Anda di halaman 1dari 26

Makalah farmakognosi

Kopi arabika
(coffea arabica)

Disusun oleh :
1.Ade Aziza

Zalika

2. Analiza
3.Fietra Ananda
4.Ilin Sumantri
5. Juli Herpi
6. M.Farhan Kenedi
7. Mahdiana Siti Fahlani
8.Meyla Rosada
9. Risa Umi salwa
10. Usi karundeng

( 13 01 01 059)
( 13 01 01 063 )
( 13 01 01 074 )
( 13 01 01 079 )
( 13 01 01 082 )
( 13 01 01 087 )
( 13 01 01 089 )
(13 01 01 090 )
( 13 01 01 104 )
(13 01 01 110 )

KELOMPOK 3

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI BHAKTI PERTIWI


PALEMBANG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Farmakognosi II
dengan judul kopi arabika. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan mengenai malaria dan pengobatannya. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan
baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu

kami

mengharapkan bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik yang sifatnya membangun
sehingga tercapainya makalah yang lebih baik lagi.

Penulis

Palembang, Desember 2015

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .....

Daftar isi...

II

BAB I Pendahuluan
A. Latar belakang....
B. Rumusan masalah....
C. Tujuan makalah.......

1
2
2

BAB II Pembahasan
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

Klasifikasi tanaman kopi.......


Asal tanaman kopi arabika............................................................................
Karakteristik tanaman kopi arabika..............................................................
Kandungan kimia dan manfaat.....................................................................
Budidaya tanaman kopi................................................................................
Pemanenan ...................................................................................................
Karakteristik produk akhir...........................................................................
Perdagangan kopi arabika...........................................................................

3
3
4
4
5
8
16
17

BAB III Penutup


A. Kesimpulan ...........
B. Saran .....

19
20

Daftar pustaka...

21

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah lama
dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Konsumsi kopi dunia
mencapai 70% berasal dari spesies kopi arabika dan 26% berasal dari spesies kopi robusta.
Kopi berasal dari Afrika, yaitu daerah pegunungan di Etopia. Namun, kopi sendiri baru
dikenal oleh masyarakat dunia setelah tanaman tersebut dikembangkan di luar
daerah

asalnya,

yaitu

Yaman

di

bagian

selatan

Arab,

melalui

para

saudagar

Arab(Rahardjo,2012).
Di Indonesia kopi mulai di kenal pada tahun 1696,yang di bawa oleh VOC. Tanaman
kopi di Indonesia mulai di produksi di pulau Jawa, dan hanya bersifat coba-coba, tetapi
karena hasilnya memuaskan dan dipandang oleh VOC cukup menguntungkan sebagai
komoditi perdagangan maka VOC menyebarkannya ke berbagai daerah agar para penduduk
menanamnya.
Kopi arabika merupakan kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia, Kopi jenis
ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 % produksi kopi dunia. Kopi
arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini
biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter,
Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5% .
Komposisi kimia biji kopi berbeda-beda, tergantung tipe kopi, tanah tempat tumbuh
dan pengolahan kopi. Struktur kimia yang terpenting tedapat didalam kopi adalah kaffein dan

caffeol. Caffeine yang menstimuli kerja saraf, caffeol memberikan flavor dan aroma yang
baik.
B. Rumusan masalah
1.

Apa klasifikasi dan simplisia dari kopi arabika?

2.

Bagaiamana karakteristik dari kopi arabika?

3.

Apa saja kandungan kimia dan manfaat dari kopi?

4.

Bagiamana cara pemanenan tanaman kopi arabika yang baik ?

5.

Bagaiamana pengolahan tanaman kopi untuk mendapatkan biji kopi yang memiliki
kualitas tinggi?

C. Tujuan
1. Mengetahui klasifikasi dan simplisia dari tanaman kopi arabika
2. Mengetahui karakteristik dari kopi arabika
3. Mengetahui kandungan kimia dan manfaat dari kopi
4. Dapat mengetahui cara pemanenan tanaman kopi yang baik.
5. Dapat mengetahui cara pengolahan tanaman kopi untuk mendapatkan biji kopi dengan
kualitas tinggi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Klasifikasi tanaman
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Gentianacea

Famili

: Rubiaceae

Genus

: Coffea

Spesies

: Coffea arabica

Simplisia

: Biji kopi arabika yang dikeringkan

B. Asal tanaman
Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di
habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun. Kopi jenis
ini banyak ditumbuh di ketinggian di atas 500 meter dpl.
Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan
curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman
ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah
4oC.
Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi arabika membutuhkan periode
kering selama 4-5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon arabika akan berbunga diakhir
6

musim hujan. Bila bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras akan menyebabkan
kegagalan berbuah.
Kopi arabika menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik
tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman
atau pH tanah yang cocok berkisar 5,5-6.

C. Karakteristik tanaman
Tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang
berdiri tegak dengan membentuk membulat . pohonnya mempunyai percabangan banyak.
Warna daun hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin, daun yang telah tua berwarna
hijau gelap. Bentuk daunnya memanjang atau melonjong dengan ujung daun meruncing.
Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.
Kopi Arabica mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun,
bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri. Tanaman kopi memiliki
perakaran tunggang , biji berkeping dua berbentuk bola , permukaan batang dan ranting kasar
dan terkadanag ditumbuhi liken, buah kopi arabika tergolong buah batu (karena berbiji keras
buah berbentuk bulat telur dengan diameter 0,5-1 cm buah dalam kondisi muda berwarna
hijau tua atau hijau muda dan setelah buah matang berwarna merah tua.
D. Kandungan kimia dan manfaat kopi
a. kandungan kimia
Biji kopi mengandung kafein, termasuk kedalam alkaloid golongan purin atau biasa
disebut juga golongan xhantin
Selain kafein biji kopi juga mengandung kandungan kimia sebagai berikut

Trigoneline

Asam Alifatik (asam karboksilat)

Protein dan Asam Amino

Karbohidrat

Asam Klorogenat

Lemak dan turunannya

Glikosida

Mineral

Komponen Volatil

b. Khasiat kopi
1. merangsang sistem saraf pusat ( stimulansia )
2. antidot
3. antipiretik
4. diuretik
5. mengurangi resiko penyakit alzhaimer dan dimensia serta mencegah penyakit parkinson
6. meningkatkan mood
Cara Penggunaan

Sebagai antipiretik, diuretik dan stimulan susunan saraf pusat biji kopi hanya perlu

dibuat menjadi minuman.

Penawar racun

: Dipakai 5 gram biji kopi, disaring dan

ditumbuk sampai

halus, diseduh dengan gelas air matang panas kemudian disaring, hasil saringan
diminum sekaligus.

Obat luka

: Biji kopi ditumbuk hingga halus. Serbuk kopi kemudian

ditaburkan dibagian tubuh yang luka. Biasanya digunakan pada luka akibat teriris
benda tajam dan koreng.
E. Budidaya tanaman kopi
1. Pembibitan
Pembibitan dapat dilakuakan
1) Secara generatif dengan benih/biji, terutama untuk jenis kopi arabika.
2) Secara vegetatif dengan stek atau sumbang terutama untuk jenis kopi robusta.
2. Penyemaian benih kopi
Sebelum benih kopi disemai, siapakan media pasir halus disiram air tidak perlu dipupuk.
a. biji ditanam sedalam 0,5 cm dengan jarak 2x5 cm.
b. setelah biji ditanam kemudian disiram dengan menggunkan gembor.
c. setelah disiram, biji sisungkup atau ditutup dengan ilalang
d. kemudian biji disiram setiap hari dan setelah mencapai stadium kepelan, bibit dipindah ke
polybag
e. setelah 3-5 bulan atau daun biji kopi arabiak telah terbentuk empat pasang daun, bibit siap
dipindahkan ke lahan.
3. penyiapan lahan dan penanaman
1. penyiapan lahan :

Jika lahan datar, dibuat teras individu

Jika lahan miring dibuat teras mengikuti kontur (sabuk gunung)

2. menanam pohon pelindung sebelum bibit kopi ditanam


Penanaman pohon pelindung. Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga
agar

tanaman kopi

cepat habis. Pohon

jangan

berbuah

pelindung

terlalu

ditanam

banyak
2

sehingga

tahun

kekuatan

sebelum

tanaman

penaman

kopi,

atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada. Jenis tanaman untuk pohon pelindung
antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll.
3. pembuatan lubang untuk menanam bibit kopi
Lubang tanam dibuat 6 bulan sebelum penanaman dengan Ukuran panjang x lebar x dalam =
60 X 60 X 60cm. Jarak tanam: 2 x 2,5 m (tipe katai); 2,5 x 2,5 m (tipe tinggi); 5 x 2,5 m
(sistem tanam campur).
4. Masukkan pupuk kandang/kompos ke dalam lubang tanam.
5. Tutup lubang tanam 1 bulan sebelum penanaman kopi.
6. Penanaman
plastik polybag harus dibuka dan dibuang karena akan menghambat pertumbuhan bibit.
3. pemangkasan tanaman kopi
Tujuan pemangkasan tanaman kopi:

Untuk Membentuk tanaman yang sehat dan mengatur tinggi tanaman sehingga
memudahkan perawatan dan pemanenan.

Pada Robusta: Membentuk cabang-cabang produksi yang baru secara rutin dalam
jumlah yang pas.

Pada Arabika: Menghilangkan cabang tua, cabang liar, cabang balik, cabang cacing,
dan cabang yang tidak dikehendaki.

Memudahkan Masuknya cahaya dan memperlancar aliran udara dalam tajuk.


10

Memudahkan pengendalian hama penyakit.


MengurangiTerjadinya perubahan hasil yang naik turun serta dampak dari
pembuahan yang berlebih

4. pemupukan tanaman kopi

Pupuk Diberikan setahun 2 kali, pada awal dan akhir musim hujan.

Penaung Sebaiknya dipangkas sebelum dilakukan pemupukan.

Pupuk diletakkan/ditaburkan disekeliling batang kopi, pada jarak 3050 cm dari


batang.

Sebelum pemupukan, rumput disekeliling batang dibersihkan dulu. Setelah ditabur,


pupuk ditutup dengan tanah.

Pemupukan Bibit bisa dilakukan secara massal dengan mencairkan pupuk, sehingga
pemupukan digabung dengan penyiraman.

F. Pemanenan
a. waktu panen
Tanaman kopi dikenal sebagai tanaman yang masa pembuangannya tidak serentak,
terdiri dari 3-4 kali dalam setahun yang dikenal dengan istilah pembuangan pendahuluan,
pembuangan pertengahan (besar), dan pembuangan akhir.

11

Sebagian dari tanaman ini ada yang berbunga sepanjang tahun, hal ini sangat tergantung
pada iklim dan sejenisnya. Ketidakserentakan masa pembuangan mengakibatkan masa panen
kopi tidak serentak, yaitu ada panen pendahuluan, panen utama (besar), dan panen akhir.
Karena masa pembungaan dipengaruhi oleh iklim dan jenis kopi, maka masa panen kopi
juga dipengaruhi oleh kedua factor tersebut. Untuk jenis kopi arabika dapat dipanen dalam
waktu 6-8 bulan setelah pembungaan.
Ketepatan waktu panen sangat berpengaruh terhadap mutu kopi yang dihasilkan. Oleh
sebab itu, kopi harus dipanen pada tingkat kematangan yang tepat dapat ditandai dengan buah
yang telah berwarna merang terang.
b. Buah kopi siap panen
Ciri-ciri buah kopi yang telah matang bisa dilihat dari warna kulitnya. Buah kopi yang
paling baik untuk dipanen adalah yang telah matang penuh, berwarna merah. Namun karena
berbagai alasan, para petani sering memanen buah yang masih berwarna kuning bahkan hijau.

Setiap tingkat kematangan menghasilkan karakteristik kopi yang berlainan. Berikut ini
karakteristik buah kopi dilihat dari tingkat kematangannya:

Warna hijau dan hijau kekuningan. Warna ini menandakan kondisi buah kopi masih
muda. Apabila dipetik bijinya berwarna pucat keputihan dan keriput. Aroma dan
postur (body) yang dihasilkan masih sangat lemah. Buah seperti ini tidak disarankan
untuk dipetik.

12

Warna kuning kemerahan, menunjukkan sudah mulai matang. Aroma dan posturnya
mulai terasa mantap. Bijinya berwarna keabu-abuan. Buah seperti ini sudah boleh
untuk dipetik.

Warna merah penuh, menunjukkan buah telah matang sempurna. Aroma dan cita
rasanya telah terbentuk dengan mantap. Keadaan buah seperti ini merupakan kondisi
paling baik untuk dipetik.

Warna merah tua, menandakan buah sudah kelewat matang. Bijinya berwarna coklat
dan kehitaman. Aroma dan posturnya mulai menurun, terkadang mengeluarkan
citarasa seperti bau tanah (earthy). Buah seperti ini harus sudah dipetik.

c. Pemetikan buah kopi


Pada tanaman kopi arabika, buah kopi yang telah matang cenderung mudah rontok.
Apabila dibiarkan jatuh ke tanah, buah tersebut akan menyerap bau-bauan di atas tanah yang
bisa menurunkan mutu kopi. Sehingga dianjurkan untuk segera memetik buah kopi arabika
begitu terlihat berwarna merah penuh.
Untuk memperoleh mutu kopi yang diinginkan maka perlu dilakukan pemungutan hasil
secara benar. Pemungutan hasil pada buah kopi dapat dibagi dalam empat cara, yaitu sebagai
berikut :
a.

Secara selektif
1.

Buah kopi yang dipetik hanya buah yang betul-betul masak.

2.

Buah yang masih hijau tidak ikut dipetik tetapi dibiarkan 1-2 minggu pada pemetikan
berikutnya.

3.
b.

Dengan cara ini akan diperoleh buah kopi yang bermutu tinggi.
Secara setengah selektif

1.

Pemetikan dilakukan terhadap dompolan yang sebagian besar buahnya sudah masak.
13

2.
c.

Selanjutnya pemetikan dilakukan terhadap buah masak pada dompolan lain.


Secara lelesan

1.

Pemungutan pada buah kopi yang sudah terlalu tua. Hal ini karena lambat dipetik
sehingga buah jatuh dengan sendirinya dan biasanya sudah kering.

2.
d.

Buah kopi seperti ini biasanya mutunya sudah kurang baik.


Secara berlebihan

1.

Pemetikan dilakukan terhadap semua buah kopi termasuk yang masih hijau.

2.

Pemetikan seperti ini biasanya dilakukan pada panen akhir.


Setelah dilakukan pemungutan hasil pekerjaan selanjutnya adalah mengadakan sortasi

buah yaitu memisahkan atara buah-buah yang sudah kering (lelesan), buah masak, dan
buah-buah yang masih hijau.
d.
a.

Sortasi (Pemisahan)
Sortasi buah
Sortasi buah dilakukan untuk memisahkan buah yang bagus (masak, bernas, seragam)

dari buah yang tidak bagus (cacat, hitam, pecah, berlubang, dan terserang
hama/penyakit). Kotoran seperti daun, ranting, tanah dan kerikil harus dibuang, karena
dapat merusak mesin pengupas.
b.

Sortasi biji kopi beras


Sortasi biji kopi beras bertujuan untuk memisahkan biji kopi dari kotoran-kotoran non

kopi seperti serpihan daun, kayu, atau kulit kopi. Selain itu juga untuk memisahkan biji
kopi berdasarkan ukuran dan cacat biji. Pemisahan berdasarkan ukuran dapat
menggunakan ayakan mekanis maupun dengan manual.
e.

Pengolahan Pascapanen
Pengolahan kopi harus cepat dilakukan setelah pemungutan hasil. Kopi diperdagangkan

dalam bentuk biji-biji kering yang sudah terlepas dari daging buah dan kulit arinya yang

14

disebut dengan beras kopi. Untuk mendapatkan beras kopi dapat dilakukan dengan dua cara
pengolahan yaitu pengolahan secara kering dan pengolahan secara basah.
1.

Pengolahan Kering

a. Sortasi buah kopi

Tidak berbeda dengan proses basah, segera lakukan sortasi begitu selesai panen. Pisahkan
buah superior dengan buah inferior sebagai penanda kualitas.
b. Pengeringan buah kopi

Jemur buah kopi yang telah disortasi di atas lantai penjemuran secara merata. Ketebalan kopi
yang dijemur hendaknya tidak lebih dari 4 cm. Lakukan pembalikan minimal 2 kali dalam
satu hari. Proses penjemuran biasanya memerlukan waktu sekitar 2 minggu dan akan
menghasilkan buah kopi kering dengan kadar air 15%. Bila kadar air masih tinggi lakukan
penjemuran ulang hingga mencapai kadar air yang diinginkan.
c. Pengupasan kulit buah dan kulit tanduk

Buah kopi yang telah dikeringkan siap untuk dikupas kulit buah dan kulit tanduknya.
Usahakan kadar air buah kopi berada pada kisaran 15%. Karena, apabila lebih akan sulit
dikupas, sedangkan bila kurang beresiko pecah biji.

15

Pengupasan bisa dilakukan dengan cara ditumbuk atau menggunakan mesin huller.
Kelemahan cara ditumbuk adalah prosentase biji pecah tinggi, dengan mesin resiko tersebut
lebih rendah.
d. Sortasi dan pengeringan biji kopi

Setelah buah kopi dikupas, lakukan sortasi untuk memisahkan produk yang diinginkan
dengan sisa kulit buah, kulit tanduk, biji pecah dan kotoran lainnya. Biji kopi akan stabil bila
kadar airnya 12%.
Bila belum mencapai 12% lakukan pengeringan lanjutan. Bisa dengan penjemuran atau
dengan bantuan mesin pengering. Apabila kadar air lebih dari angka tersebut, biji akan
mudah terserang jamur. Apabila kurang, biji kopi mudah menyerap air dari udara yang bisa
mengubah aroma dan rasa kopi. Setelah mencapai kadar air kesetimbangan, biji kopi tersebut
sudah bisa dikemas dan disimpan.
e. Pengemasan dan Penyimpanan
Kemas biji kopi dengan karung yang bersih dan jauhkan dari bau-bauan. Untuk penyimpanan
yang lama, tumpuk karung-karung tersebut diatas sebuah palet kayu setebal 10 cm. Berikan
jarak antara tumpukan karung dengan dinding gudang.
Kelembaban gudang sebaiknya dikontrol pada kisaran kelembaban (RH) 70%. Penggudangan
bertujuan untuk menyimpan biji sebelum didistribusikan kepada pembeli.
Biji kopi yang disimpan harus terhindar dari serangan hama dan penyakit. Jamur merupakan
salah satu pemicu utama menurunnya kualitas kopi terlebih untuk daerah tropis.

2.

Pengolahan Basah
16

Biaya produksi proses basah lebih mahal dibanding proses kering. Proses basah sering
dipakai untuk mengolah kopi arabika. Alasannya, karena kopi jenis ini dihargai cukup tinggi.
Sehingga biaya pengolahan yang dikeluarkan masih sebanding dengan harga yang akan
diterima. Berikut tahapan untuk mengolah kopi dengan proses basah.

a. Sortasi buah kopi


Setelah buah kopi dipanen, segera lakukan sortasi. Pisahkan buah dari kotoran, buah
berpenyakit dan buah cacat. Pisahkan pula buah yang berwarna merah dengan buah yang
kuning atau hijau. Pemisahan buah yang mulus dan berwarna merah (buah superior) dengan
buah inferior berguna untuk membedakan kualitas biji kopi yang dihasilkan.
b. Pengupasan kulit buah
Kupas kulit buah kopi, disarankan dengan bantuan mesin pengupas. Terdapat dua
jenis mesin pengupas, yang diputar manual dan bertenaga mesin. Selama pengupasan, alirkan
air secara terus menerus kedalam mesin pengupas.
Fungsi pengaliran air untuk melunakkan jaringan kulit buah agar mudah terlepas dari bijinya.
Hasil dari proses pengupasan kulit buah adalah biji yang masih memiliki kulit tanduk, atau
disebut juga biji kopi HS.

17

c. Fermentasi biji kopi HS


Lakukan fermentasi terhadap biji yang telah dikupas. Terdapat dua cara, pertama
dengan merendam biji dalam air bersih. Kedua, menumpuk biji basah dalam bak semen atau
bak kayu, kemudian atasnya ditutup dengan karung goni yang harus selalu dibasahi.
Lama proses fermentasi pada lingkungan tropis berkisar antara 12-36 jam. Proses fermentasi
juga bisa diamati dari lapisan lendir yang menyelimuti biji. Apabila lapisan sudah hilang,
proses fermentasi bisa dikatakan selesai.Setelah difermentasi cuci kembali biji dengan air.
Bersihkan sisa-sisa lendir dan kulit buah yang masih menempel pada biji.
d. Pengeringan biji kopi HS
Langkah selanjutnya biji kopi HS hasil fermentasi dikeringkan. Proses pengeringan
bisa dengan dijemur atau dengan mesin pengering. Untuk penjemuran, tebarkan biji kopi HS
di atas lantai jemur secara merata. Ketebalan tumpukan biji sebaiknya tidak lebih dari 4 cm.
Balik biji secara teratur terutama ketika masih dalam keadaan basah.
Lama penjemuran sekitar 2-3 minggu dan akan menghasilkan biji kopi dengan kadar air
berkisar 16-17%. Sedangkan kadar air yang diinginkan dalam proses ini adalah 12%. Kadar
air tersebut merupakan kadar air kesetimbangan agar biji kopi yang dihasilkan stabil tidak
mudah berubah rasa dan tahan serangan jamur.
Untuk mendapatkan kadar air sesuai dengan yang diinginkan lakukan penjemuran lanjutan.
Namun langkah ini biasanya agak lama mengingat sebelumnya biji kopi sudah direndam dan
difermentasi dalam air.
Biasanya, pengeringan lanjutan dilakukan dengan bantuan mesin pengering hingga kadar air
mencapai 12%. Langkah ini akan lebih menghemat waktu dan tenaga.
18

e. Pengupasan kulit tanduk


Setelah biji kopi HS mencapai kadar air 12%, kupas kulit tanduk yang menyelimuti
biji. Pengupasan bisa ditumbuk atau dengan bantuan mesin pengupas (huller). Dianjurkan
dengan mesin untuk mengurangi resiko kerusakan biji kopi. Hasil pengupasan pada tahap ini
disebut biji kopi beras (green bean).
f. Sortasi akhir biji kopi
Setelah dihasilkan biji kopi beras, lakukan sortasi akhir. Tujuannya untuk memisahkan
kotoran dan biji pecah. Selanjutnya, biji kopi dikemas dan disimpan sebelum didistribusikan.
g.

Standardisasi
Standar mutu diperlukan sebagai petunjuk dalam pengawasan mutu dan merupakan

perangkat pemasaran dalam menghadapi klaim/ketidakpuasan dari konsumen dan dalam


memberikan saran-saran ke bagian pabrik dan bagian kebun. Standardisasi meliputi definisi,
klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan, cara
pengemasan.
Pada prinsipnya penanganan pascapanen kopi harus memperhatikan keamanan pangan.
Oleh karena itu, harus dihindari terjadinya kontaminasi dari beberapa hal yaitu seperti
berikut.
1.

Fisik (tercampur dengan benda asing selain kopi, misalnya : rambut, kotoran, dan lainlain)

2.

Kimia (tercampur bahan-bahan kimia).

3.

Biologi (tercampur jasad renik yang bisa berasal dari pekerja yang sakit,
kotoran/sampah di sekitar yang membusuk).

19

F. Karakteristik produk akhir


Secara umum kopi arabika dihargai lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Dari segi
rasa, arabika mempunyai jangkauan yang luas. Setiap varietas kopi yang ditanam ditempat
berbeda akan memiliki perbedaan citarasa yang signifikan.
Kopi arabika memiliki aroma yang kuat, sifat kekentalan (body) ringan hingga sedang
dan tingkat keasaman tinggi. Kandungan kafeinnya lebih rendah dibanding robusta yaitu
sekitar 0,8-1,5%.

G. Perdagangan kopi arabika


Lebih dari 65% perdagangan kopi dunia di dominasi oleh jenis arabika. Selain
mendominasi pangsa pasar, saat ini kopi arabika dihargai lebih tinggi hampir dua kali
lipatnya dibanding robusta. Pusat perdagangan arabika berada di bursa komoditi New York.
Penghasil kopi arabika terbesar ada di negara-negara Amerika Latin. Hampir 90%
produksi kopi negara-negara Amerika Latin jenis arabika. Brasil merupakan produsen arabika
terbesar dunia. Sedangkan konsumen kopi terbesar dunia adalah negara-negara Uni Eropa,
disusul Amerika Serikat dan Jepang.
H. Produk olahan kopi

20

Jenis-Jenis Minuman Kopi


Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam jenisnya. Masing-masing jenis
kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik. Berikut ini adalah
beberapa contoh minuman kopi yang umum dijumpai:
1. Kopi hitam,
merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan
perisa apapun.
2. Espresso,
merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada
tekanan tinggi.
3. Latte (coffee latte),
merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi
3:1.
4. Caf au lait,
serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.
21

5. Caff macchiato,
merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.
6. Cappuccino,
merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.
7. Dry cappuccino,
merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.
8. Frapp,
merupakan espresso yang disajikan dingin.
9. Kopi instan,
berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.
10. Kopi Irlandia (irish coffee),
merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.
11. Kopi tubruk,
kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.
12. Melya,
sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.
13. Kopi moka,
22

serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.
14. Oleng,
kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kopi arabika memiliki klasifikasi sebagaia berikut
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Gentianacea

Famili

: Rubiaceae
23

Genus

: Coffea

Spesies

: Coffea arabica

Simplisia

: Biji kopi arabika yang dikeringkan

Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di
habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun. Kopi jenis
ini banyak ditumbuh di ketinggian di atas 500 meter dpl.
Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi arabika membutuhkan periode
kering selama 4-5 bulan dalam setahun
a. kandungan kimia

Biji kopi mengandung kafein, termasuk kedalam alkaloid golongan purin atau biasa
disebut juga golongan xhantin Trigoneline

Asam Alifatik (asam karboksilat)

Protein dan Asam Amino

Karbohidrat

Asam Klorogenat

Lemak dan turunannya

Glikosida

Mineral

Komponen Volatil

b. Manfaat kopi
1. merangsang sistem saraf pusat ( stimulansia )

24

2. antidot
3. antipiretik
4. diuretik
5. mengurangi resiko penyakit alzhaimer dan dimensia serta mencegah penyakit parkinson
6. meningkatkan mood
B. saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umunya dan khususnya
bagi penulis. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bermanfaat demi kebaikan makalah
kedepannya. Terima kasih.

Daftar pustaka
Anonim. http://alamtani.com/biji-kopi.html ( diakses pada 4 desember 2015).
Anonim. 2015 . cara bertanam kopi arabika yang baik. http://guruilmuan.blogspot.co.id.
(diakses pada 4 desember 2015).

25

Anonim.http://bp4kkabsukabumi.net/index.php?
option=com_content&task=view&id=414&Itemid=76 (diakses pada 4 desember 2015).
Anonim. 2013. http://www.klasifikasitanaman.com. Klasifikasi tanaman kopi arabika
( diakses pada 4 desember 2015).
Anonim.http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/3670/skripsi.pdf
pada 5 desember 2015).

(diakses

Ridho, M. 2011. Makalah management agararibisnis komoditi. http://em-ridho.blogspot.co.id


( diakses 5 desember 2015).

26