Anda di halaman 1dari 7

Makalah leadership

KELOMPOK B5
Dewi Dyanwahyuni Permata Putri Syahril 102014107
Patricia Sry Citra Nabut 102014188
Shaliny a/p Arulnathen 102014236
Fakhrurrozi Pratama 102014129
Maya Saputri 102014152

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
Jln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510. Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021) 563-1731
Email tu.fk@ukrida.ac.id

Pendahuluan
Pada pembuatan Makalah kali ini kami dari kelompok B5 Mengambil Tema tentang sosok
berseragami. Buku yang kami ambil adalah buku karangan Stephen Covey dalam bukunya "The
7 Habits of Highly Effective People"Adapun Alasan kita dalam mengambil bahan dari buku ini
karena buku ini membedakan antara orang-orang yang sangat efektif dengan orang
kebanyakanyang tidak produktif adalah, bukan pada apa yang mereka miliki, tetapi
padakebiasaan-kebiasaannya.Watak seseorang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaannya. Di alam
bawah sadar,kebiasaan - kebiasaan itu membentuk dan mengubah watak seseorang. Dan ternyata
kebiasaan-kebiasaan itu bisa diubah, asal kita mau, walaupun membutuhkan waktu.Kebiasaan itu
sendiri terjadi karena adanya paradigma. Yang dimaksudk dengan paradigma adalah sudut
pandang atau kerangka yang terbentuk olehpengalaman hidup, pendidikan maupun latar
belakang kita. Paradigma inilah yang menentukan bagaimana kita memandang dan mengartikan
dunia ini, dan dengan demikian menentukan bagaimana kita bereaksi dan bersikap terhadapnya.
Di dalam buku ini Stephen Covey menyatakan adanya tujuh kebiasaan yang perlu dimiliki yaitu
1

Be proactive, jadilah proaktif yang menjadi kendali seorang terhadap lingkungan di

banding situasi sekelilingmu yang mengendalikanmu.


Start from the end, mulai dengan tujuan akhir dipikiran atau disebut kepemimpinan
pribadi. Dengan ini kita dapat kosentrasi dan mempertimbangkan segala konsekwensinya

sebelum bertindak, sehingga dapat produktif dan berhasil.


put first thing first, dahulukan yang utama atau manejemen pribadi di untuk
mengimplementasikan dan mengelola kebiasaan no2 yang berifat mental dan kebiasaan

4
5

no.3 bersifat fisik.


think win-win, berfikir menang-menang atau kepemimpinan antara pribadi.
seek first to understand and then to be understood, berusaha mengerti dulu, baru minta

dimengerti.
synergize, wujudkan sinergi/kerjasama yang kreatif , kekuatan kerjasam lebih besar dari

pada upaya per bagiannya, jadi galilah potensi dan kebaikan konstribusi orang lain.
sharpen the saw, asalah gergaji keseimbangan pembaharuan diri, sehingga baik lainnya
bisa tumbuh dan berkembang

Dengan menerapkan ke tujuh kebiasaan tersebut dapat membuat kita bisa menjadi lebih
teratur untuk melakukan aktivitas sehari-hari.Dalam makalah ini kami membahas ke tujuh
kebiasaan tersebut dan kami menggambil sosok yang paling utama di dalam kampus kita yaitu
satpam sosok yang beseragam tersebut sangat berperan dalam menjaga keamanan kampus
UKRIDA maka dari itu kami memilih untuk di wawancarai beliau.

Seven Habits

karakter kita pada dasarnya adalah gabungan dari kebiaaan- kebiasaan kita. taburlah
gagasan, tuailah perbuatan, taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan, taburlah kebiasaan, tuailah
karakter, taburlah karakter, tuailah nasib begitulah bunyi pepatah.
kebiasaan adalah faktor yang kuat dalam hidup kita, karena pola hidu yang tidak
beraturan akan merubah tujuan kita di kemudian hari untuk mencapai apa yang kita
inginkan.melaui seven habbit ini kita dapat menjalankan hidup dengan baik dan lebih bisa
mencapai cita-cita atau yang kita inginkan.
Dalam makalah ini yang berdasarkan seven habbit kami mewawancarai satpam UKRIDA
karena sosok beliau bisa menjadi panutan kami beliau selalu berkerja keras dan tanggung jawab
yang besar yaitu menjaga keamanan kampus yang begitu luas menjaga agar tidak ada yang usil
dengan kendaraan yang parkir di ukrida dan beliau tidak pernah mandang lelah dalam bekerja
nya setiap hari beliau menertipkan lalu lintas di jalan raya deket kampus kami dengan cuaca
yang panas beliau tidak pernah mengeluh,kami mewawancarai salah satu satpam UKRIDA
dengan biodata sebagai berikut :
Nama

: Rahman

Umur

: 26 tahun

Lama Bekerja : 3 tahun


Dalam wawancara tersebut kami mengajukan beberapa pertanyaan bagaimana cara dia menjalani
kehidupannya dan kami mengaitkan kedalam seven habbit.
1

pengalaman kerja
Pengalaman yang pak rahman ceritakan ke kami dia merasakan adalah sikap
kekeluargaan sesamaa karyawan , mahasiswaa daa masiswi mereka semua tidak ada batas
sosial atau jabatan , dan pak rahman betah merasa nyaman berkerja di UKRIDA dan

penghasilan yang sesuai untuk menghidupi anak dan istri.


Sistem Kerja
Menurut penjelasan bapak Rahman sistem kerjanya dikampus Ukrida ini yaitu
dengan sistem shift. Yang dimana setiap satpam melakukan tugasnya secara bergantian
sesuai jadwal yang ditentukan. Berdasarkan wawancara pak Rahman menuturkan kalau
beliau mendapatkan tugas 3 siang 2 malam. Sehingga kira-kira dalam seminggu pak
Rahman bekerja dalam 5 shift

Motivasi dalam bekerja


Motivasinya dalam bekerja adalah selain pak rahman ingin menafkahi keluarga.
beliau juga ingin memberikan prestasi kerja yang baik dalam hal menjaga keamanan di

kampus ukrida.
Kebiasaan buruk yang jika dihentikan dapat meguntungkan pak rahman

Menurut pak rahman, ia memiliki kebiasaan merokok yang susah ntuk ia


tinggalkan. tetapi menurutnya kebiasaan ini sedang berusaha dia hindari, karena
menurutnya selain menguntungkan dari segi kesehatannya juga untu mempertebal
5

kantongnya.
Kebiasaan jelek apa jika di tinggalkan akan bermanfaat besar
Kebiasaan jelek pak Rahman adalah merokok pak Rahaman menilai itu
merugikan dirinya tetapi sangat sulit untuk di hentikan tetapi apabila merkok dihentikan

itu akan bermanfaat besar bagi pak Rahman dan ekonomi nya.
Sharpen the saw
Cara pak Rahman untuk mengasah gergaji nya adalah ketika pulang bertemu istri
dan anak-anaknya. Ketika libur mereka menyempatkan jalan-jalan atau berkumpul
keluarga.

Pak Rahman mempunyai visi dan misi dalam menuju kehidupan yang diinginkannya yaitu :
Visi pak rahman adalah
1
2

Menafkahi keluarga yaitu anak dan istri.


Bertugas dengan penuh tanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan tugas.

Misi pak Rahaman adalah


1
2

Berkerja dengan giat dan bersungguh dalam melakukan sesuatu.


Menjaga keamanan kampus dengan sikap yang disiplin yang utama adalah harus jujur.

Dalam wawancara tersebut kami merumuskannya ke dalam seven habbit yaitu :


Be proactive
menjadi proatif yang menjadi kendali seorang terhadap lingkungan di banding situasi
sekelilingmu yang mengendalikanmu.

Pak Rahman adalah orang yang dapat menempatkan diri, saat berada di kampus
tempatnya bekerja ia dapat menempatkan diri dan mengendalikan diri, begitu juga ia
kembali ke rumah, bagaimana dia bersikap kepada anak dan istrinya.

Begin with the end in mind


mulai dengan akhir di pikirkan atau disebut kepemimpinan pribadi. Dengan ini kita dapat
kosentrasi dan mempertimbangkan segala konsekwensinya sebelum bertindak, sehingga dapat
produktif dan berhasil.

Pak Rahman adalah orang yang ingin di kenang sebagai orang yang baik tingkah dan
perilakunya saat ia bekerja bahkan saat beliau ada di rumah bersama anak-anaknya,
beliau juga orang yang dapat bersosialisasi dengan baik saat di kampus dengan teman
sesama satpam atau mahasiswa/mahasiswi.

Put first thing first


Dahulukan yang utama atau manejemen pribadi di untuk mengimplementasikan dan mengelola
kebiasaan.

Pak Rahman bekerja untuk menfkahi istri dan anaknya ia bekerja menjadi satpam di
kampus UKRIDA, tetap beliau mempunyai kebiasaan buruk hingga sekarang yaitu
merokok.

Think win-win
Berfikir menang-menang atau kepemimpinan antara pribadi.

Pak Rahman adalah orang yang dapat bekerja sama dengan teman sesama
satpam,mahasiswa/mahasiswi ia dapat berkomunikasi dengan baik ni adalah bukti bahwa
Pak Rahman orang yang dapat menempatkan sikap kepemimpinan antar pribadi.

Seek first to understand and then to be understood


berusaha mengerti dulu, baru minta dimengerti.

Pak Rahman adalah orang yang suka mendengarkan atau mencoba mengerti apa
kehendak anak dan istrinya karena itu pak Rahman bekerja dengan giat demi dapat
menafkahi anak dan istrinya, dan memenuhi kebutuhan kehidupan mereka sehari-hari.

Synergize
wujudkan sinergi/kerjasama yang kreatif , kekuatan kerjasama lebih besar dari pada
upaya per bagiannya, jadi galilah potensi dan kebaikan konstribusi orang lain.

Sinergi yang di punyai pak Rahman sangat berpengaruh terhadap pekerjaan nya karena di
dalam pekerja menerapkan kerjasama antar satpam yang bertugas apabila pak Rahman
tak bisa berkerjasama kampus tidak adakna bisa dijaga secara maksimal.

Sharpen the saw


Asalah gergaji keseimbangan pembaharuan diri, sehingga baik lainnya bisa tumbuh dan
berkembang.

ketika saya menyakan bagaimana bapak menghibur diri bapak setelah lelah berkerja dia
mengatakan dengan bertemu anak dan istri di rumah membuat lelah saya hilang dan
merasa bahagia dan biasa pada hari libur beliau pergi jalan-jalan keluarga kecilnya.

Kesimpulan
Dalam wawancara yang kami lakukan , kami belajar dari beliau mau apa pun perkerjaan
kita , kita harus bersungguh dan disiplin karena mendapatkan perkerjaan itu tidak mudah tetapi
dengan bersungguh dan belajar semua nya bisa kita capai dan dengan cara menata hidup untuk
menuju visi yang kita inginkan dan menuju misi untuk dijalan dengan semua yang di perkirakan.
Kesan kami dalam mewawacarai beliau sangat menyenangkan kami bercanda, tertawa
bersama seandai kami dan pak Rahman tak ada batasannya dan tidak memandang status
sosial.Dalam kerjasama kelompok ada sedikit permasalahan yaitu susah nya untuk bertukar
pikiran karena kegiatan yang teman-teman miliki jadi kami hanya berhubgan melalui sosial
media.

Lampiran