemeriksaan kadar gula darah ( Glukosa )


Tes ini untu mengetahui kadar gula darah yang
mngindikasikan insulin bekerja baik atau tidak.
Serta mngindikasikan seseorg terkena resiko
diabetes atau tidak
Nilai normal kadar gula Puasa
Dewasa : 70 100 mg/dl
Anak2 : 60 100 mg/dl
Nilai Normal kadar gula setelah makan
Normal : < 140 mg/dl
Pradiabet : 140 200 mg/dl
Diabetes : > 200 mg/dl

2. LAKTOSA
Laktosa oleh enzim usus akan di
ubah menjdi galaktosa dan glukosa,
Orang yang mengalami in toleran
terhadap laktosa tidak memiliki
enzim laktase atau enzim yang
kurang.
a. Dalam Plasma : < 0,5 mg/dl
b. Dalam Urin
: 12 40 mg/dl

LEMAK
1.

2.

3.

Total Kolestrol
< 20 thn: 75 169 mg/dl
> 21 thn: 100 199 mg/dl
Tes ini mengukur semua kadar kolestrol dalam
lipoprotein
HDL ( Lemak Baik )
> 40 mg/ dl
Dapat menghilangkan kolestrol yang akan di bawa
ke hati dan di hapus
LDL ( Lemak Jahat )
< 70 mg/dl
Kelebihan LDL akan menumpuk di pembuluh darah
yang kan mengakibatkan arterosklorosis

4.

Trigliserida
< 150 mg/dl
Mengukur trigliserida dalam molekul
liporotein, dalam lipoprotein sangat
rendah

PROTEIN
1.

2.

3.

Albumin
Dewasa
: 3,8 5,1 mg/dl
Anak- anak : 4,0 5,8 mg/dl
Di produksi di hati untuk mempertahankan
tekanan koloid osmotik.
Globulin
2,0 3,5 gr/dl
Fibrinogen
0,2 0,6 gr/100 ml
Berperan sebagai pembekuan darah dan
pembentukan benang fibrin untuk memepercepat
dalam penyembuhan luka

MINERAL
1.

2.

3.

4.

Fosfor ( serum fosfor : 2,4 4,1 mg/dl )


Tes ini untuk mlht kdr fosfor dlm darah, hati, ginjal yang
dpt menyebabkan kadarnya abnormal
Sodium ( Serum Sodium : 135 145 mEq/dl )
Tes Biokim ini untuk mengetahui kadar Natrium dalam
darah dengan pengencekkan serum sodium dalam darah.
Klorida ( Serum Klorida : 96 106 mEq/l
Uji biokim ini mengetahui kadar serum klorida yang ada
dalam drah.
Potasium ( Serum Potasium : 3,7 5,2 mEq/l
Tes ini mengukur jumlah kalium dalam porsi cairan
( serum ) dari darah . Kalium ( K + ) membantu saraf dan
otot berkomunikasi . Hal ini juga membantu
memindahkan nutrisi ke dalam sel dan produk-produk
limbah dari sel .

5.

Magnesium
a. S magnesium : 1,7 2,3 mg/dl
b. Mg dlm urin : 28 180 mg/24jam
Tes ini bertujuan mengetahui kadar
magnesium dalam urin, untuk
mendiagnosis suatu penyakit yang
berhubungan dengan metabolic tubuh
yang di gambarkan oleh eksresi
magnesium. Dengan asupan
makanan normal 200-500 mg
magnesium per hari , ekskresi urin
biasanya 75-150 mg / 24 jam

6.

7.

Zinc
a. Plasma Zinc : 15,5 16,2 umol/L
b. Hair Zinc
: 51 100 mg/dl
Tes ini digunakan untuk mengevaluasi kekurangan
dalam seng karena tubuh tidak menyimpan
mineral penting ini .
Copper ( Tembaga )
a. Plasma Copper
: 1,6 2,4 umol/l
b. serum ceruloplasmin
: 2,83 5,50 umol/l
Tingkat tembaga dapat dievaluasi untuk
membantu mendiagnosa beberapa proses penyakit
. Kondisi ini dapat dimonitor dengan melihat total
tembaga , konsentrasi tembaga serum bebas ,
serta seruloplasmin serum.

8.

Selenium
a. Plasma Selenium : 1,07 1,27 umol/l
b. Eritrosit Selenium : 0,76 1,52
umol/l
Konsentrasi eritrosit dan selenium
plasma diukur dengan menggunakan
metode spektrometri serapan atom
hidrida, di mana fungsinya untuk
mengetahui seseorang mengalami
defisensi mineral seperti selenium
dengan cara memriksa eritrosit dan
plasma selenium.

VITAMIN
1.

Vitamin A
a. Kadar serum retinol
kadar serum retinol
menggambarkan status vitamin A
hanya ketika cadangan vitamin A
dalam hati kekurangan dalam
tingkat yang berat (<0,07
mikromol/g hati) atau berlebihan
sekali (>1,05 mmol/g hati)

b.

Serum retinol binding protein (RBP)


Serum RBP terjadi pada 1:1:1 M
kompleks dgn retinol dan transthyretin
Kadar normal
Anak : 20-30 Ng/dl
dewasa : 40-50 Ng/dl

2.

Vitamin B1
a. Eritrocyte Transketolase Activity
Untuk mengetahui cadangan thiamin
jaringan dan evaluasi fungsional
ditingkat sel pada NADPH di
penthosa phosphate pathway
Kadar normal : 42,1-86,1 mF/L/min

b.

Thiamin Pyrophosphate Effect (TPPE)


kadar normalnya bekisar 0-14%
(WHO,1999)
Kekurangan tingkat rendah : 15-24%
kekurangan tingkat berat : >25%
salah satu indikator yang
sensitivitasnya tinggi dalam menilai
defisiensi thiamin

3.

Vitamin B2 (riboflavin)
a. Aktivitas eritrosit glutation
reduktase
digunakan untuk mengukurkejenuhan
jaringan dan status riboflavin jangka
panjang .
Nilaicutoff
untukmarjinal(risikosedang,1,21,4),atau berat(resiko tinggi,>1.4)sering
digunakan dalam menentukan status
defisiensi.

4.

Vitamin B6
a. Urinary xanthurenic acid acretion
after tryptophan load test
kadar normal : <200 mg/gr
b. Plasma pyridoxal 5-phosphat (PLP)
Kadar normal : <25 mg/mol

5.

Niacin
a. Plasma or urinary metabolites NMN
kadar normal : semua umur : 0,2
5,5 mg/g
b. Preferably both expressed as a ratio
kadar normal wanita hamil : 0,8-2,49
mg/g

6.

Vitamin B12
a. Serum vitamin B12
Kadar normal : 210-911 pg/ml
b. Serum and urinarymethylmalonic
acid
Kadar normal : 0,05-0,26 mol/L dan
untuk laki-laki 40x lebih tinggi

7.

8.

9.

Biotin
a. urinary biotin
kadar normal : 6-50 gr/hari
Vitamin C
a. Plasma vitamin C
Kadar normal : 0,2-2,0 mg/dl
Vitamin D
a. Serum vitamin D
Kadar normal : 20 ng/ml (50 nmol/L)

10. Vitamin

B9 (Folate)
a.
Serum folate
kadar serum folat mencerminkan asupan
asam folat selama beberapa hari
terakhir.
kadar normal : 9-45 nm (3-6 ng/ml)
b. Folate eritrosit
Menggambarkan cadangan folat tubuh
lebih baik daripada folat serum.
Merupakan gambaran kandungan folat
selama proses pematangan eritrosit
kadar normal : 150-600 ng/ml

11. Vitamin

E
a. Serum alpha tokoferol
kadar normal : 10 mg/hari
12. Vitamin K
a. Serum vitamin K
kadar normal : 0,2-3,2 ng/ml