Anda di halaman 1dari 10

2016

2016

Penyambungan Material 02

Tugas 1

TUGAS 1

TUGAS PENYAMBUNGAN MATERIAL-01

Muhammad Tsabit Ayman (1306368072)

1. Berilah penjelasan mengenai definisi pengelasan yang saudara ketahui. Point terpenting
apa saja yang ditekankan dari definisi tersebut. Serta jelaskan perbedaan antara
pengelasan dengan brazing / soldering.
Jawab :
Pengelasan merupakan penyambungan dari logam atau non-logam yang dilakukan dengan
memanaskan material hingga temperatur las dengan atau tanpa menggunakan tekanan
(preassure), atau hanya tekanan dan dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi.
(American Welding Society 1989 Welding Handbook Vol. I 8th ed.)
Poin-poin penting:

Pengelasan adalah penyambungan logam


Dua atau lebih material yang akan disambung dipanaskan terlebih dahulu sampai
temperatur las
Dapat dilakukan dengan atau tanpa tekanan dan logam pengisi

Perbedaan Brazing dan Welding :


Welding
- Logam yang akan digunakan

Brazing
- Komposisi paduan brazing sangat

untuk pengelasan harus sama

berbeda dengan logam induk (base

dengan logam yang akan dilas

metal)

- Titih leleh logam induk dan


logam pengisi hampir sama

- Titik leleh logam induk lebih tinggi


dari pada logam pengisi,
menyebabkan base metal tidak

- Kekuatan antara base metal dan

meleleh

logam pengisi hampir sama


- Ikatan sambungan tidak

- Kekuatan logam pengisi sedikit


lebih rendah dari logam induk

membutuhkan aksi kapiler yang


harus mengalir dan masuk ke
celah

- Ikatan sambungan membutuhkan


aksi kapiler yg harus mengalir dan
masuk ke celah

2. Dilihat secara sisi teknis (engineering) dan ekonomis, bagaimana saudara menentukan
suatu pilihan proses pada suatu komponen mesin dengan menggunakan pilihan proses
pengelasan dan proses permesinan (machining). Serta bandingkan kelebihan dan
kekurangan masing-masing proses
Jawab :
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan proses, yaitu :
1. Faktor material seperti desain, sifat mekanis material yang diinginkan, serta jenis
material yang digunakan
2. Faktor ekonomi, melihat perbandingan cost dari kedua proses.
Jika dilihat dari faktor material, bila yang diinginkan adalah kekuatan tarik yang seragam
(terdistribusi ke satu arah yang sama), proses pengelasan yang dipilih. Sedangkan bila
diinginkan suatu bentuk tertentu dari material sebaiknya memilih proses permesinan.
Pada Proses Pengelasan :
Kelebihan
Bentuk geometri yang sederhana dari bagian
yang disambung memungkinkan penurunan
biaya dan berat material, jam orang
pelaksanaan, meningkatkan nilai ekonomis dan
produktivitas.
Geometri sambungan lebih sederhana dengan
tingkat kekedapan terhadap udara, air dan
minyak lebih sempurna.
Efisiensi sambungan yang baik (kekuatan dari
sambungan las dan logam induk) dapat
digunakan pada temperatur tinggi dan tidak ada
batas ketebalan logam induk.
Fasilitas produksi lebih murah, berat yang
lebih ringan dan batas mulur (yield) yang lebih
baik.

Kekurangan
Kualitas logam las berbeda dengan logam
induk, dan kualitas dari logam induk pada
daerah yang tidak terpengaruh panas ke bagian
logam las berubah secara kontinyu.
Terjadinya distorsi dan perubahan bentuk
(deformasi) disebabkan oleh pemanasan dan
pendinginan cepat.
Tegangan sisa termal dari pengelasan dapat
menyebabkan retak pada bagian las.

Kerusakan bagian dalam sambungan las sulit


dideteksi, jadi kualitas sambungan las
tergantung pada keterampilan tukang las

Pada proses Permesinan :


Kelebihan
Keragaman material kerja yang dapat diproses
Keragaman geometri potong

Kekurangan
Bentuk yang tidak baik dapatmenimbulkan
crack.
Kepresisian
dari
dimensimaterial
sulit
dikontrol

Keakuratan
0.025 mm

dimensi

Toleransi

hingga

Banyaknya keragaman material yang dapat


diproses sehingga membutuhkan tenaga kerja
yang cukup banyak
Permukaan potong yang baik Kekasaran
permukaan hingga 0.4 mm
3. Sebagai seorang metalurgist, bagaimana saudara menjelaskan dengan menggunakan
ilmu metalurgi untuk mengontrol kualitas hasil lasan agar bebas dari cacat, dimana
diketahui panas dari proses pengelasan mengakibatkan terjadinya perubahan struktur
material.
Jawab :

Memperbaiki geometri lasan.


Mengontrol komposisi kimia agar mengurangi kemungkinan retak pembekuan, seperti
mengurangi kandungan sulfur dan fosfor.
Melakukan penghalusan butir, mengurangi regangan dari sumber panas.
Melakukan preparasi permukaan agar tidak terdapat kontaminasi, misalkan berupa
H2Oyang ion hidrogennya dapat menyebabkan hydrogen embrittlement atau hydrogen
induced cracking.
Melakukan proses perlakuan panas berupa pre-heating setelah proses pengelasan agar
hidrogen berdifusi keluar sehingga mencegah adanya hydrogen embrittlement atau
hydrogen induced cracking.
Mengontrol laju pendinginan agar tidak membentuk martensit di HAZ dan tegangan sisa.

Panas pada proses pengelasan dapat mengakibatkan perubahan struktur material, dan terjadi
pada daerah Heat Affected Zone (HAZ)

Daerah pada HAZ


a. Daerah logam las (daerah fusi) : daerah logam filler yang cair bercampur dengan logam
induk yang dipanaskan sampai temperature melting. Bentuk butirnya columnar dan
widmanstatten yaitu memanjang karena logam cair mendapat pendinginan yang cepat
b. Daerah penghalusan butir (daerah rekristalisasi)
c. Daerah tak terpengaruh panas (unaffected zone)

4. Jelaskan keuntungan dan keterbatasan penyambungan dengan metoda mechanical


fastening dengan welding. Serta Berilah beberapa contoh metoda penyambungan
dengan cara Adhesive Bonding.
Jawab:
Pada Mechanical Fastening:
Memiliki keuntungan berupa kemudahan dalam penggunaannya dan tidak menyebabkan
perubahan mikrostruktur. Memiliki kerugian bahwa dapat terjadi crevice corrosion pada celah
sehingga harus dibutuhkan kepresisian pada pemasangannya.
Pada Welding:
Memiliki keuntungan berupa aliran tegangan yang seragam sehingga kekuatan tariknya
akan baik. Namun memiliki kekurangan berupa material yang dilas akan mengalami perubahan
bentuk mikrostuktur karena panas yang diberikan
Adhesive bonding
Digunakan untuk mengikat dua permukaan material yang berbeda biasanya menghasilkan ikatan
yang halus. Teknik ini menggunakan glues, expovies, atau semacam plastic agent yang dibentuk
akibat penguapan pelarut atau dengan melepaskan ikatan dengan panas, tekanan dan waktu.
Contohnya:

Adhesive bonding pada pembuatan komposit jenis sandwich. Perekatan terjadi antara
logam aluminium dengan polimer.
Penyambungan pada plastic, karet dan kertas.
Adhesive bonding pada perekatan kertas.
Adhesive bonding pada Si-wafer untuk micro electro mechanical system (MEMS)
menggunakan BCB (bicyclobuthane).
Adhesive bonding pada penyambungan polimer.

5. Jelaskan beberapa kondisi yang harus dipenuhi untuk proses pengelasan logam.
Serta jelaskan kelebihan dan kekurangan bila saudara menggunakan metoda las SMAW
untuk mengelas baja karbon rendah
Jawab :
Kondisi yang harus dipenuhi:
A. Sumber Energi
- Energi listrik (resistansi, radiasi, induksi, konduksi dan busur listrik)
- Kimiawi (nyala api, radiasi, eksplosif) dan reaksi (padatan/solid reaction)
- Mekanis (tanpa dipanaskan tetapi ada friksi)

B. Mekanisme pembersihan kontaminasi pada permukaan sambungan


C. Perlindungan terhadap kontaminasi Udara
D. Pengontrolan metalurgi las
SMAW sering digunakan untuk mengelas baja karbon karena didapatkan keseragaman
yang cukup baik dan kecepatan pengerjaan. Kelebihan SMAW :

Proses dapat digunakan untuk beberapa macam posisi pengelasan.


Mesin umumnya murah.
Digunakan untuk repair di workshop, sambungan pipa saluran dan knstruksi bangunan.
Peralatan pengelasan sederhana dan bisa portable.
Dapat digunakan pada daerah yang anginnya kencang.

Kekurangan :

Lasan tidak terproteksi dari atmosfer secara baik.


Kecepatan depositnya rendah karena keterbatasan panjang kawat las dan adanya terak.
Lasan lebih banyak terjadi inklusi/pengotor dibandingkan proses pengelasan lain.

6. Jelaskan perbedaan antara plasma arc welding (PAW) dan TIG. Serta jelaskan
kelebihan dan keterbatasan pengelasan Flux core arc welding (FCAW).
Jawab :
TIG
Konsentrasi energy lebih kecil
Stabilitas busur lebih buruk dari PAW
Lebih mudah untuk manual
Lebih murah

PAW
Konsentrasi energy lebih besar
Memiliki stabilitas busur lebih baik
Lebih sulit untuk manual
Lebih mahal

Kelebihan FCAW :

Dapat mengelas dengan berbagai posisi


Lebih ekonomis dan efisien dibanding MIG
Kualitas logam las yang dihasilkan tinggi dengan penampakan yang halus dan
seragam
Kecepatan deposisi lebih cepat dari SMAW dan GMAW.

Kekurangan FCAW

Terak (slag ) harus dibersihkan antar pass


Banyak asap dan radiasi sinar UV,
Dapat terjadi inklusi terak,

7. Jelaskan faktor apa saja yang harus saudara lakukan bila saudara ingin mengelas material
baja yang cukup tebal (lebih dari 1 inchi) dengan posisi mendatar. Serta
gambarkan secara skematis proses pengelasan Elektro Slag (ESW) beserta kelebihan dan
keterbatasannya.
Jawab :
Faktor yang harus diperhatikan bila ingin mengelas material baja yang cukup tebal (lebih
dari 1 inchi) dengan posisi mendatar:

Posisi material baja harus diletakan secara mendatar.


Bentuk sambungan V.
Elektroda yang digunakan
Untuk mencegah grain growth disekitar batas butir, pada sisi sambungan dalam
dipinning dengan zirconium.
Karena material cukup tebal, digunakan arus yang tinggi agar efisien.
Shielding gas yang digunakan
Dapat menggunakan Submerged Arc Welding (SAW) karena penetrasi cukup dalam
dan menggunakan flux yang dapat menghasilkan kecepatan tinggi sehingga kualitas
lasan baik
Besarnya arus
Logam penyambung yang digunakan
Metode yang digunakan

Proses Pengelasan ESW :

Kelebihan:

Menghemat biaya untuk material yang cukup tebal


Penetrasi cukup dalam
Deposition rate cukup tinggi
Distorsi minimal
Konsumsi flux kecil
Waktu pengelasan cepat

Kekurangan:

Hanya untuk posisi pengelasan vertical


Proses tidak dapat dihentikan sebelum selesai
Membutuhkan sepatu tembaga untuk menutupi celah
Terbatas hanya untuk pengelasan baja karbon, baja paduan, dan beberapa baja
paduan tahan karat.
Ukuran butir sangat besar, struktur dan sifat lasan hamper mirip hasil cor (casting)
Tidak dapat mengelas pelat dengan ketebalan lebih kecil dari 19 mm.

8. Jelaskan tentang transfer logam pada pengelasan GMAW (MIG) dan jenis transfer mana
yang saudara pilih bila digunakan untuk mengelas pelat tipis.
Jawab :

Transfer logam pada pengelasan GMAW (MIG):

Spray Transfer

Dapat digunakan untuk mengelas hampir semua logam dan paduannya karena karakteristik
inert pelindung argon, tetapi arus yang besar yang diperlukan untuk menciptakan spray arc
menyebabkan sulitnya mengelas pelat yang tipis.

Globular Transfer

Tercipta dengan menggunakan elektroda positif (DCEP) tanpa memperhatikan jenis


gas pelindung yang digunakan, bila arus relatif rendah.

Short Circuiting Transfer

Tercipta dengan menggunakan rentang arus las yang paling rendah (masukan panas yang
paling rendah) sehingga menghasilkan zona logam las yang kecil dan pembekuan yang cepat
Oleh karena itu Short Circuiting Transfer cocok untuk mengelas logam yang tipis.

9. Bila saudara diminta untuk mengelas material seperti aluminium dan paduannya dengan
pengelasan TIG (GTAW), jelaskan jenis polaritas arus (DCRP, DCSP atau AC baik yang
low frekwensi atau high frekuensi) yang harus saudara dipilih dan beri alasan hasil
pilihan saudara.
Jawab :
Untuk mengelas aluminum dan paduannya dengan menggunakan proses TIG (GTAW-Gas
Tungsten Arc Welding), harus memperhatikan ketebalannya dalam memilih jenis polaritas arus
yang akan digunakan.
Secara umum untuk semua jenis ketebalan, digunakan polaritas AC (baik low maupun high
frequency) karena penetrasi yang dihasilkan medium dan kapasitas elektroda baik. Selain itu
polaritas AC dapat mengurangi efek magnetic arc blow.

10. Dalam memilih gas pelindung untuk mengelas baja karbon, mana yang saudara harus
pilih gas argon, gas karbondioksida (CO2) atau campurannya. Jelaskan pilihan yang
saudara ambil.
Jawab :

Argon:

Inert gas
Densitas Ar = 1,4 kali densitas udara
Mudah untuk starting arc dan stabil
Konduktifitas Termalnya < dari He (penetrasi dalam dan sempit)

CO2

Gas Aktif (gas pengoksidasi)


Mode transfernya hanya short arc dan globular
Hanya dipakai untuk las karbon steel dan low alloy steel
Spattering (muncratan) lebih sering bila transfernya globular
Kecepatan las tinggi, penetrasi tinggi dan murah

Untuk mengelas baja karbon gas CO2 bisa dibilang paling efisien karena selain murah,
kecepatan las juga tinggi disertai dengan penetrasi yang tinggi. Namun untuk mengurangi
spattering dapat digunakan campuran antara argon dan karbondioksida.

Anda mungkin juga menyukai