Anda di halaman 1dari 19

Pengertian Besaran

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan
mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus
mempunyai 3 syarat yaitu
1. dapat diukur atau dihitung
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat
dikatakan sebagai besaran.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari
pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa
merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini
tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran
non fisika adalah Jumlah.
Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2
1. Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan
para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m),
Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan
Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari
pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan
terlebih dahulu.
2. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini
ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan dari besaran pokok massa,
panjang dan waktu. Volume (meter kubik) diturunkan dari besaran pokok panjang,
dan lain-lain. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari
pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan
diturunkan dari besaran pokok.
Saat membahas bab Besaran dan Satuan maka kita tidak akan lepas dari satu kegiatan yaitu
pengukuran. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran
sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Pengertian Satuan

Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran
mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai
satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama
maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan
Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi
sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.
Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam
1. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh
besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
2. Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai contoh kelajuan,
perlajuan dan lain-lain.

Definisi Vektor
3. Secara sederhana pengertian vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah.
Contoh dari besaran ini misalnya perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya, dan
sebagainya. Untuk menggambarkan vektor digunakan garis berarah yang bertitik
pangkal. Panjang garis sebagai nilai vektor dah anak panah menunjukkan arahnya.
Simbol vektor menggunakan huruf kapital yang dicetak tebal (bold) atau miring
dengan tanda panah di atasnya seperti gambar berikut:
4.
5. Menggambar sebuah Vektor
6. Vektor pada bidang datar mempunyai 2 komponen yaitu pada sumbu x dan sumbu y.
Khusus untuk vektor yang segaris dengan sumbu x atau y berarti hanya mempunyai 1
komponen. Komponen vektor adalah vektor yang bekerja menuyusun suatu vektor
hasil (resultan vektor). Oleh karenanya vektor bisa dipindahkan titik pangkalnya
asalkan tidak berubah besar dan arahnya.
7. Secara matematis vektor dapat dituliskan A = Ax+Ay dimana A adalah resultan dari
komponen-komponenya berupa Ax dan Ay.

8. Penjumlahan Vekor
Inti dari operasi penjumlahan vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponenkomponennya adalah jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya
atau secara sederhana berarti mencari resultan dari 2 vektor. Aga susah memang
dipahami dari definisi tertulis. Kita coba memahaminya dengan contoh
9. Untuk vektor segaris, resultannya
10. R = A + B + C + n dst
11. untuk penjumlahan vektor yang tidak segaris misalnya seperti gambar di bawah ini

rumus penjumlahan vektor bisa didapat dari persamaan berikut

Menurut aturan cosinus dalam segitiga,


(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 2(OP)(PR) cos (180o )
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 2(OP)(PR) cos (-cos )
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 2(OP)(PR) cos
Jika OP = A, PR = B, dan Resultan R = OR
maka didapat persamaan
R2 = A2 + B2 2AB cos
Rumus menghitung resultan vektornya

Dalam penjumlahan vektor sobat hitung bisa menggunakan 2 cara


1. Penjumlahan Vektor dengan cara Jajar Genjang (Pararelogram)

yaitu seprti yang dijelaskan di atas. Metode yang digunakan adalah dengan mencari
diagonal jajar genjang yang terbentuk dari 2 vektor dan tidak ada pemindahan titik
tangkap vektor.
2. Penjumlahan Vektor dengan Cara Segitiga
pada metode ini dilakukan pemindahan titik tangka vektor 1 ke ujung vektor yang
lain kemudian menghubungkan titi tangkap atau titik pangkal vektor pertama dengn
titik ujung vektor ke dua. Lihat ilustrasi gambar di bawah ini.

Untuk vektor yang lebih dari 2, sama saja. Lakukan satu demi satu hingga ketemu resultan
akhirnya. Dari gambar di atas, V = A + B dan R = V + C atau R = A + B + C
Pengurangan Vektor
Pengurangan Vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan, cuma yang
membedakan adalah ada salah satu vektor yang mempunyai arah yang berlawanan.
Misalnya vektor A bergerak ke arah timur dan B bergerak ke arah barat maka
resultannya
R = A + (-B) = A B
Rumus Cepat Vektor
berikut rumus cepat panduan mengerjakan soal vektor fisika
Jika = 0o maka R = V1 + V2
Jika = 90o maka R = (V12 + V22)
Jika = 180o maka R = | V1 + V2 | > nilai mutlak
Jika = 120o dan V1 = V2 = V maka R = V
Contoh Soal
Dua buah vektor sebidang erturut-turut besarnya 8 satuan dan 6 satuan, bertitik
tangkap sama dan mengapit sudut 30o Tentukan besar dan arah resultan vektor
tersebut tersebut!

Jawaban :
R = 82 + 62 + 2.6.8.cos 30
R = 64 + 36 + 96 0,5 3
R = 100 + 483
1. Kecepatan Rata-Rata
Suatu benda yang bergerak dalam selang waktu tertentu dan dalam geraknya
tidak pernah berhenti meskipun sesaat, biasanya benda tersebut tidak selalu
bergerak dengan kelajuan tetap. Bagaimana Anda dapat mengetahui kelajuan
suatu benda yang tidak selalu tetap tersebut? Perhatikan Gambar berikut

Wulan berangkat ke sekolah dari rumahnya (titik A) yang berjarak 20 km dengan


menggunakan sebuah sepeda motor. Saat melewati jalan lurus, Wulan meningkatkan kelajuan
sepeda motornya sampai kelajuan tertentu dan mempertahankannya. Ketika melewati
tikungan (titik B dan C), Wulan mengurangi kelajuan sepeda motornya dan kemudian
meningkatkannya kembali. Menjelang tiba di sekolah (titik D), Wulan memperlambat
kelajuannya sampai berhenti. Setelah sampai di sekolah yang ditempuh dalam waktu 1 jam,
Wulan menyadari bahwa angka pada spidometernya telah bertambah sebesar 30 Km. Hal ini
menunjukkan jarak yang ditempuh Wulan ke sekolah sebesar 30 km.
Pada perjalanan dari rumah ke sekolah, kelajuan Wulan pasti tidak selalu tetap. Saat di jalan
yang lurus kelajuannya besar dan saat di tikungan kelajuannya berkurang. Berdasarkan
ilustrasi tersebut, kelajuan rata-ratadidefinisikan sebagai hasil bagi antara jarak total yang
ditempuh dengan waktu untuk menempuhnya.

Bagaimana dengan kecepatan rata-rata Wulan? Kecepatan rata-rata adalah hasil bagi antara
perpindahan dengan selang waktunya. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

2. Kecepatan Sesaat

Kelajuan dan kecepatan rata-rata mendeskripsikan kecepatan dan kelajuan dalam suatu jarak
tertentu. Jarak dan perpindahan total dari suatu gerak benda dapat panjang atau pendek,
misalnya 500 km atau 1 m. Bagaimana cara agar Anda mengetahui kelajuan atau kecepatan
sesaat suatu benda yang bergerak pada waktu tertentu? Saat Anda naik kendaraan bermotor,
untuk mengetahui kelajuan sesaat Anda tinggal melihat angka yang ditunjuk jarum pada
spidometer. Perubahan kelajuan akan diikuti perubahan posisi jarum pada spidometer.
Untuk menentukan kecepatan sesaat, Anda tinggal menyebutkan besarnya kelajuan sesaat
ditambah menyebutkan arahnya. Bagaimana jika Anda tidak naik kendaran bermotor?
Kecepatan sesaat suatu benda merupakan kecepatan benda pada suatu waktu tertentu. Untuk
menentukannya Anda perlu mengukur jarak tempuh dalam selang waktu (t) yang sangat
singkat, misalnya 1/10 sekon atau 1/50 sekon. Secara matematis dapat dinyatakan sebagai
berikut.

1. Percepatan Rata-Rata

Tiap benda yang mengalami perubahan kecepatan, baik besarnya saja atau arahnya saja atau
kedua-duanya, akan mengalami percepatan. Percepatan rata-rata (a) adalah hasil bagi antara
perubahan kecepatan ( v ) dengan selang waktu yang digunakan selama perubahan
kecepatan tersebut ( t). Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

Contoh soal
Mobil yang pada mulanya diam 5 sekon kemudian bergerak ke timur dengan kecepatan
sebesar 10 m/s. Tentukan besar percepatan rata-rata.
Pembahasan

Arah percepatan rata-rata = timur. Percepatan rata-rata = 2 m/s2 = 2 m/s per 1 sekon, artinya
secara rata-rata besar kecepatan mobil bertambah 2 m/s setiap 1 sekon. Jika besar percepatan
mobil konstan maka besar kecepatan mobil selalu bertambah 2 m/s setiap 1 sekon. Jika besar
percepatan mobil tidak konstan maka besar kecepatan mobil tidak selalu bertambah 2 m/s
setiap 1 sekon. Mungkin saja besar kecepatan mobil bertambah 1 m/s pada sekon pertama,
lalu bertambah 3 m/s pada sekon kedua. Tapi secara rata-rata, ketika bergerak selama 5
sekon, besar kecepatan mobil bertambah 2 m/s setiap 1 sekon.
2. Percepatan Sesaat

Percepatan sesaat adalah perubahan kecepatan dalam waktu yang sangat singkat. Seperti
halnya menghitung kecepatan sesaat, untuk menghitung percepatan sesaat, Anda perlu
mengukur perubahan kecepatan dalam selang waktu yang singkat (mendekati nol).
Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

Suatu benda mengalami percepatan jika kecepatannya berubah. Kecepatan terdiri dari besar
kecepatan dan arah kecepatan, karenanya suatu benda mengalami percepatan jika :

Hanya besar kecepatan alias kelajuan yang berubah (arah kecepatan


konstan). Contoh 1 : Mobil pada mulanya diam, satu sekon kemudian
bergerak lurus (arah konstan) dengan kelajuan 4 m/s. Kelajuan alias besar
kecepatan mobil berubah dari nol menjadi 4 m/s sehingga mobil dikatakan
mengalami percepatan. Contoh 2 : Mobil pada mulanya bergerak lurus
(arah konstan) dengan kelajuan 4 m/s, satu sekon kemudian mobil
berhenti. Kelajuan alias besar kecepatan mobil berubah dari 4 m/s menjadi
nol sehingga mobil dikatakan mengalami percepatan.

Hanya arah kecepatan yang berubah (besar kecepatan atau kelajuan


konstan). Arah kecepatan = arah perpindahan = arah gerakan. Arah
kecepatan berubah sama dengan arah perpindahan atau arah gerakan
benda berubah.

Besar dan arah kecepatan berubah

JARAK DAN PERPINDAHAN

Ucok berjalan dari titik A ke titik B sejauh 8 m, kemudian belok ke kanan sejauh 6 m dan
berhenti di C. Total perjalanan yang ditempuh oleh Ucok adalah 8 meter ditambah 6 meter,
yaitu 14 meter. Total perjalanan 14 m ini disebut jarak yang ditempuh Ucok. Berbeda dengan
jarak, perpindahan Ucok adalah sebagai berikut. Posisi mula-mula Ucok di titik A dan posisi
akhirnya dititik C yang besarnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus phy-tagoras.

Perpindahan Ucok

Jadi, Ucok mengalami perpindahan sejauh 10 m.

Perbedaan Jarak dan Perpindahan

Apa perbedaan antara jarak dan perpindahan? Dalam Fisika, jarak dan perpindahan adalah 2
besaran yang berbeda. Benda yang bergerak selalu berubah kedudukan atau jaraknya
terhadap acuan. Perubahan jarak memerlukan waktu. Bagaimanakah besarnya jarak untuk
setiap satuan waktu? Sebelum kita dapat menjawab pertanyaan tersebut, kita bedakan dulu
antara jarak yang ditempuh benda yang bergerak dengan perpindahan benda. Perpindahan
hanya ditinjau dari kedudukan awal dan kedudukan akhir. Perbedaan antara jarak dan
perpindahan adalah sebagai berikut:

Jarak selalu ditinjau dari lintasan yang ditempuh oleh benda yang
bergerak, sedangkan perpindahan hanya ditinjau dari kedudukan awal dan
kedudukan akhir.

Jarak tidak memperhitungkan arah gerak benda, sedangkan perpindahan


memperhitungkan arah gerak benda.

Jarak merupakan besaran skalar karena hanya mempunyai besar saja,


sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor.

Besar jarak yang ditempuh (jarak tempuh) suatu benda yang bergerak
dipengaruhi oleh waktu.Demikian juga besarnya perpindahan benda sebanding
dengan waktu. Semakin besar jarak yang ditempuh, semakin lama waktu yang
diperlukan atau semakin besar perpindahan benda semakin besar juga waktu
yang diperlukan.
Contoh Soal
Budi berjalan ke timur sejauh 3 meter, kemudian berbelok ke selatan sejauh 4
meter, lalu berbelok sejauh 3 meter ke barat. Tentukan jarak dan perpindahan
budi?
Jarak yang ditempuh Budi: = 3 meter ke timur + 4 meter ke selatan + 3 meter
ke barat = 10 meter
Perpindahan yang ditempuh oleh Budi sama dengan jarak terdekat dari A ke D,
yaitu 4 meter ke selatan.
Jadi terlihat bahwa nilai jarak dan perpindahan berbeda, yakni masing-masing 10
meter dan 4 meter.

Contoh GLB yang mudah Anda temui adalah gerak kereta yang sedang melaju pada lintasan
yang lurus dan datar.

Grafik kedudukan terhadap waktu dari gerak lurus beraturan.


Pada Gambar di atas terlihat bahwa grafik kedudukan (x) terhadap selang waktu (t) berbentuk
garis lurus dan miring melalui titik asal O(0,0). Kemiringan pada grafik menunjukkan
kecepatan tetap dari GLB. Makin curam kemiringannya, makin besar kecepatan benda yang
diselidiki. Jika perubahan kedudukan dinyatakan dengan dan selang waktu, maka Anda
dapat menyatakan hubungannya sebagai berikut.

Karena dalam GLB kecepatannya tetap, maka kecepatan ratarata sama dengan kecepatan
sesaat.

Garfik x t gerak lurus beraturan apabila kedudukan x 0 Titik berimpit dengan titik acuan nol.
Untuk kedudukan awal x = x0 pada saat t0= 0, maka x = x x0dan t = t t0= t 0 = t. Oleh
karena itu, persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut.

Contoh Soal

Icha berlari pada lintasan lurus dan menempuh jarak 100 m dalam 10 sekon. Tentukan
kecepatan dan waktu yang diperlukan Icha untuk menempuh jarak 25 m!
Diketahui :
a. x = 100 m
b. t= 10 s
Ditanyakan :
a. v = ?
b. t = ? (jika x = 25 m)
Jawab:
a. Kecepatan Icha
v = xt
v = 100/10
v = 10 m/s
b. Waktu untuk menempuh jarak 25 m
x = v t
t = x/v
t = 25/10
t = 2,5 s
Pada Kegiatan yang pernah dilakukan di materi SMP kelas 7 tentang GLBB kita peroleh
diagram batang yang panjangnya selalu berubah meskipun sama-sama terdiri atas 10
ketikan. Pada grafik tersebut juga tampak bahwa tiap potongan yang diurutkan ke samping
bertambah secara tetap. Hal ini menunjukkan mobil-mobilan yang menarik pewaktu ketik

mengalami pertambahan kecepatan yang tetap. Sehingga dapat dikatakan mobil-mobilan


tersebut mengalami gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Secara matematis dapat ditulis
sebagai berikut.

Jika pada saat t1= 0 benda telah memiliki kecepatan vO dan pada saat t2 = t benda memiliki
kecepatan v t, maka persamaannya menjadi seperti berikut.

Ingat, benda yang bergerak dengan percepatan tetap menunjukkan kecepatan benda tersebut
bertambah secara beraturan. Oleh karena itu, jika diketahui kecepatan awal dan kecepatan
akhir, maka kecepatan rata-rata benda sama dengan separuh dari jumlah kecepatan awal dan
kecepatan akhir.

Apabila s merupakan perpindahan yang ditempuh benda dalam interval waktu (t), maka
persamaan menjadi sebagai berikut.

Selanjutnya, untuk dapat menentukan kecepatan akhir sebuah benda yang mengalami
percepatan tetap pada jarak tertentu dari kedudukan awal tanpa mempersoalkan selang

waktunya, Anda dapat menghilangkan peubah t dengan mensubstitusikan persamaan t=vt


v0/a
(diperoleh dari persamaan vt = v0 + a . t) ke dalam persamaan s = v0 . t +1/2 a . t2

Grafik hubungan vdan tserta sdan tpada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah sebgai
berikut.
1. Grafik (v- t)

Berdasarkan persamaan vt = v0 + a t, Anda dapat melukiskan grafik hubungan antara v dan t


sebagai berikut.

Grafik v t gerak lurus berubah beraturan

Pada grafik di atas menunjukkan bahwa perpindahan yang ditempuh benda (s) dalam waktu
(t) sama dengan luas daerah di bawah grafik yang dibatasi oleh sumbu vdan t (daerah yang
diarsir).
s = luas trapesium OABD
s = luas segi empat OACD+ luas segitiga ABC
s = ( . at . t + vo ) t
s = v0 . t +1/2 a . t2
2. Grafik (s- t)

Berdasarkan persamaan s = v0 . t +1/2 a . t2 , dengan v0 dan a Anda anggap konstan,Anda


dapat melukiskan grafik hubungan antara s dan t sebagai berikut.

Grafik s tgerak lurus berubah beraturan


Persamaan-persamaan GLBB yang telah Anda bahas di depan merupakan persamaan untuk
gerakan dipercepatan beraturan. Untuk persamaan-persamaan GLBB yang diperlambat
beraturan adalah sebagai berikut.

Besaran-Besaran Fisika dalam Gerak Melingkar

1. Periode (T) dan Frekuensi (f)

Waktu yang dibutuhkan suatu benda yang begerak melingkar untuk melakukan satu putaran
penuh disebut periode. Pada umumnya periode diberi notasi T. Satuan SI periode adalah
sekon (s).
Banyaknya jumlah putaran yang ditempuh oleh suatu benda yang bergerak melingkar dalam
selang waktu satu sekon disebut frekuensi. Satuan frekuensi dalam SI adalah putaran per
sekon atau hertz (Hz). Hubungan antara periode dan frekuensi adalah sebagai berikut.

Keterangan:
T : periode (s)
f : frekuensi (Hz)
2. Kecepatan Linear

Misalkan sebuah benda melakukan gerak melingkar beraturan dengan arah gerak berlawanan
arah jarum jam dan berawal dari titik A. Selang waktu yang dibutuhkan benda untuk
menempuh satu putaran adalah T. Pada satu putaran, benda telah menempuh lintasan linear
sepanjang satu keliling lingkaran (2 r ), dengan r adalah jarak benda dengan pusat lingkaran
(O) atau jari-jari lingkaran. Kecepatan linear (v) merupakan hasil bagi panjang lintasan linear
yang ditempuh benda dengan selang waktu tempuhnya. Secara matematis dapat ditulis
sebagai berikut.

Anda ketahui bahwa T = 1/f atau f = 1/T, maka persamaan kecepatan linear dapat ditulis

3. Kecepatan Sudut (Kecepatan Anguler)

Sebelum mempelajari kecepatan sudut Anda pahami dulu tentang radian. Satuan perpindahan
sudut bidang datar dalam SI adalah radian (rad). Nilai radian adalah perbandingan antara
jarak linear yang ditempuh benda dengan jari-jari lingkaran. Karena satuan sudut yang biasa
digunakan adalah derajat, maka perlu Anda konversikan satuan sudut radian dengan
derajat. Anda ketahui bahwa keliling lingkaran adalah 2 r. Misalkan sudut pusat satu
lingkaran adalah , maka sudut pusat disebut 1 rad jika busur yang ditempuh sama dengan
jari-jarinya. Persamaan matematisnya adalah
= (2 r/r) rad ===> = 2 rad. Karena 2 = 360 maka besar sudut dalam 1 rad adalah
sebagai berikut :
2 rad = 360
1 rad = 360/2 = 360 / 2 x 3,14 = 360/ 6,28 = 57,3
Dalam selang waktu t , benda telahmenempuh lintasan sepanjang busur AB, dan sudut
sebesar . Oleh karena itu, kecepatan sudut merupakan besar sudut yang ditempuh tiap satu
satuan waktu. Satuan kecepatan sudut adalah rad/s . Selain itu, satuan lain yang sering
digunakan untuk menentukan kecepatan pada sebuah mesin adalah rpm, singkatan dari
rotation per minutes (rotasi per menit).
Karena selang waktu untuk menempuh satu putaran adalah T dan dalam satu putaran sudut
yang ditempuh benda adalah 360 (2 ), maka persamaan kecepatan sudutnya adalah
= 2 /T Anda ketahui bahwa T = 1/f atau f = 1/T sehingga persamaan kecepatan sudutnya (Z)
menjadi sebagai berikut.

Keterangan:
: kecepatan sudut (rad/s)
f : frekuensi (Hz)
T : periode (s)
4. Percepatan Sentripetal

Benda yang melakukan gerak melingkar beraturan memiliki percepatan yang disebut dengan
percepatan sentripetal. Arah percepatan ini selalu menuju ke arah pusat lingkaran. Percepatan
sentripetal berfungsi untuk mengubah arah kecepatan.

Pada gerak lurus, benda yang mengalami percepatan pasti mengakibatkan berubahnya
kelajuan benda tersebut. Hal ini terjadi karena pada gerak lurus arahnya tetap. Untuk benda
yang melakukan gerak melingkar beraturan, benda yang mengalami percepatan kelajuannya
tetap tetapi arahnya yang berubah-ubah setiap saat. Jadi, perubahan percepatan pada GMB
bukan mengakibatkan kelajuannya bertambah tetapi mengakibatkan arahnya berubah. Ingat,
percepatan merupakan besaran vektor (memiliki besar dan arah). Perhatikan berikut!

Percepatan sentripetal dapat ditentukan dengan penguraian arah kecepatan.


Karena pada GMB besarnya kecepatan tetap, maka segitiga yang diarsir merupakan segitiga
sama kaki. Kecepatan rata-rata dan selang waktu yang dibutuhkan untuk menempuh panjang
busur AB (r) dapat ditentukan melalui persamaan berikut.

Jika kecepatan rata-rata dan selang waktu yang digunakan telah diperoleh, maka percepatan
sentripetalnya adalah sebagai berikut.

Jika mendekati nol, maka persamaan percepatannya menjadi seperti berikut.

Karena v= r , maka bentuk lain persamaan di atas adalah as = 2 r. Jadi, untuk benda yang
melakukan GMB, percepatan sentripetalnya (as ) dapat dicari melalui persamaan berikut.

Percepatan Total pada GMBB

Pada gerak melingkar beraturan (GMB), walaupun ada percepatan sentripetal, kecepatan
linearnya tidak berubah. Mengapa? Karena percepatan sentripetal tidak berfungsi untuk
mengubah kecepatan linear, tetapi untuk mengubah arah gerak partikel sehingga lintasannya
berbentuk lingkaran. Pada gerak melingkar berubah beraturan (GMBB), kecepatan linear
dapat berubah secara beraturan. Hal ini menunjukkan adanya besaran yang berfungsi untuk
mengubah kecepatan. Besaran tersebut adalah percepatan tangensial (at), yang arahnya dapat
sama atau berlawanan dengan arah kecepatan linear. Percepatan tangensial didapat dari
percepatan sudut () dikalikan dengan jari-jari lingkaran (r).

at: percepatan tangensial (m/s2)


: percepatan sudut (rad/s2)
r : jari-jari lingkaran dalam cm atau m
Pada GMBB benda mengalami dua macam percepatan, yaitu percepatan sentripetal (as) dan
percepatan tangensial (at). Percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran, sedangkan

percepatan tangensial menyinggung lingkaran. Percepatan total dalam GMBB adalah jumlah
vektor dari kedua percepatan tersebut.

Pada GMBB benda mengalami percepatan sentripetal dan percepatan tangensial.


Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa percepatan sentripetal dan percepatan
tangensial saling tegak lurus. Oleh karena itu, percepatan totalnya adalah sebagai berikut.

Sedangkan arah percepatan total terhadap arah radial, yaitu dapat dihitung dengan
perbandingan tangen.