Anda di halaman 1dari 22

Kanker Kolorektal

Epidemiologi
Penyebab utama mortalitas di dunia
7, 9 juta kematian pd thn 2007
Sekitar 72% dr seluruh mortalitas kanker
pd thn 2007 terjd di negara
berpendapatan rendah menengah
Mortalitas akan terus meningkat, pd th
2030 angka mortalitas mjd 12 jt

Etiologi and Risk Factors


Diet
- diet rendah lemak hewani dan tinggi
serat sangat bermakna dgn insidensi
penyakit yg lebih rendah
- zat karsinogenik genetoksik, seperti
daging bakar, ikan, dan makanan yg
digoreng

Faktor genetik
- individu dengan saudara kandung yg
mempunyai kanker kolorektal memiliki resiko 3 x
mengalami penyakit itu sendiri
- sindrom poliposis, dikaitkan dengan peningkatan
resiko untuk terjadinya kanker kolorektal
- faktor predisposisi meliputi kolitis ulseratif,
penyakit Chron, poliposis adenoma,a dan
adenoma villainus

Pencegahan, Penapisan, dan Deteksi


Uji Prosedur

Populasi
Jenis
Kelami
n

Usia

Frekuensi

Sigmoidoskopi

P&W

50 dan >

Setiap 3 -5 thn
berdasarkan
anjuran dokter

Uji darah samar fekal

P&W

> Dari 50

Setiap tahun

Pemeriksaan rektal
digital

P&W

> Dari 40

Setiap tahun

Pemeriksaan rektal
digital

P&W

35 40

Setiap 5 tahun

Kolonoskopi ganda enema-barium dan pemeriksaan sinar X


Saudara kandung atau orang tua dengan kanker kolorektal meninggal pd
usia < 55 thn
Recomendasi diet: reduksi dlm jumlah lemak jenuh dan tidak jenuh,
peningkatan serat, dan makanan kaya vit A,C, dan E

Klasifikasi

Presentasi utama pd area sigmoidorektal


40% - 50% lesi terjd dlm rectum
20% - 35% terjadi di kolon desenden dan sigmoid
8% terjadi di transversum
16% pd rektum dan kolon asenden
Mayoritas adalah adenokarsinoma
Bentuk lain kanker kolorektal : epitelioma,
karsinoma sel skuamosa, sarkoma, limfoma,
leiomiosarkoma, dan melanoma

Gambaran Klinis
Umum : perubahan kebiasaan defakasi, darah
dlm feses, nyeri abd, anoreksia, flatulens, dan
tdk dpt mencerna
Gejala lanjut: penurunan BB, keletihan,
penurunan kesehatan umum
Lesi sisi-kanan: nyeri dangkal, tdk jelas pd abd
yg menyebar ke punggung, darah merah gelap
pd feses, kelemahan, anemia, malaise, tdk dpt
mencerna, penurunan BB, dan feses cair

Gambaran Klinis
Lesi sisi- kiri: perubahan pd kebiasaan defekasi,
kram, nyeri gas, penurunan ukuran feses,
perdarahan merah terang, konstipasi tekanan
rektal, dan defekasi tdk tuntas
Kolon transversum: massa dpt diraba, obstruksi,
perubahan kebiasaan defekasi, dan feses berdarah
Rektal : perubahan kebiasaan defekasi,
perdarahan merah terang, tenesmus, nyeri hebat
pd lipat paha, labia, skrotum, tungkai, atau penis

Diagnosis dan penentuan stadium

Enema barium
Kolonoskopi
Sinar x dada
CBC, SGOT, LDH, fosfat alkali
Pemindaian hati
Pemindaian tulang

Penentuan Stadium
Stadium
0

Tis No-Mo Tis: karsinoma in situ

T1 atau T2 N0 M0
T1 : tumor menginvasi submukosa
T2: menginvasi lapisan otot

II

T3 atau T4 N0 M0
T3: menembus lapisan otot ke dalam subserosa
T4: secara langsung menembus organ lain atau
merobel peritoneum viseral

III

Semua T N1, N2, atau N3 M0


N1: metastasis kelenjar getah bening perirektal atau
perikolik 1-3
N2: metastase kelenjar geath bening atau perikolok >4
N3: adanya metastasis nodus sepanjang trunkus
vascular atau nodus apikal

IV

Semua T semua N M1

Modalitas Penanganan
Pembedahan
- reseksi kolon
- biopsi hati dan kelenjar limfa regional
dilakukan pd wkt pembedahan
- reseksi tumor dengan reanastomosis
(kolektomi), kolostomi ( permanen dan
temporer) dan reseksi abd perineal

Kemoterapi
- sebagai tambahan pd intervensi bedah awal
- kombinasi terapi meliputi:
a. 5 fluorourasil
e. Sisplatin
b. Floksuradin
f. Metotreksat
c. Mitomisin C
g. Levamisol
d. Vinkristin
h. Leukovorin

Terapi radiasi
- dilakukan pd pasien dgn penetrasi tumor
mikroskopik luas, keterlibatan kelenjar getah
bening, dan ekstensi tumor langsung ke dlm
visera atau perineum,
- kombinasi : radisi prabedah, pascabedah, dan
kombinasi keduanya sebagai sanwich
technique

Prognosis
Masa bertahan hidup untuk individu dgn
metastasis biasanya < dr satu tahun
Individu < 30 thn mempunyai prognosis lebih
buruk dan pasien > 70 thn
Tumor rektal terus dikaitkan dgn prognosis
buruk, khususnya yg terletak dekat 1/3 bawah
rektum
Keseluruhan angka kebertahanan hidup dari
semua stadium adalah 40%

Penatalaksanaan Keperawatan
Dignosis keperawatan
- kurang pengetahuan yg berhub dgn kurang
pengalaman dalam rutinitas dan prosedur
pembedahan
- ketakuatan yg berhub dgn diagnosis kanker
dan hasil prosedur operatif
- kurang pengetahuan yg berhub dgn ostomi

Intervensi
- berikan dukungan
- jelaskan rasional rutinitas persiapan usus
- observasi toleransi pasien thd laksatif dan
enema
- laporkan efek samping mual, muntah,
ketidaknyamanan abd, diare berat, dan gejala
ketidakseimbangan elektrolit
- tinjau ulang rutinitas prabedah

- tinjau ulang dan praktikkan latihan pascabedah


sprt batuk dan napas dlm, pembebatan luka da
latihan kaki
- tinjau ulang anatomi, perlunya individu
memahami prosedur pembedahan dan
pemasangan kolostomi
- tinjau ulang mekanisme koping masa lalu
untuk memberikan kesempatan bg individu
untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan

- rujuk pd ahli terapi enterostoma atau sumber


yg tepat untuk perawatan kolostomi
- tinjau ulang tipe pembedahan, berbagai
metode kantong yg ada, dan menandai tempat
stoma

Dignosis keperawatan
- perubahan eliminasi usus yg berhub dgn
hilangnya fungsi normal usus
- perubahan integritas kulit yg berhub dgn
insisi abd dan drainase stoma

Intervensi
Observasi komplikasi awal yg meliputi
pengkajian tanda vital dan paru serta bising
usus pd pasien
Pantau jumlah drainase, warna, dan kepatenan
insisi, selang nasogastrik dan kateter
Catat I & O
Observasi warna dan ukuran tempat stoma
setiap pergantian tugas

Pertimbangan Geriatrik
Kebutuhan pendidikan
- kesadaran thd rekomendasi penapisan
- pengetahuan ttg tanda dan gejala
- pemahaman ttg faktor resiko
Komplikasi tindakan:
Pembedahan : pulmonal, sirkular, usus
Kemoterapi dan radiasi: ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit, infeksi, kerusakan kulit

Masalah penyuluhan
- kerusakan penglihatan/pendengaran
- keterampilan menangkap aplikasi
Sumber komunitas
Rujukan perawatan rumah / finansial