Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

NILAI DAN NORMA SOSIAL


Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Sosiologi

Disusun Oleh:
Bilal Ripandi
Fasya Fariha A.
Gia Ristika A.
Gina Fidiananda SP.
Nita Setiawati
Tiara Sukmaningsih
Rinda Fauzi

Kelas 2
SMA NEGERI 1 BANTARUJEG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami
berhasil menyelesaikan tugas makalah sosiologi yang berjudul NILAI DAN
NORMA SOSIAL tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Seperti halnya pepatah tak ada gading yang tak retak , oleh
karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat
membangun guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Serta kami
berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan.
Amin.

Bantarujeg, Agustus 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................1
1.3 Tujuan............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1 Pengertian Nilai Sosial...................................................................................3
2.2 Fungsi Nilai Sosial.........................................................................................3
2.3 Pengertian Norma Sosial................................................................................3
2.4 Fungsi Norma Sosial......................................................................................3
2.5 Bentuk-bentuk Norma Sosial.........................................................................4
2.6 Pengertian dan Pentingnya Sosialisasi...........................................................6
2.7 Pola-pola Sosialisasi......................................................................................6
2.8 Media-media Sosialisasi................................................................................8
2.9 Kontrol Sosial................................................................................................9
2.10 Sarana Kontrol Sosial.................................................................................10
2.11 Arti Penting Hidup Tertib Dalam Masyarakat...........................................10
2.12 Norma Sosal Yang Kami Temui Di Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal. 12
2.13 Perbedaan Norma Sosial Yang Kami Temui Di Lingkungan Sekitar........12
2.14 Pola Sosalisasi Yang Kami Temui Dalam Masyarakat Sekitar..................13
2.15 Dampak Sosialisasi Bagi Individu maupun Masyarakat............................14
2.16 Sarana Kontrol Dari Proses Sosialisasi Yan Kami Identifikasi..................14
BAB III PENUTUP..............................................................................................15
3.1 Kesimpulan..................................................................................................15
3.2 Saran.............................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................16

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam kenyataan kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tidaklah
hanya berwujud suatu jumlah perilaku dah hubungan-hubungan antara
manusia, melainkan sekaligus juga berwujud dalam suatu sistem determinan
yang disebut sistem nilai dan norma. Norma dan nilai merupakan sesuatu
yang sangat penting serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan
bermasyarakat,karena keduanya merupakan alat untuk mengarahkan dan
mengontrol perilaku warga masyarakat.
Tanpa adanya nilai dan norma dalam kehidupan bermasyarakat, maka
dalam kehidupan bermasyarakat tersebut akan banyak terjadi banyak konflik
dan kericuan di berbagai tempat karena tidak adaya alat yang digunakan
sebagai pedoman prilaku. Oleh karena itu dalam bab ini kelompok kami akan
membahas serta menjabarkan mengenai norma dan nilai yang berkembang di
dalam masyarakat,
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari norma dan nilai sosial?
2. Apa sajakah bentuk-bentuk norma sosial?
3. Apakah pengertian dan pentingnya sosialisasi?
4. Apa sajakah pola-pola dan media sosialisasi?
5. Contoh dari kategori norma manakah yang kami identifikasi?
6. Contoh pola sosialisasi bagaimanakah yang kami identifikasi?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan pengertian dari nilai dan norma sosial
2. Menjelaskan bentuk-bentuk norma sosial
3. Menjelaskan pengertian dan pentingnya sosialisasi
4. Menjelaskan pola-pola dan media sosialisasi

5. Menjelaskan contoh dari kategori norma yang kami identifikasi


6. Menjelaskan contoh pola sosialisasi yang kami identifikasi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Nilai Sosial
Kita sering mendengar dan bahkan menggunakan istilah nilai.Nilai
adalah sebuah konsep yang menunjukkan sesuatu yang berharga dalam
kehidupan, itulah sebabnya nilai sering kali dipahami sebagai hal-hal yang
baik NILAI SOSIAL adalah nilai yang dianut dan dianggap penting oleh
suatu kelompok masyarakat.
2.2 Fungsi Nilai Sosial
a) Mengarahkan masyarakat dalamberpikir dan bertingkah laku
b) Sebagai alat solidaritas
c) Sebagai kontrol perilaku masyarakat
d) Sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peran sosialnya
2.3 Pengertian Norma Sosial
Norma sosial yaitu merupakan seperangkat aturan yang digunakan oleh
masyarakat, sebagai pedoman untuk bersikap, perperasaaan, berpikir, maupun
bertindak serta patokan prilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Norma sosial akan berfungsi dengan baik apabila norma itu sudah
melembaga (institutionalized) dalam diri masyarakatnya dan disertai dengan
syarat-syarat:
a)

Diketahui oleh masyarakat

b)

Dipahami dan dimengerti

c)

Dihargai

d)

Ditaati dan dilaksanakan


2.4 Fungsi Norma Sosial
Norma memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan bermasyarakat.
Beberapa fungsi norma tersebut antara lain meliputi :

a)

Mengatur tingkah laku masyarakat agar sesuai dengan nilai yang berlaku

b)

Menciptakan ketertiban dan keadilan dalam masyarakat

c)

Membantu dalam mencapai tujuan bersama

Menjadi dasar dalam memberi sanksi kepada masyarakat yang melanggar

d)

norma
2.5 Bentuk-bentuk Norma Sosial
a. Usage ( cara)
Usage (cara) adalah cara melakukan sesuatu dalam hubungan atau
interaksi antar individu dalam masyarakat. Usage merupakan jenis norma
yang paling lemah daya ikatnya.
Contoh Usage:
- Cara orang menyatakan kepuasan sesudah makan.
b. Folkways(kebiasaan)
Folkways adalah kebiasaan suatu kelompok dalam melakukan suatu
hal, dengan kekuatan sanksi lebih kuat dari usage.

Menurut Horton & Hunt ( 1987) ada dua macam folkways yaitu:
-

Yang perlu diikuti atau dipatuhi sebagai perilaku yang baik dan

sopan
Yang harus dipatuhi karena dianggap penting bagi kesejahteraan

masyarakat
Ciri-ciri Folkways:
- Tidak tertulis
- Tidak diketahui siapa pembuatnya
- Tidak diketahui kapan dibuatnya
- Sanksi ringan (dicemooh/diejek, dll)
- Eksistensinya bisa dibantah
- Penghukuman komunal
Contoh dari folkways:
-

Mengendarai kendaraan di jalur sebelah kiri jalan, berjabat tangan,

meng-gunakan baju batik pada acara resmi, dll.


c. Mores (Tata Kelakuan)
Mores adalah aturan yang sudah diterima oleh masyarakat dan
biasanya berhubungan dengan sistem kepercayaan atau keyakinan agama.
Mores adalah norma yang dilandasi oleh moral. Oleh karena itu
dalam percakapan sehari-hari norma ini lebih dikenal sebagai norma
moral. Mores tidak dibuat secara tiba-tiba, melainkan tumbuh secara
bertahap melalui kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat.
Ciri-ciri mores:
- Tidak tertulis

Tidak diketahui siapa pembuatnya


Tidak diketahui kapan dibuatnya
Sanksi relatif lebih berat
Eksistensinya tidak bisa dibantah
Penghukuman komunal

Contoh dari Mores :


-

Mores dapat berupa larangan (tabu) di bidang makanan seperti:


larangan memakan daging sapi, kuda, babi. Larangan dalam
menampilkan diri seperti: mempertontonkan buah dada, tungkai,
siku. Ataupun

larangan

dalam

berbahasa

seperti;

larangan

mengucapkan mantra tertentu.


d. Custom ( Adat Istiadat)
Custom (adat istiadat) merupakan jenis norma yang memiliki sanksi
yang keras bagi pelanggarnya. Berupa penolakan dan pengadilan.
Contoh dari custom:
- Seperti halnya adat sungkeman kepada orang yang lebih tua.
e. Law (Hukum)
Norma hukum adalah serangkaian kaidah atau petunjuk hidup
manusia yang dibuat oleh pejabat yang berwewenang, berisikan perintah
ataupun larangan bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara, yang apabila melanggar akan dijatuhi sanksi oleh pihak
yang berwewenang.
Contoh dari norma hukum :
- Orang yang mencuri dan membunuh akan di jatuhi sanksi sesuai
dengan perundang-undangan.
2.6 Pengertian dan Pentingnya Sosialisasi
Sosialisasi adalah: suatu proses pembelajaran terhadap nilai-nilai,
norma-norma, perasaan, sikap, perilaku, ilmu pengetahuan dan teknologi,
serta tindakan-tindakan yang dianggap tepat oleh suatu masyarakat atau oleh
suatu kebudayaan tertentu.
Tujuan Sosialisasi:
a)

Membekali seseorang dengan ketrampilan yang dibutuhkan dalam


kehidupan bermasyarakat.

b)

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif

c)

Mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri


yang tepat

d)

Membiasakan diri dengan nilai-nilai kepercayaan pokok yang ada di


masyarakat
2.7 Pola-pola Sosialisasi
a. Sosialisasi Otoriter
Sosialisasi Otoriter yaitu: proses sosialisasi yang dipercayakan
kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan atau wewenang terhadap
orang yang disosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan secara paksa.
Tujuan sosialisasi Otoriter agar individu yang disosialisasi itu dapat
menguasai apa yang di sosialisasikan, sehingga akhirnya akan terbentuk
sikap disiplin dalam masyarakat.
b. Sosialisasi Ekualiter
Sosialisasi Ekualiter yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh individu
yang sederajat
Tujuan sosialisasi Ekualiter untuk saling melindungi atau saling membantu
demi kelestarian interaksi mereka.
c. Sosialisasi Formal
Sosialisasi Formal yaitu: proses sosialisasai yang dilakukan secara
terstruktur menurut aturan yang tertuis/resmi. yang sengaja dan sadar
direncanakan guna mencapai suatu tujuan.
Contoh: proses pendidikan. Pengajaran, petunjuk-petunjuk dan nasihatnasihat.
d. Sosialisasi Informal
Sosialisasi Informal yaitu proses sosialisasi yang dilakukan secara
tidak terstruktur dengan aturan yang tidak tertulis,
Contoh: seorang ibu yang bersikap sopan terhadap tamu yang sedang
berkunjung ke

rumahnya dengan disaksikan anakanya, maka secara tidak

sengaja sang ibu ini telah mensosialisasikan norma-norma kepada sang


anak
e. Sosialisasi Primer
Sosial Primer yaitu: Sosialisasi yang paling pertama yang diterima
individu dari lingkungan hidupnya, yang berfungsi mengantar mereka
dalam memasuki kehidupan sebagai anggota masyarakat
Contoh: sosialisasi yang dilakukan orang tua kepada anaknya.

f. Sosialisasi Sekunder
Sosial Sekunder yaitu: sosialisasi lanjutan dari sosialisasi primer,ketika
seorang anak sudah menjalani sosialisasi di sektor-sektor kehidupan nyata
di masyarakat, seperti: di tempat kerja, akademik militer, dll.
Sedangkan dari segi caranya, sosialisasi yang berlangsung dalam
keluarga dibedakan pula menjadi:
a. Sosialisasi represif
Ciri-cirinya:
Proses sosialisasi lebih mengutamakan penggunaan hukuman
Komunikasi satu arah
Kepatuhan penuh anak-anak kepada orang tua
Orang tua bertindak dominan dalam proses sosialisasi tersebut
b. Sosialisasi Partisipatif
Ciri-cirinya:
Proses sosialisasi lebih mengutamakan penggunaan motivasi
Komunikasi timbal balik
Penghargaan terhadap otonomi anak
Adanya sharing dan tanggung jawab dalam proses sosialisasai tersebut
2.8 Media-media Sosialisasi
a. Keluarga
Keluarga adalah lembaga yang paling terkait erat dengan proses
sosialisasi seseorang, karena keluarga merupakan kelompok primer yang
selalu terjadi tatap muka diantara anggotanya sehingga selalu mengikuti
perkembangan anggota-anggotanya.
Fungsi keluarga:
Menjaga dan memelihara anak.
Tempat awal persemaian nilai dan norma.
Tempat persemaian cinta dan kasih sayang.
Tempat perlindungan bagi anggota keluarganya.
b. Sekolah
Seperti halnya keluarga, sekolah memperoleh mandat untuk
mensosialisasikan norma dan nilai kebudayaan bangsa dan negara, yang
7

berpengaruh besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak


dalam mempersiapkan penguasaan peran-peran baru di masyarakat/
Fungsi Sekolah:
Menyiapkan anak-anak untuk menyongsong kehidupan di masa depan.
Membantu perkembangan potensi anak sebagai pribadi yang utuh dan
makhluk sosial yang bermanfaat/
Memperkaya kehidupan dengan memperluas wawasan pengetahuan.
Membentuk warga negara yang patriotik dengan pelajaran tentang
kekayaan negara, peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa
c. Kelompok Teman Sebaya
Menurut Piaget: hubungan antara teman sebaya lebih demokratis
dibanding hubungan orang tua dengan anak. Hubungan antara teman
sebaya lebih diwarnai oleh semangat kerjasama dan saling memberi
diantara anggotannya.
Dalam kelompok teman sebaya, aturan perilaku dicari dan diuji
kemanfaatan-nya secara bersama-sama. Ketika anak mulai tumbuh
dewasa, peran keluarga dalam perkembangan sosial semakin berkurang
dan digantikan dengan kelompok teman sebaya.
Fungsi Kelompok teman sebaya:
Dapat membantu remaja mencapai kemandirian.
Membantu remaja untuk menjalani transisi ke arah yang lebih dewasa.
d. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja merupakan sarana sosialisasi setelah individu
melewati masa kanak-kanak dan masa remaja, karena pada umumnya
individu yang dalam lingkungan kerja sebagaian besar dewasa.
Dalam lingkungan kerja inilah individu akan saling berinteraksi dan
berusaha menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku
didalamnya.
e. Media Massa
Media massa merupakan media sosialisasi yang kuat dalam
membentuk keyakinan-keyakinan baru.atau mempertahankan keyakinan
yang sudah ada.. Proses sosialisasai melalui media massa ruang
lingkupnya lebih luas daripada media sosialisasi yang lain. Iklan-iklan

yang ditayangkan disinyalir telah menyebabkan pperubahan pola


konsumsi, bahkan gaya hidup warga masyarakat.
2.9 Kontrol Sosial
Kontrol Sosial adalah semua cara yang ditempuh dan digunakan untuk
mengendalikan tingkah laku, dan agar masyarakat mematuhi nilai-nilai dan
norma-norma yang berlaku.
2.10 Sarana Kontrol Sosial
a. Sanksi ( punishment )
Sanksi ditujukan untuk menekan warga masyarakat dengan
pemberian pembebanan penderitaan bagi siapa saja yang melanggar norma
yang berlaku
Macam-macam sanksi: .
Sanksi ekonomi, yaitu pembebanan penderitaan ekonomi. Seperti:
denda, ganti rugi, dll.
Sanksi Fisik, yaitu pembebanan penderitaan fisik. Seperti: dipukul,
dicambuk, dipacung, dll.
Sanksi Psikologis, yaitu pembebanan penderitaan kejiwaan. Seperti:
dicemooh, diejek, dipermalukan di depan umumm dll.
b. Penghargaan ( Reward )
Berfungsi sebagai sarana kontrol sosial yang bekerja secara
preventif.
Macam-macam reward:

Reward Ekonomi, misalnya: rangsangan diberi uang atau benda

2.11

benda ekonomi yang lain.


Reward Fisik, misalnya: dibelai, dicium, dll.
Reward Psikologis, misalnya: disanjung, dipuji, dll.

Arti Penting Hidup Tertib Dalam Masyarakat


Manusia dilahirkan dan hidup tidak terpisahkan satu sama lain,

melainkan berkelompok. Hidup berkelompok ini merupakan kodrat manusia


dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu juga untuk mempertahankan
hidupnya, baik terhadap bahaya dari dalam maupun yang datang dari luar.
Setiap manusia akan terdorong melakukan berbagai usaha
untuk
menghindari atau melawan dan mengatasi bahaya bahaya itu.

Dalam

hidup berkelompok itu terjadilah

interaksi antar manusia.

Kalian juga senantiasa mengadakaninteraksi dengan teman-teman kalian,


bukan? Interaksi yang kalian lakukan pasti ada kepentingannya, sehingga
bertemulah

dua

atau

lebih

kepentingan.

Pertemuan

kepentingan

tersebut disebut kontak. Menurut Surojo Wignjodipuro, ada dua macam


kontak, yaitu :
a. Kontak yang menyenangkan, yaitu jika kepentingan-kepentinganyang
bertemu saling memenuhi. Misalnya, penjual bertemu dengan pembeli.
b. Kontak yang tidak menyenangkan, yaitu jika kepentingan-kepentingan
yang bertemu bersaingan atau berlawanan.

Misalnya,

pelamar yang

bertemu dengan pelamar yang lain, pemilik barang bertemu dengan


pencuri.
Mengingat banyaknya kepentingan, terlebih kepentingan antar pribadi,
tidak mustahil terjadi konflik antar sesama manusia, karena kepentingannya
saling bertentangan. Agar kepentingan pribadi tidak terganggu dan setiap
orang merasa merasa aman, maka setiap bentuk gangguan terhadap
kepentingan harus dicegah. Manusia selalu berusaha agar tatanan masyarakat
dalam keadaan tertib, aman, dan damai, yang menjamin kelangsungan
hidupnya.
Sebagai manusia

yang menuntut jaminan kelangsungan hidupnya,

harus diingat pula bahwa manusia adalah mahluk sosial.Menurut Aristoteles,


manusia itu adalah Zoon Politikon, yang dijelaskan lebih lanjut oleh Hans
Kelsen man is a social and politcal being artinya manusia itu adalah
mahluk

sosial yang dikodratkan hidup dalam

kebersamaan dengan

sesamanya dalam masyarakat, dan mahluk yangterbawa oleh kodrat sebagai


mahluk sosial itu selalu berorganisasi.
Kehidupan dalam kebersamaan
hubungan antara manusia
Hubungan yang

(ko-eksistensi) berarti adanya

yang satu dengan manusia yang lainnya.

dimaksud dengan hubungan sosial (social relation) atau

relasi sosial. Yang dimaksud hubungan sosial adalah hubungan

antar

subjek yang saling menyadari kehadirannya masingmasing. Dalam hubungan


sosial itu selalu terjadi interaksi sosial yang mewujudkan jaringan relasirelasi sosial (a web of social relationship) yang disebut sebagai masyarakat.
10

Dinamika kehidupan masyarakat menuntut cara berperilaku antara satu


dengan yang lainnya untuk mencapai suatu ketertiban.
Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat berlain-lainan
karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai
sifat yang tidak sama. Oleh karena itu, dalam masyarakat yang teratur setiap
manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau
kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat.
2.12

Norma Sosal Yang Kami Temui Di Lingkungan Sekitar Tempat

Tinggal
Norma sosial yang kami temui dan mendominasi di lingkungan sekitar
tempat tinggal kami yaitu mores. Contoh pelaksanaan mores yaitu
pelaksanaan kenduri di lingkngan masyarakat . Acara kenduri tersebut dianut
oleh masyarakat secara umum dan dianggap sebagai sesuatu yang pentin.
Sehingga dpertahankan secara turun temurun sebagai sesuatu yang harus
dilaksanakan.Jika ada salah satu dari warga ada yang tidak melaksanakan
kenduri mereka di kutuk oleh masyarakat sebagai sesuatu hal yang secara
moral tidak dapat dibenarkan. Acara kenduri dilaksanakan secara rutin oleh
masyarakat biasanya berupa memperinati hari kelahiran anak, kematian
seseorang, pernikahan seseorang, menjelang panen, dan ketika mendapatkan
suatu anugerah dari yang maha kuasa berupa tasyakuran. Biasanya acaa
kenduri dilakukan oleh warga laki-laki. Dan selain acara upacara adat,
kenduri biasanya diwarnai dengan dzikir-dzikir dan doa-doa kepada tuhan
yang maha kuasa. Kebiasaan kenduri ini kami teliti pada masyarakat di desa
Sembayat Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.
2.13

Perbedaan Norma Sosial Yang Kami Temui Di Lingkungan Sekitar


Acara kenduri yang kami teliti diberbagai daerah dalam pelaksanaan

hukum adatnya berbeda-beda . Ada yang sebagai folkways dan ada yang
sebagai mores. Di desa Sembayat Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik
acara kenduri tersebut sudah menjadi norma mores karena kenduri sudah
dianggap menjadi suatu hal yang peting dan dipertahankan secara turun

11

temurun

serta

pelaksanaanya

harus

dilaksanakan

walaupun

dengan

pengorbanan. Namun acara kenduri di desa Ringinanyar kecamatan Ponggok


kabupaten Blitar hanya sebaai folkways karena pelaksanaanya tidak terlalu
penting dan juga tidak diikuti ole semua warga sekitar. Hal tersebut
dikarenakan adanya kaum Muhamaddiyah yang menganggap acara seperti itu
tidak penting dan tidak sesuai dengan syariah islam. Selain itu masyarakat
desa ini juga homogen yang juga terdiri dari masyarakat modern. Mereka ikut
melaksanakan kenduri namun makanan-makanan an disuguhkan berupa
makanan modern seperti nasi kotak , es krim , dan bahan-bahan mentah
seperti gula , mie instant dan lain sebagainya. Dari sini dapat kita ambil
kesimpulan bahwa masyarakat desa Ringinanyar ini hanya menganggap
kenduri sebagai norma folkways. Sebab hanya dianut oleh segelincir orang
yaitu yang beragama islam NU dan menjunjung tinggi nilai tradisional.
2.14

Pola Sosalisasi Yang Kami Temui Dalam Masyarakat Sekitar


Pola sosialisasi yang kami identifikasi pada masyarakat desa Sembayat

Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik dalam rangka mensosioalisasikan


tradisi kenduri yaitu secara Informal. Alasannya karena secara tidak sengaja
budaya kenduri juga mensosialisasikan nilai kebersamaan , cinta kasih , dan
religius. Nilai kebersamaan bisa terwujud karena dalam acara kenduri ini
masyarakat disatukan dalam suatu forum secara bersama-sama tanpa pandang
status sosial masyarakat. Nilai cinta kasih bisa terjalin karena diantara
anggota masyarakat itu saling berinteraksi secara intern. Selain itu ada acara
ramah tamah yang memberikan sodaqoh dan sebagai bentuk penghormatan
kepada para tamu yang datang. Nilai religius juga dapat tumbuh karena dalam
acara kenduri ini masyarakat membaca dikir-dzikir dan doa-doa yang ditujuka
kepada sang pencipta hidup. Kemudian sosilaisasi kenduri ini juga tidak
menggunakan metode khusus, tidak mempunyai struktur dan norma yang
tertulis . Sehingga hanya disosialisasikan secara turun temurun melalui mulut
ike mulut dan kebiasaan masyarakat sekitar.

12

2.15

Dampak Sosialisasi Bagi Individu Maupun Masyarakat Yang Kami

Temui
Dampak secara individu yaitu menanamkan dan memperkuat nilai-nilai
religius, kebersamaan, dan cintakasih kepada sesama manusia. Melalui
sosialisasi yang kita terima dari masyarakat, kita bisa menjadi individu yang
mempunyai kepribadian sesuai dengan lingkungan sekitar kita, sehingga kita
bisa diakui dan diterima sebagai anggota di dalam masyaakat .
Dampak sosialisasi terhadap masyarakat yaitu untuk memperkuat rasa
soidaritas dan kerjasama diantara masyarakat . Karena biasanya acara kenduri
ditujukan kepada salah satu dari warga yang membutuhkan doa-doa bersama.
Selain itu masyarakat yang ikut mendoakan akan mendapatkan timbal balik
berupa berkat (makanan-makanan). Dari sini rasa solidaritas dan tolongmenolong dapat erwujud dan tertanam dalam masyarakat .
2.16

Sarana Kontrol Dari Proses Sosialisasi Yan Kami Identifikasi


Biasanya sebagai sarana kontrol agar masyarakat mau mengikuti dan

menjalankan tradisi kenduri yaitu berupa sanksi psikologis. Hal itu dapat kita
lihat dari cemoohan, kutukan, ejekan dan buah bibir masyarakat.
Misalnya : Jika ada salah satu anggota yang meninggal dan anggota
kerabatnya tidak melaksanakan acara kenduri untuk mendoakan almarhum,
masyarakat akan membicarakan keluarga tersebut dan mencemooh serta
mengutuk mereka dengan kata-kata yang menyayat hati.

13

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam Kehidupan bermasyarakat keberadaan nilai dan norma sangatlah
penting, keduanya tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal
ini karena keduanya berfungsi sebagai pedoman berprilaku dan bertindak
sekaligus sebagai pengawas (kontrol) prilaku manusia dengan daya tekan dan
daya mengikat agar manusia berprilaku sesuai dengan norma yang berlaku.
Manusia (individu) dapat berprilaku atau bertindak sesuai dengan nilai
dan norma yang berlaku apabila individu itu telah memperoleh sosialisasi
tentang nilai dan norma tersebut. Karena dengan melalui proses sosialisasi
maka individu tersebut akan bisa mengetahui batasan-batasan dalam normanorma yang berlaku, sehingga dia tidak akan melakukan tindakan yang
bertentangan dengan norma tersebut.
3.2 Saran
Kami menyarankan kepada masyarakat agar tetap memegang teguh
norma adat yang dianut pada setiap daerah sebagai identitas lokal daerah
tersebut, serta sebagai salah satu bentuk kebinekaan negara kesatuan republik
Indonesia dan juga sebagai kekayaan negara. Norma tersebut harus tetap
dipertahankan selama itu baik dan tidak bertentangan dengan hukum yang
berlaku di Indonesia. Karena norma adat juga berfungsi sebagai salahsatu
filtrasi bagi masyarakat dalam menerima norma/kebudayaan baru yang masuk
di daerahnya.

14

DAFTAR PUSTAKA
Narwoko J.Dwi,Bagong Suyanto.2011.Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Saptono, Bambang Suteng.2006.Sosiologi untuk SMA Kelas X.Jakarta:Phibeta.

15