Anda di halaman 1dari 25

HASIL PENGKAJIAN MANAJEMEN KEPERAWATAN

DI RUANG FLAMBOYAN RSUD DAERAH CILACAP

DISUSUN OLEH:
1. Agus Yasid, S.Kep

9. Leli Niar R, S.Kep

2. Agsti Safitri, S.Kep

10. Mery Widiarti, S.Kep

3. Dedy Setiawan, S.Kep

11. Sahid Dwi P, S.Kep

4. Deppi Pratamawati, S.Kep

12. Sukamto, S.Kep

5. Fandi Fajar R, S.Kep

13. Suwarsih, S.Kep

6. Iman Sutrianato, S.Kep

14. Tria Nur H, S.Kep

7. Iman Sayekti, S.Kep

15. Umar Seno, S.Kep

8. Langit Phoca Zuyike, S.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
TAHUN 2015

A. Analisa Hasil Situaional Ruangan


1. Data Umum Ruang Flamboyan
Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap merupakan salah satu Rumah
Sakit pemerintah yang ada di daerah Cilacap, yang telah terakreditasi B
non pendidikan bidang pelayanan oleh dirjen pelayanan medik republik
Indonesia. Pelayanan yang ada di RSUD Cilacap diantaranya pelayanan
rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, bedah sentral, hemodialisa, ICU
dan pelayanan penunjang lainnya.
Salah satu ruangan rawat inap yang ada yaitu ruang Flamboyan yang
merupakan salah satu ruangan rawat inap utama II. Ruang Flamboyan
merupakan ruang rawat inap utama II untuk semua pasien dengan berbagai
jenis diagnosa penyakit baik dalam, bedah, saraf, obsgyn, dan anak-anak,
dipakai untuk semua usia.
Ruang Flamboyan RSUD Cilacap dipimpin oleh seorang Kepala
Ruang yang dibantu oleh 1 wakil Kepala Ruang serta 10 orang perawat
pelaksana. Setiap pergantian shift selalu dilakukan operan jaga dengan
menyampaikan kondisi dan perkembangan klien dari shift sebelumnya
kepada shift berikutnya. Pada tahun 2008 ruang Flamboyan pernah
dilakukan manajemen keperawatan dari Mahasiswa Profesi dari Stikes AlIrsyad Islamiyyah Cilacap. Hasil wawancara dengan kepala ruang
Flamboyan didapatkan data bahwa sistem pengorganisasian dan asuhan
keperawatan yang diperoleh setelah adanya manajemen keperawatan
hanya berlangsung sebentar. Hal ini dikarenakan keterbatasan jumlah
perawat yang ada di ruang Flamboyan. Dari hasil pengkajian tanggal 13
maret 2015 tercatat data sebagai berikut:
a. Lokasi dan Denah Ruangan

Lokasi penerapan proses manajerial keperawatan yang digunakan


adalah Ruang Flamboyan RSUD Cilacap dengan uraian batasan
ruangan seperti berikut :
1)
2)
3)
4)

Timur : Ruang Catelya & Wijaya Kusuma


Barat : Ruang Aster
Utara : Ruang Komite Medis
Selatan: Parkiran Rajawali

Ruangan menghadap barat, ventilasi dan pencahayaan baik. Ruang


Flamboyanmempunyai 20 tempat tidur.

Denah Ruang Flamboyan

A
B

H
E
G

Keterangan
Keterangan
: Pintu
:
Pintu
A Ruang Admin
A.Ruang
RuangPerawat
Admin dan Kepala Ruang
B
B.
Ruang
Perawat
C Kamar Perawat
C.Tempat
KamarIbadah
Perawat
D
D.
Tempat
E Dapur Ibadah
E. Dapur
F. Toilet
G. Kamar Pasien
H. Taman

C
F
D

b. Fasilitas ruangan untuk pasien


1) 20 tempat tidur yang terbagi dalam 20 kamar
2) 20 kursi panjang untuk penunggu pasien
3) 20 buah lemari pasien disamping tempat tidur pasien
4) Kamar mandi di setiap kamar pasien
5) 20 buah standar infus masing-masing di tempat tidur pasien
6) 20 buah AC dan TV
c. Fasilitas untuk Petugas Kesehatan
1) 1 Ruang Kantor Perawat, 1 Ruang Kepala ruang dan administrasi,
1 tempat istirahat, 1 dapur.
2) 2 buah TV (1 buah TV tidak digunakan), 2 buah tempat tidur, 2
buah Kulkas, 1 buah dispenser, 1 buah komputer, 2 buah kipas
angin,
3) 1 buah papan organisasi, 1 buah papan informasi
4) 2 rak dorong, 4 buah meja tulis , 4 buah kursi kayu, 8 buah kursi
plastik, 6 buah kursi stainles, 2 buah kursi roda, 1 buah sepeda
5) Tempat sampah besar 4, kecil 2
d. Fasilitas alat kesehatan
Terlampir
2. Sumber Daya Manusia / Ketenagaan
a. Tenaga perawat
Terdapat 12 orang perawat dengan rincian :
1) 2 orang pendidikan S1 Keperawatan Ners
2) 2 orang sedang menempuh pendidikan Profesi Ners
3) 7 orang pendidikan D3 Keperawatan
4) 1 orang sedang menempuh pendidikan D3 Keperawatan
b. Tenaga non keperawatan
Tenaga non keperawatan di ruang Flamboyan RSUD Cilacap terdiri
dari 3 orang dengan rincian :
1) 1 orang petugas administrasi
2) 1 orang POS

3) 3 orang petugas kebersihan.


c. Status
1) PNS
: 6 orang
2) BLUD
: 9 orang
3) CPNS
:4) Honorer
:2

B. Unsur Input
1.

Pasien
Jumlah pasien dalam 3 bulan terakhir
a. laki-laki
b. perempuan

: 159 orang (45,5%)


: 191 orang (54,5%)
Diagram 1.1 jenis kelamin pasien

Dari jumlah pasien yang dirawat di ruang Flamboyan RSUD


Cilacap sebanyak 350 orang dengan pasien laki-laki berjumlah 159
orang (45,5%) dan perempuan berjumlah 191 orang (54,5%).
(Arsip register ruang Flamboyan per Desember 2013)

2.

10 Besar Penyakit per Januari 2015


Tabel 1.1
No.
1
2
3
4
5
6
7
8

Penyakit
Dengue Fever (Clasical Dengue)
Demam Typoid
Penyakit Jantung Kronik
DHF
Hipertensi dan penyakit Ginjal
Diare dan GE
Inveksi Virus
Faringitis Akute

Kasus
8
6
6
5
4
3
3
3

9
10

Broncopneumonia
Pnemonia

3
3

Sumber: Rekam Medik RSUD Cilacap


Diagram 1.2

3.

Man
a. Ketenagaan
Secara teoritis jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan pada
suatu ruang perawatan didasarkan pada beberapa konsep seperti rumus
yang dikemukakan oleh Douglas. Ada beberapa kriteria jumlah perawat
yang dibutuhkan untuk dinas pagi, sore, dan malam yaitu:
Tabel 1.2 Klasifikasi derajat klasifikasi pasien
Jumlah
pasien
1

Total
P
S
M
0,17 0,14 0,07

Klasifikasi pasien
Parsial
P
S
M
0,27 0,15 0,10

Minimal
P
S
M
0,36 0,30 0,20

Sedangkan klasifikasi derajat ketergantungan pasien terhadap


keperawatan berdasarkan teori D. Orem : Self Care Defisit berdasarkan
criteria sebagai berikut:
Tabel 1.3 Klasifikasi pasien berdasarkan tingkat ketergantungan
No
Klasifikasi dan Kriteria
I.
Minimal Care
1. Klien bisa mandiri/hampir tidak memerlukan bantuan
a.
Mampu naik turun tempat tidur
b.
Mampu ambulasi dan berjalan sendiri
c.
Mampu makan dan minum sendiri
d.
Mampu mandi sendiri atau mandi sebagian dengan
bantuan
e.
Mampu membersihkan mulut (sikat gigi sendiri)
f.
Mampu berpakaian dan berdandan dengan sedikit bantuan
g.
Mampu BAB dan BAK dengan sedikit bantuan
2. Status psikologis stabil
3. Klien dirawat untuk prosedur diagnostic
4. Operasi ringan
II. Partial Care
1. Klien memerlukan bantuan perawat sebagian
a. membutuhkan bantuan 1 orang untuk naik turun tempat tidur
b. membutuhkan bantuan untuk ambulasi
c. membutuhkan bantuan dalam menyiapkan makanan

d.
e.
f.
g.

membutuhkan bantuan untuk makan (disuapi)


membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut
membutuhkan bantuan untuk berpakaian dan berdandan
membutuhkan bantuan untuk BAB dan BAK (tempat
tidur/kamar mandi)
2. Post Op minor
3. melewati fase akut dari post op mayor
4. fase awal dari penyembuhan
5. observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam
6. gangguan emosional ringan
III. Total Care
1. Klien memerlukan bantuan perawat sepenuhnya dan memerlukan
waktu perawatan yang lebih lama
1)
membutuhkan 2 orang atau lebih untuk mobilisasi dari
tempat tidur ke kereta dorong (kursi roda)
2)
membutuhkan latihan fisik
3)
kebutuhan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui terapi
intravena (infus) / NGT
4)
membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut
5)
membutuhkan bantuan penuh untuk berpakaian dan
berdandan
6)
dimandikan perawat
7)
dalam keadaan inkontinensial, menggunakan kateter
2. 24 jam Post Op Mayor
3. Pasien tidak sadar
4. keadaan klien tidak stabil
5. observasi TTV setiap kurang dari 1 jam
6. Perawatan luka bakar
7. Menggunakan alat bantu pernafasan atau respirator
8. Menggunakan WSD
9. Irigasi kandung kemih secara terus menerus
10. Menggunakan alat traksi (skeletal traksi)
11. Fraktur/pasca operasi tulang belakang atau leher
12. Gangguan emosional berat, bingung dan disorientasi
Perhitungan secara teoritis jumlah tenaga keperawatan di
Ruang Flamboyan adalah sebagai berikut :
1) Menurut Gillies (1982)
Kebutuhan

tenaga

perawat

secara

dirumuskan dengan perhitungan sebagai berikut :


Tenaga perawat =

A x B x 365
(365 C) x jam kerja/hari

Keterangan :
A

: Jam Perawatan/24 jam

kuantitatif

dapat

: (BOR x jumlah TT) jumlah pasien

: Cuti tahunan+libur hari minggu+libur nasional =


12+51+14= 77 hari

Jumlah perawat = 7X ( 58,91%X 17) X 365


(365 -77) X 7
= 7 x 10,01 x 365
288 x 7
= 3653,65
288
= 12,68
13
Jadi kebutuhan tenaga perawat yang dibutuhkan selama 24
jam adalah 13 + 1 Karu = 14 orang
Analisa Data
Berdasarkan perhitungan menurut Gillies, jumlah perawat
yang dibutuhkan sebanyak 14 orang. Mengingat jumlah SDM yang
bertugas di Ruang Flamboyan sebanyak 12 orang. Maka, dengan
BOR 58,91% jumlah perawat menurut Gillies untuk Ruang
Flamboyan mengalami kekurangan SDM sebanyak 2 orang.
2) Menurut Departemen Kesehatan
Kategori asuhan keperawatan menurut Depkes:
a. Asuhan keperawatan minimal
1) Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian, dilakukan sendiri.
2) Makan dan minum dilakukan sendiri
3) Ambulasi dengan pengawasan
4) Observasi tanda-tanda vital dilakukan tiap shift
5) Pengobatan minimal, status psikologis stabil
6) Persiapan pengobatan memerlukan prosedur
b. Asuhan keperawatan sedang
1) Kebersihan diri dibantu, makan minum dibantu

2) Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam


3) Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali
c. Asuhan keperawatan agak berat
1) Sebagian aktivitas dibantu
2) Observasi tanda-tanda vital tiap 2-4 jam sekali
3) Terpasang foley kateter, intake output dicatat
4) Terpasang infuse
5) Pengobatan lebih dari sekali
6) Persiapan pengobatan perlu prosedur
d. Asuhan keperawatan maksimal
1) Segala aktivitas diberikan perawat
2) Posisi diatur
3) Observasi tanda-tanda vital tiap 2 jam
4) Makan memerlukan NGT, terapi intravena
5) Penggunaan suction
6) Gelisah/disorientasi
Cara penghitungan berdasarkan:
a) Tingkat ketergantungan pasien berdasarkan jenis kasus
b) Rata-rata pasien perhari
c) Jam perawatan yang diperlukan/hari/pasien
d) Jam perawatan yang diperlukan/ruangan/pasien
e) Jam kerja efektif setiap perawat 7 jam/hari
Rata-rata jumlah perawat yang dibutuhkan adalah:
Jumlah jam perawatan/ruangan/hari x3
Jam kerja efektif per shift
Untuk perhitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah (factor
koreksi) dengan hari libur/cuti/hari besar (loss day)
Jumlah hari minggu dalam tahun+cuti+hari besar
X jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non


keperawatan (non nursing job) seperti contohnya membuat
perincian pasien pulang, kebersihan ruangan, kebersihan alat-alat
makan pasien dll diperkirakan 25% dari jam pelayanan
keperawatan.
Jumlah tenaga keperawatan + loss day

Non nursing job =

X 25
100

Loss day + factor koreksi

Factor koreksi =

Jadi jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan :


Tenaga yang diperlukan + factor koreksi
Kajian Data
Jumlah kebutuhan perawat menurut Depkes 2002 adalah:
Rata-rata jumlah perawat yang dibutuhkan adalah: 8 x 3/ 8 = 3orang/sif
Loss day = 52+12+14
21

X3

= 11,14 orang = 11 orang


Non Nursing Job = 3 + 11,14
100

X 25

= 3, 53 orang = 4 orang

Factor koreksi = 11+4 = 15 orang


Jadi jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan = 3+11+4 = 18 orang
ditambah 1 kepala ruang= 19 orang.
Analisa data
Berdasarkan perhitungan menurut Depkes 2002, jumlah perawat
yang dibutuhkan sebanyak 19 orang. Mengingat jumlah SDM yang
bertugas di Ruang Flamboyant sebanyak 12 orang. Maka, jumlah perawat
menurut Depkes 2002 untuk Ruang Flamboyan mengalami kekurangan
sebanyak 7 orang.
Tabel 1.3 Hasil Perhitungan Kebutuhan Tenaga Perawat Ruang
Flamboyan RSUD Cilacap
Metode

Hasil

Yang ada

Keteranga

Gillies
Depkes

14
19

12
12

Kurang
Kurang

Analisa Data
Berdasarkan perhitungan dengan Gillies dan Depkes 2002.
Menurut Gillies Jumlah perawat di Ruang Flamboyan saat ini sebanyak 12
orang dengan BOR 58,19% kebutuhan jumlah perawat di Ruang
Flamboyan mengalami kekurangan sebanyak 2 orang perawat. Menurut
Depkes 2002 kebutuhan jumlah perawat di Ruang Flamboyan mengalami
kekurangan sebanyak 7 orang.

b. Kualitas SDM
1) Tenaga Perawat
Tenaga perawat di Ruang Flamboyan berdasarkan jenjang
pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1.4 Perawat Berdasarkan Pendidikan di Ruang Flamboyan
RSUD Cilacap
No
Nama
Pendidikan Terakhir
Jabatan
1

Desi Retno H, S.Kep.Ners

S1 Keperawatan Ners

Kepala Ruang

Sugianto, S,Kep.Ners

S1 Keperawatan Ners

Wakil Kepala Ruang

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Sartini, AMK
Esti Rahayu, AMK
Ridha Mustika, S.Kep
Rumdiyati
Nawang Sari A, AMK
Oktarina Eka P, AMK
Dedi Sanoto, AMK
Suwarsih, S.Kep
Suratmi, AMK
Sutiman, AMK

D3 Keperawatan
D3 Keperawatan
S1 Keperawatan
SPK
D3 Keperawatan
D3 Keperawatan
D3 Keperawatan
S1 Keperawatan
D3 Keperawatan
D3 Keperawatan

Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana

Sumber: Daftar Tenaga Perawat Ruang Flamboyan 2015

4.

Hasil Analisis
Diagram 1.2 IPSG

Berdasarkan diagram 1.2 tentang IPSG didapatkan hasil bahwa 64 %


perawat tidak tepat dalam mengidentifikasi pasien, 50 % perawat tidak melakukan
komunikasi yang efektif ke pasien, 68,2% perawat tepat dalam keamanan obat,
63,6% perawat tepat dalam melakukan tepat lokasi, tepat prosedur dan tepat
tindakan, 72,7% perawat paham tentang pencegahan penularan infeksi, 81,8%
perawat mampu melakukan identifikasi resiko pasien jatuh.

Diagram 1.3 Askep

Berdasarkan diagram 1.3 tentang Askep didapatkan data 68% melakukan


pendokumentasian keperawatan, 68,2% perawat tidak melakukan supervis
management, 63,6% perawat melakukan timbang terima pasien, 77% perawat
setuju melakukan ronde keperawatan.

Diagram 1.4 MAKP

Berdasarkan diagram 1.4 tentang MAKP didapatkan data 65 %


perawat setuju untuk dibentuk Ka. Ruangan di setiap ruang keperawatan,
55 %

perawat setuju untuk dibentuk

Ka. TIM di setiap ruang

keperawatan, 27 % perawat setuju untuk dibentuk perawat pelaksana dan


59 % kurang adanya sarana dan prasarana diruangan.

Berdasarkan data diagram 1.5 dan 1.6

tentang kepauasan pasien terhadap

pelayanan ruang Catelia dan Flamboyan didapatkan 65 % pasien puas terhadap


pelayanan yang diberikan ruang Flamboyan dan 83 % pasien puas terhadap
pelayanan yang diberikan ruang catelia.
A. Rencana Tindakan
1. Mengadakan pelatihan tentang penerapan MAKP kepada perawat di
RSUD Cilacap
2. Mengadakan pelatihan tentang pendokumentasian Asuhan Keperawatan
NANDA, NOC dan NIC kepada perawat di RSUD Cilacap
3. Mendampingi perawat di RSUD Cilacap dalam proses pendokumentasian
NANDA, NOC dan NIC
4. Melakukan simulasi / role play pelaksanaan MAKP perawat di RSUD
Cilacap
5. Melakukan stimulasi atau roleplay timbang terima di RSUD Cilacap
6. Adanya Follow-up sebagai tindak lanjut pelaksanaan MAKP RSUD
Cilacap.
7. Pembuatan papan struktur organisasi dan melakukan roleplay terkait peran
KARU dan KATIM
8. Pembuatan leaflet terkait 10 penyakit yang ada diruang Catelya dan
Flamboyan.
9. Membantu menyediakan
Catelya dan Flamboyan
10. Mengadakan pelatihan

kelengkapan sarana dan prasarana ruangan


tentang

IPSG1

(Mengidentifikasi

pasien,

komunikasi efektif, keamanan obat dan tepat lokasi, tepat prosedur dan
tepat tindakan).
11. Mengusulkan untuk mengaktifkan supervisi management diruanagan
12. Mendampingi perawat melakukan ronde keperawatan diruanagan
13. Pemaparan tugas Ka. Ruangan , Ka. TIM dan Perawat Pelaksanan sesuai
dalam melakukan tugasnya.

14. Mengadakan lomba cuci tangan untuk mencegah terjdinya infeksi dan
memotivsi setiap perawat untuk selalu melakukan cuci tangan dalam five
moment.

A. ANALISA SWOT
1. Pelatihan MAKP
a. Strength (Kekuatan)
1) Letak Rumah Sakit yang stretegis
2) Terdapat visi dan misi Rumah Sakit yang jelas.
3) Jumlah perawat di ruang Flamboyan berjumlah 12 orang, dengan
rincian 2 orang lulusan S1 Keperawatan Ners, 2 orang lulusan S1
Keperawatan, 7 orang lulusan D3 keperawatan, dan 1 orang
lulusan SPK.
4) Sudah ada perawat supervise yang terjadwal secara rutin
5) Semangat perawat ruang Flamboyan yang tinggi untuk mengikuti
pelatihan penerapan Asuhan Keperawatan NANDA NOC dan NIC
6) Terdapat catatan keperawatan yang terdapat dalam catatan medis
Rumah Sakit.
7) Perawat ruang Flamboyan mendukung penerapan MAKP
8) Sudah tersedia format ASKEP yang lengkap akan tetapi dalam
rangka

menghadapi

akreditasi

belum

Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT)

terdapat

Catatan

b. Weakness (Kelemahan)
1) Perawat ruang Flamboyan belum mengetahui MAKP dan model
penugasan
2) Keterbatasan waktu bagi perawat untuk mendapatkan informasi
dan tambahan pengetahuan tentang ruang MAKP dan metode
penugasan
3) Keterbatasan

bagi

perawat

mengenai

pengetahuan

pendokumentasian Asuhan Keperawatan NANDA NIC-NOC


4) Keterbatasan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan
tindakan keperawatan
5) Belum ada SOP yang memenuhi kaedah NANDA, NOC dan NIC
6) Mayoritas pendidikan perawatnya adalah D3 Keperawatan.
7) Pendokumentasian proses keperawatan belum optimal yang
ditunjukan dari jawaban perawat ruang Flamboyan terhadap angket
yang diberikan
8) Belum ada format rencana asuhan keperawatan (NIC) di ruangan
9) Belum ada pembagian tugas di ruang Flamboyan

c. Opportunity (Kesempatan)
1) Terbukanya kesempatan melanjutkan pendidikan S1 keperawatan
Ners
2) Adanya program pelatihan internal maupun eksternal bidang
keperawatan
3) Adanya kerja sama lembaga pendidikan kesehatan STIKES Al
Irsyad Al Islamiyah dengan RSUD Cilacap
4) Adanya kebijakan pemerintah tentang profesionalisme perawat
5) Adanya kerja sama yang baik antara tenaga kesehatan
6) Manajemen dan Staff RSUD Cilacap mendukung penerapan ruang
MAKP
d. Threatened (Ancaman)

1) Persaingan antara rumah sakit yang semakin kuat di wilayah


Banyumas
2) Adanya UU RI No. 28 th 1999 tentang perlindungan konsumen
yang memberikan penyuluhan terhadap pengguna jasa pelayanan
kesehatan sehingga menuntut pertanggung jawaban terhadap
pelayanan yang diberikan
3) Adanya UU RI No. 23 th 1992 tentang kesehatan, dimana telah
diatur sanksi dan hukuman atas pelanggaran etik dan etika
keperawatan sehingga masyarakat melalukan tuntutan hukum
terhadap pelayan kesehatan yang berkualitas.
4) Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan yang lebih professional
5) Memungkinkan perawat ruang Flamboyan

lupa

dengan

pelaksanaan ruang MAKP selepas mahasiswa selesai praktek


6) Memungkinkan tidak berlanjutnya pelaksanaan MAKP di ruang
Flamboyan
7) Memungkinkan

adanya

mutasi

perawat

antar

ruangan

di

lingkungan RSUD Cilacap sehingga ada perawat baru yang belum


memahami ruang MAKP yang sudah

berjalan, sehingga

memerlukan waktu untuk beradaptasi

2. Pelatihan NANDA, NIC dan NOC


a. Strength (kekuatan)
1) Letak Rumah Sakit yang stretegis
2) Terdapat visi dan misi Rumah Sakit yang jelas.
3) Jumlah perawat di ruang Flamboyan berjumlah 12 orang, dengan
rincian 2 orang lulusan S1 Keperawatan Ners, 2 orang lulusan S1

Keperawatan, 7 orang lulusan D3 keperawatan, dan 1 orang lulusan


SPK.
4) Semangat perawat ruang Flamboyan yang tinggi untuk mengikuti
pelatihan penerapan Asuhan Keperawatan NANDA NOC dan NIC
5) Terdapat catatan keperawatan yang terdapat dalam catatan medis
Rumah Sakit.

b. Weekness (kelemahan)
1) Mayoritas pendidikan perawatnya adalah D3 Keperawatan.
2) Keterbatasan bagi perawat mengenai pengetahuan
pendokumentasian Asuhan Keperawatan NANDA, NOC dan NIC
3) Keterbatasan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan
tindakan keperawatan
4) Pendokumentasia proses keperawatan belum optimal yang
ditunjukan dari jawaban perawat ruang Angrek terhadap angket
yang diberikan
5) Belum ada SAK yang memenuhi kaedah NANDA, NOC dan NIC
6) Pendokumentasian belum sesuai dengan NANDA, NOC dan NIC

c. Opportunity (kesempatan)
1) Terbukanya kesempatan melanjutkan pendidikan S1 keperawatan
2) Adanya program pelatihan internal maupun eksternal bidang
keperawatan
3) Adanya kerja sama lembaga pendidikan kesehatan STIKES Al
Irsyad Al Islamiyah Cilacap dengan RSUD Cilacap
4) Adanya kebijakan pemerintah tentang profesionalisme perawat
5) Adanya kerja sama yang baik antara tenaga kesehatan
6) Terbukanya kesempatan untuk mengikuti pelatihan NANDA, NOC
dan NIC

7) Adany akerja sama pendidikan kesehatan STIKES Al-Irsyad AlIslamiyyah Cilacap dengan RSUD Cilacap untuk menga dakan
pelatihan NANDA, NOC dan NIC
8) Adanya kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan

d. Threatened (ancaman)
1) Persaingan antara rumah

sakit

yang

semakin

kuat

di

wilayahCilacap
2) Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan yang lebih professional
3) Adanya UU RI No. 28 th 1999 tentang perlindungan konsumen
yang memberikan penyuluhan terhadap pengguna jasa pelayanan
kesehatan sehingga menuntut pertanggung jawaban terhadap
pelayanan yang diberikan
4) Adanya UU RI No. 23 th 1992 tentang kesehatan, dimana telah
diatur sanksi dan hukuman atas pelanggaran etik dan etika
keperawatan sehingga masyarakat melalukan tuntutan hukum
terhadap pelayan kesehatan yang berkualitas.
5) Memungkinkan perawat ruang Flamboyanlupa dengan pelaksanaan
pendokumentasian NANDA, NIC dan NOC selepas mahasiswa
selesai praktek
6) Memungkinkan tidak berlanjutnya pelaksanaan pendokumentasian
NANDA, NIC dan NOC di ruang Flamboyan
7) Memungkinkan adanya mutasi perawat antar

ruangan

di

lingkungan RSUD Cilacap sehingga ada perawat baru yang belum

memahami pendokumentasian NANDA, NIC dan NOC yang


sudah berjalan, sehingga memerlukan waktu untuk beradaptasi

3. Sarana Dan Prasana


a. Strength (kekuatan)
1) Tersedia sarana dan prasarana untuk pasien dan tenaga kerja
b. Weekness (kelemahan)
1) Kelengkapan sarana dan prasarana alat kesehatan diruangan belum
lengkap
2) Terdapat beberapa sarana dan prasarana yang tidak terpelihara
dengan baik
3) Sistem pengadaan sarana dan prasarana yang membutukan proses
lama
c. Opportunity (kesempatan)
1) Adanya kerja sama lembaga pendidikan STIKES Al Irsyad Cilacap
2)

dengan RSUD Cilacap


Adanya kebijakan Rumah Sakit untuk membantu pembiayaan

3)

dalam pengadaan kelengkapan sarana dan prasarana ruangan


Adanya kerjasama yang baik antara Rumah sakit dan lembaga

pendidikan kesehatan STIKES Al Irsyad Cilacap


d. Threatened (ancaman)
1) Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk
2)

mendapatkan pelayanan yang lebih profesioanal


Adanya persaingan antara Rumah Sakit untuk mengadakan
pelayanan kesehatan dengans arana dan prasarana yang lengkap