Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

MULTI KULTURALISME DAN PLURALISME

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Pelajaran IPS

Kelompok

:5

Anggota

: Lutfi Nurfalah
Inu Apriliani
Nendah Nur Hamidah
Sani Anggraeni
Bisma P.A
Ilyas

XI PERBANKAN SYARIAH
SMK ALFARIZI
BANTARUJEG
2015

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Allah yang


Maha Pemurah, karena berkat kemurahannya makaleh ini dapat kami
selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini saya membahas
Multikulturalisame dan Pluralisme di Indonesia. Suatu hal yang perlu
dipelajari khususnya lebih memahami mengenai makna, urgensi dan nilainilai multikulturalisame dan pluralisme.
Makalah ini dibuat dalam rangka memahamkan pembaca akan
makna dari perbedaan , dan diharapkan makalah ini dapat menambahkan
semangat persatuan bangasa, dan memberi pemahaman akan indahnya
hidup di dalam berbagai perbedaan yang ada dan sekaligus melakukan apa
yang menjadi tugas kami yang mengikuti mata pelajaran IPS.
Dan pada akhirnya kmai meminta maaf yang sebesar-besarnya bila
terdapat kesalahan, baik dalam penulisan maupun penyampaian materi, yang
pada hakikatnya memang kesalahan itu pasti diperbuat oleh manusia,
sekalipun manusia tersuci sepanjang masa Rosululloah SAW.
Demikian makalah ini kammi buat semoga bermanfaat. Amin ya
Robbalalalamin.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................2
1.3 Tujuan Penyusunan...............................................................................2
1.4 Metode Punyusunan.............................................................................3
1.5 Sistematika Penyusunan.......................................................................3
BAB II PEMBAHASAN........................................................................4
A. Pengertian Pluralisme dan Multikulturalisme.....................................4
B. Membangun Rasa Pluralisme di Negara Indonesia.............................5
C. Mewujudkan Nilai-Nilai Pluralisme Berdasarkan Pancasila...............6
D. Bapak Pluralisme di Indonesia............................................................6
E. Perjalanan Multikulturalisme di Indonesia..........................................7
BAB III KESIMPULAN......................................................................10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................11

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Negara Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari
beraneka ragam mesyarakat. Suku bangsa, etnis atau kelompok sosial,
kepercayaan, agama, dan kebudayaan yang berbeda-beda dari daerah
satu dengan daerah lain yang mendominasi khasanah budaya Indonesia.
Dengan semakin beranekaragamnya masyarakat dan budaya,
srdah tentu setiap masing-masing individu masyarakat mempunyai
keinginan yang berbeda-beda, orang-orang dari daerah yang berbeda
dengan latar belakang yang berbeda. Struktur sosial, dan karakter yang
berbeda memiliki pandangan yang berbeda dengan cara berfikir dalam
menghadapi hidup dan masalah mereka sendiri. Hal tersebut
kemungkinan besar akan menimbulkan konflik dan perepecahan yang
hanya berlandaskan emosi diantara individu masyarakat, apalagi kondisi
penduduk Indonesia sangatlah mudah terpengaruh oleh sesuatu
informasi tanpa mau mengkaji lenih dalam, apalagi apanila kita melihat
pedoman dari bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang
mempunyai arti berbeda-beda tapi satu tujuan yang selalu mengingatkan
kita

trntang

betapa

pentingnya

pluralisme

dan

memiliki

multikulturalismeuntuk menjaga persatuan dari kebhiekaan bangsa


tersebut, dan pedoman itu telah tercantum pada lambang negara kita
yang di dalamnya telah terrangkum dasar negara kita.
1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan beberapa


rumusan masalah diantaranya sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan multikulturalisame dan pluralisme?
2. Bagaimana cara kita dalam membangun rasa pluralisme di negara
Indonesia yang mempunyai keragaman budaya?
3. Bagaimana cara mewujudkan nilai-nilai pluralisme berdasarkan
Pancasila?
4. Siapa Bapak Pluralisme Indonesia?
5. Bagaimana perjalanan multikulturalisme di Indonesia?
1.3 Tujuan Penyusunan
a. Memahami makna dari multikulturalisame dan pluralisme itu sendiri
dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan
masyarakat, nernamhsa, dan bernegara.
b. Mewujudkan rasa pluralisme dengan berlamdaskan pada Pancasila
c. Menjadikan masyarakat Indonesia menjadi warga negara yang tidak
menganggap perbedaan sebagai penghalang untuk membangun
multikulturalisame dan pluralisme bangsa.
d. Menjadikan perbedaan itu sebagai sesuatu acuan yang menimbulkan
rasa saling menghormati dan menghargai sesama warga negara
untuk memperoleh rasa kebersamaan.

1.4 Metode Punyusunan


Makalah ini disusun dengan menggunakan sistem literatur.

1.5 Sistematika Penyusunan


Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

Bab I Pendahuluan
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penyusunan
Metode Punyusunan
Sistematika Penyusunan
Bab Ii Pembahasan
Bab Iii Kesimpulan
Daftar Pustaka

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pluralisme dan Multikulturalisme


Secara etimologi pluralisme merupakan kata serapan dari bahasa
Inggris yang terdiri dari 2 kata yakni, Plural yang berarti ragam dan
lisme yang berarti paham, atau bermacam-macam paham. Secara
termitolohi Pluralisme merupakan seatu kerangka interaksi yang mana
setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain,
berinteraksi tanpa konplik atau animasi.
Seiring berjalannya waktu pengertian pluralisme telah benyak
mengalami perkembangan dengan perubahan zaman dan kepentingan
beberapa pihak. Salah satu perkembangan definisi dari pluralisme yang
lebih spesifik adalah seperti yang diungkapkan oleh John Hick, yang
mengasunsikan pluralisme sebagai identitas kultural, kepercayaan dan
agama harus disesuaikan dengan zaman modern. Karena agama tersebut
akan berevolusi menjadi setu.
Pengertian di atas mempunyai anggapan bahwa semua agama
adalah sama. Kondisi tersenut jelan tidak berlaku untuk negara
Indonesia, dimana kebhinekaan merupakan salah satu pedoman bangsa
dengan beragamanya suku bangsa dan agama di Indonesia.
Dengan semakin beranekarahamnya masyarakat dan budaya
sudah tentu setiap masing-masing masyarakat mempunyai keinginan
yang berbeda-beda dan hal tersebut bisa menimbulkan konflik antara
mereka.
Multikulturalisme berasal dari 2 kata. Multi (banyak atau
beragam) dam cultural (kebudayaan). Secara etimologi berarti

keberagaman budaya. Multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia


merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun giografis yang
begitu beragam dan luas.
Dapat
ditarik

kesimpulan

bahwa

pluralisme

atau

Multikulturalisme keduanya mempunyai tujuan yang tidak jauh berbeda


yaitu menghormati orang lain dengan budaya, agama, ras, dan adat
istiadat mereka masing-masing
B. Membangun Rasa Pluralisme di Negara Indonesia
Setiap manusia memerlukan menusia lain dalam berbagai
tingkatan kelembagaan. Negara merupakan tlembaga manusia yang
paling luas, yang berfungsi untuk menjamin agar manusia dapat
memenuhi kenutuhan yang melampaui kemampuan lingkungan
lingkungan sosial lebih kecil.
Disuatu negara memiliki berbagai macam budaya dimana
kesemua perbedaan itu menjadi satu karena adanya rasa pluralisme dan
patriotisme yang telah tertanam ditiap-tiap diri bangsa Indonesia
sendiri. Karena adanya perbedaan itu muncul rasa menghormati yang
mengakibatkan semakin kuatnya rasa pluralisme seatu bangsa suatu
bangsa itu sehingga muncul kemudahan terhadap masyarakat untuk
memenuhi kebutuhannya dengan dibantu oleh masyarakat lain seingga
muncul hubungan tinbal balik antara sesama masyarakat.
C. Mewujudkan Nilai-Nilai Pluralisme Berdasarkan Pancasila
Sebagai nilai, Pancasila memuat suatu daya tarik bagi manusia
untuk diwujudkan, mengandung suatu keharusan untuk dilaksanakan.
Nilai merupakan cita-cita yang menjadi miotivasi bagi segala sikap,
tigkah laku, dans egala manusia yang mendukungnya. Oleh karena itu,

sikap pluralisme terhadap bangsa sangat diperlukan karena tanpa


adanya sikap itu, maka masyarakat hanya mementingkan dirinya sendiri
saja kemudian muncul sikap egois dan kekurangannya sikap toleransi
serta sikap saling menghargai antara sesama walaupun dalam
lingkungan keluarga sendiri.
Semboyan negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika walaupun
berbeda tetapi tetap satu jiwa. Dengan adanya perbedaan itu muncul
suatu

rancangan

baru yang pada

akhirnya

terbentuklah rasa

nasionalisme dan rasa patriotisme terhadap tanah air Indonesia.


D. Bapak Pluralisme di Indonesia
Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyatakan almarhum
K.H. Abdurahman Wahid alias Gusdur adalah bapak pluralisme
Indonesia. Hal itu disampaikan presiden saat memberikan sambutan
usai pemakaman mantan presiden ke 4 itu di Kompleks Pondok
Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jatim, kamis siang.
Sebagai pejuang repormasi Almarhum selalu ingat akan gagasan
universal bahwa kita menghargaikemajemukan melalui ucapan, sikap
dan

perbuatan.

Gusdur

menyadarkan

sekaligus

melembagakan

penghormatan kita pada kemajemukan ide dan identitas kemajemukan.


Beliau adalah bapak multikulturalisme dan pluralisme di Indonesia.
Saat menjabat sebagai presiden, Gusdur menetapkan kebijakan
yang mengurangi distriminasi dan menegaskan bahwa negara
memuliakan kemajemukan. Jasa beliau terhadap perkembangan
masyarakat dan bangsa yang berlandaskan demokrasi sangatlah berarti
bagi manusia.

Karena it Presiden SBY menetapkan mantan Presiden Gusdur


sebagai Bapak Pluralisme yang patut menjadi tauladan bagi seluruh
bangsa.
E. Perjalanan Multikulturalisme di Indonesia
Multikulturalisme muncul sejak tahun 1950-an yang awalnya
mengkritik penerapan demokrasi. Pada penerapannya, demokrasi hanya
berlaku pada kelompok-kelompok tertentu. Namun, demokrasi itu
ternyata bertentangan dengan perbedaan dalam masyarakat. Cita-cita
reformasi unutk membangaun Indonesia baru harus dilakukan dengan
cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan
kehidupan yang dibagunoleh orde baru.
Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil
semokratis adanya dan ditegakkan hukum untuk reformasi keadilan,
pemerintahan yang bersih dari KKN, terwujudnya kesatuan sosial dan
rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktiftas
warga masyarakat dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan
masyarakat Indonesia. Bangunan Indonesia baru dari hasil reformasi
atau perombakan tatanan kehidupan orde naru adalah sebuah dalam
masyarakat multikultural Indonesia sehingga corak masyarakat
Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika bukan lagi keanekaragaman suku
bangsa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang
ada dalam masyarakat Indonesia.
Untuk itu kita harus berusaha keras agar kebhinekaan yang kita
banggakan ini tidak sampai meretas simpul-simpul persatuan yang telah
dekat dengan paham kebangsaan oleh Bung Karno dan para pejuang
kita.

Secara Eksplisit semboyan ini mampu mengangkat dan


menunjukan

aka

keanekaragaman

bengsa

kita.

Bangsa

yang

multikultural dan beragam, akan tetapi bersatu dalam kesatuan yang


kokoh.
Selain itu, secara implisit Bhineka Tunggal Ika judga mampu
memberikan semacam dorongan moral dan spiritual kepada bengsa
Indonesia.
Kemudian munculnya sumpah pemuda pada tahun 1998
merupakan suatu kesadaran akan perlunya mewujudkan perbedaan ini
yang sekaligus dimaksudkan untuk membina persatuan dan kesatuan
dalam menghadapi penjajah Belanda. Multikultural ralisme ini juga
tetap

dijungjung

tinggi

pada

waktu

persiapan

kemerdekaan,

sebagaimana dapat dilihat dalam sidang BPUPKI.


Kemudian sebuah ideologi yang diharaokan mampu menjadi
jalan tengah sekalilgus jembatan yang menjembatani terjadinya dalam
Negara

indonesia,

mengakomodasi,

yaitu

seluruh

Pancasila
kepentingan

yang

seharusnya

kelompok

sosial

mampu
yang

multikultural, multietnis, dan agama ini termasuk dalam Pancasila


haruslah terbuka, haurus memberikan ruang terhadap berkembangnya
Idiologi Sosial Politik yang Pluralistik.

BAB III
KESIMPULAN

Pluralisme adalah suatu penghormatan dan sikap toleransi terhadap


kelompok-kelompok yang lain, dan multikulturalisme adalah keberagaman
kebudayaan dan suku bangsa Indonesia. Pluralisme atau multikulturalisme
keduanya mempunyai tujuan yang tidak jauh beda yaitu menghormati orang
lain dengan budaya, agama, ras, dan adat istiadat mereka masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/domius_lesus/2015
http://www.scribd.com/pengertian-pluralisme-dan-mutikulturalisme
http://id.wikipedia.org/wiki/pluralisme

10