Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

HUBUNGAN SOSIALISASI, KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

Untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Sosiologi

Disusun Oleh:
Agam Subarma
Diah Febrianti
Eri Febriani
Rina Meliana
Sar basten Falentina
Opik Taupik

Kelas
SMA NEGERI 1 BANTARUJEG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME karena atas
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan, baik dari segi isi, penulisan maupun kata-kata yang
digunakan.

Oleh

karena

itu,

segala kritik dan saran yang bersifat

membangun guna perbaikan makalah ini selanjutnya, akan kami terima dengan
senang hati.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Karena tanpa bantuan dari mereka
makalah ini tak akan dapat kami selesaikan dengan baik. Semoga
informasi yang ada dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca sekalian.

Bantarujeg, Januari 2016


Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang..............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................1
1.3 Tujuan.....................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1 Pengertian Sosialisasi...........................................................................3
2.2 Proses Pelaksanaan Sosialisasi............................................................4
2.3 Proses Internalisasi...............................................................................5
2.4 Macam-Macam Sosialisasi..................................................................6
2.5 Kepribadian (Personality)....................................................................6
2.6 Media Sosialisasi..................................................................................7
2.7 Metode Kajian Tentang Kepribadian dan Pola Sosialisasi Berbagai
Masyarakat...................................................................................................8
2.8 Hubungan antara Kepribadian, Masyarakat dan Kebudayaan.........9
BAB III PENUTUP..............................................................................................11
3.1 Kesimpulan..........................................................................................11
3.2 Saran.....................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam kehidupan masyarakat ada nilai dan norma sosial sebagai
pedoman berprilaku masyarakat agar kehidupan social menjadi tertib. Perilaku
yang tidak sejalan dengan nilai dan norma sosial disebabkan oleh unsure
kesengajaan karna nilai-nilai dan norma sosial dianggap sebagai ikatan yang
mengurangi kebebasan perilaku, juga unsur ketidaktahuannya karna tidak
tersosialisasinya sperangkat nilai-nilai dan norma sosial yang ada. Hal itu
semata-mata didorong oleh keinginan masyarakat agar kelangsungan hidupnya
dapat bertahan, sebab tanpa ketertiban sosial, maka kehidupan sosial tidak
akan bertahan lama.
Adapun proses pembentukan nilai-nilai dan norma sosial secara garis
besar dibedakan menjadi 2 macam yaitu: niali-nilai dan norma sosial terbentuk
secara alamiah akibat interaksi sosial juga nilai-nilai dan norma sosial
terbentuk melalui unsure kesengajaan, dalam arti terbentuknya nilai-nilai dan
norma sosial memang merupakan kebutuhan pada saat tertentu akibat dari
berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian anggota masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Sosialisasi?
2. Bagaimana Proses Pelaksanaan Sosialisasi?
3. Bagaimana Proses Internalisasi?
4. Apa saja macam-macam Sosialisasi?
5. Apa yang dimaksud dengan Kepribadian?
6. Apa saja yang menjadi Media Sosialisasi?
7. Bagaimana Metode Kajian Tentang Kepribadian Pola Sosialisasi Berbagai
Masyarakat?
8. Bagaimana Hubungan antara Kepribadian, Masyarakat dan Kebudayaan?
1.3 Tujuan
1. Apa yang dimaksud dengan Sosialisasi
2. Mengetahui Proses Pelaksanaan Sosialisasi
3. Mengetahui Proses Internalisasi
4. Mengetahui macam-macam Sosialisasi
5. Mengetahui pengertian Kepribadian
6. Mengetahui jenis-jenis Media Sosialisasi
1

7. Mengetahui Metode Kajian Tentang Kepribadian Pola Sosialisasi Berbagai


Masyarakat
8. Mengetahui Hubungan antara Kepribadian, Masyarakat dan Kebudayaan?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar atau dalam terminasi sosiologi.
Manfaat sosialisasi, masyarakat dapat memahami perilaku mana yang
harusnya diperbolehkan, dan yang tidak diperbolehkan. Sosialisasi selalu
dimulai dari lingkungan keluarga sebagai kesatuan unit terkecil, misalnya
seseorang yang lahir pada awalnya tidak mengetahui siapa dirinya, walaupun
didalam dirinya terdapat potensi untuk berkembang. Potensi ini adalah
kemampuan (capability), bakat (talent) yang terpendam dalam dirinya yang
belum dikembangkan atau diwujudkan. Seseoarng lahir sebagai makhluk
sosial yang hidup ditengah pergaulan manusia dengan tata kelakuan yang
menjadi pedoman kelakuan yang baik dan yang tidak baik.
Pokok pembahasan diatas memberikan deskripsi bahwa hanya melalui
proses sosialisasi saja nilai-nilai dan norma sosial (yang menjadi pedoman
tata kelakuan) dapat diwariskan dan diteruskan ke antargenerasi, terlepas
apakah realitas sosial yang ada mengalami perubahan atau tidak. Melalui
sosialisasi para generasi masyarakat dapat belajar tentang bagaimana mereka
seharusnya bertingkah laku dalam kondisi sosial tertentu ketika berhubungan
dengan orang lain.
Berikut ini adalah batasan sosialisasi yang diberikan oleh para pakar :
1. Charlotte Buehler, mendefinisikan sosialisasi sebagi proses yang
membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman
cara hidup dan berfikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi
dalam kelompoknya.
2. Peter Berger, mendefinisikan sosialisasi sebagai proses dimana anak
belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
3. Bruce J. Cohen, mendefinisikan sosialisasi sebagai proses-proses manusia
mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat, untuk memperoleh
kepribadian dan membangun kapasitas agar berfungsi dengan baik
sebagai individu maupun sebagai anggota satu kelompok.

4. Karel J. Veeger, mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses belajar


mengajar, melalui individu belajar menjadi anggota masyarakat, diman
prosesnya tidak semata-mata mengerjakan pola-pola perilaku sosial
kepada individu tetapi juga individu tersebut mengembangkan dirinya
atau melakukan proses pendewasaan dirinya
5. Robert M. Z. Lawang, sosialisasi merupakan proses mempelajari norma,
nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk
memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial
6. Soerjono Soekamto, soialisasi merupakan proses dimana anggota
masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai
masyarakat diman ia menjadi anggota.
7. M. Sitorus, sosialisasi merupakan proses diman seorang mempelajari
pola-pola hidup dalam masyarakat sesuai dengan nilai-nilai, norma dan
kebiasaan yang berlaku untuk berkembang sebagai anggota masyarakat
dan sebagai individu (pribadi)
2.2 Proses Pelaksanaan Sosialisasi
Dalam pelaksanaanya sosialisasi dilakukan dengan cara;
1. Sosialisasi Represif (represive socialization)
Merupakan sosialisasi yang didalamnya terdapat sanksi jika pihakpihak yang tersosialisasi seperti anak atau masyarakat melakukan
pelanggaran
Beberapa cirri sosialisai represif diantaranya;
a. Menghukum perilaku yang dianggap keliru
b. Hukuman dan imbalan 9punish dan reward)
c. Kepatuhan anak
d. Komunikasi sebagai perintah
e. Sosialisasi berpusat pada orang tua
f. Anak memerhatikan keinginan orang tua
g. Keluarga merupakan dominasi orang tua
2. Sosialisasi Partisipatif (partisipative socialization)
Merupakan sosialisasi yang berupa rancsangan tertentu agar pihak
yang tersosialisasi mau melakukan suatu tindakan. Tuhan memberikan
janji surga bagi yang mau patuh dan memberrikan ancaman neraka bagi
yang melanggarnya.
a. Memberikan imbalan bagi perilaku yang baik
b. Hukuman dan imbalan simbolis
c. Otonomi pihak yang disosialisasi

d.
e.
f.
g.

Komunikasi sebagai interaksi


Sosialisasi berpusat pada alat
Orang tua memerhatikan keinginan anak
Keluarga merupakan kerjasama kearah tujuan

2.3 Proses Internalisasi


Merupakan proses yang dilakukan oleh pihak yangt tengah menerima
proses sosialisasi. Proses internalisasi sendiri sebenarnya telah terjadi sejak
anak-anak dilahirkan dari kandungan ibunya. Pada saat itu ia mulai mencerna
atau memahami gejala-gejala kehidupan yang ada disekitarnya melalui proses
informal yang tanpa disengaja. Proses internali8sasi pada anak-anak dapat
diidentifikasi melalui gejala berikut ini;
Bayi manusia sebenarnya telah mengenal dan merasakan adanya
berbagai hajat hidup seperti kebutuhan akan makan, air, kehangatan, dsb yang
semuanya harus dipenuhi. Kedekatan sang anak kepada sang ibu ini yang
menyebabkan seorang anak akhirnya memiliki hubunngan emosional
tersendiri dengan ibunya yang kemudian menginternalisasi tingkah laku
ibunya yang berangsur-angsur ia menyadari bahwa sikap dan perilaku ibunya
harus

direspon

olehnya

dengan

bentuk

sikap

dan

perilaku

yang

berbeda.Selain proses pembedaan tersdebut sang anak juga mengintegrasikan


peran masing-masing orang yang ada di dalam keluarganya, seperti peran
ibu,ayah,kakak,dsb dalam satu kesatuan yang fungsional. Pada fase
berikutnya sang anak mengindentifikasikan peran orang-orang yang lebih
kuat yaitu masyarakat
Dengan mengetahui peran tersebut pada akhirnya dia akan mengetahu
tingkah laku mana yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Artinya
jika tindakan yang dilakukan diterima oleh masyarakat,maka hal ini berarrti
tingkah laku yang diperbolehkan. Sebaliknya,jika tiondakan dan tingkah laku
ini ditolak oleh masyarakat, maka itu berarti tingkah laku tersebut tidak
diperbolehkan.
2.4 Macam-Macam Sosialisasi
Ada dua macam sosialisasi menurut Robert Lawang yaitu;

1. Sosialisasi primer yaitu proses sosialisai yang terjadi pada saat usia
seseorang masih balita.
2. Sosialisasi sekunder yaitu sosialisasi yang berlanngsung setelah sosialisasi
primer, yaitu semenjak usia 4 tahun hingga selama hidupnya
Dalam proses ini, seorang individu akan memperoleh berbagai
pengalaman dari lingkungan sosial yang bisa saja terdapat perbedaan bentuk
atau pola-pola kelakuan yang ada diantara lingkungan sosial dan keluarga.
Koetjoronigrat

menyebut

sosialisasi

diartikan

seorang

sebagai

proses

elkulturasi

(pembudayaan).
Pembudayaan

individu

mempelajari

dan

menyesuaikan dirinya dengan alam pemikiran dan menyesuaikan sikapnya


dengan adat istiadat, system sosial, nilai norma dan aturan hidup dalam
budayanya. Proses inni oleh koetjoronigrat disebut sosialisasi budaya atau
proses pewarisan budaya. Dengan demikian, ekulturasi merupakan proses
pengenalan diri seseorang dengan budaya yang berlaku di dalam lingkungan
sosialnya.
2.5 Kepribadian (Personality)
Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk
melakukan budi pekerti sosial tertentu ttermasuk diantaranya meliputi
perasaan, kehendak, pikiran, sikap dan tingkah laku yang terbuka atau
perbuatan. Dalam konteks kajian sosiologi, kepribadian dipelajari di dalam
hubungannya dengan permasalahan yang berrhubungan dengan bagaimana
dan sejauh mana kelompok masyarakat memengaruhi, mengembangkan dan
mengubah kepribadian seseorang.
Beberapa pakar sosiologi

yang

memberikan

batasan

tentang

kepribadian yang beragam, akan tetapi secara substansial terhadap titik


kesamaan. Bentuk pengertian tersebut diantaranya;
1. M. NEWCOMB menyatakan bahwa kepribadian adalah organisasi sikapsikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya.
2. ROUCEK DAN WARREN mendefinisikan kepribadian sebagai
organisasi faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang
mendasari perilaku seorang individu.
6

3. M.A.W BROWER mendefinisikan kepribadian sebagai corak tingkah


laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan
sikap-sikap seseorang.
4. Yinger mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan perilaku dari
seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi
dengan serangkaian situasi.
5. CUBER mendefinisikan kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari
sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat seseorang.
Dari berbagai batasan tentang kepribadian dapat disimpulkan bahwa
pengertian kepribadian mencakup 3 hal yaitu;
1. Merupakan abstraksi dari pola perilaku manusia
2. Merupakan cirri-ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas
seorang individu
3. Mencakup kebiasaan,sikap,nilai-nilai sifat yang khas apabila seseorang
berhubungan dengan orang lain.
2.6 Media Sosialisasi
Lembaga sosial adalah alat yang berguna untuk melakukan serangkaian
peran menanamkan nilai-nilai dan norma-norma sosial. Antara lembaga sosial
satu dengan lembaga sosial lainnya dalam kehidupan sosial tidaklah berdiri
sendiri, melainkan saling terkait dalm jaringan system yang sering disebut
dengan istilah system sosial. Lembaga-lembaga yang saling berhubungan
tersebut memerankan sebagai agen sosialisasi atau media sosialisai.
Beberapa agen sosialisasi dalam sosiologi yaitu;
1. Keluarga adalah institusi yang paling penting pengaruhnya terhadap
proses sosialisasi.
2. Kelompok merupakan

struktur

masyarakat

yang

menghasilkan

kepribadian anggota-anggota yang berbeda.


3. Lingkungan Pendidikan adalah lembaga yang diciptakan oleh pemerintah
untuk mendidik anak-anak sebagai langkah untuk mempersiapkan potensi
anak dalam rangka membangun negara.
4. Keagamaan adalah salah satu lembaga sosial yang didalamnya terdapat
norma-norma yang harus dipatuhi
5. Lingkungan sosial adalah tempat atau suasana dimana sekelompok orang
merasa sebagai anggotanya, seperti lingkungan kerja.
7

6. Media massa merupakan alat atau informasi untuk memberikan atau


menyebarluaskan informasi dari berbagai kebijakan pemerintah dan
berbagai kebijakan public lainnya.
2.7 Metode Kajian Tentang Kepribadian Dan Pola Sosialisasi Berbagai
Masyarakat
Gambaran tentang watak kolektif atau kepribadian umum yang melekat
di dalam kehidupan suatu bangsa pada dasarnya diperoleh dari pengalaman
pergaulan antara individu di dalam masyarakat.Seorang pakar psikologi A.
Kardiner dan pakar Antropology, Ralp Linton membuat kesimpulan dari hasil
penelitiannya bahwa unsure-unsur kepribadian yang dimiliki oleh sebagian
besar individu atau masyarakat kebanyakan dipengaruhi oleh lingkungan
kebudayaan melalui proses sosialisasi dan enkulturasi. Keperibadian individu
yang terbentuik dari hasil proses sosialisasi di dalam diri setiap individu bisa
saja bertentangan antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya sebagai
akibat dari perbedaan kebudayaan dan adat istiadat yang berlaku didalam
masing-masing masyarakat. Hal ini merupakan suatu bukti bahwa
kebudayaan sangat berpengaruh besar terhadap prilaku maupun pembentukan
watak kepribadian seseorang.
Beberapa type kebudayaan pokok yang kenyataannya memengaruhi
bentuk kepribadian diantaranya:
1. Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
2. Cara hidup masyarakat kota dan cara hidup masyarakat pedesaan
3. Kebudayaan khusus kelas sosial
4. Kebudaan khusus atas dasar agama
5. Pekerjaan atau keahlian juga member pengaruh yang besar terhadap
kepribadian seseorang.
2.8 Hubungan antara Kepribadian, Masyarakat dan Kebudayaan
Menurut Soerjono Soekanto ada beberapa tipe kebudayaan khusus
yang dapat mempengaruhi bentuk kepribadian seseorang yaitu :
1. Budaya khusus atas dasar faktor kedaerahan
Sebagai contoh terdapat perbadaan antara sistem kekerabatan di
Tapanuli dengan sistem kekerabatan di Minangkabau atau di Jawa. Orang
Batak memperhitungkan hubungan keturunannya secara patrilineal (garis
kekerabatan atau keturunan dihitung dari garis keturunan pria), sedangkan
8

di Minangkabau garis keturunan diperhitungkan dari pihak perempuan


(matrilineal).
2. Budaya khusus masyarakat desa dan kota
Pola hidup masyarakat desa umumnya berbeda dengan pola hidup
masyarakat kota. Perbedaan itu antara lain berkenaan dengan dengan pola
hidup masyarakatnya. Masyarakat desa pola hidupnya lebih homogen dan
kolektif, sedangkan masyarakat kota lebih heterogen dan individualis.
Pola-pola hidup tersebut akan mempengaruhi kepribadian masyarakat.
3. Budaya khusus kelas sosial
Golongan atas sangat berbeda dibandingkan dengan golongan
bawah dalam cara berpakaian, etika, pergaulan, cara mengisi waktu
senggang, dan sebagainya.
4. Budaya khusus atas dasar agama
Dalam membentuk kepribadian seorang individu agama juga
berpengaruh besar. Misalnya, gaya hidup atau pola hidup seorang santri
yang tinggal pesantren akan berbeda dengan orang yang bukan santri.
Demikian pula pola hidup antara agama akan berbeda satu sama lain.
Pola hidup dan budaya mereka disesuaikan dengan ajaran agama masingmasing
5. Budaya khusus berdasarkan profesi
Profesi seseorang akan berpengaruh besar pada kepribadianny.
Misalnya, kepribadian seorang petani akan berbeda dengan kepribadian
seorang dokter. Hal itu akan berpengaruh juga pada cara-cara bergaul
maupun gaya hidup mereka. Jadi, profesi tertentu akan memberi corak
khusus kepada budayanya, misalnya, budaya petani, pedagang, dan
budaya militer.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sosialisasi adalah proses belajar individu atau seseorang untuk
mengenal kebudayaan masyarakat dilingkungannya. Melalui media keluarga,
kelompok bermain, lingkungan sekolah, lingkungan kerja, dan media massa.
Jenis sosialisasi ada dua yaitu, sosialisasi primer dan sekunder. Memalui
tahap sosialisasi masa anak-anak. Masa remaja, dan masa dewasa.
Kepribadian adalah cirri-ciri watak yang khas dan konsisten sebagai
identitas seorang individu. Factor pembentuk kepribadian ada 4, yaitu warisan
biologis, Lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan budaya.
3.2 Saran
Pentingnya

pengetahuan

tentang

sosialisasi

dan

pembentukan

kepribadian yang sekarang harus diterima oleh siswa-siwi sekolah menengah


atas, agar kelak mereka tidak melakukan kesalahan terhadap anak serta
mereka dapat berperan penting dilingkungan masyarakat dengan pengetahuan
yang mereka miliki.

10

DAFTAR PUSTAKA
Setiadi, Elly M.,Kolip, Usman.(2010) Pengantar Sosiologi. Jakarta:Kencana.
http://irwanbahar99.blogspot.co.id/2013/11/makalah-sosiologi-dosenpengampuhdr.html
http://gutti211.blogspot.co.id/2011/10/makalah-tentang-sosialisasi-dan.html

11