Anda di halaman 1dari 4

1.

Perbedaan POPs dan AOPs


POPs
POPs adalah singkatan dari Persistent Organics Pollutans. Menurut UNDANGUNDANG

REPUBLIK

PENGESAHAN
POLLUTANTS

INDONESIA

STOCKHOLM
(KONVENSI

NOMOR

CONVENTION

STOCKHOLM

19

TAHUN

ON

TENTANG

2009

TENTANG

PERSISTENT

ORGANIC

BAHAN

PENCEMAR

ORGANIK YANG PERSISTEN) ada bahan yang dikategorikan sebagai bahan pencemar
organik yang persisten (persistent organic pollutants) atau lebih dikenal dengan POPs yang
memiliki sifat beracun, sulit terurai, bioakumulasi dan terangkut, melalui udara, air, dan
spesies berpindah dan melintasi batas internasional serta tersimpan jauh dari tempat
pelepasan, tempat bahan tersebut berakumulasi dalam ekosistem darat dan air.
Dari beberapa studi tentang residu dan dampak bahan kimia POPs bagi makhluk
hidup ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan
hidup. Ancaman bagi manusia antara lain, gangguan terhadap sistem reproduksi
(kemandulan), penurunan kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak, kelainan fisik dan
mental, memicu kanker, gangguan pada fungsi organ tubuh seperti hati, paru-paru, ginjal,
tiroid, sistem hormon endokrin, dan organ reproduksi. Kontaminasi POPs pada lingkungan
menyebabkan punahnya spesies tertentu, penurunan populasi burung-burung dan sebagainya.
AOPs
AOP (advanced oxidation processes) adalah satu atau kombinasi dari beberapa proses
seperti ozone, hydrogen peroxide, ultraviolet light, titanium oxide, photo catalyst, sonolysis,
electron beam, electrical discharges (plasma) serta beberapa proses lainnya untuk
menghasilkan hidroksil radikal. Hidroksil radikal adalah spesies aktif yang dikenal memiliki
oksidasi potensial tinggi 2.8 V melebihi ozone yang memiliki oksidasi potensial hanya 2.07
V. Hal ini membuat hidroksil radikal sangat mudah bereaksi dengan senyawa-senyawa lain
yang ada di sekitarnya.
Hidroksil radikal sesuai dengan namanya adalah spesies aktif yang memiliki sifat
radikal, di mana mudah bereaksi dengan senyawa organik apa saja tanpa terkecuali, terutama
senyawa-senyawa organik yang selama ini sulit atau tidak dapat diuraikan dengan metode
mikrobiologi atau membran filtrasi. AOP akan sangat tepat untuk diaplikasikan dalam

pengolahan limbah cair dari industi tekstil yang banyak mengandung senyawa-senyawa
organik sebagai zat pewarna.
Advanced Oxidation Process (singkatan: AOPs), dalam arti luas, adalah satu set
prosedur perawatan kimia yang dirancang untuk menghapus bahan-bahan organik (dan
kadang-kadang anorganik) dalam air dan air limbah oleh oksidasi melalui reaksi dengan
bahan radikal hidroksil.
Jadi perbedaan POPs dan AOPs adalah, POPs merupakan polutan organik
persisten yang sifatnya beracun dan berbahaya bagi manusia sedangkan AOPs adalah
suatu proses untuk mereduksi bahan-bahan organik dalam pengolahan limbah cair.

2. Kegiatan yang membutuhkan AMDAL, UKL dan UPL


Menurut Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 Tentang : Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup pada Pasal 3 ayat (1) dan (2)
Usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan
dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup dan memerlukan AMDAL meliputi :
a. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam;
b. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tak terbaharui;
c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan,
pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam
dalam pemanfaatannya;
d. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan
buatan, serta lingkungan sosial dan budaya;
e. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian kawasan
konservasi sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya;
f. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan jenis jasad renik;
g. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati;
h. penerpan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi
lingkungan hidup;
i. kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan atau mempengaruhi pertahan negara.
AMDAL

Tugas I

Dokumen AMDAL merupakan instrumen pengelola lingkungan


yang wajib disusun oleh penyelenggara kegiatan/usaha yang melakukan

kegiatan/usaha yang termasuk dalam daftar wajib AMDAL, seperti diatur pada Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 tahun 2012 tentang : Jenis Rencana Usaha dan/atau
Kegiatan yang Wajib Dilengkapi AMDAL.
AMDAL terdiri dari :
1. Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL)
2. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
3. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
4. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
UKL/UPL
UKL-UPL sama halnya seperti AMDAL, berfungsi sebagai panduan pengelolaan
lingkungan bagi seluruh penyelenggara suatu kegiatan. Namun, skala kegiatan yang
diwajibkan UKL-UPL relatif cukup kecil dan dianggap memiliki dampak terhadap
lingkungan yang tidak terlalu besar dan penting. Hal ini menyebabkan kegiatan tersebut tidak
tercantum dalam daftar wajib AMDAL. Namun demikian, dampak lingkungan yang dapat
terjadi tetap perlu dikelola untuk menjamin terlaksananya pengelolaan lingkungan yang baik.
Oleh karena itu, dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 tahun 2010
tentang : Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup, diatur
bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kriteria wajib AMDAL
wajib memiliki UKL dan UPL.

PENCEMARAN TANAH

DAN AIR TANAH

NAMA
ISMAIL
NIM

: D121 13 020

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
GOWA
2016