Anda di halaman 1dari 16

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP

Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

BAB I
DEFINISI

1.

Komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pikiran atau informasi dari


seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain tersebut
mengerti betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau informasi.

2.

Proses komunikasi efektif adalah pesan diterima dan dimengerti sebagaimana


dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindaklanjuti dengan sebuah perbuatan oleh
penerimaan pesan dan tidak ada hambatan untuk hal itu.
Gambar 1.

Gambar 2.
Gagasan

Pemahaman
MEDIA
ENCODE

PENGIRIM

DECODE

Pemahaman

3.

PESAN

ENCODE

FEED-BACK

DECODE

GANGGUAN
Gangguan Fisik
masalah
semantik
Perbedaan budaya
Ketiadaan
Feedback
Efek

PENERIMA

Response

Komponen komunikasi pokok adalah :


a.

Pengirim

(komunikator),

yaitu

orang

yang

mengkomunikasikan

atau

menghubungkan suatu pesan kepada orang lain (dokter, perawat, petugas


admission dan lainnya).

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

Komunikator yang baik adalah komunikator yang menguasai materi,


pengetahuan luas dan dalam tentang informasi yang disampaikan, cara
berbicaranya jelas dan menjadi pendengar yang baik saat dikonfirmasi oleh si
penerima pesan (komunikan).
b.

Penerima (komunikan), yaitu orang yang menerima pesan (pasien, keluarga


pasien, perawat, dokter, petugas admission dan lainnya)

c.

Media, yaitu sarana komunikasi yang berperan sebagai jalan atau saluran yang
dilalui isi pernyataan yang disampaikan pengirim atau umpan balik yang
disampaikan penerima.

d.

Berita dapat berupa lisan, tertulis atau keduanya sekaligus. Pada kesempatan
tertentu, media dapat tidak digunakan oleh pengirim yaitu saat komunikasi
berlangsung atau tatap muka dengan efek yang mungkin terjadi berupa
perubahan sikap. Media yang dapat digunakan melalui telepon, lembar lipat,
buklet, video, peraga.

e.

Pesan, yaitu berupa gagasan, pendapat dan sebagainya yang sudah dituangkan
dalam suatu bentuk, dan melalui lembaga, komunikasi diteruskan kepada orang
lain atau komunikan.

f.

Feed back (umpan balik) yaitu respon dari penerima terhadap pesan yang
diterimanya. Pada saat melakukan proses umpan balik, diperlukan kemampuan
dalam hal-hal berikut :
1) Cara berbicara (talking), termasuk cara bertanya (kapan menggunakan
pertanyaan tertutup dan kapan memakai pertanyaan terbuka), menjelaskan
klarifikasi parapharase, intonasi.
2) Mendengar (listening), termasuk memotong kalimat.
3) Cara mengamati (observation) agar dapat memahami yang tersirat di balik
yang tersurat (bahasa non verbal dibalik ungkapan kata/kalimatnya, gerak
tubuh).
4) Menjaga sikap selama berkomunikasi dengan komunikan (bahasa tubuh)
agar tidak mengganggu komunikasi, misalnya karena komunikan keliru
mengartikan gerak tubuh, raut tubuh, raut muka dan sikap komunikator.

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

g.

Disamping komponen-komponen pokok tersebut dapat ditambahkan komponen


lainnya seperti :
1) Sumber, asal suatu gagasan atau pendapat yang menjadi suatu pesan sumber
bisa berupa lembaga, kejadian, atau diri kita sendiri.
2) Media komunikasi, yang merupakan sarana atau alat-alat atau saluransaluran yang dipergunakan untuk menyalurkan pesan yang akan
dikomunikasikan.
3) Kegiatan encoding, artinya menuangkan gagasan atau pendapat dalam suatu
bentuk pesan yang dinyatakan oleh komunikator kepada komunikan.
4) Kegiatan decoding, artinya kegiatan untuk memahami suatu pesan yang
diterima oleh komunikan dari komunikator.
5) Tujuan yang berupa komunikan, bisa merupakan hadirin, masa, atau
kelompok, atau pula perseorangan.

4.

Komunikasi efektif adalah tepat waktu, akurat, jelas dan mudah dipahami oleh
penerima, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan (kesalahpahaman).

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

BAB II
RUANG LINGKUP

Komunikasi sangatlah penting dalam hubungannya dengan profesional kesehatan.


Tanpa adanya komunikasi sesuatu bisa dipersepsikan dan diinterpretasikan berbeda
dengan yang seharusnya. Apalagi orang yang berhadapan dengan kita (tenaga kesehatan)
mempunyai pengetahuan dan pemahaman serta prior knowledge yang tidak sama dengan
tenaga kesehatan.
Komunikasi yang sering digunakan di rumah sakit adalah komunikasi verbal.
Komunikasi yang efektif kepada pasien harus disampaikan dengan bahasa yang
sesederhana mungkin, mudah dipahami, tidak menggunakan istilah medis yang tidak
dipahami oleh pasien dan disampaikan secara langsung. Akan tetapi, bukan berarti
komunikasi non verbal dikesampingkan karena justru penggunaan komunikasi non verbal
sangat berperan penting. Isyarat non verbal menambah arti terhadap pesan verbal
disampaikan oleh tenaga kesehatan yang memberikan asuhan kepada pasiennya.
Komunikasi yang efektif di dalam rumah sakit adalah merupakan suatu issue/
persoalan kepemimpinan. Jadi, pimpinan rumah sakit memahami dinamika komunikasi
antara kelompok profesional dan non profesional, antara kelompok profesi, struktural,
antara kelompok profesional dan non profesional kesehatan keluarga, serta dengan pihak
luar rumah sakit, sebagai contoh. Pimpinan rumah sakit bukan hanya menyusun
parameter dari komunikasi efektif, tetapi juga berperan sebagai panutan (role model)
dengan mengkomunikasikan secara efektif misi, strategi, rencana dan informasi lain yang
relevan. Pimpinan memberi perhatian terhadap akurasi dan ketepatan waktu informasi
dalam rumah sakit.
Komunikasi efektif, yang tepat waktu, akurat, lengkap dan yang dipahami oleh
oleh resipien/penerima, akan mengurangi kesalahan dan menghasilkan peningkatan
keselamatan pasien. Komunikasi dapat secara elektronik, lisan dan tertulis. Komunikasi
yang paling mudah mengalami kesalahan adalah perintah diberikan secara lisan dan yang
diberikan melalui telepon, bila diperbolehkan peraturan perundangan. Komunikasi lain
yang mudah terjadi kesalahan adalah pelaporan kembali hasil pemeriksaan kritis, seperti
4

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

laboratorium klinis menelpon unit pelayanan pasien untuk melaporkan hasil pemeriksaan
segera/cito.
Profesional kesehatan seharusnya mempunyai kemampuan yang cukup untuk
berkomunikasi dengan keluarga pasien. Hal tersebut dapat meminimalkan terjadinya
miskomunikasi akibat dari mispersepsi yang berdampak terhadap pelayanan rumah sakit.
Dampak tersebut tidak hanya dari segi material tapi juga citra pelayanan rumah sakit
semakin menurun.
Menurut konsil Kedokteran Indonesia (2006), komunikasi efektif dokter pasien
adalah pengembangan hubungan dokter pasien secara efektif yang berlangsung secara
efisien, dengan tujuan utama penyampaian informasi atau pemberian penjelasan yang
diperlukan dalam rangka membangun kerjasama antara dokter dengan pasien.
Komunikasi yang dilakukan secara verbal dan non verbal akan menghasilkan pemahaman
pasien terhadap keadaan kesehatannya, peluang dan kendalanya, sehingga dapat bersamasama dokter mencari alternatif untuk mengatasi permasalahannya (KKI, 2006).
Tenaga kesehatan harus memperhatikan hak pasien termasuk hak menerima
informasi secara jelas sehingga pasien dan keluarganya akan merasa puas terhadap
pelayanan yang diberikan . Pasien yang puas merupakan aset yang sangat berharga
karena apabila pasien puas mereka akan terus melakukan pemakaian terhadap jasa
pilihannya, tetapi jika pasien merasa tidak puas mereka akan memberitahukan dua kali
lebih hebat kepada orang lain tentang pengalaman buruknya.
Untuk menciptakan kepuasan pasien suatu perusahaan atau rumah sakit harus
menciptakan dan mengelola suatu sistem untuk memperoleh pasien yang lebih banyak
dan kemampuan untuk mempertahankan pasiennya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan
cara meningkatkan jasa pelayanan dengan sebaik-baiknya, termasuk melakukan
komunikasi terhadap pelanggan dalam hal ini adalah pasien dengan mempertimbangkan
latar belakang budaya sehingga keluhan negatif terhadap pelayanan kesehatan dapat
diminimalkan.
Komunikasi dapat bersifat informasi (asuhan) dan edukasi (pelayanan promosi).
Komunikasi yang bersifat informasi asuhan di dalam rumah sakit adalah :
1.

Jam pelayanan, berupa informasi tertulis di tempat-tempat tertentu, public area,


leaflet, lisan oleh frontliner.
5

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

2.

Pelayanan yang tersedia.

3.

Cara mendapatkan pelayanan, berupa komunikasi lisan oleh petugas front office,
IGD semua titik-titik unit frontliner.

4.

Sumber alternatif mengenai asuhan dan pelayanan yang diberikan ketika kebutuhan
asuhan pasien melebihi kemampuan rumah sakit.
Akses informasi ini dapat diperoleh melalui customer service, admission, website.

Komunikasi yang bersifat edukasi (pelayanan promosi) di dalam rumah sakit adalah :
1.

Edukasi tentang obat.

2.

Edukasi tentang penyakit.

3.

Edukasi pasien tentang apa yang harus dihindari.

4.

Edukasi tentang apa yang harus dilakukan pasien untuk meningkatkan kualitas
hidupnya pasca dari rumah sakit.

5.

Edukasi tentang gizi.

Menurut Konsil Kedokteran Indonesia (2006), keterampilan berkomunikasi berlandaskan


empat unsur yang merupakan inti komunikasi :
1.

Sumber (yang menyampaikan informasi). Siapa dia? Seberapa luas/dalam


pengetahuannya tentang informasi yang disampaikannya?

2.

Isi pasien (apa yang disampaikan). Panjang pendeknya, kelengkapannya perlu


disesuaikan dengan tujuan komunikasi, media penyampaian, penerimanya.

3.

Media yang digunakan. Apakah hanya berbicara? Apakah percakapan dilakukan


secara tatap muka atau melalui telepon, menggunakan lembar lipat, buklet, vcd,
peraga.

4.

Penerima (yang diberi informasi). Bagaimana karakternya ? apa kepentingannya?


Langsung, tidak langsung).

Keempat unsur ini masih perlu dilengkapi dengan umpan balik. Dokter sebagai sumber
atau pengirim pesan harus mencari tahu hasil komunikasinya (apa yang dimengerti
pasien?).
Sejalan dengan keterampilan yang termuat dalam empat unsur ditambah umpan balik
tersebut, diperlukan kemampuan dalam hal-hal tersebut :
1.

Cara berbicara, termasuk cara bertanya (kapan menggunakan pertanyaan tertutup dan
kapan memakai pertanyaan terbuka), menjelaskan, klarifikasi, parafrase, intonasi.
6

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

2.

Mendengar, termasuk memotong kalimat.

3.

Cara mengamati (observasi), agar dapat memahami yang tersirat di balik yang
tersurat (bahasa non verbal di balik ungkapan kata/kalimatnya, gerak tubuh).

4.

Menjaga sikap selama berkomunikasi dengan pasien (bahasa tubuh) agar tidak
mengganggu komunikasi, misalnya karena pasien keliru mengartikan gerak tubuh,
raut muka dan sikap dokter.

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

BAB III
TATA LAKSANA

A. Pelaksanaan Komunikasi Efektif


1.

Komunikasi Efektif di Ruang Pendaftaran.


Pendaftaran dapat dilakukan oleh pasien melalui 2 (dua) cara, yaitu :
a.

Melalui telepon.
Komunikasi yang dilakukan melalui telepon, di mana saat mendaftar pasien
di minta menyebutkan nama dokter yang dituju, nama pasien dan nomor
rekam medis oleh petugas operator. Petugas operator akan mengkonfirmasi
apa yang didengarnya untuk input pendaftaran.
Dalam melakukan konfirmasi, komunikan terkadang menghadapi kesulitan
menuliskan sesuatu informasi sehingga harus menjabarkan hurufnya satu
persatu dengan menggunakan alfabeth, sebagai berikut :
Kode Alfabeth Internasional (sumber : Wikipedia).
CHARACTER

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U

MORSE
KODE

TELEPHONY

Alfa
Bravo
Charlie
Delta
Echo
Foxtrot
Golf
Hotel
India
Juliet
Kilo
Lima
Mike
November
Oscar
Papa
Quebec
Romeo
Siera
Tango
Uniform

PHONIC
(PRONUNCIATION)

(Al-fah)
(Brah-voh)
(Char-lee)
(Dell-tah)
(Eck-oh)
(Foks-trot)
(Golf)
(Hoh-tel)
(In-dee-ah)
(Jew-lee-ett)
(Key-loh)
(Lee-mah)
(Mike)
(No-vem-ber)
(Oss-cah)
(Pah-pah)
(Keh-beck)
(Row-me-oh)
(See-air-rah)
(Tang-go)
(Yoonee-form)

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235
CHARACTER

V
W
X
Y
Z
1
2
3
4
5
6
7
8
9
0

b.

MORSE
KODE

TELEPHONY

Victor
Whiskey
XRay
Yankee
Zulu
One
Two
Three
Four
Five
Six
Seven
Eight
Nine
Zero

PHONIC
(PRONUNCIATION)

(Vik-tah)
(Wiss-key)
(Ecks-ray)
(Yang-key)
(Zoo-loo)
(Wun)
(Too)
(Tree)
(Fow-er)
(Fife)
(Six)
(Sev-en)
(Ait)
(Nin-er)
(Zee-ro)

Datang langsung.
Saat pasien datang ke rumah sakit, maka yang tempat pertama kali harus di
kunjunginya adalah ruang/tempat pendaftaran, dimana terdapat loket untuk
mendaftar. Setelah pendaftaran selesai, barulah mereka satu demi satu
diarahkan ke tempat yang sesuai dengan pelayanan yang dibutuhkan.
Kontak awal dengan rumah sakit ini , perlu disambut dengan 4S (Senyum,
sambut,sapa, salam) oleh petugas pendaftaran. Sambutan tersebut berupa
salam hangat dapat membuat mereka merasa tentram berada di rumah sakit.
Di tempat tersebut, pasien akan di tanya keperluannya dan akan diarahkan
sesuai dengan keperluan yang dituju.

2.

Komunikasi Efektif Rawat Jalan.


Saat pasien berada di Instalasi Rawat Jalan pasien harus melakukan timbang,
tensi atau ukur tinggi badan di nurse station (NS). Perawat akan melakukan
komunikasi dengan melakukan 4S (senyum, sambut, sapa, salam) dan
menyediakan ruangan poliklinik untuk pasien rawat jalan memerlukan
konsultasi atau ingin mendapatkan informasi. Konsultasi dilayani oleh dokter
spesialis, dokter umum, bidan dan konselor. Konsultasi dapat dilakukan secara
individual dan berkelompok, contohnya kursus pra persalinan, kursus perawatan
bayi dan senam hamil. Ruang konsultasi dilengkapi dengan media komunikasi
9

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

seperti laptop, LCD dan gambar-gambar. Pihak yang paling berpengaruh


terhadap pasien rawat jalan adalah orang yang mengantarkannya ke rumah sakit.
Mereka ini tidak dalam keadaan sakit, sehingga memungkinkan untuk
mendapatkan informasi dari berbagai media komunikasi yang tersedia di
poliklinik. Oleh karena itu di setiap poliklinik, khususnya ruang tunggu, di
pasang poster-poster, disediakan selebaran (leaflet), dipasang televisi dan
VCD/DVD player yang dirancang untuk secara terus menerus menayangkan
informasi tentang penyakit sesuai poliklinik yang bersangkutan. Konsultasi yang
dilakukan secara individual dilakukan dengan sikap profesional, menurut Konsil
Kedokteran Indonesia (2006), sikap profesional ini penting untuk membangun
rasa nyaman, aman dan percaya yang merupakan landasan bagi berlangsungnya
komunikasi secara efektif (Silverman, 1998). Sikap profesional ini hendaknya di
jalin terus menerus sejak awal konsultasi, selama proses konsultasi berlangsung
dan di akhir konsultasi.
3.

Komunikasi Efektif Rawat Inap.


Pada saat pasien sudah masuk rawat inap, umumnya pasien sangat ingin
mengetahui seluk beluk penyakitnya. Sementara pasien dengan penyakit kronis
dapat menunjukkan reaksi yang berbeda-beda seperti apatis, agresif atau
menarik diri. Hal ini disebabkan penyakit kronis umumnya memberikan
pengaruh fisik dan kejiwaan serta dampak sosial kepada penderitanya. Kepada
pasien seperti ini, kesabaran dari petugas rumah sakit sangat diharapkan,
khususnya dalam pelaksanaan komunikasi pemberdayaan. Beberapa cara
komunikasi pemberdayaan dapat dilakukan melalui konseling sebagai berikut :
a.

Konseling di tempat tidur.


Konseling di tempat tidur (bedside conseling) dilakukan terhadap pasien
rawat inap yang belum dapat atau masih sulit meninggalkan tempat tidurnya
dan harus terus berbaring. Dalam hal ini, perawat yang menjadi konselor
harus mendatangi setiap pasien, duduk di samping tempat tidur pasien
tersebut dan melakukan pelayanan konseling. Dalam melakukan konseling
di tempat tidur,konselor membawa alat peraga dan bila memungkinkan
10

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

dapat membawa VCD/DVD yang berisi informasi tentang penyakit pasien


tersebut.
b.

Konseling berkelompok.
Terhadap pasien yang dapat meninggalkan tempat tidurnya, dapat dilakukan
konseling secara berkelompok. Untuk itu, di ruang perawatan harus
disediakan suatu tempat atau ruangan untuk berkumpul. Konseling
berkelompok ini selain untuk meningkatkan pengetahuan serta mengubah
sikap dan perilaku pasien, juga sebagai sarana komunikasi yang berfungsi
sebagai sosialisasi kepada pasien-pasien. Untuk konseling berkelompok
sebaiknya digunakan alat peraga atau media komunikasi seperti flipchart,
poster, standing banner, laptop dan LCD untuk menayangkan gambar atau
film. Di RSI FATIMAH Cilacap konseling berkelompok dilakukan melalui
senam hamil, kursus prapersalinan dan kursus perawatan bayi.
Lingkungan yang berpengaruh besar terhadap pasien rawat inap adalah para
penjenguk (pembesuk). Agar para penjenguk tertib, dapat disediakan ruang
tunggu yang dilengkapi dengan poster dan leaflet tentang pendidikan
kesehatan secara gratis atau televisi yang menayangkan berbagai pesan
kesehatan dari VCD/DVD player, sehingga diharapkan para penjenguk
memperoleh informasi yang nantinya dapat disampaikan kepada pasien
yang akan dibesuknya.
Pembekalan kepada pembesuk dapat pula dilakukan secara berkelompok,
yaitu dengan dikumpulkan dalam ruangan yang berbeda-beda sesuai dengan
penyakit pasien yang akan dibesuknya. Jadi penjenguk pasien tuberkulosis
di kumpulkan di ruang B dan seterusnya. Setelah itu, datang dokter spesialis
jantung atau perawat mahir jantung di ruang A, dokter spesialis paru atau
perawat mahir paru ke ruang B, dan seterusnya. Dalam waktu 15-30 menit
dokter spesialis atau perawat mahir tersebut memberikan penjelasan dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan para pembezuk. Sebelum menutup
diskusi, dokter spesialis atau perawat mahir menyampaikan pesan agar para
pembesuk dapat membantu memberi penjelasan kepada pasien yang mereka
besuk agar proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Suasana yang
11

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

mendukung terciptanya perilaku untuk mempercepat penyembuhan


penyakit juga dapat dilakukan dengan pendekatan keagamaan.
B. Komunikasi Saat Memberikan Edukasi Terkait Kondisi Kesehatan Pasien
Prosesnya :
1.

Tahap assesment pasien : sebelum melakukan edukasi, petugas menilai dulu


kebutuhan edukasi pasien dan keluarga berdasarkan : (data ini didapatkan dari
RM) :

2.

a.

Keyakinan dan nilai-nilai pasien dan keluarga.

b.

Kemampuan membaca, tingkat pendidikan dan bahasa yang digunakan.

c.

Hambatan emosional dan motivasi (emosional, depresi, senang dan marah)

d.

Keterbatasan fisik dan kognitif.

e.

Keterbatasan pasien untuk menerima informasi.

Tahap cara penyampaian informasi dan edukasi yang efektif. Setelah melalui
tahap asessmen pasien, ditemukan :
a.

Pasien dalam kondisi baik semua dan emosionalnya senang, maka proses
komunikasinya

mudah

disampaikan.

Pasien

dan

keluarga

harus

diberitahukan tentang pengobatan/therapi dan resiko yang tidak diharapkan.


b.

Jika pada tahap asesmen pasien ditemukan hambatan fisik (tuna rungu dan
tuna wicara), maka komunikasi yang efektif adalah memberikan leaflet
kepada pasien dan keluarga sekandung (istri, anak, ayah, ibu atau saudara
sekandung).

c.

Jika pada tahap asesmen pasien ditemukan hambatan emosional pasien


(pasien marah atau depresi), maka komunikasi efektif adalah memberikan
materi edukasi dan menyarankan pasien membaca leaflet. Apabila pasien
tidak mengerti materi edukasi, pasien bisa menghubungi medical
information.

3.

Tahap cara verifikasi bahwa pasien dan keluarga menerima dan memahami
edukasi yang diberikan :
a.

Apabila pasien pada tahap cara memberikan edukasi dan informasi, kondisi
pasien baik dan senang, maka verifikasi yang dilakukan adalah menanyakan
kembali edukasi yang telah diberikan.
12

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

Pertanyaannya adalah : Dari materi edukasi yang telah disampaikan, kirakira apa yang bpk/ibu bisa pelajari ?
b.

Apabila pasien pada tahap cara memberikan edukasi dan informasi,


pasiennya mengalami hambatan fisik, maka verifikasinya adalah dengan
pihak keluarganya dengan pertanyaan yang sama Dari materi edukasi yang
telah disampaikan, kira-kira apa yang bpk/ibu bisa pelajari ?

c.

Apabila pasien pada tahap cara memberikan edukasi dan informasi, ada
hambatan emosional (marah atau depresi), maka verifikasinya adalah
dengan tanyakan kembali sejauhmana pasiennya mengerti tentang materi
edukasi yang diberikan dan pahami. Proses pertanyaan ini bisa via telepon
atau datang langsung ke kamar pasien setelah pasien tenang.

Dengan diberikannya informasi dan edukasi pasien, diharapkan komunikasi yang


disampaikan dapat dimengerti dan diterapkan oleh pasien. Dengan pasien mengikuti
semua arahan dari rumah sakit, diharapkan mempercepat proses penyembuhan
pasien. Setiap petugas dalam memberikan informasi dan edukasi pasien, wajib untuk
mengisi formulir edukasi dan informasi dan ditandatangani kedua belah pihak antara
dokter dan pasien atau keluarga pasien. Hal ini dilakukan sebagai bukti bahwa pasien
dan keluarga pasien sudah diberikan edukasi dan informasi yang benar.

13

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

BAB IV
DOKUMENTASI

Hasil kegiatan yang terkait dengan komunikasi efektif dilaporkan secara


berkesinambungan dengan kegiatan pendidikan pasien dan keluarga serta asesmen pasien
melalui rapat triwulanan untuk dilakukan pembinaan dan evaluasi dilaporkan ke direktur
Rumah Sakit serta didokumentasikan.

14

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

BAB V
PENUTUP

Penjelasan dalam buku ini terbatas pada pengertian umum tentang komunikasi
efektif. Tentunya masih diperlukan cara lain agar dokter dan staf di rumah sakit benarbenar dapat melakukan komunikasi efektif dalam menjalankan profesinya. Keterampilan
berkomunikasi hanya bisa diperoleh dari praktik. Makin banyak pengalaman seseorang
melakukan komunikasi efektif ketika berhadapan dengan pasien maupun pengunjung,
maka keterampilannya akan semakin terasah. Tentunya akan sangat membantu kalau
seseorang juga menambah pengetahuan dan wawasannya. Mengikuti pelatihan khusus,
selain sebagai penyegaran tapi juga bisa menambah kemampuan, adalah cara lain yang
dianjurkan agar mampu melakukan komunikasi efektif dengan pasien maupun
pengunjung di rumah sakit.
Menurut Konsil Kedokteran Indonesia (2006), memahami perspektif seseorang
adalah sikap yang dianjurkan dalam komunikasi. Sikap tersebut akan mengantar pada
pengembangan perilaku seseorang yang menunjukkan adanya penghargaan terhadap
kepercayaan pasien yang berkaitan dengan penyakitnya (tidak menyemooh atau
melecehkan), melakukan penggalian (eksplorasi) terhadap keadaan pasien, memahami
kekhawatiran dan harapannya, berusaha memahami ungkapan emosi pasien, mampu
merespon secara verbal dan non verbal dalam cara yang mudah di pahami pasien.
Perhatian terhadap biopsikososio budaya dan norma-norma setempat untuk menetapkan
dan mempertahankan terapi paripurna dan hubungan dokter pasien yang profesional,
sangat diperlukan dalam berkomunikasi dengan pasien. Perhatian dalam pengembangan
komunikasi efektif dengan pasien tidaklah terbatas hanya pada diri seorang dokter semata
melainkan juga melibatkan semua jenjang yang dilalui pasien. Dokter perlu memasukkan
semua pihak yang ikut berperan dalam upaya penyembuhan atau perawatannya agar
komunikasinya bisa efektif. Tidak semua informasi yang diperlukan pasien bisa
dituntaskan oleh dokter di ruang prakteknya. Penyediaan media pendukung komunikasi,
yaitu media cetak seperti lembar balik (flipchart), lembar lipat (leaflet), poster, selebaran
(flyer), buklet dan media elektronik (vcd) akan sangat membantu efektivitas komunikasi.
15

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP


Jalan Ir. H. Juanda No. 20

CILACAP
Telp. (0282) 542396 Fax. (0282) 541065 E-mail : rsifc@yahoo.co.id Kode Pos 53235

Untuk menciptakan kepuasan pasien suatu perusahaan atau rumah sakit harus
menciptakan dan mengelola suatu sistem untuk memperoleh pasien yang lebih banyak
dan kemampuan untuk mempertahankan pasiennya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan
cara meningkatkan jasa pelayanan dengan sebaik-baiknya, termasuk melakukan
komunikasi terhadap pelanggan dalam hal ini adalah pasien dengan mempertimbangkan
latar belakang budaya sehingga keluhan negatif terhadap pelayanan kesehatan dapat
diminimalkan.
Selain itu, apabila setiap profesi kesehatan memegang teguh kode etik profesi
yang telah dirumuskan oleh masing-masing profesi dan menerapkannya di dalam
pemberian pelayanan kepada pasien maka komplain tidak akan terjadi. Di samping itu,
setiap profesi kesehatan harus meningkatkan motivasi internalnya untuk menolong
sesama manusia. Tidak sekedar motivasi material tapi juga keikhlasan berbuat menolong
sesama manusia dalam rangka beribadah kepada-Nya.

16