Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

DASAR-DASAR MESIN
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Teknik Dasar Mesin

Disusun Oleh:
Kelompok 3

SMK NEGERI 1 TALAGA


2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt, karena atas limpahan
rahmatnya, sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan dan telah rampung.
Makalah ini berjudulDasar-Dasar Mesin. Dengan tujuan penulisan
sebagai sumber bacaan yang dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman
dari materi ini. Selain itu, penulisan makalah ini tak terlepes pula dengan tugas
pelajaran Teknik Dasar Mesin.
Namun penulis cukup menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
pembaca yang bersifat membangun.

Talaga,

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PEMBUKAAN............................................................................................1
A. Latar belakang.................................................................................................1
B. Rumusan masalah............................................................................................1
C. Tujuan penulisan.............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................2
A. Mesin Diesel..................................................................................................2
1. Cara kerja mesin Diesel & Klasifikasinya...................................................2
2. Tipe mesin diesel..........................................................................................4
3. Bagaimana Mendiagnosis Mesin Diesel......................................................5
4. Karakteristik mesin diesel............................................................................5
B. Mesin Bensin..................................................................................................7
1. Pengertian Mesin Bensin.............................................................................7
2. Prinsip Kerja Mesin Bensin.........................................................................7
3. Sistem bahan bakar......................................................................................8
4. Proses pembakaran.......................................................................................8
5. Sistem Pengapian Pada Mesin Bensin.......................................................10
6. Keuntungan Motor Bensin.........................................................................10
BAB III PENUTUP..............................................................................................11
A. Kesimpulan...................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................12

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mesin bensin berbeda dengan mesin diesel dalam metode pencampuran
bahan bakar dengan udara, dan mesin bensin selalu menggunakan penyalaan busi
untuk proses pembakaran.
Pada mesin diesel, hanya udara yang dikompresikan dalam ruang bakar dan
dengan sendirinya udara tersebut terpanaskan, bahan bakar disuntikan ke dalam
ruang bakar di akhir langkah kompresi untuk bercampur dengan udara yang
sangat panas, pada saat kombinasi antara jumlah udara, jumlah bahan bakar, dan
temperatur dalam kondisi tepat maka campuran udara dan bakar tersebut akan
terbakar dengan sendirinya.
Pada mesin bensin, pada umumnya udara dan bahan bakar dicampur
sebelum masuk ke ruang bakar, sebagian kecil mesin bensin modern
mengaplikasikan injeksi bahan bakar langsung ke silinder ruang bakar termasuk
mesin bensin 2 tak untuk mendapatkan emisi gas buang yang ramah lingkungan.
Pencampuran udara dan bahan bakar dilakukan oleh karburator atau sistem
injeksi, keduanya mengalami perkembangan dari sistem manual sampai dengan
penambahan sensor-sensor elektronik. Sistem Injeksi Bahan bakar di motor otto
terjadi di luar silinder, tujuannya untuk mencampur udara dengan bahan bakar
seproporsional mungkin. Hal ini dsebut EFI.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas, maka penulis merumuskan permasalahan
tentang pengertian dasar tentang mesin diesel dan mesin bensin, baik cara kerja
dan keunggulan serta perbedaannya dengan mesin mesin lain.
C. Tujuan
Agar kita mengerti tentang mesin diesel dan mesin bensin pada umumnya.
Serta untuk menambah wawasan kita dan pengalaman.
BAB II
PEMBAHASAN
1

A. Mesin Diesel
Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi,
sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi
gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).
Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima
paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat
digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara.
Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia)
tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian
diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.
1. Cara Kerja Mesin Diesel & Klasifikasinya
Pada prinsipnya kerja mesin diesel memiliki empat langkah piston (4-stroke
atau di pasaran dikenal dengan 4-tak) sepeti halnya mesin bensin. Yaitu udara
murni dihisap ke dalam silinder melalui saluran masuk (intake manifold) lalu
dikompresikan oleh piston. Sehingga tekanan dan termperaturnya naik. Pada akhir
langkah kompresi bahan bakar mesin diesel di-injeksikan ke dalam silinder
melalui nozzle dalam tekanan tinggi. Proses ini mengakibatkan terjadinya
penyalaan dalam ruang bakar dan menghasilkan ledakan yang akan mendorong
piston.
Gerak translasi piston yang dihasilkan oleh ledakan tadi adalah sebuah
usaha/gaya yang akan diteruskan ke poros engkol untuk dirubah menjadi gerak
rotasi. Gerak rotasi poros engkol yang terhubung dengan fly wheel
mengakibatkan piston terdorong kembali untuk menekan gas sisa pembakaran ke
luar silinder melalui saluran buang (exhaust manifold).
Mesin diesel sulit beroperasi pada saat silinder dingin. Untuk membantu
mesin melakukan gerak mula pada saat silinder dingin beberapa mesin
menggunakan busi pemanas (glow plug) untuk memanaskan silinder sebelum
penyalaan mesin. Lainnya menggunakan pemanas resistive grid dalam intake
manifold untuk menghangatkan udara masuk sampai mesin mencapai suhu
operasi. Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder dengan
2

efektif memanaskan mesin. Busi pemanas ini tidak digunakan pada mesin diesel
jenis direct injenction. disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui
nozzle supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi.
Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Penyemprotan
bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan saat piston mendekati (sangat dekat)
TMA untuk menghindari detonasi. Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke
ruang bakar di atas piston dinamakan injeksi langsung (direct injection)
sedangkan penyemprotan bahan bakar kedalam ruang khusus yang berhubungan
langsung dengan ruang bakar utama dimana piston berada dinamakan injeksi tidak
langsung (indirect injection).
Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran
mengembang dengan cepat, mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga
linear. Batang penghubung (connecting rod) menyalurkan gerakan ini ke
crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear tadi diubah menjadi tenaga putar.
Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan.
Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan
komponen :
1. Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang
masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh
turbin pada turbo/supercharger.
2. Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar.
Udara yang panas volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya,
maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar
bisa lebih banyak.
Mesin diesel sulit untuk hidup pada saat mesin dalam kondisi dingin.
Beberapa mesin menggunakan pemanas elektronik kecil yang disebut busi
menyala (spark/glow plug) di dalam silinder untuk memanaskan ruang bakar
sebelum penyalaan mesin. Lainnya menggunakan pemanas "resistive grid" dalam
"intake manifold" untuk menghangatkan udara masuk sampai mesin mencapai

suhu operasi. Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder
dengan efektif memanaskan mesin.
Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan
meningkatkan viscositas dan membentuk kristal lilin atau gel. Ini dapat
mempengaruhi sistem bahan bakar dari tanki sampai nozzle, membuat penyalaan
mesin dalam cuaca dingin menjadi sulit. Cara umum yang dipakai adalah untuk
memanaskan penyaring bahan bakar dan jalur bahan bakar secara elektronik.
2. Tipe Mesin Diesel
Ada dua kelas mesin diesel: dua-stroke dan empat-stroke. banyak mesin
diesel besar bertipe mesin dua tak. Mesin yang lebih kecil biasanya menggunakan
tipe mesin empat tak.
Biasanya jumlah silinder dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah
silinder dapat digunakan selama poros engkol dapat diseimbangkan untuk
mencegah getaran yang berlebihan. Inline-6 paling banyak diproduksi dalam
mesin tugas-medium ke tugas-berat, meskipun V8 dan straight-4 juga banyak
diproduksi.
Keunggulan dan kelemahan dibanding dengan mesin busi-nyala
Untuk keluaran tenaga yang sama, ukuran mesin diesel lebih besar daripada
mesin bensin karena konstruksi besar diperlukan supaya dapat bertahan dalam
tekanan tinggi untuk pembakaran atau penyalaan. Dengan konstruksi yang besar
tersebut penggemar modifikasi relatif mudah dan murah untuk meningkatkan
tenaga dengan penambahan turbocharger tanpa terlalu memikirkan ketahanan
komponen terhadap takanan yang tinggi. Mesin bensin perlu perhitungan yang
lebih cermat untuk modifikasi peningkatan tenaga karena pada umumnya
komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan
mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah.
3. Bagaimana Mendiagnosis Mesin Diesel
Bagaimana Mendiagnosis Mesin Diesel, KONSTRUKSI mesin diesel
dengan mesin bensin pada dasarnya sama saja. Keduanya memiliki torak dengan
cincin toraknya yang bergerak naik turun di dalam silinder. Keduanya juga

membakar bahan bakar pada ruang pembakaran yang terletak di bagian atas
silinder.
Tekanan yang tinggi dihasilkan dari pembakaran yang mampu mendorong
torak ke bawah. Hal ini akan memutarkan poros engkol dan gerak putar ini
diteruskan ke poros dan roda gigi untuk menggerakkan roda penggerak.
4.

Karakteristik Mesin Diesel


Pada mesin diesel memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Tidak terdapat katup trotel (kecuali pada mesin yang menggunakan gavernor
pneumatik).
b. Pada langkah kompresi, yang ditekan hanyalah udara.
c. Panas akibat penekanan akan membakar bahan bakar sesaat setelah bahan
bakar disemprotkan pada silinder mesin.
d. Memiliki perbandingan kompresi yang tinggi, yaitu 16:1 sampai 22:1.
e. Pengaturan daya dan kecepatan mesin hanya dengan jumlah bahan bakar yang
disemprotkan ke dalam silinder. Lebih banyak bahan bakar lebih besar tenaga
yang dihasilkan.
f. Terdapat busi pijar atau sebuah pemanas listrik pada manifold isap untuk
mempermudah penstarteran.
Servis mesin diesel, Pada dasarnya prosedur dalam menyervis mesin diesel
sama saja dengan servis pada mesin bensin. Pada gambar 2 adalah bagian bagan
diagnosis gangguan sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel. Pompa transfer
atau pompa pemasok bahan bakar dapat disamakan dengan pompa bahan bakar
mekanik pada mesin bensin.
Gangguan udara yang masuk pada saluran balik bahan bakar mesin diesel
diakibatkan kebocoran pada saluran antara pompa dan tanki bahan bakar. Saluran
injeksi pada sistem injeksi bahan bakar mesin diesel yaitu pipa-pipa injeksi,
menyediakan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel injeksi.
Apabila akan mengganti pipa-pipa injeksi, tentunya harus sesuai dengan
spesifikasi yang ditentukan pabrik. Jangan sekali-kali membuka tutup saluran,
nozel, dan fiting pompa, karena tutup-tutup tersebut merupakan pelindung debu
atau kotoran yang dapat masuk ke dalam sistem bahan bakar.

Filter bahan bakar memerlukan penggantian secara berkala sesuai


rekomendasi pabrik. Jangan sekali-kali membongkar nozel injeksi, kecuali untuk
diperbaiki atau diganti. Berikut ini merupakan gangguan pada nozel injeksi yang
dapat mengakibatkan :
1. Satu atau lebih silinder mengalami ketukan.
2. Kehilangan tenaga.
3 Asap gas buang berwarna hitam.
4. Mesin mengalami panas yang berlebihan.
5. Pemakaian bahan bakar boros. Satu cara yang mudah untuk memeriksa nozel.
(Much. Abdullah Nurhidayat Pemerhati SDM bidang Mekanik Otomotif,
mengajar di SMK Prakarya Internasional I Bandung). Sebelumnya banyak orang
beranggapan bahwa mesin diesel itu kotor, kasar dan lambat. Maka, mesin diesel
diidentikan dengan truk, kendaraan berat, traktor dan yang lainnya. Tapi, seiring
dengan

perkembangan

Penyempurnaan

teknologi

pembakaraan

dan

otomotif

anggapan

teknologi

catalyc

harus

dihilangkan.

converter

berhasil

membersihkan gas buang. Audi R40 telah membuktikan ketahanan mesin diesel
dengan menjuarai lomba ketahanan mesin 24 jam di Le Mans 2006. Dan yang
menarik dari mesn diesel adalah mesin diesel dikenal hemat dalam hal konsumsi
bahan bakar dan memiliki torsi yang besar. Menurut pabrikan mobil PSA,
teknologi diesel terbaru bisa mencapai efesiensi bahan bakar sebesar 20%
dibandingkan teknologi tahun 1980-an dengan peningkatan tenaga dua kali lipat.
Kendaraan dengan mesin diesel terbaru bisa mencapai jarak 100 km hanya
dengan 3 liter bahan bakar.

B. Mesin Bensin
1. Pengertian Mesin Bensin
Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin kalor yang banyak dipakai
saat ini. Sedangkan mesin kalor adalah mesin yang menggunakan energi panas
untuk melakukan kerja mekanis atau mengubah tenaga panas menjadi tenaga
mekanis.

Energi

atau

tenaga

panas

tersebut

diperoleh

dari

hasil

pembakaran.Ditinjau dari cara memperoleh tenaga panas, mesin kalor dapat


6

dibedakan menjadi dua yaitu mesin dengan pembakaran dalam dan mesin dengan
pembakaran luar.
Mesin pembakaran dalam adalah mesin yang melakukan proses pembakaran
bahan bakar di dalam mesin tersebut dan gas pembakaran yang terjadi berfungsi
sebagai fluida kerja. Mesin pembakaran dalam umumnya disebut motor bakar.
Jadi motor bakar adalah mesin kalor yang menggunakan gas panas hasil
pembakaran bahan bakar di dalam mesin untuk melakukan kerja mekanis. Mesin
pembakaran luar adalah mesin di mana proses pembakaran bahan bakar terjadi di
luar mesin dan energi panas dari gas pembakaran dipindahkan ke fluida mesin
melalui beberapa dinding pemisah, misal ketel uap.
Mesin bensin merupakan salah satu jenis motor bakar dalam yang
menggunakan bahan bakar bensin dengan sistem pengapian menggunakan busi.
2. Prinsip Kerja Mesin Bensin
Berikut akan diterangkan mengenai prinsip kerja mesin bensin. Pertama,
campuran udara dan bensin di hisap kedalam silinder, kemudian dikompresikan
oleh torak saat begerak naik, apabila campuran udara dan bensin terbakar dengan
adanya api dari busi yang panas sekali, maka akan menghasilkan tekanan gas
pembakaran yang besar di dalam silinder. Tekanan gas pembakaran ini mendorong
torak kebawah, yang menggerakan torak turun naik dengan bebas di dalam
silinder. Dari gerak lurus (naik turun) torak dirubah menjadi gerak putar pada
poros engkol melalui batang torak. Gerak putar inilah yang menghasilkan tenaga
pada mesin.
Posisi tertinggi yang di capai torak di dalam silinder di sebut titik mati atas
(TMA), dan posisi terendah yang di capai torak disebut titik mati bawah (TMB).
Jarak bergeraknya torak antara TMA dan TMB di sebut langkah torak (stroke).
Campuran udara dan bensin dihisap kedalam silinder dan gas yang telah
terbakar harus keluar, dan ini harus berlangsung secara tetap. Pekerjaan ini
dilakukan dengan adanya gerak torak yang turun naik di dalam silinder. Proses
menghisap campuran udara dan bensin kedalam silinder, mengkompresikan,
membakarnya, dan mengeluarkan gas bekas dari silinder, disebut satu siklus.

3. Sistem Bahan Bakar


Sistem bahan bakar (fuel system) terdiri dari beberapa komponen, dimulai
dari tangki bahan bakar (fuel tank) sampai pada charcoal canister. Bahan bakar
yang tersimpan dalam tangki dikirim oleh pompa bahan bakar (fuel pump) ke
karburator melalui pipa-pipa dan selang-selang.kotoran dan benda-benda lainya
dikeluarkan dari bahan bakar oleh saringan (fuel filter).
Karburator menyalurkan ke mesin sejumlah bahan bakar yang dibutuhkan
berupa campuran udara dan bahan bakar. Sejumlah gas HC yang timbul di dalam
tangki dikurangi oleh charcoal canister. Bensin di alirkan dari tangki melalui
saringan, selang dan pipa-pipa hisap (suction tube). Bensin yang sudah disaring
dikirim ke karburator oleh pompa bahan bakar, dan karburator mencampurnya
dengan udara dengan suatu perbandingan tertentu menjadi campuran udara dan
bahan bakar. Sebagian campuran udara dan bahan bakar menguap dan menjadi
kabut saat mengalir melalui intake manifold ke silinder.
4. Proses Pembakaran
Campuran bahan bakar-udara didalam selinder motor bensin harus sesuai
dengan syarat busi, yaitu jangan terbakar sendiri. Ketika busi mengeluarkan api
listrik, yaitu pada saat beberapa derajat engkol sebelum torak mencapai TMA,
campuran bahan bakar-udara disekitar itulah mula-mula terbakar. Kemudian nyala
api merambat kesegala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi (25-50 m/detik),
menyalakan campuran yang dilaluinya sehingga tekanan gas didalam silinder
naik, sesuai dengan jumlah bahan bakar yang terbakar.
Pembakaran yang merambat dengan cepat itu, temperaturnya dapat
melampaui temperatur penyalaan sendiri sehingga akan terbakar dengan cepatnya.
Proses terbakar sendiri dari bagian campuran yang terakhir (terjatuh dari busi)
dinamai detonasi.
Detonasi yang berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama dapat
merusak bagian ruang bakar, terutama bagian tepi dari kepala torak tempat
detonasi terjadi.Disamping itu detonasi mengakibatkan bagian ruang bakar
(misalnya busi atau kerak yang ada) sangat tinggi temperaturnyaatau pijar,

sehingga

dapat

menyalakan

campuran

bahan

bakar-udara

sebelum

waktunya (pranyala). Detonasidapat mengurangi daya dan efisiensi mesin,


sedangkan tekanan maksimum gas pembakaranpun akan bertambah tinggi. Karena
itu, detonasi yang dahsyat tidak di kehendaki dan harus dicegah. Maka dari itu
seluruh campuran bahan bakar-udara harus dinyalakan oleh nyala api yang berasal
dari busi.
Berikut ini beberapa cara untuk mencegah detonasi :
1. Mengurangi tekanan dan temperatur bahan bakar-udara yang masuk kedalam
2.
3.
4.
5.

silinder.
Mengurangi perbandingan kompresi.
Memperlambat saat penyalaan.
Memperkaya yaitu menaikan perbandingan campuran bahan bakar-udara
Menaikan kecepatan torak atau putaran poros engkol, untuk memperoleh
arusturbulen pada campuran didalam silinder yang mempercepat rambatan

nyala api.
6. Memperkecil diameter torak untuk memperpendek jarak yangdi tempuh
olehnyala api dari busi kebagian yang terjauh. Hal ini bias juga di capai
jikadipergunakan busi lebih dari satu.

5. Sistem Pengapian Pada Mesin Bensin


Sistem pengapian motor bensin memilik prinsip kerja yang beragam sesuai
dengan jenis dan model sistem pengapian yang digunakan. Untuk sistem
pengapian Motor biasanya terdiri atas 2 macam yakni Sistem Pengapian
ACdan Sistem Pengapian DC. Untuk sistem pengapian Motor sebenarnya bisa
kita modifikasi dari sistem pengapian AC ke sistem pengapian DC atau
sebaliknya.
a. Sistem Pengapian AC atau yang lebih kita kenal dengan CDI(Capasitor
Discharge Ignition) merupakan sistem dimana pengapian ke busi dibangkitkan
dari tegangan AC dari spul motor yang di triger oleh sirkuit elektronik(CDI)
sesuai signal yang di terima dari pulser.
b. Sistem Pengapian DC. Pada sistem pengapian Dc ini lebih mirip dengan
sistem pengapian mobil secara elektronik, yakni TCI(transistorized Ignition
9

System), dengan sistem TCI tegangan tinggi yang di bangkitkan dari koil
benar2 tegangan DC 12volt yang di driver oleh sebuah transistor sesuai data
dari sumber signal alias pulser.
Semua sistem pengapian motor yang peletakan pulser berada pada askruk
pasti menimbulkan percikan busi secara 2 kali proses yang berbeda dalam 1 siklus
kerja motor 4 tak, yakni pada proses kompresi dan proses buang.
6. Keuntungan Motor Bensin
Dibandingkan dengan motor diesel, motor bensin memiliki beberapa
keuntungan di antaranya :
1.

Tekanan kompresi yang dibutuhkan lebih kecil.

2.

Konstruksi mesin lebih kecil dan tidak perlu sekokoh mesin diesel.

3.

Berat mesin lebih ringan.

4.

Getaran yang dihasilkan lebih kecil dengan suara yang halus.

5.

Tidak memerlukan baterai terlalu besar pada awal penyalaan.

6.

Konstruksi ruang bakar lebih sederhana.

10

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari berbagai ulasanulasan diatas, diharapkan kita dapat mengerti,
setidaknya tentang dasar, dan cara kerja mesin diesel dan mesin bensin.
Sebenarnya mesin diesel dan mesin bensin tidak terlalu sulit seperti kelihatannya,
hanya butuh ketekunan dan kemauan untuk bisa. Demikian makalah ini kami buat
untuk memenuhi tugas dari sekolah kami, kami selaku penyusun mohon maaf
apabila dalam makalah ini ada katakata yang tidak berkenan, maupun kurang
sopan.

11

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_bensin
https://id.wikipedia.org/wiki/Motor_bakar_diesel
Panjaitan M Subaja, 2004, Engine Colt Diesel FE 3 dan 4 Series, Yogyaka

12