Anda di halaman 1dari 1

1.

Bagaimanakah teknologi RFID menyederhanakan proses dasar perpustakaan seperti


peminjaman dan pengembalian buku?
RFID menggunakan tag yang merupakan aspek terpenting dalam sistem
karena mempunyai identitas yang unik untuk setiap aset perpustakaan, mulai dari
buku hingga majalah, dan berfungsi untuk mengidentifikasi setiap barang yang ada di
sistem. Dengan menggunakan RFID tag, tidak lagi dibutuhkan pembaca barcode
karena semua perpustakaan menggunakan screener atau touch screen dengan RFID
glass sensor. Tag RFID dapat ditempelkan di buku dan dapat menyimpan informasi
tambahan seperti pengarang dan judul buku.
Untuk peminjaman buku, cukup menempelkan RFID tag pada screener yang
kemudian akan dibaca oleh card reader yang selanjutnya akan menampilkan profil
anggota di sistem. Staf anggota akan menetapkan materi untuk peminjam yang
bersangkutan dan mengeluarkan surat penerimaan dengan tanggal pengembalian
buku. Sistem ini mengeliminasi catatan fisik, pencetakan, dan aktivitas yang
menghabiskan banyak waktu seperti proses pengecekan buku yang keluar dari
perpustakaan. Sistem ini juga meminimalkan human error.
Sedangkan untuk pengembalian buku juga sangat mudah, anggota hanya
memasukkan buku yang mereka pinjam ke dalam mesin drop box yang ada di
dalam perpustakaan. Buku yang dikembalikan di masukkan satu per satu ke dalam
mesin tersebut. Pemindai yang ada di dalam drop box memindai RFID tag di buku
yang dikembalikan dan menandainya sebagai buku yang dikembalikan ke dalam
sistem. Setelah itu akun anggota diperbarui dan bukti pengembalian berupa slip
dikeluarkan secara otomatis. Seluruh proses diselesaikan melalui link antara sistem
RFID dengan komputer utama perpustakaan. Dengan adanya RFID sistem
mengeleminasi kebutuhan karyawan yang sebelumnya melakukan semua proses
pengembalian buku dan juga memberikan kemudahan bagi para anggota perpustakaan
karena mereka dapat mengembalikan buku yang dipinjam bahkan ketika perpustakaan
tutup, dan status pengembalian buku diperbarui secara otomatis.