Anda di halaman 1dari 1

INTISARI

Butyl Acetate adalah golongan senyawa ester yang memiliki gugus fungsi RCOOR. Butyl Acetate banyak digunakan di dalam industri, terutama industri
polimer dan tekstil. Selama ini Indonesia masih mengimport Butyl Acetate dari
negara lain dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga untuk menutupi
kebutuhan import tersebut, dirancang pabrik Butyl Acetate kapasitas 17.000
Ton/Tahun. Bahan baku pembuatan Butyl Acetate yaitu n-butanol dan Asam
asetat dengan kemurnian 98%, yang sudah dapat diperoleh dari dalam negeri.
Lokasi pendirian di Gresik, karena dekat dengan sumber bahan baku, pelabuhan
dan merupakan kawasan industri.
Butyl Acetate terbentuk dari proses esterifikasi katalitik n-butanol dan
asam asetat pada suhu 100 oC dan tekanan 1 atm. Reaksi eksotermis sehingga
digunaka air pendingin untuk menjaga satabilitas suhu. Reaktor yang digunakan
adalah Reaktor Alir Tangk Berpengaduk, menghasilkan Butyl Acetate dan air.
Pemurnian Butyl Acetate hasil reaksi dilakukan di dalam Dekanter dan Menara
Distilasi. Butyl Acetate yang dihasilkan mempunyai kemurnian 98 %. Pemenuhan
air diperoleh dari kali Surabaya sebanyak 104,338 m 3/jam. Sedangkan kebutuhan
listrik untuk operasional pabrik sebesar 750 kWatt disuplai dari PLN setempat
dengan cadangan 1 buah generator yang berkekuatan 750 KVA. Bahan bakar
untuk generator tersebut dipakai diesel oil sebanyak 83 liter/jam.
Nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini adalah
sebesar 23,98%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,9 tahun. Sedangkan
kapasitas Break Efent Point (BEP) adalah 42,92 %, dan kapasitas Shut Down
Point (SDP) adalah
21,50 %. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa layak
untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan
pabrik.
.
Kata kunci: Butyl Acetate, Esterifikasi, BEP, SDP.