Anda di halaman 1dari 32

Septiany Indahsari

405100244
Pemicu 1 - Blok Biomedik 1
FK UNTAR 2010
Tutor : Dr. Freddy Ciptono

I. Klarifikasi istilah
Indeks Massa Tubuh :

Menurut Kamus Dorland:


Berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi
badan dalam meter, atau cara lain, 703,1 dikalikan
dengan berat badan dalam pon dibagi kuadrat
tinggi badan dalam inci.

II. Perumusan Masalah


1.
2.
3.

Berapa berat badan ideal peragawati


tersebut?
Apakah asupan makanannya sesuai
dengan aktivitasnya? Mengapa?
Mengapa dia sering merasa lemas dan
kepalanya terasa berputar-putar?

III. Curah Pendapat


1.

IMT ideal antara 18,5-25.


18,5 = BB
25 = BB
(1,66)2
(1,66)2
BB = 51 kg
BB = 69 kg

2. Asupan makanannya tidak sesuai dengan


aktivitasnya, karena aktivitasnya melebihi
asupan makanannya.
3. Ia sering merasa lemas dan kepala terasa
berputar-putar karena asupan gizinya tidak
terpenuhi sehingga metabolismenya
terganggu.

IV. Peta Pikiran


Peragawati 23 thn
IMT= sangat kurus

asupan makanan
makro

mikro

kurang

kurang

metabolisme terganggu
lemas dan kepala berputar

V. LO
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mengetahui dan menghitung Indeks Massa


Tubuh
Mengetahui, memahami, dan menjelaskan
asupan makanan yang seimbang
Mengetahui, memahami, dan menjelaskan
macam-macam nutrien
Mengetahui, memahami, dan menjelaskan
metabolisme KH, lipid, dan protein
Mengetahui struktur kimiawi KH, lipid, dan protein
Mengetahui, memahami, dan menjelaskan enzim
yang berperan dalam proses pencernaan

VI. Hasil Belajar Mandiri

Indeks Massa Tubuh


Istilah normal, overweight dan obese dapat berbeda-beda, masingmasing negara dan budaya mempunyai kriteria sendiri-sendiri, oleh karena itu,
WHO menetapkan suatu pengukuran / klasifikasi obesitas yang tidak
bergantung pada bias-bias kebudayaan. Metoda yang paling berguna dan
banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas adalah BMI (Body Mass
Index), yang didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan
kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai BMI yang didapat tidak tergantung
pada umur dan jenis kelamin.
Keterbatasan BMI adalah tidak dapat digunakan bagi:
Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan
Wanita hamil
Orang yang sangat berotot, contohnya atlet
BMI dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar seseorang dapat
terkena resiko penyakit tertentu yang disebabkan karena berat badannya.

Asupan Makanan yang


Seimbang
Makanan yang seimbang berisi semua zat
makanan yang diperlukan tubuh. Komposisi
asupan makanan seimbang yang dianjurkan
untuk kesehatan terdiri dari:
Karbohidrat60-70%
Protein10-15%
Lemak20-25%

Macam-macam Nutrien

Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi
untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial
(pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan
aktivitas tubuh. Terdiri atas Karbohidrat (hidrat
arang), lemak, protein.

1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan komponen pangan yang menjadi
sumber energi utama dan sumber serat makanan. Komponen ini
disusun oleh 3 unsur utama, yaitu karbon (C), hidrogen (H) dan
oksigen (O). Jenis-jenis karbohidrat sangat beragam dan
mereka dibedakan satu dengan yang lain berdasarkan susunan
atom-atomnya, panjang/ pendeknya rantai serta jenis ikatan
akan membedakan karbohidrat yang satu dengan lain.
2. Lemak
Lemak juga merupakan sumber energi dan merupakan sumber
cadangan energi. Lemak tersusun atas karbon, hidrogen, dan
oksigen. Lemak disimpan dibawah jaringan kulit.
Lemak merupakan penghasil energi yang lebih tinggi
dibandingkan karbohidrat.

3. Protein
Protein adalah segolongan besar senyawa organik
yang dijumpai dalam semua makhluk hidup. Protein
terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen, dan kebanyakan
juga mengandung sulfur. Bobot molekulnya berkisar
dari 6000 sampai beberapa juta. Molekul protein terdiri
dari satu atau beberapa panjang polipeptida dari asamasam amino yang terikat dengan urutan yang khas.

Mikronutrien
Zat gizi (nutrien) yang dibutuhkan dalam jumlah
sedikit tapi sangat diperlukan tubuh untuk tumbuh
dan berkembang setiap hari. Zat yg termasuk
mikronutrien adalah vitamin dan mineral.
Khususnya untuk tumbuh kembang tinggi anak.

VitaminYangLarutDalamLemak(LipidSolubleVitamins)Vitamin A (Aseroftol)
Berfungsi dalam pertumbuhan sel epitel, mengatur rangsang sinar
pada saraf mata. Defisiensi awal akan menimbulkan gejala
Hemeralopia (rabun senja) dan Frinoderma (kulit bersisik). Kemudian
pada mata akan timbul Bercak Bitot setelah itu mata akan mengering
(Xeroftalmia) akhirnya mata akan hancur (Keratomalasi).Vitamin D
Mengatur kadar kapur dan fosfor, (Kalsiferol = Ergosterol)
memperlancar proses Osifikasi. Defisiensi akan menimbulkan Rakhitis.
Ditemukan oleh McCollum, Hesz dan Sherman.Vitamin E (Tokoferol)
Berperan dalam meningkatkan Fertilitas.Vitamin K (Anti Hemoragi)
Ditemukan oleh Dam dan Schonheydcr. Berfungsi dalam pembentukan
protrombin. Dibuat dalam kolon dengan bantuan
bakteri Escherichiacoli

VitaminYangLarutDalamAir(WaterSolubleVitamins)
B1 (Aneurin=Thiamin)
Untuk mempengaruhi absorbsi lemak dalam usus. Defisiensinya
menyebabkan Beri-Beri dan Neuritis.
B2 (Riboflavin=Laktoflavin)
Transmisi rangsang sinar ke mata. Defisiensinya akan mengakibatkan
Katarak, Keilosis.
B6 (Piridoksin=Adermin)
Untuk pergerakan peristaltik usus. Defisiensi akan menyebabkan Kontipasi
(Sembelit).
B12 (Sianokobalamin)
Defisiensi akan menimbulkan Anemia Pernisiosa
Vitamin C (Asam Askorbinat)
Berfungsi dalam pembentukan sel, pembuatan trombosit. Defisiensi akan
menimbulkan pendarahan gusi, karies gigi, pendarahan di bawah kulit. Pada
jeruk selain vitamin C ditemukan pula zat Sitrin dan Rutin yang mampu
menghentikan pendarahan. Zat tersebut ditemukan olelj Sant-Gyorgi
disebut pula Vitamin P.

Garam-GaramMineral

Kalsium (Ca)
Untuk membentuk matriks tulang, membantu proses
penggumpalan darah danmempengaruhi penerimaan rangsang
oleh saraf. Kebutuhannya adalah 0,8 g/hari.

Fosfor (P)
Untuk membentuk matriks tulang, diperlukan dalam pembelahan
sel, pada pengurutan otot, metabolisme zat. Kebutuhannya adalah
1 mg/hari.

Besi (Fe)
Merupakan komponen penting sitokrom (enzim pernafasan),
komponen penyusun Hemoglobin. Kebutuhannya adalah 15 - 30
mg/hari.

Fluor (F)
Untuk menguatkan geligi.

lodium (I)
Komponen penting dalam hormon pertumbuhan (Tiroksin),
kekurangan unsur tersebut dapat terjadi sebelum atau
sesudah pertumbuhan berhenti.

Natrium & Klor (NaCl)


Untuk pembentukan asam klorida (HCl). Kebutuhannya
adalah 1 g/hari.

Metabolisme
Karbohidrat :
Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat baik yang tergolong
sebagai katabolisme maupun anabolisme, yaitu glikolisis, oksidasi
piruvat, siklus asam sitrat, glikogenesis, glikogenolisis serta
glukoneogenesis.
Secara ringkas, jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis
(dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. Dalam tahap ini
dihasilkan energi berupa ATP.
2. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA.
Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
3. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat.
Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.

4. Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita


maka glukosa tidak dipecah, melainkan akan dirangkai menjadi polimer
glukosa (disebut glikogen). Glikogen ini disimpan di hati dan otot
sebagai cadangan energi jangka pendek. Jika kapasitas penyimpanan
glikogen sudah penuh, maka karbohidrat harus dikonversi menjadi
jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang.
5. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi,
maka glikogen dipecah menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa
mengalami glikolisis, diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan
siklus asam sitrat.
6. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga
habis, maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein
harus digunakan. Jalur ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan
glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah menjadi
glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk
memperoleh energi.

Lemak

Protein

Struktur Kimiawi
1.

Karbohidrat

sukrosa

maltosa

laktosa

2.

Lemak

3.

Protein

Enzim dalam Proses


Pencernaan
Dalam sistem pencernaan makanan, beberapa organ mencerna makanan
baik secara mekanik maupun kimiawi. Dengan demikian makanan dapat diserap
dan menjadi sumber nutrisi bagi tubuh. Saluran pencernaan terdiri dari mulut,
kerongkongan, lambung, usus kecil/halus, usus besar, rektum dan anus. Organ
pencernaan tambahan terdiri dari kelenjar ludah/air liur, hati dan penkreas.
MULUT :
Disini makanan dikunyah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
KELENJAR AIR LIUR :
Air liur akan melunakkan dan melumasi makanan.
Disini enzim AMILASE akan memecah karbohidrat.
FARING :
Makanan ditelan untuk masuk ke dalam kerongkongan.

KERONGKONGAN :
Adalah jalan makanan menuju lambung.
LAMBUNG :
Menyimpan dan mencampur makanan.
Enzim PEPSIN akan memecah protein. Asam lambung
mengaktifkan enzim, memecah makanan dan membunuh
kuman. Disini terjadi penyerapan makanan dalam jumlah
kecil.
HATI :
Tempat pemecahan dan pembentukkan berbagai molekul
biologis.
Disini juga tempat menyimpan zat besi dan vitamin.
Tempat penghancuran sel-sel darah yang sudah tua.
Menetralisir zat-zat racun.
Tempat penyimpanan cairan empedu.

KANTUNG EMPEDU
PANKREAS :
Memproduksi :
HORMON INSULIN yang mengatur kadar gula darah dan juga
bikarbonat yang menetralisir asam lambung.
Enzim TRIPSIN dan KEMOTRIPSIN (PROTEASE) untuk
memecahkan protein.
Enzim AMILASE untuk memecahkan karbohidrat dan glikogen.
Enzim LIPASE untuk memecah lemak.
Enzim NUKLEASE untuk memecahkan asam nukleat.
USUS HALUS :
Makanan akan dicerna sempurna di tempat ini sehingga akan
terjadi absorbsi zat-zat gizi.
Enzim PROTEASE akan memecahkan protein.
Enzim SUCRASES memecah gula.
Enzim AMILASE memecah karbohidrat dan glikogen.
Enzim LIPASE memecah lemak.
Enzim NUCLEASE memecahkan asam lemak.

USUS BESAR :
Reabsorbsi air, ion dan vitamin.
Tempat menyimpan sisa hasil pencernaan (kotoran/feses).
USUS BUNTU
REKTUM ;
Pelepasan feses.
ANUS :
Lubang pengeluaran feses.

Daftar Pustaka
Moehji, S. IlmuGizi.JilidI. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta,
1982.
Syamsir Elvira.Karbohidrat.3 April 2008. Available from:
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1799308karbohidrat/
Tanty.Protein.2 Juni 2009. Available from:
http://id.shvoong.com/exact-science/biology/1902571-protein/
Kandar Adhizal.Lemak.4 Mei 2010. Available from:
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1998458-lemak/
http://uks.man3malang.com/index.php?
option=com_content&task=view&id=29&Itemid=37