Anda di halaman 1dari 56

Kontrasepsi

Tujuan instruksional

Umum

Mampu memahami pengetahuan tentang


kontrasepsi untuk pelayanan keluarga
berencana sebagai kebutuhan dalam
kesehatan reproduksi

Tujuan instruksional

Khusus
1.

Mampu menjelaskan pengetahuan tentang


perencanaan keluarga

2.

Mempu menjelaskan berbagai cara pemilihan


kontrasepsi rasional dalam pelayanan keluarga
berencan

3.

Mampu menjelaskan jenis-jenis kontrasepsi nonhormonal

4.

Mampu menjelaskan jenis-jenis kontraseosi hormonal

5.

Mampu mejelaskan alat kontrasepsi dalam rahim


(AKDR)

6.

Mampu menjelaskan kontrasepsi mantap pada


perempuan (sterilisasi)

7.

Mampu menjelaskan kontrasepsi pria (vasektomi)

8.

Mampu menjelaskan pengetahuan tentang Medical


Eligibility Criteria (WHO) pemakaian kontrasepsi

Jenis-jenis kontrasepsi
non-hormonal

Kontrsepsi tanpa menggunakan alat/obat

Senggama terputus (coitus interruptus)

Pembilasan pascasenggama (postcoital douche)

Perpanjangan masa menyusui anak (prolonged


lactation)

Pantang berkala (rhythm method)

Kontrasepsi sederhana untuk laki-laki

Kondom

Kontrasepsi sederhana untuk perempuan

Pessarium

Spermisida

Senggama terputus
(coitus interruptus)
Penarikan penis dari vagina sebelum terjadinya
ejakulasi.
Cara ini dianggap kurang efektif karena sering terjadi
kegagalan yg disebabkan oleh:
1.

Adanya pengeluaran mani sebelum ejakulasi


(praejaculation fluid) dpt mengandung sperma
terlebih pd koitus berulang.

2.

Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina

3.

Pengeluaran semen dekat vulva (petting), oleh


karena adanya hubungan antara vulva dan kanalis
servikalis melalui benang lendir serviks
(spinnbarkeit)

Pembilasan pasca senggama


(postcoital douche)
Tujuan: untuk mengeluarkan sperma
secara mekanik dari vagina.
Dpt dengan air biasa dgn atau tanpa
tambahan larutan obat (cuka atau obat
lain)
Cuka memberikan efek spermisida serta
menjaga asiditas vagina.

Perpanjangan masa laktasi


(prolonged lactation)
Sering dilakukan untuk mecegah
kehamilan dikarenakan dapat mencegah
ovulasi dan memperpanjang amenorea
postpartum.

Pantang berkala (rhythm


methode)
Metode ini diperkenalkan oleh Kyusaku
Ogino (Jepang) dan Hermann Knaus dari
(Jerman) pd thn 1931.
Masa subur/fase ovulasi mulai 48 jam
sebelum ovulasi dan berakhir 24 jam
setelah ovulasi. Sebelum dan sesuah
masa itu masa subur.

Menentukan waktu ovulasi:

Wanita dgn daur haid teratur


Umumnya terjadi 14 + 2 hari sebelum haid yg akan datang.

Wanita dgn daur haid tidak teratur


Perempuan yg bersangkutan harus mencatat lama daur
haidnya selama 6 bulan kemudian daur haid terpendek
dikurangi 18 hari dan daur haid terpanjang dikurang 11
hari.
Masa aman adalah sebelum daur haid terpendek yg telah
dikurangi.

Contoh suatu kasus:


Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan
Siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32
hari (mulai hari pertama haid sampai haid
berikutnya)
Sehingga didapatkan perhitungan: 26-18 = 8 dan
3211 = 21. Jadi masa subur pada bulan
selanjurnya setelah 6 bulan pencatatan adalah
mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama
haid.

Kondom
Fungsi: Sebagai perisai dari penis sewaktu
melakukan koitus, dan mencegah
pengumpulan sperma dalam vagina.
Berbentuk silindris dgn pinggir yg tebal
pada ujung yg terbuka, ujung yg buntu
berfungsi sebagai penampung sperma.
31 - 36,5 mm dan pjg 19 cm.

Keuntungan kondom

Memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin

Kontrasepsi

Kekurangan kondom

Mengurangi kenikmatan saat koitus

Jika terdapat celah atau bocor gagal kontrasepsi

Pessarium
Dibagi atas 2 golongan:

Diafragma vaginal

Cervical cap

Diafragma vaginal
Merupakan plastik berbentuk kubah
dengan sabuk yang lentur, dipasang pada
serviks dan menjaga agar sperma tidak
masuk ke dalam rahim.
Ukurannya bervariasi dan pemakaiannya
harus selalu bersamaan dengan
spermatisida.
Diafragma dipasang sebelum melakukan
hubungan seksual dan tetap terpasang
sampai minimal 8 jam tetapi tidak boleh
lebih dari 24 jam.

Ukuran diafragma harus diganti jika:

Terjadi penambahan atau penurunan berat badan


sebanyak > 5 kg

Diafragma telah dipakai selama lebih dari 1 tahun

Baru melahirkan anak atau mengalami aborsi,


karena ukuran dan bentuk vagina mungkin mengalami
perubahan.

Cervical cap
Cervical cap hampir menyerupai
diafragma tetapi ukurannya lebih kecil
dan lebih kaku, dipasang pada serviks.
Ukurannya bervariasi dan pemakaian
cervical cap harus selalu bersamaan
dengan spermatisida.
Penutup serviks dipasang sebelum
melakukan hubungan seksual dan tetap
terpasang sampai minimal 8 jam dan
maksimal 48 jam sesudah melakukan
hubungan seksual.

Kontraindikasi:
1.

Sistokel yg berat

2.

Prolaps uteri

3.

Fistula vagina

4.

Hiperantefleksio atau hiperetrofleksio uterus

Spermisida
Bertujuan untuk mematikan sel sperma.
Dahulu digunakan sulfas kinin dan
hidrokuinon.
Spermisida yg baik adalah yg dapat
membuat busa setelah dimasukkan ke
dalam vagina, busa akan mengelilingi
serviks dan menutup OUE
Biasa digunakan bersamaan dgn
diafragma atau cervical cap

Kontrasepsi hormonal

Pil kontrasepsi

Pil kontrasepsi kombinasi

Pil sekuensial

Mini-pill (Continous Low-dose Progersteron


Pill, atau Prostagen Only Pill)

Postcoital contraception (morning after pill)

Amenore pasca pil

Kontrasepsi suntikan (Depo Provera)

Suntikan setiap 3 bulan

Suntikan setiap bulan

Pil kontrasepsi kombinasi


Berisi estrogen dan progesteron sintetik (progestagen).
Estrogen yg digunakan adalah etinil estradiol dan mestranol.
Progesteron yg digunakan terdapat 2 jenis:
Berasal dari 19 nor-testosteron tdk digunakan lagi karena
penggunaan dlm jangka panjang dpt menyebabkan tumor
mammae

Berasal dari 17 alfa-asetoksi-progesteron noretinodrel,


norethindon asetat, etinodiol diasetat dan norgestrel.

Mekanisme kerja

Esterogen menekan sekresi FSH menghalangi


maturasi folikel. Progestagen memperkuat
khasiat esterogen dlm mencegah ovulasi

Progestagen mempunyai khasiat sbb:

Mengentalkan lendir serviks menghalangi penetrasi


sperma

Kapasitasi spermatozoon yg perlu untuk memasuki


ovum terganggu

Mempunyai efek antiesterogenik menyulitkan


implantasi ovum

Efek kelebihan esterogen

Rasa mual

Retensi cairan

Sakit kepala

Nyeri pada mamma

Flour albus

Efek kelebihan progestagen:

Perdarahan tida teratur

Peningkatan nafsu makan peningkatan BB

Acne

Alopesia

Kadang2 mamma mengecil

Flour albus

Hipomenorea

Kontraindikasi

Kontraindikasi mutlak:

Adanya tumor2 yg dipengaruhi estrogen

Penyakit hati yg aktif (akut atau kronik)

Pernah mengalami tromboflebitis, tromboemboli,


kelainan serebrovaskular

DM

Kehamilan

Kontraindikasi relatif:

Depresi

Migrain

Mioma uteri

Hipertensi

Oligomenorea

amenorea

Kelebihan pil kombinasi

Efektivitasannya dapat dipercaya

Frekuensi koitus tidak perlu diatur

Siklus haid jadi teratur

Keluhan2 disminorea primer berkurang atau


hilang

Kekurangan pil kombinasi

Pil harus diminum tiap hari

Motivasi harus kuat

Ada efek samping walaupun sifatnya sementara


(mual, muntah, sakit kepala, dan nyeri mammae)

Kadang2 setelah berhenti mengkonsumsi timbul


amenorea persisten

Untuk golongan tertentu dinilai mahal

Memilih pil kombinasi

diawali dgn pil yg mengandung 50 mikrogram


metranol + I mg norethindrone

Jika pasien mengalami banyak efek samping


(mual, muntanh, payudara tegang dan nyeri),
ganti pil dgn yg mengandung esterogen < 50
mikrogram

Jika terjadi breakthrough beeding, ganti pil


dengan dosis esterogen yg lebih tinggi (> 50
mikrogram).

Pil sekuensial

Tidak diedarkan di Indonesia dan tidak


seefektif pil kombinasi

Pil hanya mengandung esterogen saja


untuk 14 16 hari, disusul dengan pil
yg mengandung esterogen dan
progestagen untuk 5 7 hari.

Mini-pill

Mengandung progestagen dalam dosis


rendah (0,5 mg/hari)

Efek yg diberikan:

Mengentalkan lendir serviks

Menghalangi nidasi blastokista

Postcoital contraception
(morning after pill)

Mengandung esterogen dosis tinggi (50


mg dietilstilbestrol) yg dikonsumsi
segera setelah koitus tanpa pelindung.

Menghalangi implantasi blastokista


dalam endometrium

Suntik setiap 3 bulan


(depo provera)

Depo provera 6-alfamedroksiprogesteronyg digunakan u/


kontrasepsi parenteral

Mempunyai efek progestagen yg kuat

Mekanisme kerja

Menghalangi terjadinya ovulasi dengan jalan


menekan pembentukan GnRH dari hipotalamus.

Lendir serviks bertambah kental

Implantasi ovum dlm endometrium dihalangi

Mempengaruhi transpor ovum di tuba

Keuntungan

Efektivitas tinggi

Pemakaiannya sederhana

Cukup menyenangkan bagi akseptor (injeksi


hanya 4x/tahun)

Reversible

Cocok untuk ibu2 menyusui

Kekurangan

Sering menimbulkan perdarahan yg idak teratur


(spotting, breakthrough bleeding)

Dapat menimbulkan amenorea

Suntikan setiap bulan

Mengandung 2 macam hormon


progestin dan estrogen.

Preparat yg digunakan: medroxy


progesterone acetate (MPA)/ estradiol
caprionate atau norehisterone
ananthate (NET-EN)/ estradiol valerate.

Mekanisme kerja: mencegah keluarnya


ovum dari ovarium (ovulasi)

Keefektivitasannya bergantung pada


ketepat waktuan suntikan

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)


atau intra uterine device (IUD)

AKDR/IUD Suatu benda kecil yang


terbuat dari plastik yang lentur,
mempunyai lilitan tembaga atau juga
mengandung hormon dan dimasukkan ke
dalam rahim melalui vagina dan
mempunyai benang.

Mekanisme kerja belum diketahui pasti, beberapa


teori menyatakan:

AKDR/IUD dalam cav. uteri menimbulkan rekasi


peradangan endometrium disertai sebukan
sebukan leukosit menghancurkan blastokista
atau sperma

Menyebabkan perubahan sifat dan isi cairan


dalam uterus

Menghalangi nidasi dikarnakan kontraksi uterus.


(AKDR Inflamasi prostaglandin kontraksi
uterus)

Jenis-jenis IUD
Bentuk terbuka/linear

Bentuk tertutup dgn


bentuk dasar cincin

Lippes loop

Saf-T-coil

Ota ring

Dalkon shield

Antigon F

Cu-7

Ragab ring

Cu-T

Cincin gravenberg

Sping coil

Cincin Hall-stone

Margulies spiral

Birnberg brow

dll

Efek samping

Perdarahan

Rasa nyeri dan kejang di perut

Ganguan pada suami

Ekspulsi

Komplikasi

Infeksi

Perforasi

kehamilan

Waktu pemasangan IUD

Sewktu haid sedang berlangsung

Sewaktu postpartum

Sewaktu postabortum

Sewaktu melakukan seksio sesarea

Kontrasepsi mantap pada


perempuan (sterilisasi)
Sterilisasi tindakan yg dilakukan pd kedua tuba
Fallopii perempuan atau kedua vas deferens laki-laki
yg menyebabkan yg bersangkutan tidak dapat
hamil atau tidak menyebabkan kehamilan lagi.
Keuntungan

Hanya perlu satu kali motivasi saja

Efektif

Tidak mempengaruhi libido

Tidak ada kegagalan dipihak pasien

Teknik yg digunakan dalam tubektomi

Pomeroy

Irving

Aldridge

Uchida

Kroener

Tubektomi pomeroy

Tubektomi irving

Tubektomi uchida

Tubektomi kroener

Sterilisasi pada laki-laki


(vasektomi)
Merupakan operasi kecil (bedah minor)
yang dilakukan untuk mencegah
transportasi sperma pada testikel dan
penis.
Indikasi
- Pasangan suami istri tidak menghendaki
kehamilan ladi dan dipihak suami
bersedia bahwa tindakan kontrasepsi
dilakukan pada dirinya.

Kontraindikasi

Adanya kelainan lokal atau umu yg mengganggu


sembuhnay luka operasi

Keuntungan

Tidak menimbulkan kelainan fisik maupun mental

Tidak mengganggu libido seksualis

Dapat dikerjakan secara poliklinis

Teknik vasektomi

Lapangan operasi di lakukan aseptik-antiseptik

Dilakukan ansetesi lokal dgn lar. Xilokam 1% pada kulit


skrotum dan jar. Sekitarnya dan jar. Sekitar vas deferens

Vas dicari, ditentukan lokasinya, dipegang sedekat mungkin


di bawah kulit skrotum

Dilakukan sayatan pada kulit skrotum sepanjang 0,5 1 cm


didekat tempat vas deferens

Setelah vas terlihat, dijepit dan di keluarkan melalui


sayatan, vas dopotong 1 2 cm dan kedua ujungnya diikat

Setelah kulit dijahit , tindakan dilakukan pada skrotum


sebelahnya

Komplikasi vasektomi

Infeksi pada sayatan

Rasa nyeri/sakit

Terjadi hematoma

Epididimitis

Terbentuknya granuloma

Terima kasih