Anda di halaman 1dari 2

(fase 2 dalam pengujian audit sektor publik)

INVESTIGASI

Tiga tipe standar dalam standar audit berterima umum berperan dalam kerangka konsep ini, yaitu:
1. Standar umum yang menyediakan dasar konsep yang sudah teridentifikasi terkait kapasitas
dan perilaku auditor dalam pengumpulan informasi dan kegiatan evaluasi dalam fase
investigasi dan kegiatan pelaporan informasi pada fase pelaporan.
2. Aturan standar pengujian menyediakan dasar konsep terkait pengumpulan informasi dan
kegiatan aktivitas pada fase investigasi.
3. Aturan standar pelaporan yang menyediakan dasar konsep terkait konsep pelaporan informasi
pada fase pelaporan
Ada 9 konsep dalam aturan konsep informasi pada fase investigasi teridentifikasi dalam fase
investigasi audit dan ada konsep ke 10 yang menghubungkan dari fase investigasi kepada fase
pelaporan. Yaitu:
1. Pengetahuan akan lembaga yang akan diaudit
Meminta auditor untuk mencapai kedekatan yang cukup dengan usaha klien dalam melakukan
audit.
2. Kepercayaan
Identifikasi auditor atas pengendalian internal organisasi dimana dia fokus dan dapat dipercaya
dalam melaksanakan audit.
3. Bukti
Mengidentifikasi hakikat dan sumber bukti.
4. Verifikasi
Merupakan konsep pengendalian, pengumpulan dan evaluasi bukti audit dengan pandangan
penyediaan opini audit.
5. Asumsi
Terkait dengan aktivitas verifikasi, asumsi ada pada saat aktivitas verifikasi ditemukan.
6. Asersi
Asersi atau pernyataan, auditor mencari untuk memverifikasi dengan mengumpulkan dan
mengevaluasi bukti.
7. Kecukupan(kuantitas)
Kecukupan bukti terdapat dua konsep lainnya, yakni ketepatan dan tingkat jaminan yang
disediakan oleh auditor.
8. Penyesuaian(kualitas)
Penyesuaian bukti audit didefinisikan sebagai keterkaitan dan keandalan.
9. metode
metode atau teknik yang digunakan auditor dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti
diidentifikasi sebagai konsep yang terpisah, terbagi dalam metode pemenuhan dan metode
substantif.
10. Kelayakan (cerminan batasan umum dan penyediaan mata rantai pelaporan)
Mencerminkan secara khusus dalam standar pengujian ketiga yang meminta auditor
mempunyai cukup bukti yang layak untuk menyediakan dasar layak dalam isi laporan.

(fase 3)
PELAPORAN

Terbagi menjadi 6 kategori, yaitu:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tipe pelaporan
Lingkup laporan
Opini
Reservasi
Pengendalian internal/manajemen
Tindak lanjut audit

AKUN DAN ASERSI DALAM PENGUJIAN AUDIT SEKTOR PUBLIK


AKUN PENDAPATAN
Tujuan adanya audit siklus pendapatan adalah untuk mengungkapkan ada tidaknya salah saji yang
material dalam pos pendapatan organisasi (seperti: pos pajak daerah , retribusi laba, bagian laba usaha
daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah) ,dana transfer/perimbangan (seperti: bagi hasil pajak
bukan pajak, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana perimbangan dari pusat), dan lainlain pendapatan yang sah. Yang merupakan lingkup pemeriksaaan siklus pendapatan ini.

Gambaran pemeriksaan siklus pendapatan

Pendapatan
daerah/orga
nisasi

Objek
pemeriksaa
n

pendapat
an

Dana
perimban
gan
Lain-lain
pendapatan
yang sah

Materi pemeriksaan
Kesalahan
pembukuan?
Kesalahan
penyajian?
Kesalahan
pembebanan?
Kesalahan
penjumlahan/pen

Risiko bawaan siklus pendapatan pada banyak organisasi sektor publik adalah tinggi, ada berbagai
faktor yang menyebabkan tingginya risiko bawaan siklus pendapatan ini, antara lain:
a. Volume transaksi yang selalu tinggi dan, b. Masalah akuntansi yang berkembang.