Anda di halaman 1dari 13

4.

Sebutkan persiapan serta 5 manfaat (tujuan) pemeriksaan abdomen yang


dilakukan pada wanita hamil!
INDIKASI
1. Menentukan status kesehatan ibu hamil
2. Deteksi dini dari kelainan ibu dan anak
3. Memperkirakan usia kehamilan dan tanggal persalinan
4. Mengetahui letak posisi presentasi janin
5. Menentukan kapasitas panggul pada primigravida
6. Merencanakan penatalaksanaan kehamilan selanjutnya dan persalinan
7. Bagian dari aktivitas penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil
Persiapan
1. Mempersilahkan ibu mengosongkan kandung kemih dan mengganti
pakaiannya dengan pakaian khusus.
2. Melihat keadaan umum: nampak sakit/sehat ; tingkat kesadaran : compos
mentis.
3. Melihat dan memeriksa: kelenjar TIROID.
4. Mengukur tinggi badan berat badan menentukan BMI.
5. Mengukur tekanan darah frekuensi pernafasan suhu tubuh.
5. Bagaimana cara menentukan TFU dan manfaat ukuran ukuran TFU?
Cara mengukur dan menghitung tinggi fundus uteri/ TFU berdasarkan teknik Mc.
Donald dilakukan dengan cara terlebih dahulu posisikan ibu setengah duduk, lalu
menentukan bagian fundus dengan bantuan tangan kanan dan kiri, setelah
diketahui posisi dari fundus, lakukan pengukuran dimulai dari simfisis sampai
dengan fundus dengan posisi meteran terbalik. Posisikan angka nol berada di atas
simfisis. Setelah diposisikan secara tepat, balikan meteran lalu baca hasil
pengukurannya. Cara mengukur dan menghitung tinggi fundus uteri/ TFU dapat
dilakukan untuk menentukan usia kehamilan dan menentukan perkiraan berat
badan janin. Cara menghitung tinggi fundus uteri untuk menentukan usia kehamilan
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Tinggi Fundus (cm) x 2/7 = (durasi kehamilan dalam bulan)
2. Tinggi Fundus (cm) x 8/7 = (durasi kehamilan dalam minggu)
3. Tinggi Fundus uteri dalam sentimenter (cm), yang normal harus sama dengan
umur kehamilan dalam minggu yang ditentukan berdasarkan hari pertama
haid terakhir. Misalnya, jika umur kehamilannya 33 minggu, tinggi fundus
uteri harus 33 cm. Jika hasil pengukuran berbeda 1-2cm, masih dapet
ditoleransi, tetapi jika deviasi lebih kecil 2 cm dari umur kehamilan,
kemungkinan ada gangguan petumbuhan janin, sedangkan bila deviasi lebih
besar dari 2 cm, kemungkinan terjadi bayi kembar, polihidramion, atau janin
besar.

Sedangkan cara mengukur dan menghitung tinggi fundus uteri/ TFU dalam
menentukan perkiraan berat badan janin dapat dihitung menurut rumus Jhonson.
Berat janin (dalam gram) sama dengan pengukuran fundus (dalam sentimeter)
dikurangi n, yaitu 12 jika kepala pada atau diatas spina iskhiadia atau 11 jika kepala
dibawah spina iskhiadika atau sudah masuk panggul dikali 155
TBBJ = TFU- n (11 atau 12) x 155
N = 12 jika vertex pada atau spina iskhiadika atau 11 jika vertex dibawah spina
iskhiadika Contoh soal: Seorang ibu hamil dengan tinggi fundus 30 cm dengan
vertex pada station -2. Berapakah janin? Jawab: PBJ = 30 12 X 155 =2790 GRAM.
Jadi perkiraan berat janin adalah 2790 gram.

6. Letak : Hubungan sumbu panjang janin dengan sumbu panjang ibu, dan dapat memanjang
atau melintang. Kadangkala, sumbu janin dan ibu dapat bersilangan 45 derajat, membentuk
oblik, yang tidak stabil dan selalu berubah menjadi letak memanjang atau melintang selama
proses persalinan. Letak memanjang terjadi terjadi pada lebih dari 99% persalinan aterm. Faktorfaktor predisposisi untuk letak lintang adalah multiparitas, plasenta previa, hidraamnion, dan
anomali uterus
Sikap : Fleksi atau defleksi ( dalam keadaan normal semua persendian janin intrauterin dalam
keadaan fleksi )
Presentasi : Bagian terbawah janin adalah bagian tubuh janin yang berada paling depan di dalam
jalan lahir atau beraada paling dekat dengannya. Bagian terbawah janin dapat diraba melalui
serviks pada pemeriksaan vagina. Karena itu, pada letak memanjang, bagian terbawah janin
adalah kepala janin atau bokong, masing-masing membentuk presentasi kepala atau bokong. Jika
janin terletak pada sumbu panjang melintang, bahu merupakan bagian terbawahnya. Jadi
presentasi bahu teraba melalui serviks pada pemeriksaan vagina
Posisi : hubungan antara titik yang ditentukan sebagai acuan pada bagian terbawah janin, dan sisi
kanan atau kiri jalan lahir ibu. Karena itu, pada setiap presentasi terdapat dua posisi, kanan atau
kiri. Oksiput, dagu, dan sakrum janin masing-masing merupakan titik penentu pada presentasi
verteks,muka dan bokong

7. Pemeriksaan palpasi Leopold adalah suatu teknik pemeriksaan pada ibu hamil dengan cara
perabaan yaitu merasakan bagian yang terdapat pada perut ibu hamil menggunakan tangan
pemeriksa dalam posisi tertentu, atau memindahkan bagian-bagian tersebut dengan cara-cara
tertentu menggunakan tingkat tekanan tertentu. Teori ini dikembangkan oleh Christian Gerhard
Leopold. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setelah UK 24 minggu, ketika semua bagian janin
sudah dapat diraba. Teknik pemeriksaan ini utamanya bertujun untuk menentukan posisi dan
letak janin pada uterus, dapat juga berguna untuk memastikan usia kehamilan ibu dan
memperkirakan berat janin.

Pemeriksaan palpasi Leopold sulit untuk dilakukan pada ibu hamil yang gemuk (dinding perut
tebal) dan yang mengalami polihidramnion. Pemeriksaan ini juga kadang-kadang dapat menjadi
tidak nyaman bagi ibu hamil jika tidak dipastikan dalam keadaan santai dan diposisikan secara
memadai. Untuk membantu dalam memudahkan pemeriksaan, maka persiapan yang perlu
dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan adalah:
1.
2.

Instruksikan ibu hamil untuk mengosongkan kandung kemihnya


Menempatkan ibu hamil dalam posisi berbaring telentang, tempatkan bantal kecil di
bawah kepala untuk kenyamanan

3.

Menjaga privasi

4.

Menjelaskan prosedur pemeriksaan

5.

6.

Menghangatkan tangan dengan menggosok bersama-sama (tangan dingin dapat


merangsang kontraksi rahim)
Gunakan telapak tangan untuk palpasi bukan jari.

Gambar 1: Pemeriksaan Palpasi Leopold 1 s.d. 4

A. Pemeriksaan Leopold I
Tujuan: untuk menentukan usia kehamilan dan juga untuk mengetahui bagian janin apa yang
terdapat di fundus uteri (bagian atas perut ibu).

Gambar 2: Palpasi Leopold 1


Teknik:

Memposisikan ibu dengan lutut fleksi (kaki ditekuk 450 atau lutut bagian dalam diganjal
bantal) dan pemeriksa menghadap ke arah ibu

Menengahkan uterus dengan menggunakan kedua tangan dari arah samping umbilical

Kedua tangan meraba fundus kemudian menentukan TFU

Meraba bagian Fundus dengan menggunakan ujung kedua tangan, tentukan bagian janin.

Hasil:

Apabila kepala janin teraba di bagian fundus, yang akan teraba adalah keras,bundar dan
melenting (seperti mudah digerakkan)

Apabila bokong janin teraba di bagian fundus, yang akan terasa adalah lunak, kurang
bundar, dan kurang melenting

Apabila posisi janin melintang pada rahim, maka pada Fundus teraba kosong.

B. Pemeriksaan Leopold II

Tujuan: untuk menentukan bagian janin yang berada pada kedua sisi uterus, pada letak lintang
tentukan di mana kepala janin.

Gambar 3: Palpasi Leopold 2


Teknik:

Posisi ibu masih dengan lutut fleksi (kaki ditekuk) dan pemeriksa menghadap ibu

Meletakkan telapak tangan kiri pada dinding perut lateral kanan dan telapak tangan kanan
pada dinding perut lateral kiri ibu secara sejajar dan pada ketinggian yang sama

Mulai dari bagian atas tekan secara bergantian atau bersamaan (simultan) telapak tangan
tangan kiri dan kanan kemudian geser ke arah bawah dan rasakan adanya bagian yang rata
dan memanjang (punggung) atau bagian-bagian kecil (ekstremitas).

Hasil:

Bagian punggung: akan teraba jelas, rata, cembung, kaku/tidak dapat digerakkan
Bagian-bagian kecil (tangan dan kaki): akan teraba kecil, bentuk/posisi tidak jelas dan
menonjol, kemungkinan teraba gerakan kaki janin secara aktif maupun pasif.

C. Pemeriksaan Leopold III


Tujuan: untuk menentukan bagian janin apa (kepala atau bokong) yang terdapat di bagian bawah
perut ibu, serta apakah bagian janin tersebut sudah memasuki pintu atas panggul (PAP).

Gambar 4: Palpasi Leopold 3


Teknik:

Posisi ibu masih dengan lutut fleksi (kaki ditekuk) dan pemeriksa menghadap ibu

Meletakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding lateral kiri bawah, telapak tangan
kanan bawah perut ibu

Menekan secara lembut dan bersamaan/bergantian untuk mentukan bagian terbawah bayi

Gunakan tangan kanan dengan ibu jari dan keempat jari lainnya kemudian goyang bagian
terbawah janin.

Hasil:

Bagian keras,bulat dan hampir homogen adalah kepala sedangkan tonjolan yang lunak
dan kurang simetris adalah bokong

Apabila bagian terbawah janin sudah memasuki PAP, maka saat bagian bawah digoyang,
sudah tidak bias (seperti ada tahanan).

D. Pemeriksaan Leopold IV
Tujuan: untuk mengkonfirmasi ulang bagian janin apa yang terdapat di bagian bawah perut ibu,
serta untuk mengetahui seberapa jauh bagian bawah janin telah memasuki pintu atas panggul.

Gambar 5: Palpasi Leopold 4


Teknik:

Pemeriksa menghadap ke arah kaki ibu, dengan posisi kaki ibu lurus

Meletakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada lateral kiri dan kanan uterus bawah,
ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis

Menemukan kedua ibu jari kiri dan kanan kemudian rapatkan semua jari-jari tangan yang
meraba dinding bawah uterus.

Perhatikan sudut yang terbentuk oleh jari-jari: bertemu (konvergen) atau tidak bertemu
(divergen)

Setelah itu memindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian terbawah bayi
(bila presentasi kepala upayakan memegang bagian kepala di dekat leher dan bila presentasi
bokong upayakan untuk memegang pinggang bayi)

Memfiksasi bagian tersebut ke arah pintu atas panggul kemudian meletakkan jari-jari
tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis untuk menilai seberapa jauh bagian terbawah
telah memasuki pintu atas panggul.

Hasil:

Apabila kedua jari-jari tangan pemeriksa bertemu (konvergen) berarti bagian terendah
janin belum memasuki pintu atas panggul, sedangkan apabila kedua tangan pemeriksa
membentuk jarak atau tidak bertemu (divergen) mka bagian terendah janin sudah memasuki
Pintu Atas Panggul (PAP)

Penurunan kepala dinilai dengan: 5/5 (seluruh bagian jari masih meraba kepala, kepala
belum masuk PAP), 1/5 (teraba kepala 1 jari dari lima jari, bagian kepala yang sudah masuk
4 bagian), dan seterusnya sampai 0/5 (seluruh kepala sudah masuk PAP)

Menentukan usia kehamilan :

Gambar 6-7: Gambaran Tinggi Fundus Uteri (TFU) Dikonversikan dengan Usia Kehamilan
(UK)

Keterangan:

Pada usia kehamilan 12 minggu, fundus dapat teraba 1-2 jari di atas simpisis

Pada usia kehamilan 16 minggu, fundus dapat teraba di antara simpisis dan pusat

Pada usia kehamilan 20 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah pusat

Pada usia kehamilan 24 minggu, fundus dapat teraba tepat di pusat

Pada usia kehamilan 28 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di atas pusat

Pada usia kehamilan 32 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara Prosesus
Xipoideus dan pusat
Pada usia kehamilan 36 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah Prosesus Xipoideus
Pada usia kehamilan 40 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara Prosesus
Xipoideus dan pusat. (Lakukan konfirmasi dengan wawancara dengan pasien untuk
membedakan dengan usia kehamilan 32 minggu).

8.Jelaskan manfaat dan cara melakukan auskultasi detak jantung !


Tujuan dari pemeriksaan auskultasi denyut jantung janin adalah untuk menilai
gambaran detak jantung janin dan aktifitas janin.Bahkan dapat membantu dalam
menilai gerakan aktivitas normal sesuai respon.
Denyut jantung janin dapat didengarkan dengan menggunakan fetoskop de
Lee ataupun funandoskop.Denyut jantung janin terdengar paling keras di daerah
punggung janin.Denyut janin dihitung selama lima detik dilakukan tiga kali
berurutan selang 5 detik sebanyak 3kali.Frekuensi denyut jantung janin normal 120160 x/menit.
Cara Mendengarkan Denyut Jantung Janin :
Dengan menggunakan stetoskop Pinard
1.Tempat mendengarkan harus tenang, agar tidak mendapatgangguan dari
suara lain.
2.Ibu hamil diminta berbaring terlentang, kakinya lurus, bagian yang tidak
perlu diperiksa ditutup, pintu atau jendela ditutup.
3.Alat disediakan. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan dari pemeriksaan palpasi.

4.Mencari daerah atau tempat dimana kita akan mendengarkan.Setelah


daerah ditemukan, stetoskop pinard di pakai bagian yang berlubang luas
ditempatkan ke atas tempat atau daerah dimana kita akan mendengarkan.
Sedangkan bagian yang luasnya sempit ditempatkan pada telinga kita,
letakkan tegak lurus.
5.Kepala pemeriksa dimiringkan, perhatian dipusatkan pada denyut jantung
janin. Bila terdengar suatu detak, maka untuk memastikan apakah yang
terdengar itu denyut jantung janin, detak ini harus disesuai dengan detak
nadi ibu. Bila detakkan itu sama dengannadi ibu, yang terdengar bukan
jantung janin, tetapi detak aorta abdominalis dari ibu.

6.Setelah nyata bahwa yang terdengar itu betul-betul denyut jantung janin
maka dihitung untuk mengetahui teraturnya dan frekuensinya denyut jantung
janin itu.

Dengan menggunakan doppler

1.

Nyalakan doppler, untuk memeriksa apakah doppler dapat digunakan

2.

Usapkan jelly pada abdomen ibu, tepat pada daerah yang telah ditentukan.
Kegunaan jelly adalah sebagai kontak kedap udaraantara kulit abdomen
dengan permukaan sensor.

3.

Tempatkan sensor pada daerah yang akan didengarkan,kemudian tekan


tombol start untuk mendengarkan denyut jantung janin.

4.
Lakukan penyesuaian volume seperlunya dengan menggunakan tombol
pengatur volume.
5.

Lihat denyut jantung janin pada angka yang ditujukan melalui monitor

D.

Cara menghitung denyut jantung janin

Menghitung denyut jantung janin yaitu selama satu menit penuh. Hal ini
dikarenakan pada setiap detik itu terdapat perbedaan denyut serta
membandingkan dengan rentang normal selama satu menit
9.Sebutkan indikasi dan bagaimana cara melakukan pemeriksaan vaginal (vaginal
toucher) pada periode antenatal !
Indikasi vaginal toucher pada kasus kehamilan atau persalinan :

1.Sebagai bagian didalam menegakkan diagnose kehamilan muda.


2.Pada primigravida dengan usia kehamilan lebih dari 37 minggu digunakan
untuk melakukan evaluasi kapasitas panggul (pelvimetri klinik) dan
menentukan apakah ada kelainan pada jalan lahir yang diperkirakan akan
dapat menganggu jalannya proses persalinan pervaginam.
3. Pada saat masuk kamar bersalin dilakukan untuk menentukan fase
persalinan dan diagnosa letak janin.
4.Pada saat inpartu digunakan untuk menilai apakah kemajuan proses
persalinan sesuai dengan yang diharapkan.
5.Pada saat ketuban pecah digunakan untuk menentukan ada tidaknya
prolapsus bagian kecil janin atau talipusat.
6.Pada saat inpartu, ibu nampak ingin meneran dan digunakan untuk
memastikan apakah fase persalinan sudah masuk pada persalinan kala II.
Tehnik
Vaginal toucher pada pemeriksaan kehamilan dan persalinan:
1.Didahului dengan melakukan inspeksi pada organ genitalia eksterna.Tahap
berikutnya, pemeriksaan inspekulo untuk melihat keadaan jalan lahir.
2.Labia minora disisihkan kekiri dan kanan dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan
kiri dari sisi kranial untuk memaparkan vestibulum.)
3.Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan dalam posisi lurus dan rapat
dimasukkan kearah belakang - atas vagina dan melakukan palpasi pada servik.
- Menentukan dilatasi (cm) dan pendataran servik (prosentase)
-Menentukan keadaan selaput ketuban masih utuh atau sudah pecah, bila sudah
pecah tentukan :Warna,Bau,Jumlah air ketuban yang mengalir keluar
-Menentukan presentasi (bagian terendah) dan posisi (berdasarkan denominator)
serta derajat penurunan janin berdasarkan stasion.
-Menentukan apakah terdapat bagian-bagian kecil janin lain atau talipusat yang
berada disamping bagian terendah janin (presentasi rangkap compound
presentation).
Pada primigravida digunakan lebih lanjut untuk melakukan pelvimetri klinik :
-Pemeriksaan bentuk sacrum
-Menentukan apakah coccygeus menonjol atau tidak.

-Menentukan apakah spina ischiadica menonjol atau tidak.


-Mengukur distansia interspinarum.
-Memeriksa lengkungan dinding lateral panggul.
-Meraba promontorium, bila teraba maka dapat diduga adanya kesempitan panggul
(mengukur conjugata diagonalis).
-Menentukan jarak antara kedua tuber ischiadica.