Anda di halaman 1dari 8

TUGAS BIOLOGI

Kekebalan Tubuh

NAMA:
Pipit Diah NS (20)
Prastika Fatnamasari (21)

Sistem kekebalan
Sistem kekebalan (bahasa Inggris: immune system) adalah sistem pertahanan
manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau
serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan
juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang
terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang teraberasi menjadi tumor.
[1]
Kemampuan sistem kekebalan untuk membedakan komponen tubuh dari komponen
patogen asing akan menopang amanat yang diembannya guna merespon infeksi
patogen - baik yang berkembang biak di dalam sel tubuh (intraselular) seperti
misalnya virus, maupun yang berkembang biak di luar sel tubuh (ekstraselular) sebelum berkembang menjadi penyakit. Meskipun demikian, sistem kekebalan
mempunyai sisi yang kurang menguntungkan. Pada proses peradangan, penderita
dapat merasa tidak nyaman oleh karena efek samping yang dapat ditimbulkan sifat
toksik senyawa organik yang dikeluarkan sepanjang proses perlawanan berlangsung.
[2]
Barikade awal pertahanan terhadap organisme asing adalah jaringan terluar dari
tubuh yaitu kulit, yang memiliki banyak sel termasuk makrofaga dan neutrofil yang
siap melumat organisme lain pada saat terjadi penetrasi pada permukaan kulit, dengan
tidak dilengkapi oleh antibodi.[1] Barikade yang kedua adalah kekebalan
tiruan.Walaupun sistem pada kedua barikade mempunyai fungsi yang sama, terdapat
beberapa perbedaan yang mencolok, antara lain :

sistem kekebalan tiruan tidak dapat terpicu secepat sistem kekebalan turunan
sistem kekebalan tiruan hanya merespon imunogen tertentu, sedangkan sistem
yang lain merespon nyaris seluruh antigen.
sistem kekebalan tiruan menunjukkan kemampuan untuk "mengingat"
imunogen penyebab infeksi dan reaksi yang lebih cepat saat terpapar lagi
dengan infeksi yang sama. Sistem kekebalan turunan tidak menunjukkan
bakat immunological memory.[2]

Sistem kekebalan pada makhluk lain


Perlindungan di prokariota
Bakteri memiliki mekanisme pertahanan yang unik, yang disebut sistem modifikasi
restriksi untuk melindungi mereka dari patogen seperti bateriofag. Pada sistem ini,
bakteri memproduksi enzim yang disebut endonuklease restriksi, yang menyerang
dan menghancurkan wilayah spesifik dari DNA viral bakteriofag. Endonuklease
restriksi dan sistem modifikasi restriksi hanya ada di prokariota.

Perlindungan di invertebrata
Invertebrata tidak memiliki limfosit atau antibodi berbasis sistem imun humoral.
Namun invertebrata memiliki mekanisme yang menjadi pendahulu dari sistem imun
vertebrata. Reseptor pengenal pola (pattern recognition receptor) adalah protein yang
digunakan di hampir semua organisme untuk mengidentifikasi molekul yang
berasosiasi dengan patogen mikrobial. Sistem komplemen adalah lembah arus
biokimia dari sistem imun yang membantu membersihkan patogen dari organisme,
dan terdapat di hampir seluruh bentuk kehidupan. Beberapa invertebrata, termasuk
berbagai jenis serangga, kepiting, dan cacing memiliki bentuk respon komplemen
yang telah dimodifikasi yang dikenal dengan nama sistem prophenoloksidase.
Peptida antimikrobial adalah komponen yang telah berkembang dan masih bertahan
pada respon imun turunan yang ditemukan di seluruh bentuk kehidupan dan mewakili
bentuk utama dari sistem imunitas invertebrata. Beberapa spesies serangga
memproduksi peptida antimikrobial yang dikenal dengan nama defensin dan
cecropin.

Perlindungan di tanaman
Anggota dari seluruh kelas patogen yang menginfeksi manusia juga menginfeksi
tanaman. Meski spesies patogenik bervariasi pada spesies terinfeksi, bakteri, jamur,
virus, nematoda, dan serangga bisa menyebabkan penyakit tanaman. Seperti binatang,
tanaman diserang serangga dan patogen lain yang memiliki respon metabolik
kompleks yang memicu bentuk perlindungan melawan komponen kimia yang
melawan infeksi atau membuat tanaman kurang menarik bagi serangga dan herbivora
lainnya.
Seperti invertebrata, tanaman tidak menghasilkan antibodi, respon sel T, ataupun
membuat sel yang bergerak yang mendeteksi keberadaan patogen. Pada saat
terinfeksi, bagian-bagian tanaman dibentuk agar dapat dibuang dan digantikan, ini
adalah cara yang hanya sedikit hewan mampu melakukannya. Membentuk dinding
atau memisahkan bagian tanaman membantu menghentikan penyebaran infeksi.
Kebanyakan respon imun tanaman melibatkan sinyal kimia sistemik yang dikirim
melalui tanaman. Tanaman menggunakan reseptor pengenal pola untuk
mengidentifikasi patogen dan memulai respon basal yang memproduksi sinyal kimia
yang membantu menjaga dari infeksi. Ketika bagian tanaman mulai terinfeksi oleh
patogen mikrobial atau patogen viral, tanaman memproduksi respon hipersensitif
terlokalisasi, yang lalu membuat sel di sekitar area terinfeksi membunuh dirinya
sendiri untuk mencegah penyebaran penyakit ke bagian tanaman lainnya. Respon
hipersensitif memiliki kesamaan dengan pirotopsis pada hewan.

kasih - hotklikp21.com

PERGANTIAN musim seringkali menimbulkan


berbagai gangguan termasuk serangan flu yang bisa
sangat mengganggu aktivitas Anda. Akan tetapi,
serangan flu bisa dicegah dengan cara memperkuat
sistem kekebalan alami tubuh. Bagaimana caranya?
Berikut delapan cara yang bisa membantu menjauhkan
flu dari Anda.
Mendengarkan musik.
Sebuah studi yang mempelajari efek musik terhadap
sistem kekebalan perempuan yang sedang hamil menunjukkan kalau mendengarkan
musik bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu.
Pijat lymphatic
merupakan salah satu cara terbaik mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh.
Daripada mengobati penyakit, lebih baik memanjakan tubuh Anda dengan melakukan
pijat. Anda bisa melakukan pijat sekaligus perawatan kecantikan di spa-spa yang ada
di kota Anda.
Relaksasi
Stres bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Jadi, ada baiknya meluangkan waktu
untuk relaksasi. Jika tuntutan bos dan tumpukan pekerjaan membuat Anda stres,
cobalah melakukan yoga.
Tertawa
Cobalah lebih banyak menceritakan dan mendengarkan lelucon yang tentunya bisa
membuat Anda tertawa. Tertawa bisa meningkatkan sistem imun dengan cara
menurunkan kadar stres dan kecemasan. Selain itu, tertawa juga bisa meredakan
ketegangan otot dan meningkatkan asupan oksigen.
Tidur
Tidur nyenyak delapan jam semalam juga turut meningkatkan sistem pertahanan
tubuh. Kurang tidur bisa meningkatkan kadar hormon stres yang justru akan
memperlemah sistem imun.
Olahraga
Olahraga berfungsi meningkatkan hormon-hormon yang menguatkan imunitas tubuh.
Selain itu, olahraga merupakan cara yang baik untuk mengurangi tingkat stres.

Perbanyak asupan air putih.


Minum air putih merupakan langkah penting untuk mendapatkan kulit sehat, dan kulit
merupakan pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi dari luar.
Makan sehat
Orang-orang yang obesitas dinyatakan lebih sulit melawan infeksi, jadi ada baiknya
mempertahankan berat badan ideal dengan menerapkan pola makan sehat.
Konsumsilah diet kaya buah-buahan dan sayuran untuk mendapatkan semua vitamin
dan mineral yang diperlukan tubuh.

Imunitas
Darah yang mengandung
limfosit, monosit,
darah.

darah merah, darah putih,


neutrofil, dan keping

Imunitas atau
kekebalan adalah sistem
mekanisme pada
organisme yang
melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan
membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh
biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus
sampai cacing parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan
mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi seperti
biasa. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar
dapat menginfeksi organisme.
Untuk selamat dari tantangan ini, beberapa mekanisme telah berevolusi yang
menetralisir patogen. Bahkan organisme uniselular seperti bakteri dimusnahkan oleh
sistem enzim yang melindungi terhadap infeksi virus. Mekanisme imun lainnya yang
berevolusi pada eukariota kuno dan tetap pada keturunan modern, seperti tanaman,
ikan, reptil dan serangga. Mekanisme tersebut termasuk peptida antimikrobial yang
disebut defensin, fagositosis, dan sistem komplemen.[1] Mekanisme yang lebih
berpengalaman berkembang secara relatif baru-baru ini, dengan adanya evolusi
vertebrata. Imunitas vertebrata seperti manusia berisi banyak jenis protein, sel, organ
tubuh dan jaringan yang berinteraksi pada jaringan yang rumit dan dinamin. Sebagai
bagian dari respon imun yang lebih kompleks ini, sistem vertebrata mengadaptasi
untuk mengakui patogen khusus secara lebih efektif. Proses adaptasi membuat
memori imunologis dan membuat perlindungan yang lebih efektif selama pertemuan

di masa depan dengan patogen tersebut. Proses imunitas yang diterima adalah basis
dari vaksinasi.
Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya untuk melindungi tubuh juga
berkurang, membuat patogen, termasuk virus yang menyebabkan penyakit. Penyakit
defisiensi imun muncul ketika sistem imun kurang aktif daripada biasanya,
menyebabkan munculnya infeksi. Defisiensi imun merupakan penyebab dari penyakit
genetik, seperti severe combined immunodeficiency, atau diproduksi oleh
farmaseutikal atau infeksi, seperti sindrom defisiensi imun dapatan (AIDS) yang
disebabkan oleh retrovirus HIV. Penyakit autoimun menyebabkan sistem imun yang
hiperaktif menyerang jaringan normal seperti jaringan tersebut merupakan benda
asing. Penyakit autoimun yang umum termasuk rheumatoid arthritis, diabetes melitus
tipe 1 dan lupus erythematosus. Peran penting imunologi tersebut pada kesehatan dan
penyakit adalah bagian dari penelitian.

Jenis dan Macam-Macam Imunisasi Kekebalan


Tubuh / Anti Bodi - Ilmu Sains Biologi
A. Imunisasi Aktif
Imunisasi aktif adalah kekebalan tubuh yang didapat seseorang karena tubuh yang
secara aktif membentuk zat anti bodi.
1. Imunisasi aktif alamiah
Adalah kekebalan tubuh yang secara otomatis diperoleh setelah sembuh dari suatu
penyakit.
2. Imunisasi aktif buatan
Adalah kekebalan tubuh yang didapat dari vaksinasi yang diberikan untuk
mendapatkan perlindungan dari suatu penyakit
B. Imunisasi Pasif
Imunisasi adalah kekebalan tubuh yang bisa diperoleh seseorang yang zat kekebalan
tubuhnya didapatkan dari luar.
1. Imunisasi pasif alamiah
Adalah antibody yang didapat seseorang karena diturunkan oleh ibu yang merupakan
orang tua kandung langsung ketika berada dalam kandungan.
2. Imunisasi pasif buatan
Adalah kekebalan tubuh yang diperoleh karena suntikan serum untuk mencegah
penyakit tertentu.

Faktor Kekebalan Tubuh


Faktor Kekebalan Tubuh ( Faktor Imun ) adalah Kombinasi dari berbagai
Faktor yang berfungsi Protektif Untuk Mencegah dan Melawan Berbagai
Jenis Penyakit dan Infeksi. Setiap Faktor berperan Khusus dalam Pertahanan
Tubuh terhadap serangan Organisme Penyebab Penyakit ( Patogen ).
Berbagai Faktor ini juga menyeimbangkan Faktor Pengaturan Fungsi Imun.
Secara bersama, berbagai Faktor yang tergolonjg Faktor Imun ini membantu
mencegah Penyakit.

Jenis Faktor Imun


Ada Beberapa jenis Faktor Imun
Imunoglobulin, Imunoglobulin ( Ig ) Merupakan Komponen yang Terpenting
dalam Kolostrum.
Imunoglobulin, adalah sejenis Protein khusus yang dihasilkan Tubuh ( oleh
Sel Limfosit B ).
sebagai respons spesifik terhadap serangan Substansi Asing ( Antigen )
seperti Mikroba.
Imunoglobulin tertentu diarahkan secara khusus terhadap Antigen yang
Memicu Pembentukan Imuglobulin tersebut.
Kolostrum Sapi mengandung semua kelompok Imunoglobulin yang
ditemukan dalam Kolostrum Manusia
yaitu : IgG, IgA, IgM,IgE, IgD.
Imunoglobin yang paling berlimpah adalah IgG
Kolostrum Manusia mengandung IgG sekitar 2%,
sedangkan Kolostrum Sapi mengandung IgG hingga 40x dari jumlah
tersebut.

Laktoferin
Merupakan Protein yang
berperan sebagai Antivirus,
Antibakteri dan Anti Radang
( Anti Inflamasi ) yang kuat
yang menghilangkan
Penyebab Penyakit
( Patogen ) terhadap Besi yg
mereka butuhkan untuk
Mempertahankan diri
Polipetida, Kaya-Prolin
Mengatur Aktifitas Sistem
Imun tubuh dan mencegah
Penyakit Autoimune Disorder
akibat sistem Imun yang
berlebihan

Oligosakarida
Merupakanj Kelompok Gula ( Sakarida ) yang Mengikat Bakteri Penyerang
untuk mencegah mereka Melekat dan Menembus Dinding Usus seperti pada
Sindrom Kebocoran Usus ( Leaky Gut Syndrome )
Sitokin ( Cytokine ) ; Interleukin 1 & 6, Interferon Y dan berbagai
Limfosin.
Menstimulasi Produksi Imunoglobulin dan mengatur Intensitas fungsi Imun
Laktalbulmin
Membantu meningkatkan kadar Serotonin Otak dan memperbaiki suasana
Hati ( Mood ) pada Kondisi Stress.
Lisozim
Telah terbukti dapat Membunuh Bakteri dan Virus.