Anda di halaman 1dari 22

MANUSIA SEBAGAI

MAKHLUK BUDAYA
WAWASAN ILMU SOSIAL
KELOMPOK I

RUMUSAN MASALAH
Akal dan Budi Bagi Manusia
Budaya dan Kebudayaan
Manusia sebagai Pencipta Kebudayaan
Memanusiakan Manusia
Bagaimanakah Proses Pembudayaan
Bagaimanakah Perubahan Kebudayaan dari Lokal Menujun Global

Fungsi Akal dan Budi Bagi Manusia


Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami
yang dimiliki manusia. Berpikir adalah perbuatan operasional
yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan
peningkatan hidup manusia. Secara sederhana dapat dikatakan
bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir.
Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam
kebudayaan. Budi diartikan sebagai batin manusia, panduan akal
dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu.
Fungsiakaladalah untuk berfikir, kemampuan berfikir manusia
mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui
sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan
akhirnya membentuk tingkah laku.

Pengertian Budaya dan Kebudayaan


Pengertian Budaya
Kata Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta,
Budhayah, yaitu bentuk jamak dari budhi yang
berarti budi atau akal.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang
dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni

Pengertian Kebudayaan
Prof. Dr. Koentjoroningrat mendefinisikan kebudayaan
sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil
karya manusiadalam rangka kehidupan bermasyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
E.B Taylor dalam bukunya Primitive Culture kebudayaan
adalah suatu satu kesatuan atau jalinan kompleks, yang
meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, susila,
hokum, adat-istiadat dan kesanggupan-kesanggupan lain
yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

Perbedaan Budaya dan Kebudayaan


perbedaan antara budaya dan kebudayaan
adalah bahwa budaya itu merupakan cipta,
rasa dan karsa suatu masyarakat, sedangkan
kebudayaan merupakan hasil dari cipta, rasa
dan karsa masyarakat tersebut.

Hubungan Budaya, Kebudayaan dan


Sejarah
Budaya dan kebudayaan merupakan salah satu
ruang lingkup sejarah. Tanpa ada sejarah budaya
atau kebudayaan, maka kita tidak akan tahu asal
atau awal mula muncul dan perkembangannya.
Misalnya saja, sejarah budaya Hindu dan Budha di
Indonesia atau sejarah budaya Islam di Indonesia.
Dengan melihat atau membaca sejarah, maka kita
jadi tahu bagaimana sebuah kebudayaan HindhuBudha, Islam, Kristen dll berkembang di Indonesia.

Manusia Sebagai Pencipta


Kebudayaan
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari
interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di
alam raya ini.
Disamping itu manusia juga memiliki akal,
intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi
dan perilaku.

Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil


karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama
dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga
kebudayaan memiliki peran sebagai :
1) Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2) Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuankemampuan lain.
3) Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4) Pembeda manusia dan binatang
5) Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan
berprilaku didalam pergaulan.
6) Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak,
berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7) Sebagai modal dasar pembangunan.

Memanusiakan Manusia

"Memanusiakan Manusia" adalah menjadi manusia seutuhnya.

Artinya, sebagai ciptaan Tuhan paling mulia, kebahagiaan utama


adalah tatkala kita dapat menjadikan sesama manusia lebih
terdidik, lebih bermartabat, lebih sukses, lebih pintar dan lebih
baik hidupnya. Di situlah baru seseorang benar-benar
memperoleh gelar kemanusiaannya.
Selama kepintaran, keterdidikan, kesuksesan, kekayaan, dan
semua kelebihan yang dimiliki hanya untuk kepentingan dan
kepuasan diri sendiri, berarti belum menjadi manusia utuh
sebagaimana seharusnya.

Memanusiakan Manusia Dari Segi


Pendidikan

Pendidikan adalah proses pendewasaan


anak didik agar mampu menjalani kehidupan
pada zamannya sehingga dunia pendidikan
harus melahirkan sikap insan cendekia.
Tanpa sikap cendekia dan semangat
intelektualitas maka pendidikan hanya akan
menghasilkan orang-orang cacat moral. Jika
suatu bangsa mengalami kebobrokan berarti
ada yang tidak beres dalam proses
pendidikan. Filosofi semangat pendidikan
adalah memanusiakan manusia, bukan
memintarkan manusia.

Proses Pembudayaan

Internalisasi
Proses internalisasi adalah suatu proses panjang yang
dialami oleh manusia sejak lahir hingga akhir hayatnya.
Proses ini berlangsung karena pada diri manusia secara
kodratnya memiliki bakat untuk mengembangkan
bermacam-macam perasaan, hasrat, nafsu serta emosi
dalam kepribadiannya.

Sosialisasi
Sosialisasi yaitu proses interaksi terus menerus yang
memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta
keterampilan-keterampilan sosial.
Proses sosialisasi adalah proses sosial dimana
seorang individu menerima pengaruh, peranan serta
tindakan orang-orang disekitarnya. Proses sosialisasi
tersebut akan sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh
struktur masyarakat.

Enkulturasi

Enkulturasi dapat diartikan sebagai pencemplungan seseorang kedalam


suatu lingkungan kebudayaan, dimana desain khusus untuk kehidupan
kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.

Proses enkulturasi adalah proses sosial dimana individu belajat


menyesuaikan diri dan alam pikiran serta sikapnya terhadap adat,
sistem norma, serta semua peraturan yang terdapat dalam lingkungan
masyarakatnya.

Difusi
Difusi adalah meleburnya suatu kebudayaan satu
dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu
kebudayaan.
Difusi disebut juga sebagai proses penyebaran
kebudayaan yang merupakan rangkaian proses
penyebaran manusia sebagai pendukung budaya.
Proses ini ada yang berlangsung secara cepat, tetapi
ada juga yang berlangsung secara lambat.

Akulturasi
Akulturasi adalah proses penerimaan unsur-unsur
kebudayaan asing menjadi kebudayaan sendiri tanpa
merubah keaslian kebudayaannya sendiri.
Akulturasi (aculturation) dapat pula diartikan sebagai
proses pengambilan atau penerimaan satu atau
beberapa kebudayaan yang berasal dari pertemuan
dua atau beberapa kebudayaan yang saling
berhubungan atau saling bertemu tanpa
menyebabkan hilangnya identitas budaya asli.

Asimilasi
Asimilasi adalah suatu proses yang berlangsung karena
adanya pendukung-pendukung kebudayaan yang saling
berbeda bertemu dan bergaul dalam waktu yang cukup
lama sehingga masing-masing kelompok tersebut
merubah sifatnya yang khas dari unsur-unsur
kebudayaannya berubah wujud menjadi unsur-unsur
kebudayaan campuran.

Perubahan Kebudayaan dari Lokal


menuju Global
Era Globalisasi sudah membuat masyarakat Indonesia harus
bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar
terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu nya adalah
kebudayaan. Bagi bangsa Indonesia kebudayaan adalah salah satu
kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam,
termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari
kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi.

Dampak positif globalisasi terhadap budaya lokal


bangsa Indonesia yaitu:
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
2. Mudah melakukan komunikasi.
3. Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi).
4. Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
6. Mudah memenuhi kebutuhan.
7. Dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan
disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan
kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan
mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

Dampak negatif globalisasi terhadap budaya lokal


bangsa Indonesia yaitu:
1. Informasi yang tidak tersaring.
2. Perilaku konsumtif.
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit dan anti
sosial.
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang
buruk.
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan
kebiasaan atau kebudayaan suatu negara.

TERIMA KASIH