Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim.
Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Sehingga
saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan judul Peran Warga
Negara dalam Bidang Politik. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam makalah ini saya
membahas tentang peran warga negara dalam bidang politik. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi diri saya dan khususnya pembaca pada umumnya.
Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini. Dengan
segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat saya
harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas
yang lain dan pada waktu mendatang.

Bantarujeg, April 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Proses bangsa yang menegara memberikan gambaran tentang
bagaimana terbentuknya bangsa, dimana sekelompok manusia yang berada
didalamnya merasa sebagai bagian dari bangsa. Negara merupakan organisasi
yang mewadahi bangsa. Bangsa tersebut merasakan pentingnya keberadaan
negara sehingga tumbuhlah kesadaran untuk mempertahankan untuk tetap
tegaknya dan utuhnya negara melalui upaya bela negara. Sebagai suatu
bangsa atau warga negara, setiap manusia khususnya yang berada di
Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama, yang pokok
adalah bahwa setiap orang haruslah terjamin haknya dan mendapatkan status
kewarganegaraan, sehingga terhindar dari kemungkinan menjadi statless
atau tidak berkewarganegaraan. Kala ini warga negara harus mengetahui
hubungan timbal balik antara warga negara ataupun pemerintah yang
menaunginya. Seperti masyarakat Modern saat ini, hubungan timbal balik
antar warga negara semakin nyata, maka diperlukan adanya pengetahuan
tentang peranan warga negara yang sebenarnya seperti apa.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah peran serta warga negara dalam sistem politik indonesia ?
2. Apakah ciri-ciri masyarakat politik ?
3. Apa saja bentuk-bentuk partisipasi politik ?
4. Seperti apakah peran warga negara dalam kehidupan politik?
1.3 Tujuan Pembahasan
1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah kewarganegaraan.
2. Menambah pengetahuan tentang pendidikan kewarganegaraan.

3. Membahas secara sederhana peranan warga negara dalam bidang politik.


1.4 Metode Pembahasan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah
menggunakan metode pustaka yaitu menggunakan media pustaka dan media
elektronik dalam penyusunan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peran Serta Warga Negara Dalam Sistem Politik Indonesia
Dalam masyarakat Demokrasi peran Warga Negara sangatlah
dibutuhkan untuk terciptanya masyarakat yang demokratis, sehingga peran
warga Negara ini dapat menjadi acuan untuk terciptanya pemerintahan yang
demokratis pula. Dalam menciptakan masyarakat yang demokatis maka tidak
lain adalah keikutsertaan masayarakat dalam perannya terhadap politik.
Sehingga masyarakat yang ikut berperan aktif dalam politik dapat
mengembangkan partisipasi politiknya yang berpengaruh terhadap sistem
politik Negara dan pemerintahannya.
Sebelum membahas mengenai peran serta warga negara dalam sistem
politik indonesia terlebih dahulu kita pahami ciri-ciri masyarakat yang
menegmbangkan politiknya.
2.2 Ciri-Ciri Masyarakat Politik
1. Adanya pendidikan politik bagi warga negaranya
Untuk menciptakan masyarakat politik maka pemerintah harus
memberikan pendidikan politik kepada warga negaranya, pendidikan
politik dimaksudkan untuk mengembangkan dan mempertahankan situasi
politik yang sudah ada. Sehingga masyarakat akan menjadi melek politik
dan dengan pendidikan politik masyarakat akan tahu bagaimana system
politik dan budaya politik yang ada di negara tersebut sehingga sangat
perpengaruh terhadap keberlangsungsn dan perkembangan politik di
negaranya. Pendidikan politik di Indonesia dilakuakan diantaranya
melalui pendidikan formal di sekolah seperti pelajaran Pendidikan
Kewarganegaaan.

2. Adanya Kesadaran Politik warga negara yang tinggi.


Dengan pendidikan politik yang diperoleh warga negara maka
diharapkan munculnya rasa kecintaan kepada negaranya sehingga
diharapka munculnya kesadaran politik. Kesadaran politik yang tinggi
warga Negara sangat diperlukan untuk keberlangsungan pemerintahan.
3. Adanya Budaya Politik yang berkembang di masyarakat suatu negara
Budaya politik akan muncul dengan sendirinya seiring dengan
perkembangan politik suatu Negara. Budaya adalah sesuatu yang
dilakukan berulang-ulang dan dijadikan suatu nilai sehingga muncul ciri
dari politik suatu Negara.
4. Bagaimana cara sosialisasi politik masyarakatnya cara menerapkan
sosialisasi politik terhadap warga negaranya, baik melalui lembaga formal
maupun

non

formal

harus

dilakukan

untuk

mempertahankan

keberlangsungan politik suatu negara. Jika sosialisasi yang dilakuakan


pemerintah berjalan baik maka budaya politik yang sudah ada akan terus
bertahan dan berkembang seiring denga waktu.
5. Adanya peran aktif warga negara dalam sistem politik peran aktif warga
negara sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilitasan politik dan
pemerintah suatu negara. Negara tidak akan berkembang secara politik
jika tidak ada peran aktif warga negara dalam politik. Hal ini akan
mengakibatkan suatu pemerintahan yang absolute, karena tidak adanya
pengawasan dari masyarakatnya.
6. Adanya keloyalan warga negara terhadap negaranya keloyalan warga
negara sangat mempengaruhi perkembangan politik suatu negara. Dengan
partisipasi yang aktif warga negara dan keloyalan terhadap negara maka
proses perkembangan budaya politik di suatu negara akan mengalami

kemajuan yang sangat pesat. Dibutuhkan keloyalan tidak hanya sekedar


mencari kekuasaan akan mengangkat drajat seseorang yang bersedia
untuk

selalu

loyal

terhadap

negaranya

sehingga

kemungkinan-

kemungkian terjadinya penyelewengan akan terkikis dengan sendirinya


7. Tumbuh dan berkembangnya masyarakat madani masyarakat madani
berpengaruh terhadap perkembangan politik suatu negara, negara akan
lebih mudah dalam meningkatkan partisipasi politik, dalam hal sosialisasi
dan pengawasan jalannya politik akan lebih stabil jika masyarakat madani
berkembang dalam suatu masyarakat.
2.3 Bentuk-Bentuk Partisipasi Politik
Bentuk-bentuk partisipasi politik yang terjadi di berbagai negara yang
dapat dibedakan dalam kegiatan politik yang berbentuk konvensional dan non
konvensional, termasuk yang mungkin legal (seperti petisi) maupun illegal
(cara kekerasan atau revolusi).
1. Konvensional Ikut dalam Pemilu baik menggunkan hak aktif maupun
pasifnya Ikut memberikan kritikan dan masukan lewat berbagai media,
semisal media social seperti FB Berkomunikasi dengan para pejabat
dalam penyesuaian sebuah kebijakan publik semisal lewat demonstrasi
sesuai dengan aturan.
2. Non Konvensional Demonstrasi dengan tidak meminta izin dulu kepada
pihak yang berwajib Menghina pejabat publik Membakar simbul-simbul
Negara.
Bentuk-bentuk dan frekuensi partisipasi politik dapat dipakai sebagai
ukuran untuk menilai stabilitas sistem politik, integritas kehidupan politik,
kepuasan atau ketidakpuasan warga negara.
Konvensional

Non Konvensional

Pemberian suara (Voting)

Pengajuan Petisi

Diskusi Politik

Berdemonstrasi

Kegiatan Kampanye

Konfrontasi

Membentuk

dan

bergabung
Mogok

dalam kelompok kepentingan

Tindak kekerasan politik terhadap harta

Komunikasi individual dengan benda


pejabat politik / administratif

perusakan,

pemboman,

pembakaran
Tindak

kekerasan

manusia:

politik

penculikan,

terhadap

pembunuhan,

perang gerilya/revolusi.
Peran warganegara:

Peran pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan

perundang-undangan yang berlaku.


Peran aktif merupakan aktivitas

warga

negara

untuk

terlibat

(berpartisipasi) serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara, terutama

dalam mempengaruhi keputusan publik.


Peran positif merupakan aktivitas warga negara untuk meminta

pelayanan dari negara untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Peran negatif merupakan aktivitas warga negara untuk menolak campur

tangan negara dalam persoalan pribadi


Partisipasi aktif ; WN mengajukan usul kebijakan, mengajukan alternatif
kebijakan, mengajukan saran dan kritik untuk mengoreksi kebijakan

pemerinta, mengajukan tuntutan.


Partisipasi pasif ; berupa kegiatan mentaati peraturan/pemerintah,
menerima dan melaksanakan setiap keputusan pemerintah.

2.4 Peran Warga Negara dalam Kehidupan Politik


Peran warga negara dalam kehidupan berpolitik pada dasarnya dapat
dinyatakan berupa hak warga negara untuk berpartisipasi dan mempengaruhi
setiap proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik oleh para pejabat
atau lembaga-lembaga negara/pemerintah. Peran warga negara di bidang
politik sangat penting, karena dapat untuk mewujudkan kebebasan
mengeluarkan pikiran dan pendapat, serta kebebasan berserikat. Kebebasan
tersebut merupakan faktor penentu untuk menumbuhkan kehidupan politik
yang demokratis. Peran warga negara di bidang politik dijamin dalam pasal
28 UUD 1945.
a. Pemerintah yang Baik
Peran warga negara

dalam

ikut

serta

mengembangkan

pemerintahan yang bersih dari KKN, pada dasarnya adalah untuk


mewujudkan pemerintahan yang baik (good govermance). Pemerintah
yang baik adalah yang menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatutan,
dan norma hukum untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang
bersih dari dan bebas dari KKN.
b. Kepemimpinan yang Berkualitas
Kepemimpinan yang berkualitas akan muncul karena pendidikan,
pengalaman dan pengetahuan yang sebelumnya mengarahkan seorang
calon pemimpin, demikian menurut teori sosial dan psikologi. Dengan
kata lain menurut teori ini pemimpin itu dibentuk bukan dilahirkan
(leader are made not born) dan teori keturunan (genesis/heredity theory)
serta teori situasional.
c. Otonomi Daerah

Otonomi daerah merupakan suatu pemberdayaan masyarakat


dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan,
pelaksanaan

dan

pemikiran.

Dengan

demikian

otonomi

daerah

merupakan kewenangan penyelenggaraan pemerintah sendiri dalam


koridor pusat.
d. Budaya Demokrasi
Budaya demoksari pada dasarnya berupa nilai-nilai dan perlaku
yang menjunjung pengembangan sistem politik demokrasi. Beberapa
sikap politik demokratis yang akan menghasilkan perilaku yang
demokratis, diantaranya adalah sikap politik: akomodatif, resiprokal dan
moderat.
Peran dalam bidang politik ini mayoritas tentang masalah partisipasi
dalam politik. Demokratisasi dalam bidang politik memberi peluang agar
warga negara berpartisipasi dalam bidang poltik diantaranya adalah
partisipasi lewat partai politik dengan cara menjadi anggota parpol ataupun
beberapa organisasi kecil di masyarakat, selalu mengkontrol dan mengkritisi
kinerja pemerintah dalam hal kebijakan politik, membangun suatu sarana
sosialisasi politik agar membantu upaya peningkatan identitas nasional dan
integrasi nasional, selalu ingin berperan dalam pengambilan keputusan politik
lewat aksi demo maupun ikut serta dalam pemilu.
Peran ini sangat penting dalam perkembangan negara Indonesia
terlebih karena kita sudah pernah merasakan rezim keotoriteran yang tidak
bebas dalam meakukan partisipasi politik. Peran dalam bidang politik sangat
penting karena bersentuhan langsung dengan kebijakan maupun keputusan

politik yang diambil untuk kepentingan bersama yaitu seluruh rakyat


Indonesia.
Berbagai cara bisa dilakukan warga Negara dalam menyampaikan
aspirasi dan keinginan politik dalam peran sertanya pada sistem politik yang
ada.
Berikut contoh peran serta warga Negara dalam sistem politik di
Indonesia:
a. Memberikan suara dalam pemilu
b. Terlibat dalam kampanye
c. Diskusi Politik
d. Komunikasi individual dengan pejabat politik / administratif
e. Demonstrasi.
f. Menduduki jabatan politik atau administrasi
g. Mencari jabatan politik atau administrasi
h. Keanggotaan aktif suatu organisasi politik
i. Keanggotaan pasif suatu organisasi politik
j. Keanggotaan aktif suatu organisasi semu politik
k. Keanggotaan pasif suatu organisasi semu politik
l. Partisipasi dalam rapat umum
m. Partisipasi dalam diskusi politik informasi, minat umum dalam politik
n. Voting (pemberian suara)
o. Apathi total
Setiap warga Negara dapat ikut serta secara langsung ataupun tidak
langsung dalam kegiatan-kegiatan antara lain :
a. ikut memilih dalam pemilihan umum
b. Menjadi anggota aktif dalam partai politik, kelompok penekan (pressure
group), maupun kelompok kepentingan tertentu.
c. Duduk dalam lembaga politik, seperti MPR, Presiden , DPR, Menteri, dan
sebagainya.
d. Mengadakan komunikasi (dialog) dengan wakil-wakil rakyat.
e. Berkampanye, menghadiri kelompok diskusi, dan lain-lain.

10

f. Mempengaruhi para pembuat keputusan sehingga produk-produk yang


dihasilkan/dikelurkan

sesuai

dengan

aspirasi

atau

kepentingan

masyarakat.
Berikut ini adalah contoh kemerdekaan berserikat dan berkumpul bagi
setiap warga negara:
a. Hak menjadi anggota partai politik dan organisasi kemasyarakatan.
b. Hak mendirikan partai.
c. Hak ikut dalam organisasi di kalangan pelajar.
Contoh tindakan yang termasuk kemerdekaan mengeluarkan pikiran
dengan lisan adalah sebagai berikut:
a. Mengeluarkan pikiran secara lisan dari seseorang kepada orang lain
secara langsung. Misalnya melalui diskusi, ceramah, seminar, atau pidato.
b. Mengeluarkan pikiran melalui media elektronik, seperti misalnya televisi,
radio, internet, dan lain-lain.
c. Kemerdekaan mengeluarkan pikiran dengan tertulis dapat diwujudkan
dengan mengeluarkan pikiran kepada orang lain dengan cara menulis
melalui media cetak (penerbitan) atau media massa, seperti misalnya
koran, majalah, atau buletin.

11

12

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Negara merupakan organisasi yang mewadahi bangsa serta dirasakan
kepentingannya oleh bangsa itu sehingga tumbuh kesadaran untuk
mempertahankan tetap tegak dan utuhnya negara melalui upaya bela negara,
dengan pola pikir, sikap, dan tindak sebagai:
a. Bangsa yang berbudaya yang mau berhubungan dengan Sang Pencipta
(Tuhan) sehingga melahirkan agama;
b. Bangsa yang mau berusaha dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya
sehingga melahirkan ekonomi
c. Bangsa yang mau berhubungan dengan lingkungan, sesamanya, dan alam
sekitarnya sehingga melahirkan sosial;
d. Bangsa yang berhubungan dengan kekuasaan dan kekuatan sehingga
melahirkan politik;
e. Bangsa yang mau hidup aman tentram dan sejahtera, ada rasa kepedulian
dan ketenangan serta kenyamanan hidup dalam negara sehingga
melahirkan pertahanan keamanan.
3.2 Saran
Kita sebagai warga negara Indonesia harus dapat memahami betul
peran kita sebagai warga negara Indonesia yang baik itu seperti apa.
Diharapkan setelah membaca makalah ini pembaca dapat memahami peran
warga negara terutama dalam bidang politik. Dengan adanya pembahasan ini
penulis berharap memberikan sumbangan pikiran bagi pembaca.

13

14

DAFTAR PUSTAKA

Budiarjo, Miriam. 1991. Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
S. Sumarsono, H. Mansyur, dkk. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka
Sumarsono. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Surbakti, ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Wudia sarana
Indonesia

15