Anda di halaman 1dari 14

kentan

potato

gbs
tpng

bwng mrah

Bawang merah atau Brambang (Allium ascalonicum L.) adalah nama tanaman dari
familia Alliaceae dan nama dari umbi yang dihasilkan. Umbi dari tanaman bawang
merah merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Deskripsi
2 Manfaat
3 Air mata saat mengiris bawang merah

4 Pranala luar

5 Referensi

[sunting] Deskripsi
Bawang merah adalah tanaman semusim dan memiliki umbi yang berlapis. Tanaman
mempunyai akar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Umbi terbentuk
dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan
fungsi, membesar dan membentuk umbi berlapis. Umbi bawang merah terbentuk dari
lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Umbi bawang merah bukan
merupakan umbi sejati seperti kentang atau talas.

[sunting] Manfaat
Bawang goreng adalah bawang merah yang diiris tipis dan digoreng dengan minyak
goreng yang banyak. Pada umumnya, masakan Indonesia berupa soto dan sup
menggunakan bawang goreng sebagai penyedap sewaktu dihidangka.bawang goreng
merupakan bumbu yang paling sering di gunakan orang indonesia untuk membuat
masakan.

[sunting] Air mata saat mengiris bawang merah


Umbi bawang merah dan bawang bombay dikenal dapat menginduksi keluarnya air
mata apabila diiris. Hal ini disebabkan reaksi berantai yang terjadi dalam sel-sel
umbinya. Apabila umbi lapis diiris, sel-selnya akan pecah dan melepaskan berbagai
senyawa yang terkandung di dalamnya. Dua senyawa yang terlepas di antaranya
adalah enzim allinase and asam amino. Allinase yang bertemu dengan asam amino
yang mengandung belerang (sulfoksida, yaitu sistein dan metionin) akan melepaskan
asam sulfenat (R-SOH). Asam sulfenat bersifat tidak stabil dan segera berubah
menjadi tiosulfinat [R-S(O)-S-R']. Tiosulfinatlah yang bertanggung jawab atas aroma
khas bawang. Selain menjadi tiosulfinat, asam sulfenat yang bertemu dengan enzim
lain, LF-sintase (LF singkatan dari lacrymatory factor: "faktor air mata"), akan
diubah menjadi syn-propanethial-S-oxide yang berwujud gas. Apabila gas ini
mengenai kornea mata, signal dikirim sebagai gangguan pada mata dan mata akan
berkedip-kedip serta mengeluarkan air mata untuk "mengusir" pengganggu ini[1].

[sunting] Pranala luar

Bawang merah

Teknik budidaya bawang merah

Nama umum
Indonesia: Bawang merah, bawang beureum, brambang
Inggris: Shallots, golden shallots
Melayu: Bawang merah
Vietnam: Hanh cu, hanh ta
Thailand: Horm daeng, horm dang
Pilipina: Sibuyas
Cina:
Huo cong
Jepang: Esharetto

Bawang Merah
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus: Allium
Spesies: Allium cepa var. aggregatum L.

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang
memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang
sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada
awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.
Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan
mengembangbiakkan tanaman ini pada abad XVI. Dengan cepat menu baru ini
tersebar di seluruh bagian Eropa. Dalam sejarah migrasi orang Eropa ke Amerika,
tanaman ini pernah menjadi pemicu utama perpindahan bangsa Irlandia ke Amerika

pada abad ke-19, di kala terjadi wabah penyakit umbi di daratan Irlandia yang
diakibatkan oleh jenis jamur yang disebut ergot.

[sunting] Biologi

Bunga kentang.
Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh
penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman
pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis
cocok ditanam di dataran tinggi.
Bunga sempurna dan tersusun majemuk. Ukuran cukup besar, dengan diameter
sekitar 3cm. Warnanya berkisar dari ungu hingga putih.

[sunting] Kentang di pasaran

Bermacam-macam umbi kentang di pasar.

Di pasaran, kentang dipisah-pisahkan menurut ukurannya dan dinamakan kualitas A,


B, C, dan D. Kualitas A adalah yang terbaik. Penyebutan 'kentang kualitas AB' berarti
campuran dari kualitas A dan B.
Nama umum
Indonesia: Kentang, kumeli (Sunda)
Inggris: Potato, white potato
Melayu: Kentang
Vietnam: khoai tay
Thailand: Man farang
Pilipina: Patatas
Cina:
Ma ling shu, tu dou, yang yu
Jepang: Jaga imo

Kentang
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus: Solanum
Spesies: Solanum tuberosum L.
5. Jaringan Gabus

jaringan-gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan
banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan
gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke
arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel
mati yang disebut felem.

Gandum
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
?Gandum

Triticum aestivum, jenis gandum yang paling


umum ditanam.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:

Plantae
Magnoliophyta
Liliopsida
Poales
Poaceae
Triticum
L.

Spesies
T. aestivum
T. aethiopicum
T. araraticum
T. boeoticum
T. carthlicum
T. compactum
T. dicoccoides
T. dicoccon
T. durum
T. ispahanicum
T. karamyschevii
T. macha

T. militinae
T. monococcum
T. polonicum
T. spelta
T. sphaerococcum
T. timopheevii
T. turanicum
T. turgidum
T. urartu
T. vavilovii
T. zhukovskyi
Referensi:
ITIS 42236 2002-09-22

Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian
yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung
terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Sejarah
2 Klasifikasi
o 2.1 T. aestivum (hard wheat)
o 2.2 T. compactum (soft wheat)
o 2.3 T. durum (durum wheat)
3 Morfologi biji
o 3.1 Bran
o 3.2 Endosperma
o 3.3 Lembaga
4 Tepung terigu
o 4.1 Pembuatan tepung terigu
o 4.2 Jenis tepung terigu
5 Referensi

6 Pranala luar

[sunting] Sejarah

Masyarakat prasejarah sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian


lainnya sebagai sumber makanan. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan
gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah
sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya
gandum telah ada sejak 2700 SM [1].

[sunting] Klasifikasi
Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang
mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku [2]. Gandum dapat diklasifikasikan
berdasarkan tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam.
Berdasarkan tekstur kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum.
Sementara itu berdasarkan warna bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah)
dan white (putih). Untuk musim tanam, gandum dibagi menjadi winter (musim
dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum gandum diklasifikasikan
menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.

[sunting] T. aestivum (hard wheat)


T. aestivum adalah spesies gandum yang paling banyak ditanam di dunia dan banyak
digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti karena mempunyai kadar protein yang
tinggi. Gandum ini mempunyai ciri-ciri kulit luar berwarna coklat, bijinya keras, dan
berdaya serap air tinggi. Setiap bulir terdiri dari dua sampai lima butir gabah.

[sunting] T. compactum (soft wheat)


T. compactum merupakan spesies yang berbeda dan hanya sedikit ditanam. Setiap
bulirnya terdiri dari tiga sampai lima buah, berwarna putih sampai merah, bijinya
lunak, berdaya serap air rendah dan berkadar protein rendah. Jenis gandum ini
biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kadang-kadang membuat roti.

[sunting] T. durum (durum wheat)


T. durum merupakan jenis gandum yang khusus. Ciri dari gandum ini ialah bagian
dalam (endosperma) yang berwarna kuning, bukan putih, seperti jenis gandum pada
umumnya dan memiliki biji yang lebih keras, serta memiliki kulit yang berwarna
coklat. Gandum jenis ini digunakan untuk membuat produk-produk pasta, seperti
makaroni, spageti, dan produk pasta lainnya [3].

[sunting] Morfologi biji

Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 68 mm dan diameter 23


mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum
terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian
lembaga (germ) [4]. Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan
karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya
dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.

[sunting] Bran
Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total
keseluruhan gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%), epikarp
(0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi
lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat
tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Epidermis merupakan bagian terluar
biji gandum, mengandung banyak debu yang apabila terkena air akan menjadi liat dan
tidak mudah pecah. Fenomena inilah yang dimanfaatkan pada penggilingan gandum
menjadi tepung terigu agar lapisan epidermis yang terdapat pada biji gandum tidak
hancur dan mengotori tepung terigu yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang
terkandung dalam bran adalah protein larut (albumin dan globulin).

[sunting] Endosperma
Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%) yang
banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah
yang akan diambil sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan
tingkat kehalusan tertentu [5]. Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang
kandungannya akan semakin kecil jika mendekati inti dan akan semakin besar jika
mendekati kulit.

[sunting] Lembaga
Lembaga terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan cadangan
makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih
hidup bahkan setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat
sedikit molekul glukosa, mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan
terjadi perkecambahan yaitu biji gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum
yang baru. Perkecambahan merupakan salah satu hal yang harus dihindari pada tahap
penyimpanan biji gandum. Perkecambahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di
antaranya kondisi kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif hangat dan kandungan
oksigen yang melimpah.

[sunting] Tepung terigu

Tepung terigu
Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum, dan
digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Kata terigu dalam bahasa
Indonesia diserap dari bahasa Portugis, trigo, yang berarti "gandum".
Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak
larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang
berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu.

[sunting] Pembuatan tepung terigu


Tepung terigu diperoleh dari hasil penggilingan biji gandum yang mengalami
beberapa tahap pengolahan (Paul & Helen 1972). Beberapa tahap proses pengolahan
tersebut adalah tahap persiapan dan tahap penggilingan. Tahap persiapan meliputi
proses cleaning (pembersihan), dampening (pelembapan), dan conditioning
(pengondisian). Pada tahap cleaning, gandum dibersihkan dari kotoran-kotoran
seperti debu, biji-biji lain selain gandum (seperti biji jagung, kedelai), kulit gandum,
batang gandum, batu-batuan, kerikil, logam, dan lain-lain [6]. Kontaminan-kontaminan
tersebut harus dipisahkan dari gandum sebelum proses penggilingan. Penggunaan
ayakan kasar dan magnet dapat memisahkan benda-benda asing dan substansi logam
yang terdapat pada gandum. Kontaminan kecil memerlukan perlakuan khusus untuk
memisahkannya dari gandum.
Gandum yang telah dibersihkan mengalami proses selanjutnya yaitu proses
dampening dan conditioning. Proses dampening adalah proses penambahan air agar
campuran gandum memiliki kadar air yang diinginkan [6]. Proses dampening
tergantung pada kandungan air dari gandum, kepadatan, dan kekerasan biji gandum.
Jumlah air yang ditambahkan dapat dihitung secara matematis dengan menggunakan
persamaan:

W adalah jumlah air yang ditambahkan (kg), M2 adalah kadar air yang diinginkan
(%), M1 adalah kadar air gandum awal (%), dan Q adalah berat gandum (kg).
Setelah melalui proses dampening selanjutnya gandum mengalami conditioning
dengan menambahkan air pada gandum dan didiamkan selama waktu tertentu agar air
benar-benar meresap. Tahap ini bertujuan untuk membuat kulit gandum menjadi liat
sehingga tidak hancur pada saat digiling dan dapat mencapai kadar air tepung terigu
yang diinginkan serta memudahkan endosperma terlepas dari kulit dan melunakkan
endosperma.
Tahap selanjutnya adalah tahap penggilingan yang meliputi proses breaking,
reduction, sizing, dan tailing. Prinsip proses penggilingan adalah memisahkan
endosperma dari lapisan sel aleuron atau lapisan kulit. Diawali dengan proses
breaking, endosperma dihancurkan menjadi partikel-partikel dalam ukuran yang
seragam dalam bentuk bubuk seukuran tepung [7]. Tahap penggilingan selanjutnya
adalah proses reduction, yaitu endosperma yang sudah dihancurkan diperkecil lagi
menjadi tepung terigu, untuk selanjutnya diayak untuk dipisahkan dari bran dan
pollard. Selama proses penggilingan dihasilkan produk-produk samping seperti
dedak, pollard, pellet, dan tepung industri. Tujuan dari tahap penggilingan ini untuk
memperoleh hasil ekstraksi yang tinggi dengan kualitas tepung yang baik. Proses
tepung yang baik umumnya menghasilkan 74-84% tepung terigu sedangkan bran dan
pollard kira-kira 20-26%. Tepung hasil produksi dianalisis di laboratorium kendali
mutu untuk dianalisis kandungan-kandungan dalam tepung terigu yang meliputi
penetapan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar gluten, uji warna, uji
farinograph, ekstensograph, alveograph, amylograph, serta analisis mikrobiologi.
Anatomi Tumbuhan1organ Tumbuhan Strukturakarbatang Dan Penyusun Kulit Kayu
Floem Sekunder Robert Hooke Melalui Percobaan Sel Gabus Tahun 1665 Hanstein
Kemudian Melakukan Penelitian Pada
PENGENALAN DAN PENGGUNAAN MIKROSKOP DAN SELSEL PENYUSUN
JARINGAN Pada Sel Tumbuhan Di Sebelah Luar Membran Sel Terdapat Dinding
Sel Yang Relatif Tebal Bahanbahan Yang Digunakan Adalah Penampang Melintang
Sel Gabus Batang Ubi Kayu Manihot
SEL HEWAN DAN TUMBUHANHal Ini Terlihat Pada Sel Gabus Tumbuhan Yang
Tergolong Sel Mati Karena Hanya Contohnya Sel Gabus Pada Penampang Melintang
Ubi Kayu 2 Sel Sel Yang Hidup Pada Umumnya Mempunyai
Pertumbuhan Dan Perkembangan1 Aktivitas Selsel Meristem Sekunder Biasanya
Terdapat Pada Tumbuhan Kambium Pada Batang Tumbuhan Dikotil Akan
Menghasilkan Pembuluh Kayu Xilem Kambium Gabus Felogen

Tedis Site Struktur TumbuhanTerdapat Pada Bagian Kulit Kayu Pada Samping Ploem
Terdapat Sel Pengiring Pada Tumbuhan Dikotil Jaringan Gabus Dibentuk Oleh
Kambium Gabus Felogen Selsel Hidup Yang
FUNGSI DAN STRUKTUR TUBUH TUMBUHANMengalami Penebalan Pada
Seluruh Dinding Sel Oleh Zat Ligninzat Kayu Jaringan GabusPeriderm Merupakan
Sel Pengganti Pada Tumbuhan Gymnospermae Belum Memiliki
HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN UNSRI Poenya Masto2n Tanaman Bagian
Tumbuhan Yang Lazimnya Berwarna Hijau Nekrosis Bila Sekumpulan Sel Yang
Terbatas Pada Menjadi Selsel Gabus Gejala Ini Dapat Dijumpai Pada Kenaf Ubi
Kayu
TRUKTUR TUMBUHANTRUKTUR TUMBUHAN Seperti Pada Hewan Tubuh
Tumbuhan Pun Terdiri Dari Selsel Yakni Xilem Atau Pembuluh Kayu Dan Banyak
Air Mengingat Selsel Gabus Yang Bersifat Kedap Air Pada
Jaringan Pada Tumbuhan Guru NgeBlogSeperti Pada Hewan Tubuh Tumbuhan Pun
Terdiri Dari Selsel Selsel Kearah Dalam Akan Membentuk KayuPada Banyak Air
Mengingat Selsel Gabus Yang Bersifat Kedap Air Pada
2 Perb Sel Hewan Dan Tumbuhan 1836PRAKTIKUM II Topik Perbedaan Sel Hewan
Dan Tumbuhan Sel Yang Hidup Pada Tumbuhan Dan Penampang Melintang Sel
Gabus Batang Ubi Kayu Manihot Utillisima 2 Rambut Buah Kapok