Anda di halaman 1dari 6

Abdul M, Date R, Yussuf C, Khandwawala N, Hegde V (2015)

Avulsed tooth - A Storage Medium Dilemma an Update. J Trauma Treat 4: 245.


doi:10.4172/2167-1222.1000245
MEDIA PENYIMPANAN GIGI AVULSI
Avulsi merupakan eksartikulasi atau luksasi total gigi dari soketnya
Akibat dari: cedera saat berolahraga, kecelakaan, atau perkelahian.
Mengakibatkan: cedera jaringan neovaskular pulpa, terputusnya ligament
periodontal, dan tereksposnya permukaan akar (lingkungan oral/ekstraoral
terkontaminasi mikroorganisme)
Keberhasilan replantasi gigi avulsi bergantung pada:
-

Waktu ekstraoral gigi berada di luar soketnya dan peletakan kembali


gigi tersebut ke dalam soketnya.
Kemampuan hidup sel-sel periodontal
Kondisi gigi dan sementum
Jumlah bakteri yang mengkontaminasi yang dapat menimbulkan
komplikasi seperti resorpsi akar, resorpsi inflamatorik, dan ankilosis.

Perawatan gigi avulsi adalah replantasi sesegera mungkin.


Jika perawatan ini tidak memungkinkan, gigi tersebut harus disimpan dalam
media yang tepat untuk mempertahankan vitalitas.
3 tipe penyimpanan:
- Kering
- Basah
- Kombinasi keduanya
Ketiganya memiliki efek bervariasi terhadap pulpa dan ligament periodontal.
Penyimpanan basah lebih baik daripada penyimpanan kering dan kombinasi.
Media nonfisiologis menunjukkan hasil yang kurang memuaskan
dibandingkan dengan media fisiologis.
Media nonfisiologis:
- Air keran
- Chlorhexidine
- Chloramines
- Alcohol

Larutan sterilisasi lain

Media fisiologis:
- Saliva
- Salin
- Susu
- Media kultur
Medium penyimpanan yang ideal harus:
- dapat menjaga vitalitas sel-sel jaringan, pulpa, dan ligament
periodontal
- menjaga pH dan osmolalitas yang sama dengan jaringan sekitarnya
- steril
- berperan sebagai antioksidan yang baik
- mudah dijangkau
- murah

Air keran adalah medium yang mudah dijangkau. Namun, air keran dapat
menyebabkan sel-sel lisis dengan cepat. Sama dengan yang diakibatkan oleh
penyimpanan kering. Hal tersebut terjadi karena hipotonisitas, pH dan
osmolalitas yang nonfisiologis, dan kontaminasi mikrobial air keran.
Saliva memiliki sifat yang sama dengan air dan oleh karena itu tidak efisien
untuk menjaga integritas selular.
Salin merupakan medium yang memiliki pH dan osmolalitas fisiologis, namun
tidak memiliki ion esensial dan nutrient untuk sel.
Air keran, saliva, dan salin merupakan media yang kurang menguntungkan.
Tetapi, media tersebut adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan media
kering.

Media Penyimpanan
yang Tersedia di
Pasaran
Hanks Balanced Salt
Solution (HBSS)
Euro-Collins
Viaspan

Minimum Essential
Medium (MEM) Or
Eagles Medium
Medium lensa kontak

Salin

Gatorade
Ricetral
Asam askorbat
Faktor Pertumbuhan

Emdogain

L-Dopa

Agen Cryoprotektif

Suplementasi Katalase

Karakteristik

Ketersediaan dan
Efektifitas

pH, osmolalitas, dan


nutrien fisiologis

--/sangat baik

pH fisiologis dan
kapasitas hipotermal
pH fisiologis,
osmolalitas, dan baik
untuk pertumbuhan sel
Mengandung zat
antimicrobial, nutrient
dan faktor
pertumbuhan
Mengandung zat
antimikrobial dan
pengawet
pH dan osmolalitas
fisiologis

--/sangat baik

pH rendah; hipertonik

--/buruk
--/baik
--/baik

Alkalin dan
menstimulasi kolagen
Mediator biologis
potensial dan berperan
dalam penyembuhan
luka (2-8 jam)
Antimicrobial,
osteoinduktif, dan
osteopromotif
Memiliki efek mitogenik
dan membantu dalam
penyembuhan luka
Mengawetkan jaringan
dan membantu dalam
penyembuhan luka
Antioksidan dan baik

--/sangat baik

--/sangat baik

+/buruk

+buruk

--/sangat baik

--baik

--/baik

--/baik

--/baik

untuk pertumbuhan sel

Hanks Balanced Salt Solution (HBSS) memiliki pH 7.2 dan osmolalitas 270290 osmo/kg. Komposisinya terdiri dari bahan aktif seperti 8 g/L natrium
klorida, 0.4 g/L D-glukosa, 0.4 g/L kalium klorida, 0.14 g/L kalsium klorida,
0.35 g/L natrium bikarbonat, 0.09 g/L monobasis matrium fosfat, 0.1 g/L
magnesium sulfat anhidrat dan air sebagai zat pembawa.
Adanya magnesium, glukosa, dan kalsium dapat mempertahankan sel-sel
ligamen periodontal. Larutan ini memiliki waktu penyimpanan selama 2
tahun dan tidak memerlukan pendinginan. Larutan ini merupakan medium
penyimpanan yang ideal, namun tidak mudah diperoleh.
Viaspan merupakan larutan yang biasa digunakan untuk medium
penyimpanan organ transplantasi. Viaspan dilaporkan dapat mengurangi
insidensi resorpsi akar setelah replantasi dan dianggap sebagai medium
penyimpanan yang lebih baik dari HBSS dan susu. Viaspan memiliki
osmolalitas 320 mosm/kg dan pH of 7.4 yang ideal untuk pertumbuhan dan
fungsi sel [21].
Medium organ transplantasi yang lain adalah Euro-Collins. Larutan ini
bersifat hipotermal solution dengan pH yang sama dengan Viaspan.
Osmolalitas larutan ini 420 mosm/kg untuk mencegah edema selular.
Minimum Essential Medium (MEM) adalah medium sintetik yang digunakan
untuk kultur sel. Komposisi utama medium ini adalah L-glutamin,
streptomycin, penicillin, serum bovin, Nistatin dan nutrien yang berguna
untuk pertumbuhan sel. MEM dianjurkan untuk dipakai sebagai medium
transport karena bersifat bakteriostatik, bakterisidal, dan memiliki faktorfaktor pertumbuhan.
Viaspan, Euro-Collins, dan MEM memiliki harga yang mahal dan tidak mudah
diperoleh di tempat terjadinya kecelakaan.
Courts dkk. melaporkan bahwa susu adalah medium penyimpanan yang
lebih baik dari saliva, air, atau penyimpanan kering untuk mempertahankan
sel-sel periodontal, namun tidak lebih baik dari HBSS. Susu adalah medium
penyimpanan yang baik. Beberapa peneliti lain melaporkan bahwa susu lebih
baik daripada air kelapa, teh hijau, propols, Euro-Collins, telur, dan medium
Ricetral. Karena sifat dan kemudahannya untuk diperoleh, susu merupakan

medium penyimpanan yang direkomendasikan oleh International Association


of Dental Traumatology dan American Academy of Pediatric Dentistry.
Propolis dan teh hijau adalah zat alami yang juga digunakan untuk media
penyimpanan. Media tersebut merupakan media antioxidan, antiinflamatorik,
dan antibakterial yang dapat menghambat sintesis prostaglandin dan
memicu fagositosis untuk mempercepat penyembuhan. Antioxidan dapat
mengeliminasi radikal bebas sehingga meningkatkan aktifitas osteoblastik
dan osteoklastik.
Propolis mampu meningkatkan sintesis kolagen dan sinyal molekul untuk
mengendalikan hemorrhagi.
Air kelapa juga digunakan untuk media penyimpanan. Air kelapa merupakan
elektrolit steril, kaya protein, vitamin, dan mineral. Komposisi air kelapa
sama dengan cairan intraselular. Oleh karena itu, sebagian peneliti
mengklaim bahwa air kelapa memiliki manfaat yang lebih baik daripada susu
dan HBSS untuk mempertahankan ligamen periodontal. Namun, Thomas dkk.
Melaporkan bahwa gigi yang direndam dalam air kelapa lebih mengalami
resorpsi inflamatorik.
Pilihan lain untuk medium penyimpanan adalah telur. Telur kaya akan
protein, vitamin, dan air serta bebas kontaminasi bakteri dan mudah
diperoleh. Suosa dkk. Khademi dan kawan-kawan dalam penelitian mereka
pada gigi anjing menyimpulkan bahwa gigi yang disimpan dalam putih telur
selama 6-8 jam memiliki perbaikan yang lebih baik dan resorpsi yang lebih
rendah. Namun, seiring bertambahnya waktu, efektifitasnya menurun. Hal
tersebut kemungkinan disebabkan oleh tingginya pH telur dan proteinprotein telur yang dianggap sebagai benda asing oleh sel-sel periodontal.
Masih diperlukan studi lebih lanjut mengenai zat-zat alami yang dapat
digunakan untuk media penyimpanan.
Gatorade dan cairan lensa kontak yang digunakan sebagai media
penyimpanan tidak dapat mempertahankan vitalitas sel-sel periodontal,
sementara Ricetral menunjukkan sifat yang sama dengan HBSS dan lebih
baik dari susu.