Anda di halaman 1dari 8

PAPER HASIL OBSERVASI

DEFISIENSI UNSUR HARA PADA TANAMAN

Disusun Oleh :
Andri Antono (20150210101)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2016

Latar Belakang
Tanah merupakan faktor penting dalam produksi pertanian dan media tumbuh
tanaman, sedangkan pemberian pupuk atau penambahan unsur hara didalam tanah baik
organik maupun anorganik bertujuan untuk menyeimbangkan unsur hara dalam tanah agar
mencapai produksi tanaman yang optimal.
Kekurangan unsure hara merupakan gejala yang ditunjukan oleh tanaman
berupa ketidak normalan tanaman secara fisik maupun fisiologis. Banyak metode
untuk mengevaluasi kesuburan tanah didasarkan pada observasi atau pengukuran
parameter pertumbuhan tanaman yang sedang tumbuh. Metode-metode seperti ini
memiliki banyak keunggulan karena tanaman berfungsi sebagai indikator dari semua
faktor pertumbuhan dan merupakan produk yang diharapkan oleh petani.
Gejala kekurangan unsur hara ini ditimbulkan karena kebutuhan hara yang
tidak terpenuhi baik dari tanah maupun dari pemberian pupuk. Tanaman yang
mengalami kekurangan unsur hara tertentu, maka gejala defisiensi yang spesifik akan
muncul. Metode pengamatan secara visual lebih mudah karena tidak memerlukan
perlengkapan yang mahal dan banyak serta dapat digunakan sebagi penunjang
informasi yang sangat penting untuk perencanaan pemupukan pada musim berikutnya
dalam mengatasi kekurangan unsur hara.
Tujuan Observasi
Untuk mengetahaui gejala dan tanda-tanda tanaman yang mengalami defisiensi unsur
hara. Observasi ini dilakukan pada enam jenis tanaman yang meliputi tanaman

LANDASAN TEORI
1. Nitrogen (N)
Fungsi:
a. Diperlukan dalam jumlah banyak untuk membentuk protein
b. Berpengaruh dalam pembentukan enzim, nukleotida, lignin, dan bagian sel lain
c. Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti
daun, batang dan akar
d. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam
proses fotosintesis.
e. Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
f. Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.
Kekurangan:
a. Klorosis
b. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum
waktunya.
c. Daun bewarna hijau kekunig-kuningan.
d. Pertumbuhan tanaman lambat atau kerdil
Kelebihan:
a.
b.
c.
d.
e.

Keracunan pada tumbuhan


Mempengaruhi perkembangan susunan akar
Menyebabkan pertumbuhan sekulentik
Perpanjangan masa vegetative
Penundaan masa kematangan

Sumber:
a. Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organis.
b. Mikrobia atau bakteri-bakteri.
c. Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)
2. Kalium (K)
Fungsi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Dalam hal pembelahan sel


Berperan dalam asimilasi zat arang
Pembentukan jaringan penguat
Penyeimbang ion, hidratasi, pemeabilitas membran
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit dan kekeringan
Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman,
agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.

Akibat kekurangan:
a. Asimilasi akan terhenti
2

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Fotosintesis, sintesa protein, dan translokasi terganggu


Cepat mengayu/menggabus
Menimbulkan klorosis pada ujung dan tepi daun di mulai dari daun tua
Sering terjadi bercak berwarna coklat tersebar
Daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat
Daun mengkerut
Tanaman kerdil

3. Kalsium (Ca)
Fungsinya:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Berperan dalam keseimbangan ion dan permeabilitas membran.


Mengatur pembelahan dan perpanjangan sel
Merangsang pembentukan bulu-bulu akar
Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolism
Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau
suasana keasaman tanah
Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji
Menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah
Meningkatkan produksi biji dan benih
Menetralisasi racun pada tanaman
Mempengaruhi jumlah pengambilan bahan makanan pada tanaman
Mencegah rontok bunga dan buah
Memperkuat batang

Akibat kekurangan:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
4.

Kurang berkembangnya dan matinya jaringan meristem


Diikuti dengan matinya tumbuhan
Pada helaian dan tepi daun terdapat nekrosis dan klorosis
Daun menggulung ke bawah
Tumbuhan kurang memebentuk umbi, biji, buah
Pertumbuhan ujung dan bulu akar akan terhenti
Bagian yang telah terbentuk akan mati serta bewarna coklat kemerahan
Magnesium (Mg)

Fungsinya:
a. Unsur esensial pembentuk klorofil
b. Merupakan motivator dengan banyak enzim respirasi
c. Berperan dalam pembentukan buah
Jika kekurangan:
a.
b.
c.
d.

Menyebabkan klorosis lebih dulu pada daun-daun tua


Warna hijau tertinggal dalam tulang daun
Daun cepat mati dan rontok
Pada monokotil menyebabkan daun bergari-garis
3

e. Kuncup bunga dan buah busuk dan akhirnya akan gugur


5.

Phospor (P)
Fungsinya:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Untuk pembentukan bunga dan buah


Sintesa hijau daun
Mendorong pertumbuhan akar muda yang berguna bagi resistensi terhadap kekeringan
Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu
Untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman.
Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda
Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman
dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji

Jika kekurangan fosfor:


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
6.

Daun kecil
Warnanya lebih tua (hiperklorofilase)
Nekrosis dan klorosis
Pembentukan tunas lateral kurang
Daun bewarna ungu
Tumbuhan kurang membentuk bunga, buah, akar
Memicu rontoknya daun
Sulfur (S)

Fungsi:
a. Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar
b. Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein,
methionin serta thiamine
c. Membantu pertumbuhan anakan produktif
d. Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti
cabai, kubis dan lain-lain
e. Membantu pembentukan butir hijau daun
f. Sebagai ion sulfat didalam air-sel
Apabila tidak ada sulfur:
a.
b.
c.
d.

Tumbuhan nampak hijau pucat


Kekuningan, bahkan kuning sepenuhnya
Peningkatan klorosis karena terganggunya metabolisme protein pada kloroplas
Penekanan sintesis klorofil

Jika kekurangan sulfur:


a. Tanaman lebih kecil daripada tumbuhan normal
b. Daun lebih kecil dan sempit
c. Batang yang tumbuh longitudal terinhibisi kurus
4

d. Pertumbuhan batang lebih pesat daripada pertumbuhan akar


e. Tulang daun dan jaringan disekitarnya lebih pucat
f. Menguningnya daun hingga memerah
Sumber:
a. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.
b. Bahan ikutan dari pupuk anorganik (buatan) seperti pupuk ZA dan pupuk Superfosfat
7.Hidrogen (H)
Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan jumlahnya
tidak terbatas. Sebagai penyusun protein, asam lemak ( jenuk atau tidak jenuh), DNA dan
RNA.
8. Karbon
Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman
terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa C02.

IDENTIFIKASI DEFISIENSI UNSUR HARA


1. Nama Mahasiswa : Andri antono
Nim : 20150210101
Tanaman : Zea mays (Jagung)
Lokasi
: Jl. Pring Gading, Kota Gede, Yogyakarta

Gambar 1. Keseluruhan Zea


mays (Jagung).

No.
1.

Spesies
Zea mays
(Jagung)

Gambar 2. Daun Zea mays


(Jagung) yang berwarna
kuning dan berbercak
cokelat.

Fenomena/Gejala
Daun berwarna
kuning, Ujung daun
mengering
Terdapat bercak
coklat kemerahan
pada daun dan
pelepah daun
Pelepah daun
berwarna merah
kecoklatan

Gambar 3. Zea mays


(Jagung) normal

Dasar Teori
Nitrogen
a. Diperlukan untuk
pembentukan atau
pertumbuhan bagian
vegetatif tanaman, seperti
daun, batang dan akar
b. Berperan penting dalam
hal pembentukan hijau
daun yang berguna sekali
dalam proses fotosintesis.
Cirri-ciri kekurangan
nitrogen
a. Daun mengalami
Klorosis
a

Diagnosis
Tanaman jagung
tersebut mengalami
defisiensi unsur hara
berupa Nitrogen dan
magnesium

Magnesium (Mg)
a. Unsur esensial
pembentuk klorofil
Penanggulangan : Dapat ditanggulangi dengan memberikan pupuk ZA, Urea dan NPK untuk
kekurangan Nitrogen. Sedangkan untuk kekurangan Mg dapat diberikan pupuk Kiesrit
maupun Dolomit.
6

Kesimpulan
Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa masing-masing
tanaman baik tanaman pangan, sayur, obat, industri, kacang-kacangan maupun
tanaman buah mempunyai kebutuhan akan unsur hara yang berbeda dan harus
terpenuhi dalam kadar yang optimum. Apabila kadar unsur hara pada tanaman tidak
tercukupi, maka tanaman akan mengalami defisiensi unsur hara dengan cirri-ciri yang
berbeda tergantung jenis kekurangan unsur haranya. Apabila tanaman mengalami
defisiensi unsur hara maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan terganggu.