Anda di halaman 1dari 4

BAB II

PEMBAHASAN

.1 Definisi Stres dan Adaptasi


Stres adalah sekumpulan perubahan fisiolgis akibat tubuh terpapar terhadap
bahaya ancaman. Stres memiliki dua komponen: fisik yakni perubahan fisiologis
dan sikologis yakni bagaimana sesorang merasakan keadaan dalam hidupnya.
Perubahan kedua fisik dan psikologis ini disebut sebagai stresor (pengalaman yang
menginduksi respon stres) (pinel,2009).
Stres adalah suatu reaksi tubuh adalah yang di paksa, dimana ia boleh
menunggu equilibrium (homeostatis) fiologi normal (julie k, 2005). Sedangkan
menurut WHO (2003) stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stresor
psikososial (tekanan mental/beban kehidupan). Stres dewasi ini di gunakan secara
bergantian yang tidak di sukai berupa respon fisiologis, prilaku dan subjektif
terhadap stres, konteks yang menjembatani pertemuan antara individu dengan
stimulus yang membuat stres semua sebagai suatu sistem.
A. Klasifikasi stres
Stuart dan sundeen (2005) mengklasifikasikan tingkat stres, yaitu:
1) Stres ringan
Pada tingkat stres ini sering terjadi pada kehidupan sehari hari dan kondisi
ini dapat membantu individu menjadi waspada dan bagaimana mencegah
berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.
2) Stres sedang
Pada stres tingkat ini individu lebih mefokuskan hal penting saat ini dan
mengesampingkan yang lain sehingga mempersempit lahan persepsinya.
3) Stres berat
Pada tingkat ini lahan persepsi individu sangat menurun dan cenderung
memusatkan perhatian pada hal-hal lain. Semua prilaku di tunjukan untuk
mengurai stres. Individu tersebut mencoba memusatkan perhatian pada
lahan lain dan memerlukan banyak pengarahan
B. Faktor yang menimbulakan stres, dapat berasal dari sumber internal (diri
sendiri) maupun eksternal (keluarga,masyarakat,lingkungan).
1) Internal

Faktor onternal stres bersumber dari sendiri. Stersor individual dapat timbul
dari tuntutan pekerjaan atau beban yang terlalu berat, kondisi keuangan,
ketidak puasan dengan fisik tubuh, penyakit yang di alami, masa pubertas,
karakteristikatau sifat yang dimiliki, dan sebagainya.
2) Eksternal
Faktor eksternal stres dapat bersumber dari keluarga, masyarakat dan
lingkungan. Stresor yang berasal dari keluarga disebabkan oleh adanya
perselisihan dalam keluarga, perpisahan orang tua, adanya anggota keluarga
yang mengalami kecanduan narkoba, dan sebagainya. Sumber stresor
masyarakat dan lingkungan dapat berasal dari lingkungan pekerjaan,
lingkungan sosial, atau lingkungan fisik. Sebagai contoh, adanya atasan
yang tidak pernah puas di tempat kerja, iri terhadap teman-teman yang
status sosialnya lebih tinggi, adanya polisi udara dan sampah di lingkungan
tempat tinggal, dan lain-lain.
C. Jenis Stres
Ditinjau dari penyebabnya, stres dapat dibedakan kedalam beberapa jenis
berikut:
1) Stres Fisik, merupakan stres yang disebabkan oleh keadaan fisik , seperti
suhu yang terlalu tinngi atau terlalu rendah, suara bising, sinar matahari
yang terlalu menyengat, dan lain-lain.
2) Stres kimiawi, merupakan stres yang di sebabkan oleh pengaruh senyawa
kimia yang terdapat pada obat-obatan, zat beracun asam, basa, faktor
hormon atau gas, dan lain-lain.
3) Stres mikrobiologis, merupakan stres yang disebabkan oleh kuman, seperti
virus, bakteri, atau parasit.
4) Stres fisiologis, merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan fungsi
organ tubuh, antaralain gangguan struktur tubuh, fungsi jaringan, organ, dan
lain-lain.
5) Stres proses tumbuh kembang, merupakan stres yang disebabkan oleh
proses tumbuh kembang seperti pada masa pubertas, pernikahan, dan
pertambahan usia.
6) Stres psikologis atau emosional, merupakan stres yang disebabkan oleh
gangguan situasi psikologis atau ketidak mampuan kondisi psikologis untuk
menyesuaikan diri, misalkan dalam hubungan interpersonal, sosial budaya,
atau keagamaan.

D. Model Stres
Akar dan dampak stres dapat dipelajari dari sisi medis dan model teori
prilaku. Model stres ini dapat digunakan untuk membantu pasien mengatasi
respon yang tidak sehat dan tidak produktif terhadap stresor.
1) Model Berdasarkan Respon
Model Stres ini menjelaskan respon atau polarespon tertentu yang dapat
mengindikasikan stresor. Model stres yang di kemukakan oleh selye, 1976,
mengurangi stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh terhadap
tuntutan yang di hadapinya. Stres di tunjukan oleh reaksi fisiologis tertentu
yang disebut sindrom adaptasi umum (general adaptation syindrom-GAS).
2) Model Berdasarkan Adaptasi
model ini menyebutkan 4 faktor yang menentukan apakah suatu situasi
menimbulkan stres atau tidak (Mechanic, 1962), yaitu :
a. Kemampuan untuk mengatasi stres, bergantung pada pengalaman
seseorang dalam menghadapi stres serupa, sistem pendukung, dan
persepsi keseluruhan terhadap stres.
b. Praktik dan norma dari kelompok atau rekan-rekan pasien yang
mengalami

stres.

membicarakan

Jika

stresor.

kelompoknya
Maka

pasien

menganggap
dapat

wajar

mengeluarkan

untuk
atau

mendiskusikan hal tersebut. Respon ini dapat membantu pasien adaptasi


terhadap stres.
c. Pengaruh lingkungan sosial dalam membantu seseorang menghadapi
stresor. Seorang mahasiswa yang resah menghadapi hasil ujian akhirnya
yang pertama dapat mencari pertolongan dari dosennya. Dosen dapat
memberikan penilaian dan selanjutnya memberikan referensi kepada
asisten dosen tertentu yang menurutnya mampu membantu kegiatan
belajar mahasiswa tersebut. Dosen dan asisten dosen dalam contoh ini
merupakan sumber penurunan tingginya stresor yang dialami mahasiswa
tersebut.
d. Sumber daya yang dapat digunakan untuk mengatasi stresor. Misalnya,
seorang penderita sakit yang kurang mampu dalam hal keuangan dapat
memperoleh bantuan tunjangan akses dari perusahaan tempatnta bekerja
untuk kemudian berobat dirumah sakit yang memadai. Hal ini
mempengaruhi cara pasien untuk mendapatkan akses ke sumber daya
yang dapat membantunya mengatasi stresor fisiologis.

3) Model bersadarkan stimulus


Model ini berfokus pada karakteristik yang bersifat mengganggu atau
merusak dalam lingkungan. Riset klasik yang mengungkapkan stres sebagai
stimulus telah menghasilkan skala penyesuaian ulang sosial, yang mengukur
dampak dari peristiwa peristiwa besar dalam kehidupan sesorang terhadap
penyakit yang di deritanya (homes dan rahe, 1976). Asumsi-asumsi yang
mendasari model ini adalah :
a. Peristiwa-peristiwa yang mengubah hidup seseorang merupakan hal
normal yang membutuhkan jenis dan waktu penyesuaian yang sama
b. Orang adalah penerima stres yang pasif; persepsi mereka terhadap suatu
peristiwa tidaklah relevan
c. Semua orang memiliki ambang batas stimulus yang sama dan sakit akan
timbul setelah ambang batas tersebut terlampaui.
4) Model berdasarkan transaksi
Model ini memandang orang dan lingkunganya yang dinamis, resiprokal,
dan interaktif. Model yang dikembangkan oleh lazarus dan folkman ini
menganggap stresor sebagai respon perseptual seseorang yang berakar dari
proses psikologis dan kognitif. Stres berasal dari hubungan antara orang dan
.1

lingkunganya.
Tahapan stres
Menurut Robert J. Van Amberg, 1979 (dalam dadang hawari, 2001), stres dapat
dibagi ke dalam enam tahap berikut:
1) Tahap Pertama
Tahap ini merupakan tahap stres yang paling ringan dan bisanya ditandai dengan
munculnya semangat yang berlebihan, penglihatan lebih tajam dari biasanya,
dan merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya (namun tanpa
disadari cadangan energi dihabiskan dan timbulnya rasa gugup yang berlebihan).
2) Tahap Kedua
Pada tahap ini, dampak stres yang semula menyenangkan mulai menghilang
dan timbul keluhan-keluhan karena habisnya cadangan energi. Keluhan-keluhan
yang sering dikemukakan antara lain merasa lebih sewaktu bangun pagi dalam
kondisi normal, badan (seharusnya terasa segar), mudah lelah sesudah makan
siang, cepat lelah menjelang sore, sering mengeluh lambung atau perut tidak
nyamans, jantung berdebar-debar, otot punggung dan tengkuk terasa tegang, dan
tidak bisa santai.
3)