Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH KELOMPOK

MODAL SAHAM DAN LABA DI TAHAN

Disusun Oleh :

KELOMPOK V
Tirza Singkoh
Karmela Mamangkey
Marcelina Rattu
Sheilla Rattu
Marseila Kaunang
Friska Kalele
Melka Tombokan
Yulce Tentelawa

UNIVERSITAS NEGERI MANADO


FAKULTAS EKONOMI
2010

K A T A

P E N G A N T A R

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Puji dan syukur kami naikkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena
berkat, tuntunan dan anugerah-Nya sehingga kami kelompok V dari Kosentrasi
Koperasi Program Studi Pendidikan Ekonomi bisa menyelesaikan makalah kami
yang berjudul MODAL SAHAM DAN LABA DI TAHAN.
Materi sebelumnya, kita telah membahas mengenai Aktiva ataupun
Kewajiban, namun kita belum membahas mengenai permodalan dalam
perusahaan perseroan yaitu mengenai modal saham dan laba ditahan. Dalam
makalah ini akan dibahas mengenai hal tersebut.
Namun dalam makalah ini, masih terdapat banyak kekurangan. Baik
dalam penulisan, tata bahsa ataupun penguasaan materi yang ada. Karena itu,
diharapkan kritik atau saran yang membangun dari para pembaca.
Kiranya makalah ini, bisa menambah wawasan ataupun bermanfaat bagi
para pembaca.

Tondano,

Desember 2010

Penyusun

Kelompok V

D A F T A R

Modal Saham dan LAba Ditahan

I S I

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Kata Pengantar
2
Daftar Isi
3
BAB I

PENDAHULUAN

4
A. Latar

Belakang

4
B. Tujuan
4
BAB II PEMBAHASAN
5
A. Karakteristik

Perseroan

5
B. Jenis

Jenis

Saham

6
C. Saham

Bernilai

Pari

dan

Tidak

Bernilai

Pari

6
D. Pengeluaran

Saham

secara

Tunai

7
E. Modal

Sumbangan

10
F.Nilai

Buku

Per

Lembar

Saham

11
G. Laba

Ditahan

dan

Dividen

12
H. Pos Luar Biasa dan Penyesuaian untuk Tahun yang lalu
12
I. Dividen
15
J. Pemecahan

Saham

17

Modal Saham dan LAba Ditahan

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
K. Penyisihan

Laba

yang

Ditahan

17
L. Laporan

Laba

Ditahan

18
BAB III PENUTUP
20
A. Kesimpulan
20

B A B

P E N D A H U L U A N
A.

Latar Belakang
Modal menggambarkan hak pemilik atas perusahaan yang timbul sebagai

akibat penanaman yang dilakukan oleh pemilik atau para pemilik. Struktur
modal dalam suatu perusahan tergantung pada bentuk badan usahanya. Jenis
Perseroan Terbatas menggunakan modal saham.
Karena itu dalam makalah ini, kita akan membahas mengenai Modal
Saham dan Laba Ditahan.

B.

Tujuan

Modal Saham dan LAba Ditahan

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Tujuan utama pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
kelompok dari Mata Kuliah Pengantar Pendidikan. Dan tujuan lainnya adalah
bahwa mahasiswa diharapkan/ Pembaca bisa:
1. Menjelaskan karakeristik sebuah perseroan,
2. Menjelaskan berbagai jenis saham,
3. Menguraikan pengeluaran saham, baik secara tunai maupun tidak tunai,
termasuk pengeluaran saham dengan pesanan.
4. Menerangkan cara pencatatan agio dan disagio saham.
5. Menerangkan akuntansi untuk transaksi transaksi yang menyangkut laba
ditahan.

B A B

I I

P E M B A H A S A N
A. Karakteristik Perseroan
Karakteristik dari Perusahaan Perseroan adalah sebgai berikut.
Kesatuan Usaha Terpisah
Suatu perusahaan memiliki anggaran dasar yang disahkan notaries dan
harus didaftarkan serta mendapat persetujuan Departement Kehakiman. Apabila
anggaran telah disetujui Departement Kehakiman dan diumumkan dalam
lembaran Negara maka secara hukum perseroan telah dipandang sebagai subyek
hukum. Didalam akuntansi baik perusahaan perseroan maupun persekutuan telah
dipandang sebagai suatu kesatuan akuntansi (seperti halnya perseroan),tetapi dari

Modal Saham dan LAba Ditahan

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
segi hukum perusahaan perseorangan maupun persekutuan tidak merupakan
subyek hukum sebab para pemilik baik secara terpisah maupun bersama-sama
tetap harus dipertanggung jawabkan atas kewajiban-kewajiban perusahaannya.
Tanggung Jawab Terbatas
Tanggung jawab pemegang saham atas Kewajiban-kewajiban (utangutang) perseroan biasanya terbatas pada jumlah peryetaannya dalam perseroan
yang bersangkutan. Hal ini berarti bahwa pemegang saham tidak bertanggung
jawab dengan seluruh harta kekayaan yang dimilikinya,seandainya perseroan
tidak mampu melunasi hutang-hutangnya.
Pemindahan Pemilikan
Saham-saham yang dikeluarkan suatu perseroan dapat dipindahtangankan
tanpa mempengaruhi operasi perusahaan. Apabila saham dijual oleh pemegangnya
kepada pihak lain,maka hal in tidak perlu dibukukan oleh perusahaan yang
mengeluarkan saham tersebut,tetapi cukup dengan membuat suatu catatan atau
keterangan dalam buku saham.
Kelangsungan Hidup
Karena kepemilikan saham dapat dipindahakan atau dioperkan kepada
pihak lian tanpa menganggu jalannya operasi perusahaan,maka kelangsungan
hidup perseroan lebih terjamin apabila bibandingkan dengan persekutuan.
Kemampuan Meningkatkan Modal
Tanggung jawab terbatas pemegang saham dan dan kemudahan dalam
menjual kembali saham merupakan daya tarik yang menyebabkan perusahaan
mudah meningkatkan modalnya apabila dikehendaki. Baik pemegang saham dalm
jumlah besar maupun kecil sama-sama memiliki hak pemilikan dalam perseroan.

B. Jenis Jenis Saham


Deviden
Deviden adalah bagian laba yang dibagikan kepada para pemegang
saham ,apabila dewan komisaris mengumumkan pembagian deviden,maka
pemegang saham preferen akan mendapatkan sejumlah deviden tahunan tertentu
sebelum ditentukan deviden untuk pemegang saham biasa. Besarnya deviden
untuk pemegang saham referen akan mendapat sejumlah deviden tahunan untuk

Modal Saham dan LAba Ditahan

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
pemegang saham preferen ini ditetapakan dalan akte pendirian perseroan yaitu
dalam bentuk suatu presentase tertentu bila saham tidak mempunyai nilai Pari
(mengenai saham bernilai dari Pari dan saham tidak bernilai Pari akan diterangkan
kemudian).
Hak Suara
Biasanya pemegang saham preferen tidak mempunyai hak suara dalam
memilih anggota dewan komisaris,namun hal tersebut bisa juga diberiakn kepada
pemegang saham pereferen apabiala di atur didalam pendirian perseroan.
Beberapa Pengertian Modal
Didalam akte pendirian perseroan harus dicantumkan jumlah maksimum
lembar saham yang disebut modal dasar perseroan. Saham yang telah dicetak akan
siap dijual (masih berada ditangan perseroan) disebut modal yang ditempatkan.
Bila saham yang ditempatkan telah dijual dan berada ditangan pemegang
saham ,maka saham-saham disebut modal yang disetor atau modal saham
beredar.

C. Saham Bernilai Pari dan Tidak Bernilai Pari


Akte pendirian biasanya menyebutkan nilai tertentu untuk tiap lembar
saham yang disebut nilai pari saham. Pada waktu pertama kali diperkenalkan
kepada masyarakat, biasanya harga jual saham sama dengan nilai parinya. Tetapi
bila telah berjalan beberapa tahun maka harga saham di pasaran mungkin lebih
tinggi atau lebih rendah nilai parinya. Nilai pari sangat penting artinya dalam
rangka melakukan pencatatan akuntansi atas saham.
Kadang-kadang akte pendirian tidak menyebutkan nilai tertentu bagi
saham yang dikeluarkannya karena dianggap bisa membinggungkan para calon
penanam modal. Ditinjau dari segi akuntansi,nilai yang ditetapkan dewan
komisaris ini sama saja dengan nilai pari.
Bila saham dijual denagn harga lebih tinggi dari nilai parinya,maka selisih
kelebihan harga jual diatas nilai pari disebut Agio,sedang bila dijual dengan harga
lebih rendah dari nilai pari,maka selisih kekurangan harga jual dibawah nilai pari
disebut Disagio.

Modal Saham dan LAba Ditahan

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah

D. Pengeluaran Saham secara Tunai


Didalam melakukan pengeluaran (penjualan) saham,perseroan bisa
menggunakan jasa dari suatu Bank. Dalam hal ini bank bertindak sebagai
Underwriter pengeluaran saham. Bank tersebut membeli saham dari perseroan dan
menjualnya kembali kepada para penanam modal (investor).
Seandainya saham perseroan seperti terlihat pada gambar 8.1 seluruhnya
telah dikeluarkan secara tunai ,maka transaksi pengeluran saham dalam
pembukuan perseroan dicatat sebagai berikut:
1. Menjual 1000 lembar saham preferen 7%,nilai pari Rp100.000,00
dengan kurs 105
Kas
Rp 105.000.000,00
Saham preferen 7%
Rp 100.000.000,00
Agio saham
Rp 5.000.000,00
2. Menjual 1000 lembar saham preferen 6%,nilai pari Rp100.000,00
dengan kurs 98
Kas
Rp 98.000.000,00
Disagio saham
Rp. 2.000.000,00
Saham preferen 6%
Rp 100.000.000,00
3. Menjual 5000 lembar saham biasa tanpa nilai pari,harga yang
ditetapakn

Rp.20.000,00

Rp.30.000,00
Kas
Saham
Agio saham

per

lembar

dengan

harga

jual

Rp 150.000.000,00
Rp 100.000.000,00
Rp 50.000.000,00

Pesanan Saham
Kadang-kadang perseroan menjual sahamnya langsung kepada para
investor tanpa melalui bank. Saham dijual kepada para calon investor yang telah
menandatangani. Kontrak pesanan sebelum saham dikeluarkan. Biasanya dalam
kontrak dicantumkan juga kemungkinan pemesanan membayar secara angsuran.
Bila perseroan yang akan mengeluarakan saham menerima pesanan,maka pesanan
tersebut dicatat dengan mendebet suatu rekening piutang yang disebut piutang
pesanan saham.
Berikut ini adalah beberapa contoh jurnal yang bersangkutan dengan
pesanan saham. Misalkan perseroan menerima pesanan 500 lembar saham biasa
yang bernilai pari

Rp 100.000,00 per lembar. Harga jual yang disepakati

Modal Saham dan LAba Ditahan

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
untuk saham adalah Rp 120.000,00 per lembar,yang akan di bayar melalui dua
angsuran masing-masing Rp40.000,00 dan Rp80.000,00.
Mencatat pesanan saham
Piutang Pesanan Saham- biasa
Saham Biasa Dipesan
Agio SahamRp

Rp 60.000.000,00
Rp 50.000.000,00
Rp 10.000.000,00

Mencatat Penerimaan angsuran pertama


Kas
Rp 20.000.000,00
Piutang Pesanan Saham-biasa
Rp 20.000.000,00

Mencatat Penerimaan angsuran kedua dan pengeluaran saham


Kas
Rp.40.000.000,00
Piutang Pesanan Saham-Biasa
Rp 40.000.000,00
Saham Biasa Dipesan
Rp.50.000.000,00
Saham Biasa
Rp.50.000.000,00
Pengeluaran Saham Diterima Aktiva Bukan Kas
Dalam pengeluaran saham dimana perseroan tidak menerima kas tetapi
berupa aktiva lain. (misalnya tanah,gedung,atau aktiva lainnya),maka kita harus
berhati-hati dalam menentukan jumlah rupiah yang akn dicatat. Dalam hal ini
harta yang diterima tidak otomatis sama dengan nilai pari atau nilai yang
ditetapkan dari saham.
Harta yang diperoleh harus dicatat sebesar nilai wajar dari harta tersebut
atau atau nilai wajar dari saham,tergantung mana yang lebih mudah penentuannya.
Bila saham yang dikeluarkan perseroan beredar secara aktif dibursa saham,maka
nilai saham akan mudah ditentukan.
Sebagai contoh misalkan perseroan menerima sebidang tanah yang
harganya Rp.700.000,00 dan untuk itu perseroan harus menyerahakan saham yang
bernilai Rp100.000,00 sebanyak 500 lembar. Transaksi ini akan dicatat sebagai
berikut:
Tanah

Rp 70.000.000,00
Saham biasa
Rp 50.000.000,00
Agio Saham
Rp 20.000.000,00
(untuk mencatat pengeluaran 500 lembar saham dan menerima tanah seharga
70.000.000,00)

Modal Saham dan LAba Ditahan

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Saham yang Diperoleh Kembali
Apabila perseroan membeli kembali saham-sahamnya yang telah beredar
tetapi tidak bermaksud menghentikan saham tersebut (disiman oleh Perusahaan)
maka saham inni disebut Saham diperoleh kembali. Pembelian kembali saham
yang telah beredar ini bisa dilakukan karena berbagai tujuan,misalnya apabila
perseroan

menginginkan

agar

saham-saham

yang

dimiliki

oleh

para

karyawannya,maka saham-saham yang telah dibeli kembali oleh perseroan akan


dijual kepada karyawan .
Prosedur yang umum digunakan untuk mencatat pembelian kembali saham
adalah dengan mendebet rekening Saham Diperoleh Kembali sebesar harga
perolehan. Didalam neraca harga perolehan tersebut harus dikurangkan terhadap
jumlah rekening-rekening modal.
Sebagai contoh misalkan suatu perseroan memiliki 2000 lembar saham
biasa yang beredar dengan nilai pari Rp 100.000,00 per lembar. Perseroan tersebut
termaksud membeli kembali 100 lembar sahamnya dengan harga Rp 120.00,00
per lembar. Jurnal yang harus dibuat untuk mencatat transaksi pembelian kembali
saham adalah sebagai berikut :
Saham Diperoleh Kembali
Rp 12.000.000,00
Kas
Rp 12.000.000,00
(untuk mencatat pembelian kembali 100 lembar saham dengan harga Rp
120.000 per lembar)

E. Modal Sumbangan
Modal Sumbangan timbul karena adanya sumbangan yang diberikan
kepada perusahaan berupa harta kekayaan tertentu tanpa imbalan. Sumbangan
semacam ini bisa berasal dari pemengang saham atau dermawan lainnya. Bentuk
dan jenis sumbangan bisa dilakukan melalui berbagai macam cara,namun apapun
bentuk sumbangannya selalu menimbulkan bertambahnya aktiva perusahaan dan
dilain pihak menaikkan modal.
Dibawah ini akan diuraikan akuntansi umtuk sumbangan yang diterima
perusahaan dalam bentuk (1)sumbangan dari pemegang saham melalui
pengembalian saham (2) sumbangan harta dari dermawan.
Sebagai contoh misalkan seorang pemegang saham memberi sumbangan
berupa 100 lembar saham biasa. Saham tersebut dijual kembali oleh perseroan dan

Modal Saham dan LAba Ditahan

10

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
laku dengan harga Rp125.000,00 per lembar. Catatan dan jurnal yang harus dibuat
oleh perseroan adalah sebagai berikut :
a) Untuk mencatat penerimaan sumbangan saham :
(catatan/memorandum) Diterima sumbangan 100 lembar saham biasa.
b) Untuk mencatat penjualan saham sumbangan
Kas
Rp 12.500.000,00
Modal saham
Rp 12.500.000
Rekening rekening Tambahan Modal
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa rekening-rekening modal
dalam suatu perusahaan dapat dibagi menjadi tiga kelompok,yaitu; modal
saham,tambahan modal,dan laba yang ditahan. Dalam kelompok modal
dicantumkan nilai pari atau nilai yang ditetapkan dari saham-saham preferen dan
saham biasa.

F. Nilai Buku Per Lembar Saham


Salah satu alat pengukur yang sangat penting didalam melakukan analisa
laporan keuangan ialah nilai buku per lembar saham.
Nilai buku saham adalah jurnal rupiah kekayaan

(aktiva)bersih yang

tercermin dalam suatu lembar saham yang dapat ditentukan dengan cara sebagai
berikut :
Jumlah rupiah saham m di neraca
Nilai Buku Saham m =
Jumlah lembar saham m beredar
Sebagai contoh misalkan bagian modal dari neraca suatu perseroan menunjukkan
informasi berikut :

Modal
Modal saham
Saham biasa,nilai pari Rp 50.000,00, 5000 lembar
Modal dasar,ditempatkan dan beredar
Tambahan Modal:
Agio saham Biasa

Modal Saham dan LAba Ditahan

Rp 250.000.000,00
Rp 100.000.000,00

11

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Laba Ditahan
Jumlah Modal

Rp 80.000.000,00
Rp 430.000.000,00

G. Laba Ditahan dan Dividen


Laba memegang peranan yang sangat penting didalam suatu perusahaan
dan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian. Laba
perusahaan selalu menarik perhatian para pemiliknya maupun calon investor. Oleh
karena itu data tentang laba biasanya dipandang sebagai informasi yang paling
penting dibanding informasi keuangan lainya.
Saldo rekening laba ditahan menggambarkan bagian dari modal yang timbul dari
penggunaan kekayaan perusahaan dalam operasi yang mendatangkan keuntungan.
Deviden adalah merupakan laba yang dibagikan kepada pemengang
saham. Kebijaksanaan pembagian deviden ditetapkan oleh dewan komisaris
perseroan.

Didalam

menentukan

kebijaksanaanya,dewan

komisaris

harus

memperhatikan kepentingan perseroan dan sekaligus juga memperhatiakn


perkembangan perusahaan.

H. Pos Luar Biasa dan Penyesuaian untuk Tahun yang lalu


Proses penentuan laba periodk akan menjadi lebih rumit bila terdapat
pendebetan atau pengkreditan yang disebabkan oleh kejadian-kejadian yang
bersifat luar biasa,tidak sering terjadi dan adanya penyesuian untuk tahun yang
lalu. Salah satu pendapat mengatakan bahwalapaoran rugi laba seyogyanya hanya
memuat hasil-hasil transaksi yang bersifat biasa ,normal dan sering terjadi.
Apabila terjadi transaksi yang bersifat luar biasa atau sering terjadi atau
kejadian yang bersangkutan dengan tahun yang lalu,maka transaksi demikian
harus didebetkan atau dikreditkan ke rekening laba ditahan.
Prinsip prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) menganut konsep dimana
semua penghasilan dan biaya harus dilaporkan pada tahun yang bersangkutan
(baik rutin maupun tidak rutin),kecuali tentang hal-hal yang bersangkutan dengan
tahun yang lalu.
Penyesuaian untuk Tahun yang lalu
Penyesuaian untuk tahun yang lalu tidak boleh dilaporkan dalam laporan
rugi-laba. Penyesuaian penyesuaian tersebut adalah berupa penyesuaian yang :

Modal Saham dan LAba Ditahan

12

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
1) Bisa diidentifikasikan dan berhubungan langsung dengan aktifitas periode
yang lalu.
2) Tidak bisa dikaitkan peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi sesudah
tanggal laporan keuangan tahun alu
3) Sangat tergantung pada keputusan yang di ambil oleh orang yang akan
bukan merupakan manajemen perusahaan
4) Tidak mudah terpengaruh oleh taksiran yang wajar sebelum ditentukan.
Contoh penyesuaian untuk periode lalu,misalnya penyesuaian atas pajak
penghasilan tahun lalu berdasarkan ketentuan kantor inspeksi pajak. Hal semacam
ini harus didebetkan atau dikreditkan langsung ke rekening laba di tahan dan harus
dilaporkan sebagai penyesuian atas saldo awal laba ditahan dalam laporan laba
ditahan.
Koreksi Kesalahan
Catatan akuntansi yang diselenggarakan perusahaan mungkin mengandung
kesalahan-kesalahan,seperti misalnya salah dalam perhitungan,lupa membukukan
suatu transaksi, salah menerapkan prinsip akuntansi, salah menerapkan prinsip
akuntansi,atau salah dalam menganalisa transaksi yang terjadi. Prosedur untuk
memperbaiki

kesalahan

tergantung

pada

periode

dimana

kesalahan

ditemukan,yakni apakah kesalahan ditemukan pada periode yang sama dengan


pencatatan transaksi atau pada periode berikutnya.
Apabila suatu jurnal telah dibukukan ke dalam rekening yang benar tetapi
jumlah rupiahnya salah,maka koreksi dapat dilakukan dengan memcoret jumlah
yang salah dengan cara memberi garis melintang di atas jumlah yang benar di atas
jumlah semula. Karena kesalahan dibuat pada periode yang sama dengan periode
dimana koreksi dilakukan, maka koreksi di atas akan menghasilkan laporan
keuangan yang benar.
Akan tetapi jika kesalahan ditemukan pada periode berikutnya,maka perlu
diteliti lebih dahulu apakah kesalahan tersebut berpengaruh terhadap rugi-laba
tahun lalu atau tidak. Bila kesalahan tidak berpengaruh terhadap rugi-laba tahun
lalu,maka koreksi bila dilakukan dengan cara seperti diuraikan di atas.
Perubahan Taksiran Akuntansi
Taksiran memegang peranan yang sangat didalam akuntansi. Untuk dapat
menyusun laporan keuangan periodik , maka manajemen perlu membuat
penaksiran-penaksiran tertentu yang berpengaruh terhdap transaksi-transaksi yang

Modal Saham dan LAba Ditahan

13

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
berlanjut pada periode-periode berikutnya. Beberapa contoh yang umum dijumpai
dalam akuntansi adalah : taksiran mengenai jumlah piutang yang tidak bisa
ditagih,taksiran umur ekonomis aktiva,taksiran nilai residu aktiva tetap dan
sebagainya. Taksiran yang dilakukan pada suatu saat mugkin bisa berubah di
waktu yang akan datang.
Pengaruh atau akibat perubahan taksiran harus dinyatakan baik di dalam
laporan rugi laba tahun berjalan maupun tahun-tahun berikutnya. Sesuai dengan
sifat perubahan taksiran hanya mengyangkut tahun berjalan,maka penyesuian
hanya diperlukan pada tahun berjalan saja.
Perubahan Prinsip-prinsip Akuntansi
Kadang-kadang suatu perusahaan memandang perlu untuk mengadakan
perubahan atas prinsip akuntansi yang diterapakannya,yaitu berpindah dari prinsip
yang satu kie prinsip lainnya. Sebagai contoh perusahaan yang semula
menggunakan metode FIFO dalan akuntansi persediaannya,mungkin berganti
dengan metode LIFO,atau perusahaan yang semula menggunakan metode
depresiasi garis lurus mungkin berganti dengan metode angka tahun. Perubahan
prinsip akuntansi semacam ini akan menyulitkan dalam perbandingan laporan
keuangan ,sehingga perubahan sebaliknya dilakukan kalau benar-benar hal ini
bertentangan dengan prinsip konsistensi.
Apabila perusahaan melakukan perubahan atas prinsip akuntansi yang
dianutnya,maka dalam laporan rugi laba harus ditunjukkan pengaruh Kumulatip
karena Perubahan Prinsip Akuntansi.
Laba per Lembar Saham
Informasi keuangan yang sangat menarik perhatian para pemegang saham
dan calon-calaon investor adalah laba per lemar saham. Oleh karena itu informasi
tentang hal ini selalu dicantum kan dalan berbagai laporan yang diterbitkan oleh
perusahaan.
Laba per lembar saham dalm perusahaan yang memiliki struktur modal
yamg sederhana dapat dihitung dengan cara membagi laba bersih dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama tahun yang bersangkutan.

I. Dividen

Modal Saham dan LAba Ditahan

14

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Pembagian laba (deviden) kepada para pemegang saham dalam suatu
perusahaan hanya dapat dilakukannya setelah mendapat persetujaun dari dewan
komisaris. Biasanya deviden dibayarkan dalam bentuk kas,tetapi kadang-kadang
perseroan memutuskan untuk memberikan deviden dalam bentuk kekayaan
lainnya berupa tambahan saham.
Apabila saham akan dibayar dalm bentuk tambahan saham maka saham
yang akan dibagikan sebagai pembayaran deviden harus ditunjukkan pada bagian
modal didalam neraca perseroan. Pada saat deviden saham,diumumkan,perlu
ditetapkan tanggal pencatatan dan tanggal pembayaran. Setiap pengumuman
pembayaran

deviden akan diikuti dengan pencatatan pengurangan laba yang

ditahan.
Deviden Tunai
Pada umumnya deviden dibayarkan secara tunai atau kas yang
pembayarannya dilakukan setahun sekali. Dalam perusahaan yang besar kadangkadang deviden di bayar tiap kwrtal dan pada akhir dibayar sejumlah deviden
extra. Hal ini dilakukan bila perusahaan ingin menaikkan jumlah pembayaran
deviden tahunan,tanpa menyimpang dari kebiasaan pembayar deviden kwartalan
yang ditetapakan.
Dalam mengumumkan pembayaran deviden tunai,perusahaan harus
mempertimbangkan jumlah laba yang ditahan dan jumlah kas ynag tersedia. Hal
ini perlu diperhatukan ,sebab perusahaan yang memiliki laba yabg ditahan
memiliki jumlah yang besar tidak otomatis akan mampu membayar deviden tunai
dalam jumlah yang besar pula.
Deviden Saham
Dalam keadaan tertentu suatu perseroan tertentu mungkin membayar
deviden dengan sahamnya sendiri,sebagi pengganti deviden tunai atau
penambahan atas deviden tunai. Salah satu alasan mengapa suatu perseroan
membayar deviden dengan sahamnya sendri adalah krena pembayaran deviden
dengan kas diperkirakan akan menganggu modal kerja perusahaan.
Apabila saham yang akan dibayarkan sebagai deviden tidak begitu banyak
(tidak lebih dari 25% dari jumlah saham yang semual beredar),maka pembayaran
deviden ini bisa dicatat dengan mendebet rekening laba di tahan dan mengkredit
modal saham biasa sebesar harga pasar saham di kelurkan

Modal Saham dan LAba Ditahan

15

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Misalkan bagian modal dalm neraca suatu perusahaan sebelum pembagian
deviden saham 10% Nampak sebagai berikut:
Saham Biasa,nilai pari Rp 50.000,00
2000 lembar di tempetkan dan beredar
Agio Saham Biasa
Laba Ditahan
Jumlah Modal

Rp 100.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp 80.000.000,00
Rp 185.000.000,00

J. Pemecahan Saham
Suatu perseroan kadang-kadang menurunkan nilai pari atau nilai yang
ditetapakn dari saham biasa dengan mengeluarkan tambahan saham yang bagi
para pemegang sahamnya. Transaksi semacam ini disebut Pemecahan saham.
Dengan adanya pemecahan saham maka nilai pari atau niali yang ditetapakan
menjadi berubah tetapi di lain pihak jumlah lembar saham yang beredar
bertambah pula. Salah satu alasan mengapa perseroan mengadakan pemeacahan
saham adalah untuk menurunkan harga asar saham-sahamnya. Hal ini terjadi
apabila perseroan tidak menghendaki harga pasar yang terlalu tinggi,sebab hal itu
dapat mengurnagi minat para investor terhadap saham dan dikeluarkan perseroan
yang bersangkutan.

K. Penyisihan Laba yang Ditahan


Dalam keadaan tertentu suatu perseroan mungkin akan memutuskan untuk
menyisihkan sebagian dari laba di tahan. Perkataan disisihkan mengandung ari
bahwa laba ditahan yang disisihkan,tidak bisa dibagikan kepada pemengang
saham. Penyisihan bisa dilakukan atas kehendak dewan komisaris perseroan
sendiri atau mungkin juga diharuskan oleh suatu perjanjian tertentu.
Penyisihan atas inisiatif dewan komisaris dimaksud untuk menyisihkan
sebagian laba ditahann untuk tujuan tertentu. Penyisihan laba ditahan mugkin
dilakukan perseroan karena disyaratkan oleh suatu perjanjian tertentu,misalnya
dalam pengeluaran obligasi atau saham preferen kadang-kadang disyaratkan untuk
menyisihkan sebagian laba ditahan selama periode tertentu. Sebagai contoh

Modal Saham dan LAba Ditahan

16

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
misalkan dewan komisaris memutuskan untuk menyisihkan laba ditahan sebesar
Rp 60.000.000,00 untuk pelunasan perusahaan. Jurnal yang harus dibuat untuk
mencatat penyisihan ini adalah:
Laba Ditahan
Rp 60.000.000,00
Laba Ditahan-Disisihkan untuk Pelunasan
Rp 60.000.000,00
Penyajian laba ditahan didalam neraca apabila terdapat penyisihan adalah
sebagai berikut:
Laba Ditahan:
Disisihkan untuk perlunasan perusahaan
Tidak Disisihkan
Jumlah Laba Ditahan

Rp 60.000.000,00
Rp 90.000.000,00
Rp. 150.000.000,00

Sebagai contoh misalkan perseroan dalam contoh di atas telah berhasil


melaksanakan perluasan pabrik sebagaimana direncanakan dengan biaya Rp
55.000.000,00. Karena tujuan telah tercapai, maka penyisihan dapat diakhiri
dengan membuat jurnal sebagai berikut:
Laba Ditahan-Disisihkan untuk perluasan Rp 60.000.000,00
Laba Ditahan
Rp 60.000.000,00
(untuk mencatat pengembalian penyisihan ke Laba Ditahan)

L. Laporan Laba Ditahan


Laporan laba ditahan merupakan analisa atas rekening Laba Ditahan (baik
yang disisihkan maupun yang tidak disisihkan) untuk suatu periode akuntansi
tertentu dan biasanya disajikan bersama-sama dengan laporan keuanganyang lain.
Contoh laporan laba yang ditahan dapat digambarkan sebagai berikut:

PT MULIA
Laporan Laba Ditahan

Modal Saham dan LAba Ditahan

17

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Untuk Tahun yang Beredar 31 desember 1993
Disisihkan:
Disisihkan untuk perluasan perusahaan,
1 januari 1993
Disisihkan dalam tahun 1993
Tidak Disisihkan:
Saldo,1 januari 1993
Tambahan,Laba Bersih
Kurangi :
Deviden tunai
Disisihkan untuk
Perluasan
Lihat di atas

Rp 40.000.000,00
Rp 10.000.000,00
Rp 50.000.000,00
Rp 80.000.000,00
Rp 35.000.000,00
Rp 115.000.000,00

Rp 15.000.000,00
Rp 10.000.000,00
Rp 25.000.000,00
Rp 90.000.000,00
Rp140.000.000.00

Jumlah Laba Ditahan 31 Desember 1993

B A B

I I I

P E N U T U P
A. Kesimpulan
Setelah menyusun makalah ini, kami dapat menarik beberapa kesimpulan,
yaitu sebagai berikut.

Modal Saham dan LAba Ditahan

18

Kelompok V
Akuntansi Keuangan Menengah
Karakteristik dari Perusahaan Perseroan adalah sebagai berikut.Kesatuan
Usaha Terpisah, Tanggung Jawab Terbatas, Pemindahan Pemilikan, Kelangsungan
Hidup, dan Kemampuan Meningkatkan Modal.
Deviden adalah bagian laba yang dibagikan kepada para pemegang
saham ,apabila dewan komisaris mengumumkan pembagian deviden,maka
pemegang saham preferen akan mendapatkan sejumlah deviden tahunan tertentu
sebelum ditentukan deviden untuk pemegang saham biasa.
Pada waktu pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat, biasanya harga
jual saham sama dengan nilai parinya. Tetapi bila telah berjalan beberapa tahun
maka harga saham di pasaran mungkin lebih tinggi atau lebih rendah nilai parinya.
Nilai pari sangat penting artinya dalam rangka melakukan pencatatan akuntansi
atas saham.
Apabila perseroan membeli kembali saham-sahamnya yang telah beredar
tetapi tidak bermaksud menghentikan saham tersebut (disiman oleh Perusahaan)
maka saham inni disebut Saham diperoleh kembali. Modal Sumbangan timbul
karena adanya sumbangan yang diberikan kepada perusahaan berupa harta
kekayaan tertentu tanpa imbalan. Salah satu alat pengukur yang sangat penting
didalam melakukan analisa laporan keuangan ialah nilai buku per lembar
saham.
Laporan laba ditahan merupakan analisa atas rekening Laba Ditahan (baik
yang disisihkan maupun yang tidak disisihkan) untuk suatu periode akuntansi
tertentu dan biasanya disajikan bersama-sama dengan laporan keuangan yang lain.

Modal Saham dan LAba Ditahan

19