Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas PLH

Disusun Oleh:
Anti Asgarini Dewi
Elih Muliawati
Rani Nurhayati
Wiwin Karwini
Yani

Kelas XI TKJ
YAYASAN PENDIDIKAN SMK AL FARIZI
2015

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT, karena atas
berkat dan limpahan rahmatNya lah maka kami boleh menyelesaikan sebuah
karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul
"Manusia Sebagai Makhluk Sosial", yang menurut kami dapat memberikan
manfaat besar bagi kita untuk dipelajari.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan
memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan
yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima
kasih dan semoga ALLAH SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat
memberikan manfaat. Aamiinn..

Bantarujeg, Agustus 2015


Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1

Latar Belakang..........................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah.....................................................................................1

1.3

Tujuan Makalah.........................................................................................1

1.4

Manfaat Makalah.......................................................................................2

1.5

Prosedur Makalah......................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1

Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial...........................................3

2.2

Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial.......................................4

2.3

Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial...........................................7

BAB III PENUTUP................................................................................................9


3.1

Kesimpulan................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia
diciptakan oleh ALLAH SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan
satu sama lain. Di dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk
bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia
yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain.
Kita tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal menurut keinginan kita
sendiri itu karena kita adalah makhluk sosial. Hidup tanpa bantuan dari orang lain
tidak akan bisa berjalan dengan baik dan tidak akan bisa tercapai. Sering kita lihat
dan mungkin kita alami betapa sulitnya kita tanpa ada teman yang bisa membantu
dan menemani kita, kita tidak akan bisa berinteraksi dan bersosialisasi. Makhluk
individu dan makhluk sosial sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, betapa pentingnya peranan masyarakat di sekitar kita
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan rumusan
makalah sebagai berikut:
Apa alasan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial?
Apa saja Karakteristik Manusia sebagai makhluk sosial?
Bagaimana Kedudukan Manusia sebagai makhluk sosial?
Bagaimana Manusia Mengembangkan diri nya sebagai makhluk sosial
1.3 Tujuan
Makalah ini ditulis agar penulis dan pembaca mampu mempelajari tentang
manusia sebagai makhluk sosial. Dan memahami arti Manusia sebagai Makhluk
sosial dalam kehidupan sehari-hari.
1.4 Manfaat
1. Penulis, sebagai wahana penambahan pengetahuan dan konsep keilmuan
khususnya tentang manusia sebagai makhluk sosial.
2. Pembaca, sebagai media informasi tentang manusia sebagai makhluk sosial.
1.5 Prosedur
Prosedur yang dilakukan oleh Penulis yaitu dengan menggunakan metode:
a) Metode Observasi
Metode observasi berarti pelaksana analisis jabatan mengamati secara
langsung di tempat bagaimana tugas pekerjaan dilaksanakan dan mencatatnya
untuk di olahnya menjadi informasi.
b) Metode studi referensi
Metode ini dilakukan dengan menganalisis buku catatan harian untuk
mendapatkan informasi tentang suatu jabatan atau posisi.
c) Metode Perpustakaan

Metode yang dilakukan dengan cara membaca buku dan melihat ulang
kembali apa yang akan digunakan.
d) Metode Deskriptif
Metode ini menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan
konprehensif.
Data tersebut diolah dengan teknis analisis isi melalui kegiatan
mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema
makalah. Selain itu , penulis melakukan browsing internet

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Secara kodrat, manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain
sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan
orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Tanpa bantuan
manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak.
Dengan bantuan orang lain, manusia bisa makan menggunakan tangan, bisa
berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensinya
kemanusiaannya. Seseorang memiliki sikap sosial apabila ia memperhatikan atau
berbuat baik terhadap orang lain.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap sosial merupakan beberapa
tindakan menuju kebaikan terhadap sesamanya. Selain itu, Manusia dikatakan
sebagai mahkluk sosial karena pada diri manusia ada dorongan untuk
berinteraksi dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan mencari kawan.
Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain, sering kali didasarkan
kepentingan dan persamaan ciri.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial
dengan beberapa alasan, yaitu:
Ada dorongan untuk berinteraksi.
Manusia tunduk pada aturan norma sosial.
Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan satu sama lain.
Potensi manusia akan benar-benar berkembang apabila ia hidup ditengahtengah manusia.
Pengertian Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan
sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya
sendiri.Karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol
untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya.
Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium
kehidupan sosial. Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah
kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama,
serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial menurut para Ahli:
Menurut KBBI :
Makhluk social adalah manusia yang berhubungan timbal balik dengan
manusia lain.
Menurut Elly M. Setiadi :

Makhluk social adalah makhluk yang didalam hidupnya tidak bias


melepaskan diri dari pengaruh orang lain.
Menurut Dr. Johannes Garang :
Makhluk social adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup
menyendiri.
Menurut Aristoteles :
Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia
dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain
Menurut Liturgis :
Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama
lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.
2.2 Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang
menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu.
Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
1. Dorongan untuk makan
2. Dorongan untuk mempertahankan diri
3. Dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari

tahapan

diatas

menggambarkan

bagaimana

individu

dalam

perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu


merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan.
Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia
sebagai makhluk sosial.
Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial
untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat
yang terdiri dari :
1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentukbentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia
terbentuk sebuah pengetahuan.
2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk
tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja
mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan
kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari
gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah
interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses
meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai
makhluk sosial.

Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya
suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya
yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.
Ciri-ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial:
-

Suka bergaul
Suka bekerja sama
Hidup berkelompok
Memiliki kepedulian terhadap orang lain
Tidak bisa hidup sendiri

Ciri- ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial yang Bermoral:


-

Manusia memiliki toleransi dan kepedulian terhadap orang lain ketika


bersosialisasi.

Contoh perilaku manusia sebagai mahkluk sosial yang bermoral:


-

Bergotong-royong membersihkan desa.


Mengunjungi orang sakit
Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi

manusia terdiri dari tiga hal yakni :


1. Tekanan emosional.
Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama
lain.
2. Harga diri yang rendah.
Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang
direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan
dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan
membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk
membentuk kondisi seperti semula.
3. Isolasi sosial.
Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham
atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis Manusia
adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak
dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.
Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan
menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya.
Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium
kehidupan sosial.
Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan
bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa
bantuan orang lain.
Fungsi dan Tugas Manusia Sebagai Makhluk Sosial:
Manusia sebagai makhluk sosial memiliki fungsi dan tugas yang harus
diembannya. Baik dalam masyarakat maupun kemasyarakatan, selain itu
fungsi dan tugasnya dimasyarakat

Sebagai wadah yang memanusiakan seorang pribadi manusia.


Manusia sebagai makhluk sosial juga mengemban tugas dan fungsi dalam
keluarga sebagai lingkungam sosial terkecil. Agar individu-individu menjadi
satu anggota keluarga untuk menjadi manusia sebagai makhluk sosial.
2.3 Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga
masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau
mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan
kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung
untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya.
Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.
Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk
hukum, mendirikan kaidah perilaku, serta bekerjasama dalam kelompok yang
lebih besar. Dalam perkembangan ini, spesialisasi dan integrasi atau organissai
harus saling membantu. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar
kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar.
Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam
masyarakat yang saling membutuhkan.
Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial, justru memberikan rasa
tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih lemah dari pada
wujud sosial yang besar dan kuat. Kehidupan sosial, kebersamaan, baik itu
non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi, negara)
dengan wibawanya wajib mengayomi individu.

2.4 Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Sosial


Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia
memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah
satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal
ini menunjukkan kondisi yang interdependensi.
Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga
suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam
hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensikonsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan
negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan
pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu.
Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi
kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur
yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak
mungkin dibuat sendiri.
Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai
perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat
tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian,
kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya.
Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia
berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan
bermasyarakat.
Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas
yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu
sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, "Manusia
hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik
maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah
terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal
tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi
pembentukan pribadi seseorang.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan
dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan,
bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi
kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial,
karena beberapa alasan, yaitu:
- Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
- Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
- Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
- Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia
- Ada dorongan untuk berinteraksi
- Manusia tunduk pada aturan, norma social
- Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
- Manusia tidak dapat hidup sebagai manusia jika tidak ada di tengah-tengah
manusia.
Dengan terselesaikannya makalah ini, semoga dapat dimanfaatkan dan
dapat dijadikan sumber pengetahuan baru oleh semua pihak. Kami menyadari
masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini karena keterbatasan
materi yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami
harapkan agar kami bisa menjadi lebih baik dalam meyusun makalah.

DAFTAR PUSTAKA
http://arifwibowo158.blogspot.com/2011/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html
http://www.google.com

LAMPIRAN

10