Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
dari Bapak Edang S.Pd

Disusun Oleh:
M. Ali Aidil Munawar
M. Arif Anggara
Gugun Nurhasanudin
Gigin Ginanjar
Farhan Nurfalah
Ahmad Ihsan
Rikja Maulana

Kelas VIII
MTS AL-TAUPIQ
2015

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT, karena atas
berkat dan limpahan rahmatNya lah maka kami boleh menyelesaikan sebuah
karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul
"Keragaman Bentuk Mika Bumi", yang menurut kami dapat memberikan manfaat
besar bagi kita untuk dipelajari.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan
memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan
yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima
kasih dan semoga ALLAH SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat
memberikan manfaat. Aamiinn..

Bantarujeg, Agustus 2015


Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PEMDAHULUAN......................................................................................1
1.1

Latar Belakang..........................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah.....................................................................................1

1.3

Tujuan........................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1

Proses Pembentukan Muka Bumi..............................................................3

2.2

Bentuk muka bumi yang dihasilkan oleh tenaga endogen........................3

2.3

Bentuk muka bumi yang dihasilkan oleh tenaga eksogen.........................9

2.4

Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan Manusia...........12

BAB III PENUTUP..............................................................................................15


3.1

Kesimpulan..............................................................................................15

3.2

Saran........................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................16

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita ketahui bahwa manusia tinggal di lingkungan yang beragam.
Sebagian dari mereka tinggal di pegunungan dan sebagian lainnya tinggal di
pantai yang datar atau di wilayah perbukitan. Keragaman tersebut
memengaruhi kehidupan manusia. Manusia yang tinggal di pegunungan
memiliki corak kehidupan yang berbeda dengan mereka yang tinggal di
pantai. Demikian pula dengan orang yang tinggal di perbukitan dan lembah
sungai. Masing-masing menyesuaian diri atau beradaptasi dengan lingkungan
tempat tinggalnya.
Menurut para ahli, keragaman bentuk permukaan bumi ini disebabkan
oleh dua kekuatan, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Apa itu tenaga
endogen dan tenaga eksogen? Tenaga Endogen adalah tenaga pengubah
muka bumi yang berasal dari dalam bumi, sedangkan Tenaga Eksogen adalah
tenaga pengubah muka bumi yang berasal dari luar bumi. Tenaga endogen
bersumber dari magma yang bersifat membangun (konstruktif). Tenaga ini
meliputi tektonisme, vulkanisme dan gempa bumi. Tenaga eksogen merupakan
tenaga yang bersifat merusak kulit bumi. Factor-faktor yang berpengaruh
terhadap tenaga eksogen ini meliputi air, angin, makhluk hidup, sinar
matahari, dan gletser. Kedua tenaga ini menghasilkan rupa muka bumi yang
beraneka ragam bentuknya baik di daratan maupun dasar laut.
1.2 Rumusan Masalah
Untuk lebih memudahkan pembahasan materi, maka kami membuat
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaiman Proses Pembentukan Muka Bumi
2. Bagaimana Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan
Manusia
1.3 Tujuan
Adapun Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk Mengetahui Proses Pembentukan Muka Bumi


2. Untuk Mengetahui Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan
Manusia.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Proses Pembentukan Muka Bumi
Permukaan bumi terdiri atas berbagai bentuk dari yang datar,
bergelombang atau berbukit sampai bergunung. Keragaman tersebut tidak
terjadi begitu saja, melainkan melalui berbagai proses dan waktu yang sangat
lama. Berbagai bentuk tenaga bekerja untuk mengubah muka bumi, baik dari
dalam bumi maupun dari luar bumi yang dikenal dengan sebutan tenaga
geologi.Tenaga dari dalam bumi mengubah bentuk muka bumi sehingga
muncul gunung, pegunungan, dan lain-lain. Selanjutnya apa yang telah
dilakukan oleh tenaga dari dalam bumi, kemudian dirombak oleh tenaga dari
luar bumi oleh air, angin, es, dan organisme sehingga nampaklah keragaman
muka bumi seperti yang kita lihat sekarang.
Keragaman bentuk ketampakan alam di permukaan bumi tidak terjadi
dengan sendirinya melainkan melalui suaru proses alam yang panjang.
Keragaman tersebut terjadi karena adanya tenaga endogen dan eksogen yang
ada di bumi.
2.2 Bentuk muka bumi yang dihasilkan oleh tenaga endogen
Tenaga yang sangat besar dari dalam bumi dapat berpengaruh dalam
membentuk keragaman permukaan bumi. Tenaga yang berasal dari dalam
bumi itu disebut tenaga endogen. Tenaga endogen ada yang mempunyai sifat
membangun dan ada yang mempunyai sifat merusak. Tetapi secara umum
tenaga endogen bersifat membangun. Tenaga endogen merupakan kekuatan
yang mendorong terjadinya pergerakan kerak bumi. Pergerakan ini
disebutdiastropisme. Adanya tenaga endogen dapat menyebabkan terjadinya
pergeseran kerak bumi. Pergeseran jkerrak bumi akan menjadikan permukaan
bumi berbentuk cembung, seperti pegunungan atau gunung-gunung berapi,
serta berbentuk cekung seperti laut dan danau. Secara geologis, tenaga
endogen meliputi tektonisme, vulkanisme, dan seisme (gempa).

Hasil dari proses tektonisme

Tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit


bumi secara horizontal maupun vertical. Berdasarkan kecepatan gerak dan
luas daerah, tektonisme dibedakan atas epirogenesa dan orogenesa.
1) Epirogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal
maupun vertical akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi
yang terjadi sangat lambat serta meliputi wilayah yang sangat luas.
Gerakan epirogenesa dibagi menjadi dua sebagai berikut.
Epirogenesa positif, yaitu gerak turunnya permukaan bumi
sehingga laut seolah-olah mengalami kenaikan.
Epirogenesa negatif, yaitu gerak naiknya permukaan bumi
sehingga laut seolah-olah mengalami penurunan.
2) Orogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal
maupun vertical akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi
yang terjadi sangat cepat serta meliputi wilayah yang sempit.
Misalnya, pembentukan deretan sirkum pasifik.
Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan atas patahan
dan lipatan.
1) Lipatan, terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar dan bersifat liat
(plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Bagian
yang

terlipat

ke

atas

dinamakan

punggung

lipatan

(antiklinal), sedangkan yang melipat ke bawah dinamakan lembah


lipatan (sinklinal). Jenis-jenis lipatan sebagai berikut.
Lipatan tegak (symmetrical fold), terjadi karena pengaruh tenaga
horizontal sama atau tenaga radial sama dengan tenaga tengensial.
Lipatan miring (asymmetrical fold), terjadi karena arah tenaga
horizontal tidak sama.
Lipatan menutup (recumbent fold), terjadi karena tenaga tangensial

saja yang bekerja.


Lipatan rebah (overturned fold), terjadi karena arah tenaga

horizontal dari satu arah.


Sesar sungkup (overthrust), terjadi karena adanya pergerakan pada
sepanjang kerak bumi.
2) Patahan, terjadi akibat tenaga endogen yang relative cepat, baik
secara vertical maupun horizontal. Jenis-jenis patahan sebagai berikut.

Tanah naik (horst), yaitu dataran yang terletak lebih tinggi dari
daerah sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Horst
terjadi akibat gerak tektogenesa horizontal memusat, yaitu tekanan
dari dua arah atau lebih yang menimbulkan kerak bumi terdorong
naik.
Tanah turun (graben/slenk), yaitu kenampakan dataran yang
letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya, akibat dataran
di sekelilingnya patah. Graben terjadi karena tarikan dua arah yang
mengakibatkan kerak bumi turun.
Sesar, yaitu patahan yang diakibatkan oleh gerak horizontal yang
tidak frontal dan hanya sebagian saja yang bergeser. Sesar ini
dibagi menjadi dua, yaitu dekstral dan sinistral. Dekstral, yaitu jika
kita berdiri di depan potongan sesar di depan kita bergeser ke
kanan. Sinistral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di
depan kita bergeser ke kiri.
Blok mountain, yaitu kumpulan pegunungan yang terdiri atas
beberapa patahan. Blok mountain terjadi akibat tenaga endogen
yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah, ada yang naik dan
ada yang turun dan ada pula yang berbentukk miring sehingga
terbentuk komplek pegunungan patahan yang terdiri atas balokbalok lithosfera.
Bentuk muka bumi dari bentuk patahan dan lipatan di antaranya
sebagai berikut:
1) Pegunungan.
Pegunungan adalah kumpulan dari gunung-gunung yang
membentuk permukaan bumi seolah-olah bergelombang dengan
lembah dan lekukan di antara gunung-gunung tersebut. Contoh dua
deretan pegunungan di Indonesia, yaitu:
a. Sirkum Pasifik, yang melalui Sulawesi, Maluku, Papua, dan
Halmahera.
b. Sirkum Mediterania

Busur dalam (vulkanis) yang melalui Sumatera, Jawa, Bali,


Lombok, Sumbawa, Flores, Solor, Alor, Weter, Damar, Nila,
Seua, Manuk, Kepuluan Banda, dan berakhir di Pulau Ambon.

Busur luar (non vulkanis), yang melalui P. Simelue, P. Nias, P.


Batu, Mentawai, Enggano, tenggelam di sebelah selatan P.
Jawa, Sawu Roti, Timor, Kep. Leti, Sermata, Kep. Barbar,
Kep. Tanibar, Kep. Watubela, Kep. Laut Seram, Manipa, Baru
dan pulau-pulau keci; sekitarnya.

2) Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah daerah datar yang berada pada
ketinggian di atas 700 m. dataran ini bisa terbentuk dari daratan
rendah yang mengalami pengangkatan dengan bentuk datar. Meskipun
pada saat ini pada umumnya dataran tinggi sudah mengalami erosi
yang merupakan puncak-puncak tertinggi mempunyai ketinggian yang
sama. Misalnya, Dataran Tinggi Bandung di Jawa Barat, Dataran
Tinggi Karo di Sumatera Utara, Dataran Tinggi Dekan di India,
Dataran Tinggi Yura di Perancis, dan Dataran Tinggi Gayo di Aceh.
3) Plato atau Plateau
Bentuk permukaan bumi ini merupakan dataran tinggi dengan
bagian atas relative rata dan telah mengalami erosi. Misalnya, Plato
Dieng di Jawa Tengah dan Plato Madi di Kalimantan.
4) Depresi
Depresi adalah bagian permukaan bumi yang mengalami
penurunan. Bentuk depresi yang memanjang disebut slenk, sedangkan
yang membulat disebut basin. Misalnya, Depresi Jawa Tengah dan
Lembah Semangka.
5) Palung laut
Palung laut adalah bagian luar bumi yang terdapat di dasar laut
dengan kedalaman lebih dari 5.000 meter. Bentuknya memanjang dan
sempit sebagai akibat dari proses penenggelaman yang terus menerus.
Misalnya, Palung Laut Mindanau dan Palung Laut Kai.
6) Lubuk laut
Proses pembentukan lubuk laut sama dengan palung laut,
hanya berbeda pada bentuknya saja, yaitu yang membulat dengan

kedalaman juga lebih dari 5.000 meter. Misalnya, Lubuk Laut Sulu
dan Lubuk laut banda.
7) Punggung laut
Bentuk dari punggung laut dapat digambarkan seperti bukit di
dasar laut. Sebagian dari punggung laut ada juga yang muncul di atas
permukaan laut. Misalnya, Punggung Laut Sibolga dan Punggung
Laut Snelius.
8) Ambang laut
Ambang laut adalah pembatas pada dasar laut yang
memisahkan dua laut dalam. Misalnya, Ambang Laut Sulu dan Selat
Gilbatar.
9) Shelf
Shelf adalah bagian laut yang dalamnya kurang dari 200 meter.
Misalnya, Shelf Laut Jawa dan Laut Arafuru.
Hasil dari proses vulkanisme
Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam
litosfera yang bergerak ke lapisan yang lebih atas atau keluar ke
permukaan bumi (dalam arti luas). Pergerakan magma sebagai ciri
aktivitas magma dibedakan sebagai berikut.
1)
Intrusi magma adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfera,
memotong atau menyisip litosfer dan tidak mencapai permukaan
bumi. Intrusi magma disebut juga plutonisme.
Bentuk-bentuk intrusi magma sebagai berikut:
a. Batholit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari dapur magma, terjadi
karena penurunan suhu yang lambat.
b. Lakolit, yaitu magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang
menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga cembung,
sedangkan alasnya rata.
c. Sill, yaitu lapisan magma tipis yang menyusup di antara lapisan
batuan di atas, datar di bagian atasnya.
d. Gang, yaitu batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan
yang berbentuk pipih atau lempeng.
e. Apofisa, yaitu cabang dari irupsi korok (gang).
f. Diatrema, yaitu batuan yang mengisi pipa letusan

2)

Ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang mencapai permukaan


bumi. Ekstrusi magma merupakan kelanjutan dari intrusi magma.
Bahan yang dikeluarkan pada saat terjadi proses ekstrusi magma,
terutama ketika terjadi letusan gunung api adalah dalam bentuk
material padat yang disebut eflatal/piroklastik dan dalam bentuk cair
berupa lava dan lahar, serta dalam wujud gas, seperti belerang,

3)

nitrogen, gas asam arang, dan gas uap air.


Ekstrusi areal, yaitu magma keluar dari lubang yang besar, karena
magma terletak sangat dekat dengan permukaan bumi sehingga
magma menghancurkan dapur magma yang menyebabkan magma
meleleh keluar ke permukaan bumi. Misalnya Yellow Stone National
Park di amerika serikat yang luasnya 10.000 KM2.

Gempa
Gempa merupakan getaran yang terjadi karena gerakan batuan
yang melewati batas kelentingan atau kelengkungan. Jika batas
kelentingan tersebut melampaui makan akan menghasilkan sebuat
getaran.
Gempa dibedakan menjadi gempa tektonik, vulkanik, dan
longsoran. Gempa Tektonik adalah gempa yang terjadi akibat tumbukan
lempeng-lempeng litosfer. Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi
karena adanya aktivitas gunungapi. Gempa longsoran adalah gempa
yang terjadi akibat longsor atau runtuhnya tanah perbukitan atau gua
kapur.
Besar

kecilnya

kekuatan

getaran

gempa

diukur

dengan

menggunakan alat yang disebut seismograf. Kekuatan gempa dapat


ditentukan dengan menggunakan Skala Ritcher.
2.3 Bentuk muka bumi yang dihasilkan oleh tenaga eksogen.
Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar bumi yang
berpengaruh terhadap permukaan bumi. Tenaga eksogen dapat menyebabkan
relief permukaan bumi berubah. Proses perubahan muka bumi dapat
berlangsung secara mekanis, biologis, maupun secara kimiawi. Tenaga
eksogen ini menyebabkan terjadinya pelapukan, erosi, gerak massa batuan,
dan sedimentasi yang bersifat merusak bentuk permukaan bumi.
1) Erosi, proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alamiah dari
suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di
permukaan bumi
Menurut kecepatannya :

Erosi geologi : Suatu bentuk erosi dimana proses pengahancuran tanah


relatif seimbang dengan proses pembentukannya. Tidak menimbulkan
kerusakan alam.

Erosi yang dipercepat : Erosi dimana proses penghancuran tanah lebih


cepat dibandingkan proses pembentukannya. Mengakibatkan tanah
menjadi tidak subur, sehingga lahan kritis makin meluas

Menurut zat pelarutnya :

Erosi air : Disebabkan oleh air, baik di dalam tanah, permukaan


maupun sungai. Dibedakan menjadi :
Erosi percikan : Disebabkan percikan air hujan
Erosi lembar : Terjadi pada lapisan tanah bagian atas, menyebabkan
tanah menjadi tidak subur
Erosi alur : Terjadi pada saat air mengalir
Erosi parit : Lereng yang terkena erosi membentuk parit yang cukup
dalam
Erosi angin (deflasi) : Disebabkan tenaga angin, biasa terjadi di gurun
Erosi es/glasial : Disebabkan oleh massa es yang bergerak
Erosi air laur (abrasi) : Disebabkan oleh gelombang laut (erosi
morena)

Bentuk tanah sebagai akibat erosi :

Cliff : Pantai terjal & berdinding curam sebagai akibat abrasi

Relung : Cekung yang memiliki dinding cliff

Dataran abrasi : Hamparan wilayah daratan akibat abrasi

Ngarai : Lembah yang dalam

Batu jamur : Batu yang disebabkan erosi angin

2) Sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan batuan/tanah yang
dilakukan oleh air, angin, dan es.
Sedimentasi fluvial : Proses pengendapan materi yang diangkut oleh air
sepanjang aliran sungai. Bentuk lahan hasil sedimentasi fluvial :
Delta : Endapan pasir, lumpur, & kerikil yang terdapat di muara
sungai
Bantaran sungai : Daratan yang terdapat di tengah-tengah badan
sungai/pada kelokan dalam sungai sebagai hasil endapan
Sedimen eolis (terrestrial) : Di daerah gurun/pantai
Sedimen marin : Proses pengendapan yang dilakukan oleh gelombang laut
yang terdapat di sepanjang pantai. Bentukan alam dari sedimen marin :

10

Beach/bisik : Bentukan deposisional umumnya pada pantai yang landai,


terjadi jika swash membawa muatan sedimen

Bar : Gosong pasir di pantai yang arahnya memanjang sebagai hasil


pengerjaan arus laut

Tombolo : Gosong pasor yang menghubungkan suatu pulau karang


dengan pulau utama

3) Pelapukan
Batuan yang telah terbentuk melalui berbagai proses akhirnya lama
kelamaan akan mengalami proses penghancuran atau pelapukan. Batuan
yang berukuran besar akan terpecah menjadi batuan yang berukuran lebih
kecil, bahkan sampai menjadi debu. Pelapukan dapat dibedakan menjadi
pelapukan fisika, kimia dan biologik-mekanik.
Pelapukan fisika atau disebut pula desintegrasi adalah proses
penghancuran batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil tanpa
mengubah dekomposisi atau susunan kimiawinya. Proses ini bisa terjadi
karena penyinaran matahari, perubahan suhu, dan pembekuan air pada
celah-celah batuan.
Pelapukan Kimia atau disebut pula dekomposisi adalah proses
penghancuran batuan dengan mengubah susunan kimiawi batuan yang
terlapukan. Berlangsungnya proses tersebut memelukan. Pelapukan
biologik-mekanik atau organik adalah pelapukan yang disebabkan oleh
makhluk hidup, baik tumbuhan maupun binatang. Akar-akar yang masuk
ke dalam tanah memiliki kekuatan yang sangat tinggi, sehingga dapat
menghancurkan batuan.
2.4 Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan Manusia
Tenaga endogen umumnya bersifat membangun karena adanya material
baru yang dikeluarkan dari dalam bumi.Material tersebut memperbaharui
material lama di permukaan bumi yang telah mengalami pe- rubahan atau
kerusakan oleh tenaga eksogen.Tenaga endogen juga membentuk permukaan
bumi, sehingga terdapat bukit, pegunungan, lembah dan lain-lain.

11

Walaupun demikian, pada awal pembentukannya dirasakan sebagai


sebuah bencana alam.Sebagai contoh, letusan gunung berapi pada awalnya
menimbulkan kerusakan bagi lahan pertanian, hutan, permukiman dan
menimbulkanpula korban jiwa yang banyak.Namun, setelah letusan terjadi,
material hasil letusan (abu, pasir dan material lainnya) mengganti lapisan
tanah subur yang telah tipis karena erosi sehingga menjadi subur kembali.
Tenaga endogen dan eksogen memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak positif dari tenaga endogen adalah:
Dampak Positif dari endogen adalah:

Lapisan magma yang menembus kerak benua dan membeku di bawah


permukaan tanah berpotensi mengandung mineral yang berharga seperti
emas, perak, dan bahan tambang lainnya

Material letusan gunung berapi (efata) sangat kaya akan mineral yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Setelah mengalami proses
pelapukan, material-material hasil letusan tersebut akan hancur dan
menjadi tanah vulkanik yang subur, sehingga tidak heran jika banyak lahan
pertanian yang subur berada di daerah ini.

Magma yang panas di bawah permukaan bumi juga akan memanaskan


airtanah sehingga terbentuk uap yang berguna untuk pembangkit listrik
tenaga panas bumi. Magma juga memanaskan airtanah dan menjadi
sumber air panas bagi keperluan wisata pemandian airpanas.

Endapan pasir dan batu juga terbentuk di sekitar gunungapi yang sangat
berguna untuk bahan bangunan.

Terbentuknya gunung atau pegunungan akan menjadi daya tarik tersendiri


bagi dunia pariwi- sata karena udaranya yang sejuk dan pemandan- gannya
yang indah.
Disamping sejumlah dampak positif yang ditumbulkannya, tenaga

endogen memiliki dampak negatif, yaitu di antaranya:


Dampak negatif dari endogen adalah

Lava dan lahar yang dikeluarkan oleh aktivitas gunungapi dapat merusak
lahan pertanian, per- mukiman dan dapat menimbulkan korban jiwa.

12

Abu vulkanis yang dikeluarkan pada saat letusan dapat merusak tanaman,
iritasi pada mata, tergang- gunya saluran pernapasan, menggangu aktivitas
penduduk, terganggunya tansportasi, dan lain-lain.

Bom, lapili, pasir yang terhempas saat letusandapat merusak permukiman,


dan pertanian. Agak berbeda dengan tenaga endogen, tenaga eksogen
umumnya bersifat menghancurkan. Permukaan bumi yang telah dibentuk
oleh tenaga endogen, kemudian lambat laun dihancurkan oleh tenaga
eksogen. Walaupun memiliki sifat menghancurkan, tetapi tenaga eksogen
memiliki dampak positif bagi kehidupan, di antaranya:

Dampak positif dari eksogen

Batuan dari hasil pembekuan magma akan bermanfaat bagi tumbuhan jika
telah dihancurkan oleh tenaga eksogen menjadi partikel-partikel tanah.

Batuan beku terpecah-pecah menjadi batuan yang berukuran lebih kecil


sehingga dapat dimanfaat- kan untuk berbagai keperluan terutama bahan
bangunan.

Mineral-mineral berharga yang tadinya berada di bawah permukaan tanah


lambat laun tersingkap oleh tenaga eksogen sehingga memberi manfaat
bagi manusia.

Dampak negatif dari eksogen

Erosi mengakibatkan lapisan tanah yang subur berkurang atau hilang dan
akibatnya tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

Erosi juga mengakibatkan sedimentasi di daerah yang lebih rendah dan


terjadi pendangkalan di daerah danau atau waduk. Akibatnya kemampuan
PLTA untuk menghasilkan listrik semakin berkurang.

Selain mengakibatkan pendangkalan, erosi juga menjadikan air sungai dan


danau tidak lagi jernih. Akibatnya tidak lagi bisa dimanfaatkan oleh
manusia untuk keperluan minum atau mencuci. Makhluk hidup, khususnya
ikan juga akan semakin berkurang jumlahnya.

13

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keragaman bentuk muka bumi merupakan hasil kerja dari dua tenaga
pembentuk muka bumi yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi berupa
vulkanisme, diastropisme dan seisme, sedangkan tenaga eksogen yang
mengubah bentuk muka bumi dipengaruhi oleh tiga proses yaitu pelapukan,
erosi dan sedimentasi.
3.2 Saran
Dengan megetahui keragaman bentuk permukaan bumi serta
bagaimana proses terbentuknya dan manfaatnya bagi kehidupan manusia,
diharapkan kepada seluruh generasi muda untuk bisa membantu melestarikan
bumi dan tidak merusaknya.

14

DAFTAR PUSTAKA
Muh. Nurdin, S. W. warsito, Muh. Nursaban, 2008, Mari Belajar IPS Ilmu
Pengetahuan Sosial Untuk SMP/MTs Kelas VII Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional. Smart Education

15